
"Mammma." Freya tersenyum lalu menghadiahi kecupan pada kedua pipi gembul anaknya, pertama kali anak nya bisa memanggil dirinya.
"Uh lucunya," ucap Freya.
"Mammma." Nathan kecil terus mengatakan itu lalu tertawa saat Freya menghadiahi nya kecupan.
"Gantian dong masak mama terus yang di panggil, panggil papa ya," ucap Arga. Ia tidak mau kalah ia mengambil alih anaknya lalu mengajarinya mengucap kata papa.
"Papppa."
"Mammma." Arga menggesekkan hidungnya pada perut Nathan membuat bayi mungil itu tertawa.
"Papa." Arga berucap kembali, namun bayi itu malah diam ia menggerakkan kepalanya mencari keberadaan mamanya.
"Mammma," ucapnya lagi.
"Mama nggak ada, sama papa aja ya!" namun bayi itu hanya diam masih tetap mencari Freya.
"Mammma." setelah itu bayi mungil itu menangis dengan sangat keras membuat Arga panik.
"Eh kenapa sayang, cup cup cup." Arga segera menggendongnya tapi tunggu kenapa pantat Nathan basah dan ada bau yang tidak sedap saat Arga menciumnya.
"Astaga kamu bab ya!" ucap Arga. Lantas bayi Nathan tertawa saat melihat wajah tak sedap dari papanya.
"Malah ketawa emang sengaja ya kamu." Arga lalu menggendong Nathan membawanya ke kamar, bayi itu tetap tertawa seolah-olah memang ia sedang mengerjai papa nya.
"Sayang kamu dimana?" teriak Arga.
"Bentar, aku lagi dikamar mandi, kenapa?" teriak Freya balik.
"Ini nih Nathan bab!" teriak Arga lalu keluar lah Freya dari kamar mandi ia nampak heran saat melihat bayi nya tertawa.
"Tumben nggak nangis?" tanya Freya.
"Yaiyalah orang berhasil ngerjain papanya!" ucap Arga dengan wajah menatap kesal ke anaknya, wajah pura-pura tentunya.
"Hah? ngerjain gimana?"
"Tadi aku pegang pantatnya tapi kok basah pas aku cium eh bau harum!" kekeh Arga. Freya yang mendengarnya pun tertawa lalu membersihkan pantat Nathan sedangkan Arga masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.
Freya tengah asyik bermain dengan anaknya sedangkan Arga berkutat dengan laptopnya. Mereka baru saja pindah ke Jakarta hidup bertiga di rumah baru mereka.
__ADS_1
"Papppa." mendengar suara itu Arga langsung menghentikan pekerjaannya menutup begitu saja laptopnya lalu menghampiri istri dan anaknya.
"Ngomong apa tadi?" ucap Arga pada Nathan.
"Papppa." bayi itu seolah senang bisa mengatakannya ia lantas tertawa saat Arga menghujani dia kecupan.
"Senengnya anak papa udah bisa manggil papa," ucap Arga.
.
Sore harinya mereka bertiga jalan-jalan disekitar kompleks, Nathan yang digendong oleh Arga dengan Freya disampingnya mereka berjalan dengan diselingi candaan membuat semua orang tersenyum ikut bahagia melihat kebahagiaan keluarga kecil itu.
"Ya ampun anaknya ganteng banget, mirip sama papanya." ibu-ibu datang dengan wajah genitnya mengatakan tampan dengan tatapan mengerling kearah Arga lantas mencolek dagu Arga membuat lelaki itu menyingkir geli melihat kelakuan ibu itu.
"Bu ingat umur gak usah ganjen sama saya nggak lihat nih ada istri saya diamuk mampus entar!" ucap Arga yang malahan membuat Freya tertawa.
Ya Freya menertawakan wajah geli Arga saat ibu itu mencolek dagunya. "Aduh mas ganteng saya ini masih muda loh jadi istri kedua mas ganteng juga boleh?" ucap ibu itu.
"Astaghfirullah udah bau tanah juga genitnya minta ampun. Tobat Bu inget suami dirumah inget udah punya cucu cicit!" sahut Arga.
Ibu itu mencolek lengan Arga dengan senyum-senyum tidak jelas membuat Arga bergidik ia menghindar berdiri dibelakang Freya dengan Nathan di gendongannya.
"Udah bu jangan di ganggu suami saya entar dia ngambek!" ucap Freya, dia kenal ibu ini karena ibu ini tetangga sebelah rumahnya.
"STI?" tanya Freya, bukan hanya Freya saja melainkan Arga juga kepo dengan basa gaul mak itu.
"Suami takut istri," kekeh ibu itu lalu pamit pergi. Membuat mereka berdua terdiam lalu tertawa bersama ada-ada saja.
Mereka berdua duduk di taman kompleks, udaranya sangat sejuk dengan Nathan yang sudah tertidur saat ini. Bayi itu nampak pulas tidur di gendongan Arga.
