Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Ciuman Pertama


__ADS_3

"Tadi kamu ngomong apa aja sama dia?" Freya yang tengah menatap bintang-bintang itu pun mengalihkan pandangannya pada Arga.


"Nggak ngomong apa-apa," ucapnya lalu kembali fokus pada benda langit.


"Kenapa nggak jujur hm? nggak percaya sama aku?" Arga bertanya dengan tangan mengusap kepala Freya ia merangkul Freya menyenderkan nya pada bahunya.


"Emang nggak ada apa-apa Arga. Udah lama nggak ketemu makannya aku samperin Syafa, tanya kabar dia."


"Kamu nggak benci sama dia?"


"Buat apa? untungnya apa aku benci sama dia, aku nggak bisa benci sama seseorang apalagi dia sahabat aku orang terdekat aku, mungkin waktu itu aku sempat kecewa tapi sekarang aku udah ikhlas. Mungkin memang aku bukan jodohnya mas Andra mungkin aja aku jodohnya kamu," ucap Freya menggerling jahil.


Arga terkekeh bagaimana bisa Freya yang biasa galak seperti singa menggodanya seperti ini.


"Dia udah jahat sama kamu apa kamu nggak mau balas perbuatan jahat dia?" tanya Arga kembali.


"Kalau perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan jahat juga lantas apa bedanya aku sama dia. Aku tahu Syafa melakukan itu karena dia dendam sama mas Andra, dendam yang buat Syafa jadi seperti ini sebenarnya dia orang yang baik sangat baik malahan dia yang selalu ada saat aku susah. Aku bukan tipe orang yang pelupa yang melupakan seribu kebaikan hanya karena satu kesalahan."


"Bagiamana bisa kamu memiliki hati yang se mulia ini Frey, dia udah jahat sama kamu tapi kamu tetep aja baik sama dia. Ini sifat kamu yang bikin aku terus jatuh cinta sama kamu."


"Arga tadi Syafa ada cerita juga sama aku." Freya menyenderkan tubuhnya nyaman di bahu Arga menikmati elusan tangan Arga pada rambutnya.


"Apa?"


"Dia bilang selama pernikahan dia mas Andra nggak pernah baik sama dia mas Andra selalu kasar sama dia dan kamu tahu kamar yang aku tempati dulu yang seharusnya sekarang jadi milik Syafa nggak dibolehin mas Andra buat dia tempati, dia bilang itu tetep kamar aku sama dia, gila emang! bahkan Syafa pernah diam-diam masuk ke kamar itu, kamar itu tetep sama pakaian aku semua keperluan aku yang nggak aku bawa hari itu tetep disana bahkan foto-foto aku sama mas Andra tetep dipajang sama dia."


Arga tampak tak suka mendengarnya nampak dari wajahnya yang kesal. "Emang udah stres tuh orang!" kesal Arga.


"Mantan suami kamu psycho Frey?" pertanyaan yang terdengar kesal ditelinga Freya.


Freya menatapnya lantas tersenyum kecil. "Kamu marah?" kekeh Freya.


"Ada hak buat aku marah? aku bukan siapa-siapa kamu?" ucap Arga membuat Freya terdiam.


"Siapa bilang? kamu calon suami aku kamu calon ayah anak aku dan kamu orang yang berarti di hidup aku meskipun kita belum terikat tali pernikahan tapi aku udah sepenuhnya milik kamu, kamu boleh marah sama aku dan kamu boleh kesal sama aku itu udah jadi hak kamu."

__ADS_1


Arga tersenyum mendengar penuturan Freya cinta yang ia perjuangan selama ini telah membuahkan hasil orang yang sangat ia cintai telah membalas cintanya.


"Aku nggak akan pernah bisa marah sama kamu Frey, karena cinta aku begitu besar sama kamu. Tugasku menjagamu bukan memarahi mu." Arga mengecup dalam kening Freya.


