
Istirahat dulu sebelum konflik besar ini nggak bertele-tele ya semua ada hubungannya 🙂
Freya menyandarkan kepalanya pada dada suaminya, mereka telah baikan dengan sikap ajaib Freya dia yang tadinya marah-marah sekarang dia sendiri yang nempel-nempel.
"Mas." Freya memeluk pinggang suaminya, matanya ia pejamkan ia baru saja mual dan saat ini kepalanya terasa pening.
"Kenapa hm, masih mual?" Andra mengusap kepala istrinya dengan sesekali kecupan.
"Nggak. Mas aku mau lanjutin pendidikan aku, kamu kan tau kalau aku belum koas sayang kalau nggak dilanjut."
"Tapi kamu kan masih hamil sayang, aku nggak mau kamu kecapekan bisa dilanjut entar kalau kamu udah melahirkan."
"Tapi mas aku bisa kok, lagian koas juga nggak lama cuma 1,5 tahun aja."
"Itu paling cepet bisa aja sampai dua tahun atau lebih."
"Aku kan pinter ya cepet lah, ayo lah mas kamu kan tahu jadi dokter itu cita-cita aku. Sayang dong gelar sarjana yang aku punya kalau nggak aku pakai."
"Kamu mau jadi dokter umum?"
"Aku mau jadi dokter spesialis, itu cita-cita aku dari lama. Aku mohon mas kamu izinin ya," pinta Freya.
"Dokter spesialis itu juga butuh waktu lama Frey, setelah kamu koas kamu baru bisa jadi dokter umum itupun setelah kamu dapat STR dan itu juga kamu masih harus ngurus surat izin praktik(SIP) itu baru kamu bisa jadi dokter umum kalau kamu mau lanjut jadi dokter spesialis kamu harus belajar lagi itu butuh waktu yang lama Freya sedangkan sekarang kamu udah hamil setelah ini melahirkan dan kamu harus mengurus anak. Apa kamu mau anak kita nggak ke urus?" Freya hanya diam mendengar penjelasan lebar dari suaminya.
"Bukannya aku menghalangi kamu buat gapai cita-cita kamu, gak papa kalau itu dulu sebelum kamu hamil tapi sekarang keadaannya udah beda kamu udah hamil sebentar lagi kamu melahirkan dan kamu sebagai ibu sudah sewajarnya mengurus anak. Aku nggak mau sampai anak kita kekurangan kasih sayang!"
"Aku bisa bagi waktu mas, aku mohon aku juga nggak akan biarin anak kita kekurangan kasih sayang. Menjadi dokter spesialis adalah impian aku mas!" cicit Freya.
"Kalau kamu mau jadi dokter spesialis kamu butuh studi lagi selama empat sampai lima tahun. Terus gimana nasib anak kita Frey? siapa yang ngurus. Koas kamu butuh waktu dua tahun setelah itu lanjut studi dokter spesialis buat aja lima tahun butuh berapa tahun kamu? Tujuh tahun buat kamu bisa jadi dokter spesialis."
"Yaudah mas, biarin aku koas aja udah cukup buat aku sampai aku bisa dapat STR dan surat izin praktik biar aku bisa buka klinik sendiri."
__ADS_1
"Hm."
"Kamu izinin?"
"Iya. Asal kamu nggak kecapekan! kamu bisa koas di rumah sakit papa." rumah sakit papa Andra mertua Freya.
"Nggak mau aku mau koas di rumah sakit lain, dan aku nggak mau ada campur tangan kamu! aku pingin belajar tanpa ada perlakukan istimewa aku mau mandiri dan aku mau bisa berjuang buat impian aku!"
"Frey..."
"Mas aku mohon! aku juga mau berjuang buat impian aku, selama empat semester ini aku udah berjuang buat ini dan kurang dikit perjuangan ku terbayar, aku mohon ya!"
"Baiklah."
"Makasih sayang!" Freya mengecup pipi suaminya dengan senyum sumringah.
"Aku mulai koas besok!"
"Apa!"
