
Hari ini hari Minggu yang dihabiskan dua insan ini dengan tidur ya karena bagi mereka tidur yang utama.
Andra memeluk erat tubuh ramping istrinya, ia sudah terbangun sedangkan Freya masih tertidur pulas dialam mimpi.
"Ngatain aku kebo, yang kebo siapa sekarang!" kekeh Andra.
Drett drett drett
Ponsel Andra berdering dengan nyaring membuat tidur cantik Freya terganggu. Andra segera mengambilnya dan berjalan kearah balkon takut menggangu tidur Freya.
"Apa?"
"..."
"Hm."
"..."
"Ya"
Andra segera memutus ponsel itu ia ganti menatap istrinya yang ternyata sudah terbangun.
"Siapa mas?" tanya Freya serak.
"Abel."
"Kenapa?"
"Mama minta kita kesana, katanya mama kangen sama kamu." Andra berucap malas, padahal hari ini ia ingin menghabiskan waktu seharian dengan istri ya tapi harus gagal karena mamanya, ingin menolak? Oh tentu tidak selain ia anak yang berbakti Andra masih sayang dengan telinganya.
"Yaudah aku mandi dulu," ucap Freya ia sudah berdiri, tapi urung saat Andra memeluknya dari belakang.
"Morning kiss belum," ucap Andra manja.
Freya membalik tubuhnya menghadap suaminya menatap mata teduh itu. "Harus?" kekeh Freya.
"Wajib!" ucap Andra.
Freya terkekeh menatap wajah suaminya, entahlah setiap detik setiap menitnya dan setiap hari ia selalu dibuat jatuh cinta pada lelaki didepannya.
Cup
Niat Freya hanya mencium kilas bibir itu namun ia kalah cepat dengan suaminya yang sudah dulu melahap habis bibirnya, Freya sedikit menjinjit untuk menyamai tingginya dengan Andra tapi sayangnya tubuhnya yang terlahir pendek ini tetap saja pendek.
Ciuman Andra mulai turun ke arah leher Freya memberikan sensasi aneh padanya, tangan Freya sudah beralih pada rambut suaminya, memberi jambakan saat merasakan sensasi aneh yang diberi suaminya.
__ADS_1
"Udah mas, katanya mau ke mama!" cegat Freya saat Andra mulai membuka kancing bajunya.
Andra mendesah kecewa, gagal! ini semua karena mamanya. "Nggak papa sayang, entar kalau mama marah jawab aja kalau habis bikinin dia cucu."
"Mas ih!" ucap Freya kesal, kesal karena dibuat malu oleh suaminya. Andra mulai kembali kegiatan itu olahraga pagi sehat bukan?
Setelah mendapat anggukan dari Freya ia sama sekali tidak menyia-nyiakan waktu lagi. "Bismilah semoga jadi baby," ucap Andra yang membuat Freya tertawa.
Ada-ada saja suaminya ini!
.
"Assalamualaikum." mereka berdua baru saja sampai saat jam menunjukkan pukul sebelas siang.
"Bagus! jam berapa ini, mama tuh nyuruh kalian kesini pagi bukan siang bolong kayak gini!" omel Melisa mama Andra.
"Kalau ada salam dijawab dulu ma!" ucap Andra ia mendekat kearah ibunya bersama Freya menyalami tangan wanita paru baya itu.
"Waalaikumsalam." Melisa menjawab dengan nada kesal, ia tadinya ingin pergi pagi-pagi ke salon bersama menantunya, berbelanja bersama dan nanti ia akan mengajak menantunya membuat bolu cokelat kesukaan anak dan suaminya tapi itu semua gagal karena ulah bocah sableng anaknya.
"Tadi mau kesini pagi-pagi ma, tapi gak jadi karena Freya minta olahraga dulu," ucapan Andra membuat Freya melotot kenapa jadi dia.
Freya mencubit lengan Andra kesal. "Bohong dia ma, orang mas Andra yang ngajak tadi aku udah mau mandi tapi dia nggak ngebolehin!" adu Freya.
"Nggak aku nggak bilang gitu, aku yang bilang mandi aja dulu entar ganti aku kalau mama marah gimana? aku tadi kan bilang gitu sayang," ucap Andra.
"Bohong orang tadi aku udah bilang, udah mas, katanya mau ke mama terus dia ngejawab gini gak papa entar bilang aja lagi buatin dia cucu," ucap Freya tanpa sadar, Melisa tertawa sedangkan Andra tersenyum miring berhasil membodohi istrinya.
Freya lantas melotot dan menutup mulutnya, astaga bicara apa aku barusan! batin Freya.
"Eh e-enggak ma, a-aku-----"
"Udah nggak usah dilanjutin mama ngerti kok," ucap Melisa terkekeh. Membuat Freya tambah tersipu ia mencubit lengan suaminya kesal yang malah ikut menertawakan nya.
