Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Wisuda


__ADS_3

Dua Bulan kemudian!!


Hari ini Freya akan melangsungkan wisuda, perjuangan nya akhirnya terbayar selama enam semester ia tekuni dunia kampusnya, belajarnya dan ya hari ini ia sah menyandang gelar seorang dokter.


Freya tengah dirias oleh seorang MUA bersama dengan Syafa, ya selama ini biaya kuliah Syafa dia yang menanggung dan sudah dua bulan ini Syafa bekerja dikantor Andra.


"Cantik," puji Andra ia mendekat kearah istrinya menatap pantulan Freya dari cermin. Freya tersenyum malu, dia berdiri dengan baju kebaya warna biru yang melekat apik ditubuhnya.


"Mau berangkat sekarang?" tanya Andra.


Freya menoleh kesamping yang disebelah nya terdapat sahabatnya Syafa yang juga tengah di rias.


"Bentar nunggu Syafa," ucap Freya.


Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit akhirnya Syafa selesai dengan riasannya.


Mereka bertiga berangkat menuju tempat wisuda dengan Freya disebelah Andra, baju yang Andra gunakan sama dengan baju Freya, kemeja warna biru yang memang sengaja mereka pesan coupel.


Mereka telah sampai ditempat tujuan Freya segera turun bersama Syafa sedangkan Andra ia mulai duduk ditempat yang telah disediakan.


"Selamat Freya, selamat Syafa." seorang wanita cantik datang ke arah mereka dia teman mereka berdua namanya Citra.


"Selamat untukmu juga Citra, selamat menyandang gelar sebagai dokter."


"Selamat untukmu." Freya mendongak menatap pria dengan baju yang sama dengannya, entah kebetulan atau apa tapi warna baju mereka sangat sama membuat sebagian teman Freya menyoraki mereka.


"Makasih." Freya mengambil buket bunga dari Arga, hari ini pria itu terlihat sangat tampan tanpa ijin dia langsung duduk disebelah Freya.


"Ngapain Lo masih disini?" bisik Freya.


"Ucapan selamat buat gue gak ada? Gue juga wisuda kalau Lo lupa!"


"Selamat!" balas Freya singkat.


"Hm." Arga menatap lekat ke arah Freya meskipun ucapan selamat dari Freya terdengar terpaksa tapi dia sudah senang.


Arga memang sudah menjabat sebagai Presdir di perusahaan papanya hanya saja itu belum sepenuhnya menjadi miliknya karena dia yang belum mempunyai menyelesaikan pendidikan nya.


Meskipun begitu pekerjaannya tidak diragukan lagi semenjak Arga ikut dalam menjalankan perusahaan itu, perusahaan papa Arga menjadi semakin berkembang bahkan ia mendapat julukan CEO muda terkaya didunia, perusahaan dia dan Andra masih jauh miliknya ia mendapat rank satu didunia bisnis sedangkan Andra nomer dua dibawahnya.


"Lo cantik," ucap Arga kembali.


"Dari lahir!" sahut Freya, Arga terkekeh ia terus menatap wajah ayu itu meskipun Freya hanya diam saja bahkan terkesan menggangap nya tidak ada.


Mata Arga beralih menatap gadis disebelah Freya, dia Syafa mata tajam itu menatap intens pada Syafa.


Jadi dia! tidak tau diri!


"Gue pergi dulu, tenang aja gue pasti kembali ambil Lo!" ucap Arga yang membuat Freya binggung apa maksudnya?

__ADS_1


"Fa, Lo kenapa diem aja sih?" Syafa tersenyum paksa ke arah Freya ia nampak tak seperti biasanya.


Freya juga merasa dua bulan terakhir ini Syafa sangat beda bahkan terkesan menjauh darinya bukan hanya itu Syafa seperti sangat sensitif kepadanya.


"Gak!"


"Gue heran sama Lo, kenapa sih akhir-akhir ini Lo beda. Apa gue ada salah sama Lo?"


"Gak ada, gue ke kamar mandi dulu!" Syafa segera pergi meninggalkan Freya yang tengah menatap binggung padanya.


Acara telah selesai semua mahasiswa telah mendapat gelar masing-masing, mereka semua berfoto bersama membuat kenangan dengan teman-teman terdekat.


"Fa foto yuk!" ajak Freya.


"Males, gue pulang dulu ya gue capek!" ucap Syafa terdengar malas.


"Loh kenapa gitu, barengan aja sama gue." Freya tetap baik meskipun Syafa terdengar tidak suka padanya. Memang apa salahnya?


"Gue udah pesen taksi, bye!" Syafa segera pergi tanpa mendengar ucapan Freya.


Syafa kenapa sih!


"Frey! poto sama gue!" ucap Arga pria itu datang-datang langsung menarik tangan Freya menuju taman belakang.


