
Bacanya pelan-pelan aja ya! Pahami setiap katanya, jangan lupa komentar! ada peran baru disini, entah jadi pemeran utama atau jadi orang ketiga!
~
Andra bangun lebih awal ia menatap wajah cantik istrinya yang masih nyaman dialam mimpi. "Cantik banget sih istri Andra!" Andra mengunyel-unyel wajah Freya menggangu istrinya agar segera terbangun.
Ia tersenyum saat Freya mulai menggeliat karena merasa terganggu dengan sifat usil Andra.
"Kalau lagi tidur kenapa makin cantik sih, makin cinta aja!" ucap Andra kembali, ia mengusap surai rambut Freya, jika mengingat masalah itu Andra merasa bersalah karena telah membuat wanitanya bersedih.
"Aku janji nggak akan melakukan kebodohan itu lagi." Andra memeluk erat tubuh Freya, rasanya ia ingin tertidur kembali bersama dengan istri tercinta.
Cup
Cup
Cup
Ciuman bertubi Andra darat kan pada seluruh wajah Freya dan yang terakhir bibir ia sedikit memperdalam ciuman itu, membuat Freya terbangun karena hampir kehabisan nafas.
"Mas ih!" kesal Freya ia memukul lengan suaminya, menggangu saja!
"Maaf sayang, udah pagi tuh kamu dibangunin gak bangun-bangun sih yaudah aku pakai cara cepat," kekeh Andra.
"Alasan! kamu nya aja yang modus cium-cium aku!" sindir Freya, Andra tertawa kecil tangannya ia pelukan ke pinggang Freya, wajahnya ia benamkan pada dada Freya, Freya dengan telaten mengusap rambut suaminya.
"Katanya udah pagi, nggak mau mandi?" tanya Freya.
"Pinginnya gini terus." Andra semakin menduselkan wajahnya pada Freya mencari tempat yang nyaman untuknya.
"Mas, habis ini pulang?" tanya Freya sembari tangannya memainkan rambut Andra.
"Maunya gimana? kalau mau disini dulu juga gak papa." Andra menatap wajah cantik itu senyum manis ia berikan pada istrinya.
Cup
"Cantiknya Andra!" ucap Andra setelah mengecup sekilas bibir merah muda itu.
"Apaan sih mas!" wajah Freya memerah mendengar itu, ia menatap lekat wajah suaminya, lelaki yang sangat ia cintai.
"Kamu mau honeymoon kapan? mau dimana?"
"Ehm aku sih nurut aja mas," ucap Freya karena baginya sama aja.
"Yasudah nanti biar aku yang atur, kamu tinggal ngikut aja."
.
Freya tampak cantik dengan dres biru dongker nya ia berdiri diatas balkon menatap keindahan pantai biru itu.
Andra tersenyum saat melihat betapa cantiknya istrinya, rambut yang tergerai panjang itu ia panggil agar menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Senyum, aku foto!" ucap Andra. Freya mengganguk tersenyum manis kearah Andra menampilkan gigi ratanya.
"Cantik," ucap Andra saat melihat hasil jepretannya, ia mendekat kearah Freya mengecup singkat pipinya.
"Kesayangan Andra cantik banget, makin cinta aja!" Andra memeluk tubuh Freya dari belakang menumpukan kepalanya pada bahu istrinya.
"Gombal mulu ih!" sebal Freya, ia mengelak tidak bisa menahan kedutan dibibirnya.
"Cie pipinya merah, kenapa hm?" Andra menaik turunkan alisnya menatap Freya yang menghadap kearahnya.
"Apaan sih mas!" Freya memukul dada suaminya membuat Andra tertawa geli.
.
"Bagaimana?" seorang lelaki dengan wajah tampan tetapi dingin menatap wajah lelaki didepannya.
"Mereka tengah berlibur ke pantai Tuan," ucap seseorang itu yang bernama Ervin Brilian orang kepercayaan pengusaha muda kaya raya.
Lelaki tampan yang sudah sukses diusianya yang masih terbilang muda, wajah dingin sebagai pelengkap wajah tampannya. Tidak ada yang berani melawan perintahnya, dia Arga Ramatha Pramudya, pewaris kekayaan keluarga Pramudya.
Kau bahagia dengannya Cia? jika iya kau bahagia dengannya maka aku akan mengikhlaskan dirimu dengannya tapi jika aku mendengar dia menyakitimu kembali aku dengan tidak segan akan mengambil mu darinya.
Lelaki itu mengusap foto dua bocah kecil yang tengah tertawa bahagia.
"Aku merindukanmu Cia, Atha mu rindu pada Cia!"
Tok Tok Tok
"Tuan ada yang ingin menemui anda!" ucap orang itu.
