
"MAMA, HIKS HIKS." Gadis kecil dengan rambut kuncir dua berlari kearah Freya dengan tangis yang kencang.
"Eh Nata kenapa sayang?" Freya langsung mengangkat bocah empat tahun itu kedalam pangkuannya.
"Kenapa sayang?"
"Kak Nathan jahat! Nata di malahi," adu bocah itu.
Natasha Aurora Pramudya putri ketiga Freya dan Arga. Bocah kecil manis dan sangat polos, sangat disayang oleh kedua kakaknya tapi sering dijahili juga sampai menangis seperti sekarang.
"Nathan! Nevan! sini kamu. Suka banget buat adiknya nangis!" teriak Freya, lalu keluar dua remaja yang tengah menatap mamanya cengengesan.
"Kenapa sih ma kok teriak-teriak?" Arga datang dengan baju kantornya mengecup kening Freya singkat lalu ganti mencium pipi gembul putrinya.
"Papa, kak Nath sama kak Nevan jahatin Nata." gadis yang semula ada dipangkuan Freya berpindah ke gendongan Arga.
"Kalian berdua sini!" Arga menatap tajam kedua putranya.
"Kalian apa in adik kalian!" ucap Arga.
Nathan mendekat lelaki jakun itu tampak tenang dengan menatap jahil adiknya yang tengah melotot kesal itu, bukannya menyeramkan bocah kecil itu malah tampak mengemaskan.
"Nathan kamu itu kan udah gede, gak usah usil in Nata bisa nggak. Udah tau adiknya cengeng!" omel Arga.
"Papaku sayang papaku yang paling tampan tapi tampan an aku. Yang usil in Nata bukan aku tapi Nevan."
"Enak aja, kak Nath lah yang ngerjain Nata bukan aku." si anak tengah tak terima disalahkan oleh kakaknya.
Nevan Gevano Pramudya. Putra kedua Freya dan Arga, lelaki tampan yang usil nya minta ampun itu sudah duduk di bangku SMA. Sedangkan Nathan dia sudah menjadi mahasiswa.
"Udah jangan berantem. Sekarang kalian berdua minta maaf sama Nata!"
"Nata adik kak Nathan yang paling cantik, kakak minta maaf ya," ucap Nathan, dia mencubit pipi Nata sangking gemasnya membuat bocah kecil itu kembali menangis.
"NATHAN!" teriak Freya.
Anak pertamanya ini memang sangat usil suka sekali membuat adiknya menangis, sedangkan Nevan dia yang mendapat hukuman karena Nathan yang sudah kabur dari tempatnya.
"Nevan jagain Nata, papa mau nganterin mama kamu ke rumah sakit." Nevan dengan terpaksa mengiyakannya dia harus menjaga adiknya yang super cerewet ini.
"Jangan dibuat nangis! mama papa pergi dulu. Jagain adik kamu!" Freya mengusap kelapa kedua anaknya tak lupa memberikan ciuman pada kedua pipi gembul Nata.
Ya Freya akhirnya dapat meraih gelar sebagai dokter spesialis bedah, dia menjadi dokter di rumah sakit yang dibangunkan Arga bersama Tania sahabatnya.
.
"Kak Nevan mau eskrim!" Nata yang ada di gendongan Nevan menunjuk stand penjual eskrim, saat ini Nevan tengah mengajak adiknya ke taman kompleks.
"Bentar kita cari kak Nathan dulu, kak Nevan gak bawa uang," bohong Nevan. Dia kemari memang ingin mencari kakaknya yang katanya sedang ada disekitar sini.
"Kak Nathan!" teriak Nevan saat melihat kakaknya tengah bersama dengan ketiga temannya.
"Kenapa, ngapain Lo bawa nih bocil!" ucapnya dengan menunjuk Nata.
__ADS_1
Bocah itu menatap garang kakaknya karena tidak terima dikatai bocil. "Kak Nathan gendong!" ucap Nata manja, memang ketimbang Nevan, Nata lebih suka dengan kakak pertamanya.