"Sayang nggak kerasa ya kita menikah udah sembilan bulan," ucap Arga tiba-tiba. Freya menyenderkan kepalanya pada bahu Arga, tangan mereka berdua saling menggenggam lalu pandangan keduanya bertemu lalu tersenyum.
"Iya kek orang hamil," kekeh Freya.
"Setelah semua hal yang terjadi di kehidupan kita, akhirnya Tuhan mempersatukan kita akhirnya kebahagiaan menghampiri kira."
"Dulu aku pernah bermimpi menikah dengan seseorang yang aku cintai, seseorang yang akan menjadikan aku ratu di hidupnya namun di pernikahan pertamaku aku tidak mendapatkannya tapi di pernikahanku yang sekarang aku mendapatkan itu semua dari kamu. Makasih sayang!" ucap Freya tulus.
"Makasih balik untukmu wanitaku, kamu juga udah buat impian aku tercapai. Hidup bersama dengan orang yang aku cintai, dan juga hidup bahagia dengan keluarga kecil kita."
"Kita memang ditakdirkan bersama meskipun dengan jalan yang rumit, tapi aku bahagia karena pada akhirnya aku yang pertama dan yang terakhir di hidupmu."
__ADS_1
"Aku prihatin dengan keadaan Syafa. Dia kehilangan anaknya dan sekarang dia gila, aku nggak nyangka kalau Syafa akan berakhir seperti itu bahkan aku sering mendapat laporan jika Syafa sering melakukan percobaan bunuh diri."
"Orang jahat selalu mendapat balasan dari kejahatannya karena Tuhan itu adil." Arga menyahut memang benar bukan apa yang dia katakan.
"Suami kamu juga udah dapat balasannya aku nggak nyangka Andra se bejat itu!" ucap Arga membuat Freya menoleh.
"Maksud kamu?"
"Mungkin kebencian membutakan dirinya sampai disaat Syafa dalam kondisi sekarang dia sama sekali tidak iba, dia menceraikan Syafa di kondisinya yang sekarang."
"Mereka cerai?" tanya Freya terkejut. Arga mengangguk dia dapat kabar itu dari Rendi, ngomong-ngomong soal Rendi dia juga sudah menikah dengan wanita yang ia cintai dari pandangan pertama.
Dr. Michelle, sepupu Arga hal itu membuat Arga dan Freya senang, Rendi orang baik begitu juga dr. Michelle.
Memang benar jodoh itu cerminan diri sendiri, orang baik akan dipertemukan oleh orang baik pula.
Freya juga sudah menjadi dokter ia telah selesai koas dengan waktu 1,5 tahun dia akan melanjut studi untuk mendapat gelar dokter spesialis dan Arga menyetujui nya tapi nanti Saat Nathan sudah lumayan besar.
"Ya Andra menceraikan Syafa dan sekarang dia mendapat balasan dari semua perbuatannya, Andra mengidap penyakit HIV kata Rendi setelah dia cerai sama kamu Andra semakin liar hampir setiap hari dia tidur dengan jalang bayaran untuk memuaskan nafsunya."
"Kenapa dia jadi seperti itu?" ucap Freya lirih, Andra yang sekarang sangat berbeda dengan Andra yang dulu ia temui.
"Aku juga tidak tahu, dia itu casanova sayang bukan aku menjelekkan dia tapi Andra tidak akan puas dengan satu wanita. Setelah pisah dengan Syafa Andra sudah tidak lagi menikah dan baru-baru ini dia dikabarkan mengidap penyakit HIV."
"Kamu lihat bukan orang-orang yang menjahati kamu telah mendapat balasan yang setimpal. Sekarang tugasku hanya perlu membahagiakan mu. Kamu dan anak-anak kita."
"Makasih untuk semuanya sayang, makasih untuk cinta yang kau berikan padaku, cinta yang begitu tulus."
Pada akhirnya kebahagiaan akan didapatkan oleh orang-orang yang baik, dan orang jahat akan menerima balasan yang setimpal atas apa yang telah ia perbuat, dan inilah akhir dari kisah mereka berdua.
Happy end untuk Freya dan Arga. Bahagia selalu untuk Keluarga kecil nan bahagia mu. Selamat atas keberhasilan cinta kalian, karena pada akhirnya cinta tau dimana hatinya akan berlabuh.
.......
...-End-...
Ada banyak pelajaran yang bisa kalian ambil dari cerita ini, semoga bermanfaat untuk kalian ambil positifnya saja.
Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Usahakan semaksimal mungkin dan akhirnya serahkan pada Tuhan karena dia yang tau mana yang terbaik untuk diri kita.
Apa yang kalian tanam akan kalian tuai suatu saat nanti, entah kebaikan atau kejahatan semua sama aja yang kalian tanam maka buah itu yang akan kalian makan.
__ADS_1
Tetap jadi orang baik meskipun kebaikanmu dimanfaatkan orang lain, tidak rugi menjadi orang baik. Karena Tuhan selalu bersama dengan orang-orang baik.
Salam sayang dari aku:) makasih udah selalu dukung cerita aku meskipun banyak kekurangan nya aku minta maaf🙏 maaf jika tidak sesuai dengan pemikiran kalian.