"Siapa?" setahunya hari ini dia tidak ada janji dengan seseorang.
"Seorang pria tuan, dia bilang ini penting!"
"Suruh dia masuk!" Arga memasukkan kembali foto itu pada laci mejanya, tatapannya beringas tangannya mengepal saat melihat siapa yang tiba.
"Tha..."
"Jangan pernah berani kau panggil nama itu padaku!" sentak Arga.
"Atha!"
"Namaku Arga kenapa kau panggil aku Atha?" mata tajam bocah lelaki itu menatap teduh pada gadis cantik didepannya.
"Atha adalah panggilan istimewa ku untukmu, Atha nya Cia!" ucap gadis itu lalu tertawa renyah.
Bocah lelaki itu tersenyum saat melihat temannya tertawa bahagia.
"Cia? bukankah namamu Freya?"
"Ish! namaku Freya Velicia Chesa, apa kau lupa!" ucap gadis itu sebal.
__ADS_1
"Tidak tentu saja tidak, lalu kenapa kau menyuruhku memanggilmu Cia, sedangkan nama panggilan mu adalah Freya?"
"Kau masih tidak paham juga!" dengus gadis itu.
Bocah lelaki itu menggeleng ia binggung melihat wajah kesal temannya, lantas ia berpikir sejenak memikirkan maksud perkataan temannya, secetak senyum terukir dibibirnya saat ia mengerti apa maksud temannya.
"Aku mengerti, Cia panggilan istimewa untukku bukan? Cia nya Atha, dan Atha nya Cia!" ucap lelaki itu yang membuat gadis itu tertawa.
.
"Maaf!" tamu tak diundang itu duduk didepan Arga, ia hanya mampu menunduk tanpa berani menatap wajah Arga.
"Apa tujuan Anda kemari! dan hal penting apa yang ingin anda bicarakan pada saya!" ucap Arga formal, ia menahan rasa ingin marah pada hatinya jika tidak mengingat ini kantor mungkin ia sudah menghajar habis lelaki dihadapannya ini.
"Bisa kita bicara seperti biasa! gue gak suka Lo ngomong formal sama gue, gue teman lu man!" ucap lelaki itu.
"Teman?" ucap Arga sinis, ia menatap tajam lelaki yang juga tengah menatapnya ini, tangannya mencengkram erat kerah kemeja lelaki didepannya.
"Cowok brengsek seperti anda! tidak pantas disebut teman!" sentak Arga ia menghempas begitu saja kemeja itu dari tangannya, Arga masih mencoba mengontrol emosi nya untuk tidak meledak.
"Gue bisa jelasin semuanya, Lo salah paham sama gue Ga! itu semua gak bener Lo udah di tipu sama wanita sialan itu!"
"Tutup mulut anda!" sentak Arga.
"Buka mata Lo man! selama ini gue udah berusaha buat jaga dia buat Lo, tapi wanita itu penyebabnya wanita itu dalang dari semua ini."
"Oh ya, ini salah wanita itu? bukankah kau juga menaruh rasa padanya?" sinis Arga.
"Ya, memang Gue pernah suka sama dia tapi itu dulu, dan gue gak pernah meminta buat dia balas perasaan gue, karena gue tahu kalau dia cuma milik Lo! wanita itu datang ke Freya dia bilang ke Freya kalau Lo gak bakal balik ke indo dan dia juga bilang kalau Lo udah dijodohin sama wanita lain, hati dia hancur man! selama ini dia nunggu Lo tapi karena ucapan wanita itu dia merasa kalau Lo udah bohongin dia kalau Lo udah ingkar janji!"
"Disaat Freya dimasa itu dia bener-bener sedih, dan datanglah Andra dia teman SMA gue dulu dia yang selalu hibur Freya dia yang bisa bikin Freya tertawa, ya karena dia lama-lama Freya mulai melupakan Lo, yang Freya rasa Lo udah lupa sama dia."
Tangan Arga mengepal wanita itu penyebabnya. Sekarang semua sudah terlambat wanitanya sudah memiliki kehidupan lain.
"Janji anak tujuh tahun! 18 tahun penantian dan berakhir seperti ini, semuanya sudah berakhir aku tetap tidak akan bisa bersamanya."
.
Paham gak sama cerita ini? kalau nggak bilang ya kelanjutan di bab selanjutnya, buat enjoy aja!
Like, komen, sama votenya jangan lupa readrs!
Sambil nunggu bantu baca cerita ku yang lain yuk-!!
-Ketos galak itu pacarku (end)
--Menikahi Presdir yang kejam(end)
-ice boy bucin(ongoing)
--jalan Hijrahku (ongoing)
__ADS_1
Jan lupa follow ig ku: Nabilaputrii36_