"Gak mau, gendong sama kak Nevan aja. Entar gue Lo ompolin lagi!" ucap Nathan sebal, dia pernah waktu itu jalan dengan Nata di taman ini dan ya adiknya itu mengompol di celana tanpa bilang padanya dan alhasil dia merasa saat ada air hangat menerpa tubuhnya.
"Kak Nathan jahat. Huwaa!"
Nevan menatap tajam kakaknya. "Udahlah gendong aja, biar nih bocah diem. Lihat tuh banyak orang yang ngeliat ke kita ntar dikira kita nyulik anak orang lagi!"
Nathan segera menggendong adik perempuannya lantas menghiburnya agar dia diam.
"Nata cantik adik kakak yang paling cantik. Diam ya! jangan nangis lagi mau apa nanti kakak beliin deh!" lah inilah yang disuka Nata setiap kali ia meminta sesuatu pada Nathan dengan segera kakaknya ini membelikannya tidak seperti Nevan.
"Eskrim!" ucapnya dengan menunjuk stand penjual eskrim tadi.
"Oke ayo kita beli."
"Kak gue cabut dulu ya, pacar gue udah nunggu!" teriak Nevan lalu pergi begitu saja memberikan tanggung jawabnya pada Nathan.
Adik nggak ada akhlak gue disuruh jaga nih bocah dia malah enak-enakan pacaran.
"Gue cabut dulu, Lo pada ikut gak!" tanyanya pada kedua temannya.
"Ikutlah kita main kerumah lo aja sama nih adik cantik." Ethan--- teman karib Nathan, lelaki ramah itu sangat suka dengan wanita cantik seperti Nata meskipun masih kecil, kecantikan turunan dari Freya dan Arga tidak bisa diragukan lagi.
.
Tak tangung-tanggung Nathan membelikan eskrim untuk adiknya sepuluh langsung tidak takut kah mama cantiknya berubah menjadi singa jika mengetahuinya.
Mulut Nata belepotan cokelat karena ia memakan eskrim tadi, habis tiga bocah kecil itu lalu tertidur dipangkuan Nathan.
"Biarin dari pada gak dikasih nih bocah nangis, Lo kan tau kalau nangis keres bener kek toa masjid pusing telinga gue dengernya." Nathan mengusap bekas belepotan eskrim dibibir adiknya lalu menggendongnya menidurkannya dikamar Nata.
"Eh El ngomong kek Lo diem aja dari tadi!" ucap Nathan kesal--- temannya yang satu ini memang sangat pendiam sekali bicara pun sangat singkat.
Samuel Alevi Matthew
.
Malam harinya keluarga mereka berkumpul seperti biasa diruang keluarga menceritakan kejadian-kejadian lucu yang mereka alami, kebiasaan di keluarga Arga.
"Ma, kak Nathan kan udah tua kapan nikahnya?" celetuk anak tengah Nevan.
Nathan langsung menatap tajam adik nya karena sepertinya orang tuanya memikirkan apa yang diucapkan Nevan.
"Diem Lo!" Nathan melempar bantal sofa tepat di wajah Nevan yang saat ini tengah tertawa geli.
"Kak Nathan bentar lagi nikah!" ucapan Freya yang membuat Nathan terdiam lalu mendekat kearah mamanya.
"Maksud mama apa?" tanya Nathan tak mengerti, sebentar lagi menikah? dia saja belum punya pacar.
"Mama mau jodohin kamu sama anak teman mama," ucap Freya membuat Nathan terdiam. Bagai disambar geledek mendengar ucapan tiba-tiba dari mamanya.
"Ma! Nathan gak setuju. Jaman sekarang udah nggak musim mah jodoh-jodohan. Mama pikir aku nggak laku, nggak aku nggak mau dijodohin. Pa aku nggak mau dijodohin," ucap Nathan meminta pembelaan dari Arga.
__ADS_1
"Ini yang terbaik buat kamu, kamu kan juga akan mengambil alih perusahaan papa Andra sama perusahaan papa."
Tiga tahun yang lalu Andra meninggal karena penyakit itu, dan semua harta warisnya dia serahkan atas nama Nathan.
