
Tak terasa sudah 13 hari mereka disini dan besok mereka akan kembali ke negara asal--- Indonesia.
"Udah mau balik aja!" ucap Freya sedih, tatapannya terus mengarah ke arah pantai rambutnya ia biarkan berterbangan menerpa wajahnya menikmati semilir angin yang sangat menyejukkan.
"Masih kurang? udah 13 hari kita disini." Andra mengusap rambut Freya menarik pinggangnya agar merapat kearahnya, saat ini mereka tengah menanti kedatangan senja.
"Tempatnya bikin aku betah," ucap Freya lemas, beberapa hari ini Freya memang merasa tidak enak badan.
"Nanti kita kesini lagi bareng sama anak-anak," ucapan Andra membuat Freya bersemu ia tersenyum kearah Andra lalu berganti menatap depan saat senja mulai datang.
Andra menarik tubuh Freya mendekat kearahnya wajahnya menunduk ia mengalungkan kedua tangan Freya dilehernya kedua tangannya melingkar memeluk pinggang istrinya.
Andra mencium lama bibir istrinya sedikit *******, ciuman yang disaksikan langsung oleh senja, burung-burung yang beterbangan, dan beberapa orang yang juga tengah melihat keindahan senja.
"Aku mencintaimu," ucap Andra lirih kening dan hidung mereka saling bersentuhan dan hanya bibir yang masih berjarak.
"Aku juga!"
"Juga apa?" goda Andra, ia masih asyik dengan posisi mereka saat ini tidak perduli dengan orang-orang yang melihat kearah mereka.
"Juga mencintaimu tuan Andra."
Tangan Arga mengepal berulang kali ia mengumpat kesal melihat dua orang didepannya.
"Shit!" Arga memalingkan muka saat melihat Andra dan Freya berciuman tangannya mengepal wajahnya memerah menahan kesal.
"Panas butuh air!" kekeh Rendi yang langsung dapat tatapan tajam dari Arga.
"Mau gue lempar ke laut!" Rendi meringis ia lantas menggeleng dan berlalu pergi dari hadapan Arga cari jalan aman karena ia tahu jika saat ini Arga sedang tidak baik-baik saja.
"Ck. Gak tau tempat!" meskipun kesal Arga tetap saja melihat kearah mereka ingin sekali ia berjalan kesana dan menonjok wajah Andra namun--- sayangnya tidak bisa dia tidak ada hak!
Inilah nasib mencintai istri orang!
.
"Kapan tuan Andra pulang?" Syafa menatap tajam kearah teman kerjanya, pertanyaannya membuat temannya meliriknya intens.
"Kenapa? Gue cuma nanya apa salah! capek tau gak ngerjain semua sendiri."
"Lah kan ada Rendi!" balas temannya.
"Hah! Rendi? makhluk astral itu juga gak ada. Gak tau kemana! disini gue susah sendiri semua gue yang ngerjain!"
"Besok tuan Andra pulang."
__ADS_1
"Serius?" ucap Syafa senang. Temannya kembali meliriknya merasa aneh dengan sifat yang ditunjukkan Syafa.
"Lo kenapa sih kek seneng banget tuan Andra balik?" tanya Nindy---- teman kerja Syafa.
"Ya seneng lah gue jadi gak capek-capek kerja sendiri." Syafa pergi meninggalkan meja temannya dan kembali menuju ruangannya sendiri.
"Sebentar lagi gua tahu gue bakal hancurin Lo tuan Andra yang terhormat!" Syafa tersenyum miring dengan tatapan menajam pada foto ditangannya.
"Harta? gue gak butuh harta Lo. Karena gue sangat tahu harta nggak ada apa-apa nya buat Lo dan Freya dia pasti tetap akan sama cowok brengsek kayak Lo meskipun Lo nantinya miskin karena itu gue gak nyerang Lo dari harta tapi gue nyerang Lo dari titik kelemahan Lo."
"Ayo bersenang-senang denganku meskipun aku harus merelakan tubuhku, it's okay asal dendam ku terbalas. Setelah Freya meninggalkanmu maka saat itu juga dendam ku terbalas! karena saat itu kehancuran dimulai!" Syafa tertawa setan memikirkan rencana yang sudah ia susun sedemikian baiknya. Ia tahu resiko apa yang akan ia dapat nantinya--- kehilangan sahabat sebaik Freya.
"Sorry Frey, gue emang jahat! cewek brengsek kayak gue gak pantes buat jadi sahabat Lo. Lo terlalu baik Frey, maaf!" Syafa mengusap air matanya yang mengalir, bayang-bayang kenangannya dengan Freya melintas dikepalanya tentang Freya yang selalu ada untuknya yang selalu membantunya dimasa sulit.