Tempat yang sangat nyaman baginya, ada satu orang lagi yang tengah membawa kamera itu adalah suruhan Arga untuk memfoto dirinya dan Freya.


"Ih apaan sih Lo!" ucap Freya kesal.


"Senyum Frey, buat kenangan anggap aja itu imbalan buat gue karena selalu ngasih sapu tangan di setiap Lo nangis!" ucap Arga membuat Freya mendengus kesal.


"Senyum dong!" Freya menurut lantas ia tersenyum paksa pada kamera, dengan ilmu modusnya Arga dengan cepat merangkul bahu Freya dengan senyum manis dibibirnya.


Cekrek


Foto pertama telah diambil Freya mendelik kesal menghempas tangan Arga di bahunya. "Ngapain Lo!" ucap Freya kesal.


Arga menanggapinya dengan kekehan lantas ia melihat hasil jepretan itu sangat bagus dan cantik, meskipun Freya tersenyum paksa tetap saja ia terlihat cantik.


"Gue anter pulang?" tawar Arga.


"Gak usah gue bisa sendiri!" Freya segera pergi dari sana ia yakin pasti suaminya telah menunggunya.


Freya tersenyum senang saat melihat keluarganya disana, disana ada mertua dan orang tuanya ada kakak nya dan juga adik iparnya.


"Mama, bunda!" ucap Freya memeluk dua wanita kesayangan nya. Lantas ganti memeluk kedua papanya dan beralih pada kakak dan adik iparnya.


"Selamat sayang," ucap Clarita, ia memeluk kembali putrinya.


"Makasih bund."

__ADS_1


"Mumpung kumpul gimana kalau kita makan bareng, di restoran baru Andra yang baru aja buka!" usul papa mertua Freya.


"Ide bagus, yuk!" imbuh mama Andra.


.


"Dari mana aja tadi kok lama?" tanya Andra saat mereka berdua tengah berada di mobil.


"Habis foto sama temen-temen," balas Freya singkat.


"Oh banyak ya temen nya? apa perlu sampek meluk-meluk gitu?" sinis Andra.


"Maksud kamu apasih mas? meluk-meluk apa?"


"Aku gak suka kamu deket-deket sama dia!" tegas Andra.


"Siapa sih?" Freya terdiam ia binggung siapa yang dimaksud suaminya apa oh shit! apa Andra lihat dia dengan Arga tadi?


"Apa maksud kamu Arga?" cicit Freya ia mengucap nya dengan lirih takut jika suaminya marah.


"Jauhin dia aku gak suka kamu deket-deket sama dia!" putus Andra.


"Aku gak pernah deket-deket sama dia!" bantah Freya, memang tidak kan?


"Hm." balas Andra terdengar dingin ditelinga Freya.


"Kamu marah mas?" Andra hanya diam membuat Freya mendengus kesal.


"Pikir aja sendiri, kamu udah punya suami gak usah deket-deket sama cowok lain!"


"Deket-deket apa sih mas! kamu makin kesini makin gak jelas tau gak! aku cuma foto sama dia udah nggak lebih aku juga gak pernah deket sama dia!"


"Apa perlu sampai dia meluk kamu?" sinis Andra.


"Meluk apasih mas! dia cuma ngerangkul bahu aku, udah itu aja! itu pun aku juga gak tau!"


"Hm."


"Terserah kamu deh mas kalau kamu nggak percaya sama aku. Aku udah jujur sama kamu, nggak usah besar-besarin masalah!"


"Bukan aku tapi kamu! hargain lah perasaan aku!" ucap Andra kemudian, Freya mendengar itu tersungkur emosi. Hargai?


Freya terkekeh sinis. "Hargain? selama ini aku kurang hargain kamu apa sih mas. Setiap kamu salah aku dengan mudah maafin kamu aku selalu jaga perasaan buat kamu takut kamu marah, dan cuma karena masalah ini kamu jadi ragu sama aku? kenapa! apa cuma kamu yang bisa buat salah dan aku enggak!"


"Aku tahu aku salah aku udah pernah buat kesalahan yang fatal aku udah buat kamu kecewa tapi itu apa perlu kamu ungkit-ungkit terus. Setiap kita berantem selalu aja kamu ungkit! aku udah berubah Frey aku udah berubah buat jadi yang terbaik buat kamu!"


Freya menggeleng ia menatap sedih kearah suaminya kenapa hanya karena masalah itu jadi seperti ini.


"Mas! aku nggak pernah ungkit-ungkit kesalahan kamu, aku cuma kesel sama kamu cuma karena masalah itu kenapa jadi buat kita berantem sih. Udah lha mas terserah kamu aku males debat terserah kalau kamu mau nyalahin aku, toh selama ini aku nggak bener dimata kamu!"

__ADS_1


"Freya!" sentak Andra.


__ADS_2