"Tapi pa Nathan kan masih kuliah Nathan belum kerja! Nathan nggak mau nikah. Mau Nathan kasih makan apa keluarga Nathan nanti!" tolaknya mentah-mentah.
"Nathan juga gak bisa urus dua perusahaan sekaligus Nathan masih muda ma pa Nathan masih pingin seneng-seneng!" Nathan menatap memelas kearah mamanya.
"Ma jangan jodohin Nathan ya!" mohon nya.
"Nathan ini yang terbaik buat kamu, papa sama Mama akan tetap jodoh ini kamu sama anak Tante Tania, kamu ingat kan?"
"Dengan gadis gila itu!" pekik Nathan frustasi. Tidak dia tidak ingin menikah dengan gadis itu yang ada masa depannya akan hancur.
"Nathan gak boleh ngomong gitu. Queen itu baik dia cantik dan sangat menggemaskan!" Queen nama anak Tania.
"Nggak! Nathan nggak mau dijodohin sama anak TK seperti dia. Ma please jangan hancurin masa depan Nathan dengan dijodohin sama dia."
"NATHAN NGGAK MAU MA!" teriak Nathan dengan rengekan.
.
Kisah keluarga Freya, mereka berdua sudah hidup bahagia. Dengan dikarunia tiga anak dari Tuhan. Ini udah extra part yang terakhir ya!! selamat tinggal🤗 makasih udah selalu dukung novel ini.
Aku mau buat novel untuk anak mereka tapi beda judul ya! masih belum aku publish nih aku kasih sedikit cuplikan nya. Judulnya 'Menikah Karena paksaan!' aku publish tgl satu ya gays🤭 Bukan di noveltoon ya di novel kuning🤣
sinopsis
Perjodohan? masih musim kah di jaman sekarang. Sangat menyebalkan di usiaku yang masih sangat muda ini diusia yang masih ingin senang-senang, aku harus dijodohkan dengan gadis polos dan sangat menyebalkan. Gadis yang suka membuatku naik darah, Renata Queenie Yovanka.
Kau lihat bukan namanya saja Queen dia memang ratunya keluarga Yovanka dia putri dari sahabat mamaku.
"Diam! Lo bisa nggak sih sehari aja gak usah bikin gue naik darah!" lelaki itu nampak kesal menatap seorang gadis yang hanya mengerjab kan matanya menatap polos kearahnya.
"Kak Nathan kalau marah-marah makin ganteng. Kak Nathan Queen suka sama kakak. Kakak mau nggak jadi pacar Queen?" ucap gadis itu polos, umurnya sudah 18 tahun tapi sifatnya masih seperti bocah TK.
Laki-laki itu mengeram kesal bagaimana bisa dia akan dijodohkan orang tuanya dengan gadis menyebalkan ini, gadis ini tidak pantas menjadi istrinya dia terlalu mungil untuknya.
"Masih kecil gak usah cinta-cintaan!" ucapnya dengan mendorong kening gadis itu.
Queen mencebik kesal, tangannya besedekap dada dengan wajah menatap hal lain menandakan jika dia tengah merajuk.
"Gak usah sok ngambek gue gak perduli!" ucap lelaki itu lalu pergi membuat gadis itu mendengus kesal.
"Kak Nathan aku kan calon istri kakak, kalau ada orang ngambek itu dibujuk dong bukan malah ditinggalin!" teriak Queen dengan suara cemprengnya.
"Calon istri pala lu! belajar yang bener dulu. Otak bocil gak usah sok mau nikah!"
"Inget ya kak Nath suatu saat nanti aku bakal bikin kakak cinta sama aku bahkan aku bakal bikin kakak bucin sama aku. Itu janji seorang Queen. Renata Queenie Yovanka."
"Dan Gue nggak akan pernah jatuh cinta sama bocil kayak elo. Itu janji seorang Andreas Jonathan Pramudya."
__ADS_1
Keduanya sama-sama janji dengan janji yang berbeda, satu janji membuat jatuh cinta dan satu janji tidak akan pernah jatuh cinta. Janji siapa yang akan menang? jawabannya akan kalian dapat setelah membaca cerita mereka.
Yuk kepoin di *******...