Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Arti Sahabat


__ADS_3

Freya telah sampai di apartemen Syafa ia menekan bel beberapa kali namun tidak juga ada sahutan.


"Apa Syafa gak dirumah ya?" tanya nya pada diri sendiri.


"Apa gue balik aja ya!" Freya akhirnya memutuskan pergi karena sepertinya Syafa tidak ada.


"Frey..." Freya menoleh saat mendengar panggilan dari orang yang ia kenal, ya itu orang yang tengah ia cari. Syafa.


Freya membalikkan badan kembali menghampiri sahabatnya. "Lama amat bukanya gue sampe mau balik!" ucap Freya.


"Lo nggak ngomong kalau mau kesini! udah ayo masuk!"  Freya masuk seperti biasa mereka duduk dikamar Syafa. Kali ini kamarnya tidak lagi seperti waktu itu kamar Syafa sangat rapi dan bersih.


"Tumben?" ucap Freya.


"Apa?" binggung Syafa.


"Tumben rapi?" kekeh Freya.


"Bacot!" cetus Syafa.


Mereka berdua duduk di balkon kamar Syafa, Freya menatap Syafa yang tidak seperti biasanya ia seperti menyimpan beban.


"Fa..." panggil Freya, Syafa menoleh tatapannya terlihat sedikit sendu.


"Kenapa? cerita sama gue!"


"Gue gak papa, Lo ngapain kesini?" Syafa mengalihkan pembicaraan ia menatap lurus kearah depan.


"Kenapa? Gue gak boleh main kesini!" Freya pura-pura kesal, menatap Syafa yang gelagapan.


"Yah boleh lah, apa sih lo baperan amat!" kekeh Syafa. Ia mulai menatap ke arah Freya tatapan sendu yang Freya yakin dan sangat yakin jika Syafa sedang tidak baik-baik saja.


"Syafa. Lo masih anggap gue sahabat Lo kan? Yaudah cerita sama gue bagi masalah lo sama gue jangan di pendem sendiri!" Freya menatap Syafa dalam ia menggenggam tangan sahabatnya.


"Gue gak mau bebanin Lo!" Syafa memalingkan muka ia mengusap air matanya yang jatuh.


"Hei Lo ngomong apaan sih! kita ini sahabat udah lama nggak ada namanya gue terbebani dengan masalah Lo! aneh tau gak bukannya kita udah biasa saling berbagi masalah dan sekarang lo kenapa ngomong kayak gini!"


"Fa masalah Lo jadi masalah gue juga!" sambung Freya.


"Frey Lo kan tahu kalau selama ini semua kebutuhan hidup gue kakak gue yang ngurus, dan sekarang kakak gue udah nggak ada jadi gue harus ngurus hidup gue sendiri. Gue butuh pekerjaan Frey, pengeluaran selalu bertambah sedangkan gue sekarang gak punya pemasukan gue binggung mau cari kerja dimana."


"Lo tadi kenapa gak ke kampus?"


"Gue mutusin mau berhenti kuliah, gue gak punya biaya kalau gue tetep lanjut. Sekarang aja gue lagi cari kontrakan kecil kalau gue terus-terusan tinggal disini mau gue bayar pake apa, ini apart juga bukan punya gue."


"Sayang lah Fa kalau kamu mutus ini kan kita udah mau wisuda."


"Justru itu Frey sekarang malah banyak-banyak nya pengeluaran buat ini itu belum buat skripsi, belum juga makan gue sehari-hari gue butuh kerja sekarang."


"Itu urusan gampang Fa, gue bisa biayain kuliah Lo!"


"Frey Lo udah berumah tangga gue gak mau ngerepotin elo! gak papa gue gak lanjut kuliah, gue mau fokus cari kerja aja gue gak mau jadi beban buat elo!"

__ADS_1


"Enggak Syafa! Lo ngomong apaan sih gunanya apa sahabat? kalau gue tetep biarin elo susah sendiri! mending kita gak usah temenan aja!"


"Freya lo ngomong apa sih gue gak suka!" kesal Syafa.


"Gue lebih gak suka sama jalan pikiran elo! kita sahabat Fa, susah seneng kita terus sama-sama dan biarin gue bantu elo. Yaudah deh anggep aja Lo hutang ke gue sekarang selama Lo kuliah biar gue yang tanggung entar kalau lo udah kerja Lo bisa ganti uang gue!"


"Tetep aja Frey gak bisa! please hargain keputusan gue. Gue udah pikirin ini matang-matang gue tetep sama sama pilihan gue. Gue tetep nggak akan lanjut kuliah."


