Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Mimpi Itu


__ADS_3

...Ikhlas itu bohong yang ada terpaksa yang lama-lama jadi biasa...


...Arga...


...^...


...^...


...^...


Freya nampak risih karena sedari tadi cowok menyebalkan itu terus menatapnya tau bukan siapa yang dimaksud Freya? ya kalian benar dia adalah Arga Ramatha Pramudya.


"Sayang aku ke kamar mandi dulu ya," pamit Freya pada Andra.


"Mau dianterin?" tanya Andra yang dibalas gelengan oleh Freya. Sepeninggalan Freya Andra dan Arga mulai fokus membicarakan proyek yang akan mereka bangun, mereka berdua bekerja sama untuk membuka cabang mall di ibukota. 


Setelah membahas kapan dimulai dan biaya apa saja yang akan keluar, mereka mulai tanda tangan kontrak karena merasa puas dengan hasil pembicaraan tadi.


Mereka mulai membicarakan hal-hal yang ringan mengenai pekerjaan masing-masing. "Oh ya tuan apa anda belum menikah?" tanya Andra yang membuat Arga yang tengah minum tersedak.


Uhuk uhuk uhuk


"Menikah?" kekeh Arga ia menatap Andra dengan tatapan tajamnya, meskipun ia tertawa tatapan elang itu masih terus menetap dimatanya.


"Saya belum menemukan gadis yang tepat, sebenarnya sudah tapi gadis itu sudah bersama orang lain," sambung Arga tatapannya kosong kearah depan.


"Oh ya? apa ini artinya anda ditinggalkan?" kekeh Andra.


"Maaf." Andra berdehem saat merasa bersalah.


"Tidak apa."


"Saya merasa wanita itu sudah gila karena meninggalkan pengusaha muda tampan seperti anda, kenapa anda tidak marah? tidak adakah niat merebutnya?"


"Ada mungkin tidak, marah? mungkin sedikit tapi ini juga salah saya yang menyuruhnya menunggu terlalu lama, dan juga kesalahpahaman yang membuat dia meninggalkan saya, untuk masalah merebut ada niatan jika dia tidak bahagia dengan lelaki tersebut dan tidak jika saya melihat dia bahagia dengan lelaki itu. Karena saya sadar level tertinggi dalam mencintai ialah mengikhlaskan dia dengan orang lain jika itu bisa membuat dia bahagia."


"Hm, anda sangat mencintainya?" tanya Andra.


"Sangat, bahkan saya rela mati untuknya!" kekeh Arga.


.


"Dasar nyebelin! ngapain coba ngelihatin gue segitunya, iya gue tahu gue cantik tapi biasa aja kali?" Freya menatap kesal pada pantulan dicermin ia merasa kesal saat Arga sedari tadi melihat kearah nya.


"Sok kecakepan! manja! cowok nyebelin!" umpat Freya ia tidak henti-hentinya merutuki Arga.


Entah kenapa dia sangat kesal jika melihat cowok itu, cowok yang padahal tidak pernah membuat salah pada Freya.


"Tapi kenapa wajah dia mirip sama Atha ya," gumam Freya.


Atha!


Rasa sesak menjalar ke dadanya, nama itu sudah lama hilang dari hatinya tapi rasa ini tetap sama, ia masih merasa kesal dan dibohongi oleh lelaki itu.


"Lo bohongin gue Tha, sampai sekarang pun Lo enggak kembali." Freya mengusap air matanya yang mengalir, ia menekan dadanya yang terasa terhimpit.


Tidak bisa dipungkiri jika Freya masih menyayangi Atha, rasa rindu itu masih ada dan tak akan pernah hilang, penantian itu masih tetap ada dia masih menunggu kedatangan teman kecilnya.

__ADS_1


.


"Terimakasih atas kerja samanya tuan Arga, semoga proyek kita bulan depan berjalan dengan lancar," ucap Andra ia menjabat tangan Arga.


"Terimakasih kembali tuan Andra tanpa anda proyek ini juga tidak akan jalan, saya juga senang bisa bekerja sama dengan pengusaha hebat seperti anda."


"Haha Anda terlalu memuji tuan, baiklah saya pulang dulu! sampai jumpa lain kali." Andra mengandeng tangan Freya pergi sebelumya Freya sempat menatap kilas kearah Arga yang tengah tersenyum kearahnya yang dibalas pelototan oleh Freya.


Ngapain senyam-senyum sok akrab banget! dengus Freya.


Tapi tunggu dulu kenapa senyum Arga sama dengan senyum dia.


"Cia jangan lari entar jatuh!" teriak bocah kecil yang tengah lari-larian mengejar gadis kecil didepannya.


"Biarin wlekk, Atha kalah sama Cia. Sini kejar Cia!" ejek gadis itu.


Bruk


"CIA!!" bocah lelaki itu segera berlari lebih kencang saat melihat gadis kecil itu terjatuh.


"Hiks hiks, Atha sakit..."  Isak gadis itu.


