
Namanya aku ubah ya gays ada komplain kemarin dan itu juga kesalahan aku maaf banget🙏 nggak ada maksud buat melanggar aturan agama dan itu aku emang nggak ngerti aku minta maaf🙏
Arga terus tersenyum menatap bayi mungil yang tengah terpejam itu, baby boy baru saja menyusu pada Freya dan sekarang ia tengah tertidur.
"Ganteng banget sih anak papa," ucap Arga. Tangannya mengusap pipi baby lembut lalu mencium keduanya, ia sangat gemas rasa sayang itu semakin besar di hatinya.
Arga bangkit lalu berjalan menuju Freya, ia tersenyum mengusap kepala wanita yang tengah terbaring itu, Freya balas tersenyum pada Arga.
"Mama Freya," kekeh Arga.
"Papa Arga," balas Freya dengan tawa kecil.
Arga lantas mengecup kening wanitanya, ingin rasanya saat ini juga ia menghalali Freya namun tidak bisa semuanya perlu persiapan tidak bisa main nikah saja.
"Udah ada nama buat baby? boleh aku kasih nama buat dia?" tanya Arga. Freya tersenyum lantas mengganguk.
"Aku udah ada nama depannya aja kamu boleh tambahin namanya."
"Siapa?"
"Kamu jangan marah tapi," cicit Freya.
"Nggak akan, apa nama itu Andra yang ngusulin?" tanya Arga lembut tidak ada nada marah diwajahnya.
"Iya. Bagaimanapun juga mas Andra ayah biologisnya, kamu nggak marah kan? aku hanya ingin baby tahu ayah kandungnya aku tidak ingin baby membenci ayahnya aku tahu mas Andra udah buat kesalahan besar sama aku tapi aku sama sekali nggak dendam sama dia."
"Aku tahu niat baik kamu, siapa namanya? apa mirip sama nama Andra?"
"Andreas beda dikit."
"Andreas Jonathan Stevano." sambung Arga.
"Dia anak aku, ada namaku juga disana Jonathan, nama panggilannya Nathan." Arga tersenyum dengan tangan mengusap kepala Freya.
"Nathan. Sangat bagus. Makasih Ga." Freya tersenyum merasa haru dengan kasih sayang yang Arga berikan pada anaknya.
"Buat apa? dia juga anak aku. Istirahat! mama harus sehat, nanti sore udah boleh pulang kan?"
"Iya."
__ADS_1
"Tidur aku temenin disini." Freya mengganguk lalu perlahan kedua matanya mulai terpejam, tangannya digenggam oleh Arga lelaki itu tidak tidur tetap menjaga Freya dengan memandangi wajah cantik itu terpejam.
.
Andra tersenyum saat mendengar kabar dari anak buahnya, senyum yang selama ini hilang telah kembali. Andra yang berubah menjadi lelaki dingin dan kejam itu nampak hangat saat ini, hanya karena mendengar kabar dari ponsel barusan.
"Anakku lahir." Andra menangis tangis haru tentunya, bahagia namun juga sedih bahagia karena anaknya telah lahir dengan selamat, dan sedih karena dia tidak ada disampingnya.
"Bukan aku orang pertama kali yang dia lihat, bukan aku orang yang mengumandangkan adzan untuknya dia anakku tapi aku tidak ada disampingnya aku ayahnya tapi aku sangat jauh darinya."
Max: RS. Sejahtera, Bandung.
Selama ini Andra tahu jika Freya menetap di Bandung tapi dia hanya diam dia tidak ingin mengusik kehidupan mantan istrinya meski jauh di lubuk hatinya dia masih berharap jika mereka akan kembali bersama.
"Bersiaplah ikut aku!" ucap Andra dingin. Syafa yang tengah memasak itupun terkejut baru kali ini setelah mereka menikah Andra mengajaknya.
"Kemana mas?" tanya Syafa antusias.
"Tidak usah banyak tanya. Cepat!" ucap Andra dengan raut datar, tidak sama sekali menatap kearah Syafa.
"Baik." Syafa segera masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya.
.
"Mas punggung aku sakit banget, masih jauh ya?"
"Mas masih jauh banget ya? perut aku kram," ucap Syafa dengan tangan mengusap perut buncitnya.