"Nggak tau!"
"Dia baik kan di perusahaan kamu?"
"Hm. Udah ayo tidur udah malem!" Andra merebahkan tubuh Freya di ranjang lantas dirinya ikut menyusul dan memeluk tubuh istrinya.
.
"Sayang... Perasaan kamu udah baikan?" Alena masuk ke kamar putranya ia menatap putranya yang tengah santai menatap langit malam di balkon kamar.
"Udah ma, mungkin Arga akan belajar mengikhlaskan Freya karena bahagianya Freya bukan sama Arga tapi sama suaminya."
__ADS_1
"Sayang Tuhan menciptakan umatnya secara berpasangan. Kamu udah dituliskan takdir kamu sedari kamu di kandungan, siapa jodoh kamu."
"Iya ma, tapi Arga nggak tahu masih adakah cinta untuk jodoh Arga kelak. Karena semua cinta yang Arga punya udah jadi milik Freya!"
"Sayang jika kita mencintai seseorang maka kita harus melepaskannya bukan karena kita berhenti untuk mencintainya tapi karena kita ingin melihat dia bahagia meski bukan kita orang yang membuat dia bahagia."
"Aku tahu ma dan aku sedang mencoba untuk melepaskannya mencoba mengikhlaskan nya tapi aku sama sekali tidak mencoba untuk melupakannya karena dia terlalu indah untuk aku lupakan."
"Kemarin mama denger pembicaraan kalian, dan kamu masih ingat bukan apa yang Freya katakan dia mau kamu bahagia. Melupakan atau tidak itu terserah kamu asal kamu jangan bertindak gila yang bisa merugikan kamu dan banyak orang."
"Selama ini memang Arga ngejar Freya ma tapi Arga nggak pernah melewati batas. Arga menjaga dia dari jarak jauh Arga cuma mantau dia karena Arga nggak mau sampai dia terluka walaupun hanya sebuah goresan."
"Freya orang baik ma dia sangat mencintai suaminya dengan tulus tapi mama tau kalau suami Freya itu bejat!" ucap Arga geram ia mengepalkan tangannya kesal.
"Maksud kamu?"
"Suami Freya main belakang ma, dia selingkuhin Freya bahkan sampai di tahap gila! main ranjang." Alena menutup mulutnya tak percaya.
"Kamu serius? kamu nggak bohongin mama kan?"
"Nggak ma Arga serius karena hal itu kenapa Arga selalu jaga Freya selalu kejar-kejar Freya karena Arga sayang sama dia Arga nggak mau sampai orang yang Arga cintai terluka."
"Freya tau?"
"Dulu saat mereka baru menikah masih dibilang penganten baru suaminya udah berani selingkuh dari Freya dan itu masih dimaafin sama dia." Arga menjeda ucapannya mengatakan hal ini menguras emosinya.
"Tapi sekarang dia berulah lagi disaat Freya tengah mengandung anaknya!" Alena menangis ia merasa sanggat iba dengan kehidupan Freya, alasan itu yang membuat anaknya segitunya dalam menjaga Freya.
"Arga nggak rela ma orang yang selalu Arga jaga, Arga sayang dan sangat Arga cintai disakiti begitu dalam oleh lelaki yang dianggap dia sebagai kebahagiaannya. Hati Arga sakit ma!" Alena memeluk putranya ia bisa merasakan sakit yang putranya rasakan ia tahu seberapa besar cinta yang Arga punya untuk Freya.
"Mama iba dengan kehidupan Freya, mama nggak tahu kalau dia memiliki masalah yang begitu pelik, Freya wanita baik dia berhak bahagia. Hanya Tuhan yang tau karena dia yang menakdirkan jalan hidup Freya."
__ADS_1
"Salah ma? kalau Arga punya keinginan buat bahagiain wanita sebaik dia?"
"Keadaan yang salah dan takdir yang nggak merestui untuk kalian bersama. Kita berdoa saja jika kamu memang di takdir kan untuk Freya pasti ada saja jalan untuk kalian bersama."