"Makasih udah balas perasaan aku. Sampai kapan pun kamu orang yang aku cintai Frey, sampai rambut hitam kamu memutih, sampai jalan kamu harus dibantu dengan tongkat aku akan tetap mencintai kamu dan aku akan selalu bersamamu. Suka maupun duka."


"Suka maupun duka." Freya ikut berucap mereka berdiri dengan berhadap-hadapan, tangan Arga melingkar di pinggang Freya, kening mereka berdua menyatu dengan hidung saling bergesekan mata mereka bertemu.


"Aku mencintaimu Frey." Arga menyatukan bibir mereka dengan lembut dan penuh perasaan, ciuman pertama mereka yang disaksikan langsung oleh bulan purnama dan bintang.


Arga melepas ciuman itu mengusap bibir Freya yang basah dengan ibu jarinya, lantas mendudukkan Freya di bangku disusul oleh dirinya yang ikut duduk disebelah Freya. Freya hanya menunduk wajahnya memerah karena malu.


"Manis," kekeh Arga membuat Freya menatapnya garang.


"Ga aku mau ngomong serius," ucap Freya.


"Apa?"


"Syafa mengidap penyakit tumor rahim, tumor jinak atau sebutannya miom." Arga terdiam beberapa saat kemudian menjawab.


"Arga nggak boleh gitu ih!"


"Kenapa Frey, emang bener itu balasan yang Syafa terima atas apa yang dia perbuat sama kamu. Suami kamu juga sudah mendapat balasannya dia jadi orang gila karena terlalu obsesi sama kamu sampai barang-barang kamu masih dia simpan!"


"Bukan gila Arga astaga! udah deh balik ke topik."


"Jadi tadi Syafa bilang gini ke aku 'jika nanti aku tidak selamat saat melahirkan aku mohon asuh anak aku' itu yang Syafa bilang sama aku."


"Heran aku urat malu dia udah putus apa gimana nggak tau diri banget!" balasan yang Freya dapat dari Arga.


"Kok gitu balasan nya."


"Iyalah sayang, nggak usah dibantu biar suami dia yang ngurusin. Sekali-kali kamu harus jadi orang jahat supaya kebaikan kamu nggak dimanfaatin sama orang gak tau diri seperti mereka."


"Tapi aku kasihan."

__ADS_1


"Apa dia punya rasa kasihan sama kamu? dia yang bodoh mau-maunya sama cowok brengsek seperti Andra."


"Udah malem ayo aku anter kamu tidur! mau tidur bareng nggak?" goda Arga


"Nggak!"


.


Keluarga Arga baru saja sampai Freya tampak senang saat bertemu dengan Alena dia rindu orang tua Arga meskipun dulu mereka jarang dirumah tapi orang tua Arga sangat baik padanya.


"Mama papa," ucap Freya ceria.


"Astaga anak mama, kangen banget!" ucap Alena yang langsung memeluk tubuh wanita hamil itu.


"Aduh gimana nih cucu mama, baik-baik aja kan!" ucap Alena senang tangganya mengusap perut buncit Freya.


"Baik dong ma orang papanya siap siaga!" sahut Arga membuat semua orang terkekeh.


"Papa apa kabar?" tanya Freya pada Rama, Rama memeluk tubuh Freya singkat lalu tersenyum.


"Papa baik, gimana cucu papa kapan lahirnya? papa udah nggak sabar buat gendong dia!" kekeh Rama.


"Aduh Clarita makin cantik aja kamu!" ucap Alena saat melihat Clarita baru saja turun mereka berpelukan dengan cipika-cipiki. Biasa ibu-ibu.


"Aduh nggak usah muji-muji gitu, yang ada kamu yang makin cantik. Awet muda banget!" kekeh Clarita.


"Dimana papa kamu Frey?"


"Papa lagi bahas kerjaan tadi sama kak Rangga." Freya duduk disebelah Arga yang sedari tadi senyum-senyum tidak jelas.


"Udah kayak keluarga besar, nggak sabar buat halal in kamu!" bisik Arga tepat ditelinga Freya.


Bonus Poto nih🤭


__ADS_1


__ADS_2