Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Nikmat Tuhan Yang Paling Indah


__ADS_3

Mon maap nih cerita masih mengandung bawang😭 semoga kalian dapet feel nya.


Freya menatap sendu ke arah Rendi saat ini ia tengah bertemu Rendi di taman kota. Ia memang sengaja ingin bertemu berdua dengan Rendi.


"Kenapa Frey? tumben Lo ngajak gue ketemuan. Laki Lo mana?" ucap Rendi basa-basi, ia merasa tak enak dengan tatapan Freya padanya.


"Jawab pertanyaan gue jujur Ren, apa Arga itu Atha?" tanya Freya dengan tatapan menuntut, Rendi melihat jelas tatapan sendu itu.


"Iya!" jawab Rendi mantab. Ia menatap mata itu, ia sedih melihat pancaran sedih dari mata Freya. Mungkin rasa itu masih ada walau hanya sedikit.


"Kenapa Lo nggak bilang sama gue Ren! kenapa? Lo kan tau kalau selama ini gue nungguin dia kembali. Delapan belas tahun gue nunggu dia! tapi kenapa Lo nggak ngomong sama gue? Lo masih anggap gue temen Lu kan Ren?" ucap Freya serak, air mata gadis itu meluruh.


"Frey..." Rendi memeluk gadis itu ia tidak sanggup melihat wanita itu bersedih.


"Kenapa Lo jahat sama gue Ren!" Isak Freya, ia memukul dada Rendi berulang kali ia mencoba melampiaskan rasa sesak itu pada Rendi.


"Freya dengerin gue!" Rendi memegang bahu Freya menatap dalam mata itu, ibu jarinya bergerak mengusap tetes air mata itu.


"Dia yang nyuruh gue buat gak ngomong sama Lo! karena dia percaya Lo bakal ngenalin dia dengan sendirinya tanpa gue ataupun dia ngomong sama Lo!" mendengar jawaban dari Rendi membuat Freya semakin terisak hatinya semakin sakit dan dia merasa sangat bersalah pada Arga.


"Tapi nyatanya gue nggak ngenalin dia, gue udah ngecewain dia Ren!" Isak Freya.


"Jangan nangis Frey! Arga juga gak bakal suka kalau lihat Lo nangis. Dia selalu merasa gagal jaga Lo tiap kali lihat Lo nangis!"


"Gue mau ketemu sama dia!" ucap Freya, ia menatap memohon pada Rendi.


"Oke gue anter, tapi usap dulu air mata Lo! entar kalau dia lihat Lo nangis yang ada gue yang dia gebukin di pikirnya gue ngapa-ngapain Lo!" canda Rendi yang tak mempan bagi Freya.


.

__ADS_1


Freya menatap rumah besar didepannya, ia menoleh menatap kearah Rendi bertanya apa benar itu rumah Arga.


"Ini rumahnya?" tanyanya, Rendi mengangguk memasukkan mobilnya pada halaman rumah Arga.


"Ayo masuk!" ajak Rendi.


Freya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan, ia mati-matian untuk tidak meneteskan air mata.


"Bi, Arga dimana?" tanya Rendi pada salah satu asisten rumah tangga.


"Den Arga ada di taman belakang tuan!" ucap asisten itu, mereka berdua langung menuju taman belakang rumah.


Mereka berdua dapat melihat seorang pria tengah duduk di bangku taman. Freya mati-matian menahan air mata ini agar tidak jatuh.


Ia berjalan mendekat, mereka tengah berada disamping Arga namun lelaki itu nampak tak merasa kehadiran mereka berdua. Mata lelaki itu terpejam, wajahnya nampak sendu nampak sekali jika ia tengah bersedih.


"Atha..." ucap Freya dengan suara serak.


"Freya, Lo ngapain ada disini?" tanya nya biasa saja ia berdiri dengan senyuman menatap Freya.


"Atha..." Freya menubruk dada lelaki itu ia memeluk erat tubuh itu, tangisnya pecah hatinya sakit melihat wajah lelaki didepannya.