"Udah jangan nangis, kamu sih dibilangin ngeyel, aku kan udah bilang jangan lari!" omel Atha.


"Atha, Cia Kan lagi sakit kok malah diomelin sih! hiks hiks," ucap Cia.


"Udah jangan nangis, kalau nangis kamu jadi jelek!" ejek bocah lelaki itu.


"Atha!!"


"Haha, udah jangan nangis. Senyum dulu biar cantik lagi," ucap Atha.


.


"Sayang..." Andra menyenggol lengan istinya yang dari tadi melamun.


"Eh iya kenapa mas?" tanya Freya.


"Kamu kenapa?"


"Eh, aku kenapa emang?" tanya Freya balik.


"Ngelamun."


"E-enggak." Freya menyandarkan kepalanya pada lengan Andra mereka tengah perjalanan pulang sekarang.


"Mas aku ngantuk," ucap Freya.


Andra mengusap kepala Freya yang bersender di bahunya. "Tidur dulu nggak papa entar aku gendong." Andra menatap sekilas kearah Freya lalu kembali fokus kedepan.


"Hm." Perlahan mata Freya mulai tertutup ia memang benar-benar mengantuk. Mimpi itu kembali hadir, samar-samar Freya mendengar suara bocah kecil yang sangat Freya rindukan kehadirannya.


"Cia jangan nangis!"


"Cia, Atha hanya pergi sebentar. Atha pasti kembali, Cia mau kan nungguin Atha! Atha pasti kembali untuk Cia, dan kita akan hidup bersama seperti putri dan pangeran di kerajaan."


"Janji!"

__ADS_1


"Janji! Atha akan jemput Cia nanti, Atha akan kembali untuk Cia, tunggu Atha pulang Cia!"


"Jangan nangis, Atha pergi dulu ya!"


"Cia tungguin Atha pulang!"


"Atha..." Freya terbangun dari mimpinya, ia menatap sekeliling Freya sudah berada dikamar nya. Andra yang berada di balkon segera menghampiri istrinya.


"Sayang kenapa?" ucap Andra khawatir, ia segera memberikan minum pada Freya mengusap pelu keringat di kening istrinya.


"Aku mimpi Atha," ucap Freya.


"Atha?"


"Temen kecil aku, yang aku ceritain waktu itu. A-aku ngerasa udah ingkari janji aku sama dia, a-aku... Hiks hiks." Freya menangis di pelukan Andra, entah mengapa setelah sekian lama mimpi itu kembali hadir, pikirannya sekarang tertuju pada Arga entahlah tapi senyuman laki-laki itu sama persis dengan senyum milik Atha nya.


"Kamu nggak ingkar janji Frey, dia yang ingkar. Dia udah lupain kamu, dia udah punya wanita lain dan dia nggak akan pernah jemput kamu! lagian kamu udah punya aku sayang, aku yang akan bahagiain kamu," ucap Andra ia memeluk erat tubuh bergetar istrinya.


"M-maaf," ucap Freya, tak seharusnya ia seperti ini. Ucapan Andra benar jika dia sudah punya Andra tak seharusnya Freya menunggu lelaki lain, tapi Freya hanya rindu teman kecilnya.


"Nggak papa, kamu istirahat jangan di pikirin. Aku ambilin makan dulu ya." Freya mengganguk ia tersenyum manis pada suaminya.


"Makasih mas," ucap Freya yang dibalas anggukan oleh Andra.


.


"Kenapa dia gak inget sama gue?" Arga menatap tajam lelaki didepannya, lelaki itu malah tertawa mendengar ucapan yang ia rasa konyol.


"Bodoh apa gimana sih! Ya jelas lah gak inget orang elu ninggalin kita umur sembilan tahun sedangkan Freya umur tujuh tahun, dan delapan belas tahun itu bukan waktu yang singkat dan gak mungkin Lo tetep kayak dulu, mikir! otak lu buat mikir. Ya jelas lah dia gak tau, gila Lo!" sinis Rendi.


"Hm."


"Untung sabar dijawab p×l cuma dibales hm, untung temen kalau nggak udah gue----"


"Apa!" tantang Arga dengan tatapan mautnya.


"Eh e-enggak Ga, santai gue cuma lagi latihan aja hehe," kekeh Rendi.


"Nyatanya ikhlas itu bohong, gue cuma pura-pura ikhlas dan gue terpaksa buat ngelakuin ini. Gue tetep gak bisa kehilangan Cia."


"Terus mau Lo apa?"


"Gue mau rebut dia!"


.


Like, komen, sama votenya jangan lupa readrs!


Sambil nunggu bantu baca cerita ku yang lain yuk-!!


-Ketos galak itu pacarku (end)


--Menikahi Presdir yang kejam(end)


-ice boy bucin(ongoing)


--jalan Hijrahku (ongoing)

__ADS_1


Jan lupa follow ig ku: Nabilaputrii36_


__ADS_2