"Mas---"
"BISA DIEM GAK! NGOMONG SEKALI LAGI SAYA TURUNIN KAMU DISINI!" bentak Andra membuat Syafa tersentak, bibir wanita itu langsung terdiam.
Setelah lama perjalanan mobil berhenti di rumah sakit. Membuat kerutan di dahi Syafa. Lantas ia tersenyum ia pikir Andra akan membawanya ke rumah sakit untuk periksa.
"Aku nggak papa mas ngapain ke rumah sakit?" ucap Syafa lembut.
"Kamu pikir saya perduli dengan kondisi kamu! saya kemari untuk menjenguk anak kandung saya." Syafa kembali terdiam saat mendengar suara dingin dari Andra. Anak kandung saya? apakah Freya melahirkan?
Sakit? tentu saja Andra lebih perduli pada Freya yang jelas-jelas sudah menjadi mantan istrinya sedangkan dirinya--- miris! memang siapa kau? ini semua juga karena kesalahanmu.
__ADS_1
Andra berjalan lebih dulu membiarkan Syafa yang berjalan lambat, wanita itu menahan sakit pada perutnya ia sudah biasa seperti ini karena penyakit miom di rahimnya. Pendarahan pun sudah sering ia alami itulah yang membuatnya takut karena itu bisa mempengaruhi kondisi janinnya, keguguran. Dan dia tidak ingin itu, operasi? bisa saja dia lakukan tapi efek dari operasi itu dia tidak akan bisa mempunyai anak, karena rahimnya terangkat.
Waktu itu dokter telah memberikan pilihan pada dirinya mempertahankan anak ini atau keselamatan nya terancam karena miom di rahim Syafa semakin membesar hal itu bisa membuatnya berubah menjadi kanker ganas. Tapi Syafa lebih memilih mempertahankan bayinya ia tidak perduli dengan keselamatannya.
Mereka berdua masuk di ruangan VIP nomer 5 ruangan rawat Freya. Andra masuk dan yang ia lihat disana hanya ada Arga saja yang saat ini menatap datar kearahnya.
Andra bisa melihat jelas saat ini Arga yang tengah menggenggam tangan Freya, dan Freya yang nampak tertawa pada Arga entah karena apa, Freya langsung terdiam saat melihat kedatangan Andra.
"Boleh masuk?" tanya Andra.
"Silahkan!" ucap Arga datar. Andra berjalan kearah Freya sorot kerinduan itu sangat kentara ingin saat ini Andra memeluk erat tubuh Freya dan menghujaninya kecupan di wajah Freya, dia sangat merindukan wanita cantik itu tapi--- mustahil itu terjadi.
"Frey... boleh aku ketemu anak kita," ucap Andra lirih.
Anak kita?
Freya tersenyum lantas mengganguk, karena Andra berhak atas itu semua Freya sudah memaafkannya dan dia tidak sama sekali membenci orang dimasa lalunya tapi dia mengingat semuanya.
"Freya selamat," itu ucapan Syafa terdengar lirih namun tulus ditelinga Freya, mata Syafa berkaca saat menatap Freya.
"Makasih Fa," ucap Freya tulus.
"Kamu nggak mau lihat anak aku?" ucap Freya ramah, tidak dengan Arga yang menatap tak suka pada kehadiran dua tamu tak diundang itu.
"Boleh?" tanya Syafa.
"Bolehlah masa enggak boleh," ucap Freya dengan tawa kecil.
"Makasih Frey dan maaf untuk semuanya." Syafa menangis hatinya terasa sakit saat melihat Freya yang begitu baik padanya setelah semua yang telah ia lakukan.
"Sampai kapan kamu mau minta maaf sama aku. Aku udah maafin kamu Syafa, dan aku udah bahagia dengan hidup aku sekarang aku berharap kamu juga bahagia dengan kehidupan kamu sekarang."
"Orang jahat sepertiku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan Frey," ucap Syafa lirih.
"Bagus jika anda sadar!" celetuk Arga dingin yang langsung dapat tatapan garang dari Freya.
.
Namanya bagus nggak? nih poto nya gemoy banget kan😚
__ADS_1
Baby Nathan