Delapan belas tahun tidak bertemu membuat rasa rindu itu amat besar dan rasa sedih, kecewa bercampur menjadi satu.


"Maafin gue! maaf gue udah kecewain Lo. Maaf gue nggak bisa ngenalin elo! dan maaf untuk semuanya, maaf! gue sahabat terbodoh di dunia ini."


Arga mendekap erat wanita itu, ia juga rindu air matanya mengalir hatinya pun sakit mendengar isak tangis wanitanya.


Ia mengusap air mata itu tangannya menangkup wajah Freya ia tatap dalam-dalam netra hitam itu.

__ADS_1


"Gue yang minta maaf, Lo sahabat terbaik yang gue punya! Jangan nangis gue nggak suka lihat Lo nangis!" tangannya terulur mengusap air mata wanita itu.


Mereka berdua sama-sama tersakiti, semesta tidak mengijinkan mereka untuk bersama, takdir mempertemukan mereka diwaktu yang tidak tepat.


"Kenapa selama ini Lo diem aja! kenapa Lo gak pernah ngomong sama gue. Selama ini gue kangen sama Lo Tha, delapan belas tahun bukan waktu yang singkat dan selama itu juga gue nahan rindu buat Lo!"


"Gue juga Frey, gue juga kangen sama Lo. Gue udah nepati janji itu kan? Gue udah kembali gue udah nemuin Lo lagi, tapi satu yang nggak bisa gue tepati. Gue nggak bisa hidup bersama sama elo kita nggak bisa hidup bahagia seperti pangeran dan putri kerajaan. Karena nyatanya pangeran Lo bukan gue!" ucap Arga dengan senyum getir.


"Maaf gue terlambat!"


Freya menangkup wajah Arga, air matanya mengalir hatinya sakit mendengar penuturan dari lelaki itu.


"Jangan ngomong gitu, hati gue sakit dengernya! Lo tetep spesial di hati gue. Gue sayang sama Lo Tha sebagai--- sahabat!"


Arga mendongakkan wajahnya menahan air mata itu agar tidak mengalir, mendengar Freya mengatakan itu membuat hatinya terasa sakit.


"Freya Lo udah tau kan perasaan gue? hati gue sakit. Sakit karena takdir nggak mempersatukan kita! gue sadar kalau semesta hanya mengijinkan aku buat jadi teman kecilmu bukan teman hidupmu!" bahasa aku kamu yang digunakan Arga mengiris hati Freya.


Entah kenapa ia merasa sakit mendengar ucapan itu. "Gue bakal ikhlas Lo sama yang lain asal Lo janji sama gue!" ucap Arga ia menjulurkan jari kelingkingnya pada Freya.


"Janji kalau Lo bakal terus bahagia! janji kalau Lo nggak akan lagi mengeluarkan air mata kecuali air mata bahagia dan Lo harus janji kalau Lo nggak akan pernah sedih lagi!"


Freya mengganguk meskipun ragu ia menautkan jarinya dengan jari milik Arga. "Gue janji asal Lo juga janji akan terus bahagia!"


"Gue akan terus bahagia kalau Lo juga bahagia." Arga berucap tulus tampak sekali dari mata itu ketika mengucapkan.


"Gue akan tetep sayang sama Lo sampai kapan pun! karena nama Lo akan selalu menempati tahta tertinggi di hati gue!"


"Walaupun endingnya nyakitin tapi gue bahagia bisa kenal sama Lo, seenggaknya gue pernah jadi orang yang berarti di hidup Lo, gue yang pertama meskipun gue nggak jadi yang terakhir."

__ADS_1


"Gue nggak pernah nyesel karena mencintai Lo dengan tulus dan sedalam ini gue nggak pernah nyesel bahkan gue bersyukur atas rasa ini karena ini nikmat tuhan yang paling indah. Mencintai wanita berhati mulia sepertimu!"


"Bahagia selalu Ciaku, Bulanku!"


__ADS_2