"Maaf Freya!" Syafa mengusap air matanya, jujur saja harinya juga sakit tapi--- dia juga tidak bisa untuk tidak melanjutkan semuanya. Semua sudah ia susun dengan rapi dan kurang sedikit lagi semuanya akan berakhir.
Syafa
Hai pak, kapan pulang? kangen nih nggak ada bapak.
Send Poto
Syafa mengirim pesan apada Andra dan juga Poto dirinya dengan baju yang sangat minim. Rasanya semua rasa malu ditubuh Syafa telah lenyap ia sudah berubah.
^^^Apa yang kamu kirimkan pada saya Syafa!^^^
^^^Jangan macam-macam saya suami sahabat kamu!^^^
Terus kenapa pak? justru itu Freya sahabat saya apa yang menjadi milik Freya juga menjadi milik saya termasuk bapak!
^^^Jangan gila kamu!^^^
Saya suka sama bapak, saya sayang sama bapak dan saya sangat mencintai bapak!
^^^Tapi saya tidak! jangan ganggu saya lagi atau saya akan mengeluarkan kamu dari perusahaan!^^^
Beri saya satu kesempatan pak! untuk buat bapak jatuh cinta sama saya.
Apa bapak takut pada Freya?
^^^Hentikan omong kosong mu!^^^
Saya serius dengan ucapan saya! Saya cinta sama bapak. Kita bisa main belakang tanpa pengetahuan dari Freya.
Read (Andra hanya melihat pesan itu tanpa ada niat membalasnya)
__ADS_1
Lagian istri bapak itu bodoh! bapak juga pernah berselingkuh bukan dan dia dengan mudahnya maafin bapak jadi kalau bapak selingkuh kembali dia pasti akan maafin bapak kembali.
Read
Pak balas! saya cinta sama bapak! saya mau jika menjadi simpanan pak Andra.
Send Poto
Untuk yang kedua kalinya Syafa mengirim foto pada Andra dengan baju yang sangat-sangat terbuka.
.
Hoek Hoek
Freya berlari kearah kamar mandi memuntahkan seluruh isi perutnya, kepalanya pusing ia bersender pada senderan kamar mandi saat ia sendiri tidak dapat menopang tubuhnya yang terasa sangat lemas ini.
"Sayang kenapa?" Andra berjalan mendekati Freya ia menggendong tubuh lemah itu menuju ranjang.
"Kenapa hm? kamu sakit?" Andra dengan telaten mengusap kepala Freya sayang. Wajah Freya sangat pucat membuat Andra sedikit khawatir.
"Mau ke rumah sakit?" tawar Andra, Freya jawab dengan gelengan ia memejamkan matanya mencoba menahan rasa pusing dikepala nya.
"Mas pusing!" ucap Freya.
"Mau apa? aku harus gimana?" tanya Andra binggung karena ia sendiri tidak pernah mengurus orang sakit.
"Peluk aku!" ucap Freya, dengan cepat Andra mengganguk lalu membaringkan tubuhnya disamping Freya.
Freya merapatkan tubuhnya pada suaminya memeluk erat pinggang Andra dan menduselkan wajahnya pada dada bidang Andra, ia sangat menyukai harum parfum Andra dan hak itu membuat rasa mual nya hilang.
"Masih pusing?" tanya Andra kembali. Freya menggeleng ia semakin merapatkan tubuhnya pada Andra, memejamkan matanya merasakan elusan tangan Andra pada kepalanya.
"Aku panggilan dokter ya, takut kamu kenapa-napa. Besok kita pulang!" Andra tersenyum mengecup kilas kepala istrinya.
Andra melangkah menuju balkon hendak menelpon seseorang, ia mengernyit saat mendapat pesan dari Syafa. Raut wajah Andra berubah-ubah saat tengah membaca pesan dari sahabat istrinya memilih mengacuhkan ia segera menelpon dokter untuk istrinya.
Dokter baru saja tiba dia langsung memeriksa tubuh Freya, lantas ia tersenyum membuat Andra binggung.
"Ada apa dok? bagaimana keadaan istri saya?" tanya Andra risau.
"Selamat tuan Andra, nona Freya telah mengandung!"
.
Gimana nih covernya itu aja apa ganti, pilihannya antara nmr dua sama yang terakhirš aku binggung lah... yuk aku pilih yang paling banyak milih dua apa terakhir-!!
__ADS_1