"Frey ikut mama ke dapur yuk, mama mau bikin bolu cokelat mau bantu?" tawar Melisa.
"Mau banget ma," semangat Freya ia memang suka membuat kue seperti ini tadinya dirumah ia juga ingin membuat tapi urung saat mertuanya menyuruhnya kemari.
"Papa mana ma?" tanya Andra, istrinya sudah dibooking mamanya dan dia akan sendiri jika tidak ada papanya.
"Biasa lagi selingkuh," ucap mama yang membuatku tercekat, ah mendengar kata selingkuh membuat desiran aneh di dadaku sedangkan Andra menatap tak suka pada ucapan mamanya.
"Mah!"
"Ahaha jangan tegang gitu napa, maksud mama papa kamu lagi selingkuh sama laptop nya. Udah kamu pergi sana papa ada diruang kerja."
__ADS_1
Freya dan Melisa tengah sibuk berkutat dengan alat dapur dengan sedikit candaan, Freya sangat nyaman dan tak canggung pada mertuanya, selain baik Melisa sangat menyayangi nya.
"Pernikahan kamu sama Andra baru jalan dua bulan ya," ucap Melisa.
"Mama nggak nyangka, kalau Andra udah nikah rasanya baru kemarin mama ngerasain sakit ngelahirin dia tapi sekarang dia udah nikah aja. Mama pingin ngerasa sepi sekarang, Abel gadis itu juga dikamar mulu keluar cuma makan doang!" kesal Melisa.
Freya tertawa baginya biasa jika Abel bersikap demikian dia juga begitu karena menurutnya untuk apa turun jika televisi sudah ada dikamar apapun sudah ada disana salah sendiri semua sudah disediakan disana.
"Ma, mama jangan pernah ngerasa sediri kan ada Freya, kalau mama dirumah kesepian mama bisa main ke rumah, mama tahu Freya juga sering kesepian kalau mas Andra lagi kerja." Freya mengusap lengan mertuanya.
"Rasa sepi itu pasti ada ma, cuma Freya selalu bikin kegiatan yang bikin Freya nggak ngerasa sepi, entah itu masak atau cuma lihat pemandangan dari balkon."
"Tapi aku udah merasa bahagia dan nggak ngerasa sepi lagi, aku bersyukur karena Tuhan udah berikan semua untuk aku keluarga yang baik dan sayang sama aku, suami yang baik seperti mas Andra dan mama mertua yang perhatian kayak mama. Aku bersyukur ma karena mungkin banyak orang yang pingin ada diposisi aku."
Melisa tersenyum ia memeluk erat tubuh Freya ucapan menantunya memang benar, dia saja yang kurang bersyukur selama ini.
"Makasih karena kamu mama banyak belajar, selama ini mama kurang bersyukur, mama beruntung punya menantu baik seperti kamu."
"Aku yang beruntung karena punya mertua sebaik mama, mama tahu dulu aku pernah bermimpi dan mimpi itu yang bikin aku nggak mau nikah," Kekeh Freya.
"Aku mimpi punya mertua yang jahat dan mertua yang selalu bikin aku nangis dan kesal tapi aku cuma bisa diem aku cuma bisa diem saat aku terus-terusan ditindas, bahkan di mimpi itu rasanya aku ingin mencekik mertua menyebalkan itu. Mimpi itu aku alami saat aku SMP, dan sejak itu aku jadi sangat takut dengan kata pernikahan ataupun mertua."
Melisa tertawa mendengar cerita Freya, ya memang benar mertua jahat itu ada dan itu sangat menyebalkan! jangan sampai kita punya mertua yang bikin kita tekanan batin setiap hari. Bisa-bisa kita mati muda kan gak lucu kalau ada kabar.
Seorang gadis meninggal diduga karena adanya tekanan batin dari sang ibu mertua.
"Ngerong!"
.
Like, komen, sama votenya jangan lupa readrs!
Kalian tahu gak bangga banget aku ini cerita bisa masuk rank karya baru😊👍 ini semua juga karena kalian makasih banget🙏 makasih karena ke antusiasan kalian dengan cerita ini🙏 aku juga pingin dong bisa masuk 10 besar meskipun nggak mungkin wkwk ngarep banget ya😭 Tapi kalian bisa dong bantu huhu bantu share ke teman-teman kalian ya agar banyak yang baca-!!
Sambil nunggu bantu baca cerita ku yang lain yuk-!!
-Ketos galak itu pacarku (end)
--Menikahi Presdir yang kejam(end)
-ice boy bucin(ongoing)
--jalan Hijrahku (ongoing)
Jan lupa follow ig ku: Nabilaputrii36_
__ADS_1