"Lo nggak sayang sama perjuangan Lo selama ini, kita udah semester 6 dikit lagi Fa kita jadi sarjana! gak sayang Lo!"


"Tapi keadaan nggak memungkinkan gue buat lanjut, nggak papa Frey ini hidup gue! biar gue yang jalanin."


"Gue yang tanggung Syafa berapa kali gue bilang! Gue yang tanggung semua biaya Lo, oke gue juga bakal bantu Lo cari kerja! gimana! Lo masih mau putus kuliah. Gue sahabt Lo Fa, gue juga mau yang terbaik buat elo!"


"Gue gak tau Frey gue binggung!" Syafa nampak frustasi ia mengusap wajahnya kasar.


"Ada gue! Lo percaya sama gue, gue akan selalu kasih yang terbaik buat Lo!"


"Makasih Frey, gue beruntung punya sahabat kayak elo!" Syafa memeluk erat tubuh Freya.


"Gue lebih beruntung punya elo syafa!" Freya membalas pelukan Syafa lebih erat.


Inilah arti sahabat, satu susah yang lain ikut merasakan bukan satu susah malah ditinggal!


.


"Mas aku mu ngomong." Freya menghampiri Andra yang tengah berkutat dengan laptop nya, ia meletakkan kopi buatannya pada meja sebelah Andra.


"Mau ngomong apasih kayaknya serius banget?" tanya Andra ia meletakkan laptopnya dimeja menarik Freya sampai terduduk di pangkuannya.


"Di kantor kamu ada lowongan enggak?" Freya membelai wajah tampan suaminya tatapannya serius tapi membuat Andra tertawa entahlah ekspresi istrinya sungguh menggemaskan.


"Kenapa emang?" kekeh Andra.


"Jangan ketawa ih aku serius!" kesal Freya ia memukul dada suaminya kesal.


"Serius sayang, kenapa emang?" oke mungkin kali ini mereka sudah mulai serius.


"Syafa lagi butuh kerja, ada kan tapi yang sampingan aja ya supaya dia bisa sambil kuliah."


"Ya kalau itu ya nggak ada sayang!" gemas Andra mana ada kerja kantoran sampingan?


"Ya kan kamu bos nya bisalah!"


"Istriku sayang, bisa sih bisa tapi kan nggak enak sama karyawan lain. Entar mereka malah ngira aku nggak adil!" ucap Andra, ya ada benar nya juga sih tapi---


"Terus gimana dong? Syafa kerja apa terusan?" Andra hanya diam ia tengah asyik menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Freya.


"Mas ih! aku lagi serius nih!"


"Yaudah nanti aku pikirin!" ucap Andra cuek ia lebih asyik dengan kegiatannya.


"Mas ada hal lain yang mau aku omongin!" ucap Freya kembali, ia menatap serius wajah istrinya tangannya membelai kedua pipi suaminya.

__ADS_1


"Dengerin dulu ya tuan Andra terhormat, si cantik Freya mau ngomong serius! bisa?" ucapnya dengan nada lambat.


"Cium dulu!"


Cup


"Udah!" Freya mencium pipi kanan Andra.


"Satunya!"


"Cup!"


"Udah!"


"Ini!" Andra memonyongkan bibirnya, Freya mendengus kesal banyak maunya sekali!


"Uuuuuudaaaaahkan!"


"Silahkan!" kekeh Andra.


"Mas aku mau biayain semua biaya kuliah Syafa semester ini nggak papa kan?"


"Hm."


"Pakai uang aku kok bukan uang kamu, nggak papa kan mas?" tanya Freya kembali kurang puas dengan jawaban suaminya.


"Hm."


"Mas..."


"Iya sayang!"


Andra menatap Freya dengan senyuman ia berdiri menggendong tubuh Freya tanpa aba-aba membuat gadis itu terlonjak refleks tangannya langsung melingkar di leher Andra.


"Mas ih!" kesal Freya.


"Baby Andra coming soon!" ucap Andra lalu menggendong Freya ke atas.


.


...TBC...


..._________...


...Hehe makin gaje ya ceritanya......


...Tapi kalian tetep dukung aku kan😐...


...Ikuti alurnya terus perjalanan Freya masih panjang, entah kapal Freya sama Andra akan bertahan atau Freya dengan yang lain-!!...


...Hanya Tuhan dan author yang tahu🤭👍...


...Like! komen! vote! Favorit! Hadiah!!...

__ADS_1


...Makin banyak mau nya ya hehe...


__ADS_2