Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Luka Yang Kembali


__ADS_3

...Masalah sudah berlalu namun tidak dengan luka yang masih membekas dihati...


...Freya...


...^...


...^...


...^...


"Syafa, serius Farah kakak kamu? kok nggak pernah cerita kalau lu punya saudara kandung?" berondong Freya ia sedikit binggung jika Farah anak haram eh maksudnya anak diluar nikah lantas Syafa?


"Nggak semuanya harus gue ceritain ke elo gue juga punya privasi sendiri," ucap Syafa dingin, aduh kenapa Syafa jadi nyeremin gini.


"Yaudah gpp, Fa gue boleh nanya sesuatu?" ucap Freya ragu, entah salah atau tidak pertanyaan ini tapi ia sudah sangat penasaran.


Syafa menaikkan alisnya bertanya apa? Freya tersenyum kikuk tanyain apa enggak ya? tanyain ajalah ya.


"Gue mau nanya tapi kalau lu nggak mau jawab juga gak papa," ucap Freya.


"Hm."


"Tapi janji nggak marah ya, gue cuma penasaran aja."


"Yaudah apa! rempong amat lu!" kesal Syafa. Hari ini temannya sedikit sensi pada Freya membuat Freya harus lebih hati-hati dalam bicara.


"Kata mas Andra waktu itu, Farah anak diluar nikah? apa bener?" tanya Freya hati-hati, dia menelan salivanya susah saat melihat mata tajam sahabatnya. Sepertinya ia salah pertanyaan! matilah!


"Gak usah dijawab gak papa, anggap aja gue nggak pernah ngomong itu!" ucap Freya.


"Gue sama kak Farah emang saudara kandung cuma beda ayah, gue---" tidak tahu kenapa Syafa jadi menangis dia tidak kuat untuk melanjutkan ucapannya.


"Nggak usah dilanjutin kalau nggak bisa Fa," ucap Freya ia mengusap lengan sahabatnya.


"Dulu kak Farah pernah bilang ke gue kalau dia anak dari hasil selingkuh dan papa kandungan kak Farah nggak mau tanggung jawab, dan disaat mama mengandung kak Farah ada orang yang mau menikahi mama dia papaku tapi papaku juga punya istri sebelum itu, papa ku suka sama mama sedangkan istri sah papa sendiri tidak dia cintai karena pernikahan mereka tidak didasari cinta melainkan perjodohan bisnis. Akhirnya papaku menikah siri dengan mama dan lahir lah aku, aku dan kak Farah terpaut dua tahun." Shafa menjeda ucapannya ia menangis kembali ketika mengingat masa-masa kelam itu.

__ADS_1


"Kalau nggak bisa nggak usah diterusin Fa," ucap Freya ia ikut meneteskan air mata tak disangka temannya yang selalu ceria ini ternyata menyimpan beban yang amat berat.


"Setelah aku dewasa papa mulai berubah dia mulai kasar dengan mama, dan papa meninggalkan kami dia lebih memilih istri pertamanya karena papa takut miskin, saat itu usiaku baru beranjak 17 tahun dan diumur itu aku mulai mengenal mu Frey, kau yang selalu menghiburku dua tahun kemudian mama ku meninggal ia mengalami gangguan jiwa dan bunuh diri. Itu adalah saat-saat terberat di hidup ku orang tua ku sudah tidak ada dan tinggal aku dengan kak Farah, kak Farah mulai bekerja dia yang mencukupi semua kehidupan ku, kak Farah orang yang baik tapi keadaan yang memaksanya untuk terjun ke dunia itu dunia yang menghancurkan dirinya sekarang. Kak Farah menjual tubuhnya untuk menghidupi dirinya dan aku." Freya menutup mulut terkejut ia tidak menyangka ternyata berita itu benar hanya saja ada yang salah, diberita itu Farah menjual tubuh untuk operasi plastik bukan untuk menghidupi keluarganya.


"Mulai dari situ kakak berpenghasilan banyak dan dia bisa membiayai sekolah ku hidup kami berkecukupan, dan kak Farah ada niatan ingin menjadi model tapi kecelakaan itu mengubah segalanya. Ya kak Farah mengalami kecelakaan yang cukup parah dan itu berdampak pada wajahnya, akhirnya kak Farah melakukan operasi itu."


"Fa... Boleh aku tanya?" Syafa menoleh lalu mengganguk.


"Apa kak Farah setelah menjadi model masih melakukan pekerjaan itu?" Syafa mengganguk, Freya tidak bisa berkomentar ia juga binggung dengan semuanya tapi satu hal yang ia tahu bahwa pekerjaan malam itu tetap tidak dibenarkan.


"Setelah Kak Farah menjadi model semakin banyak orang yang ingin bersamanya dan termasuk bos nya sendiri." Freya menutup mulutnya kembali bosnya sendiri?


"Dia model dikantor aku dulu."


Ucapan Andra seakan mengitari pikirannya, tidak! tidak mungkin. Tidak mungkin wanita itu, Freya berusaha mengelak namun...


"A-apa kakakmu bekerja di perusahaan Parker?" tanya Freya terbata.


"Iya."


Deg!


Kenapa, kenapa harus kakak Syafa? mungkin karena itu ia membencinya mungkin karena itu Freya membenci seseorang yang sebelumnya tidak pernah ia temui yang sebelumnya tidak pernah ia kenal.


Tapi bagaimana Syafa? apakah dia juga akan ia benci? Tidak! Freya tidak akan bisa membenci sahabatnya, biarlah masalah itu juga sudah berlalu biarlah ia melupakan meskipun rasa sakit itu masih ada.


"Fa lu tenangin diri lu dulu, gu-gue ada urusan gue mau pulang dulu. Maaf gue gak bisa nemenin lu dulu," ucap Freya ia mengusap air mata nya sebelum bersitatap dengan Syafa.


"Lu gak papa Frey?" Syafa merasa aneh dengan temannya.


"Gu-gue nggak papa kok, cuma lagi ada urusan. Besok gue kesini lagi, lu jangan lupa makan! jaga kesehatan." Setelah mengucap itu Freya segera pergi dari apartemen itu ia menekan dadanya yang terasa sangat sesak.


Air matanya tak henti mengalir, kenapa harus kakak Syafa? meskipun ia sudah melupakan masalah itu tapi rasa sakit itu masih tetap ada, ingin membenci tapi tidak bisa.


"Setelah Kak Farah menjadi model semakin banyak orang yang ingin bersamanya dan termasuk bos nya sendiri."

__ADS_1


"Dia model dikantor aku dulu."


"ENGGAK!!" Freya berteriak menekan dadanya yang terasa terhimpit, kepalanya seakan ingin pecah.


"Mbk, mbk nya gpp?" tanya sopir taksi itu.


Freya segera mengusap air matanya, ia tak menggubris pertanyaan sopir itu saat ini ia ingin menenangkan diri terlebih dulu.


"Pak antar saya ke taman kota!" mungkin taman bisa sedikit membuat ia tenang.


Freya duduk sendiri disana tatapannya mengarah lurus ke depan hari sudah mulai sore, ia masih tidak berniat untuk kembali ia tak tahu hal apa yang akan ia lakukan jika nanti melihat suaminya.


Hiks hiks


Suara tangis itu yang menjadi bukti betapa sakit hatinya sekarang, dadanya ia pukul berkali-kali berharap rasa itu akan sedikit berkurang.


"Nih!" seseorang datang dan memberikan sapu tangan ke arah Freya, Freya bahkan tidak sadar jika orang itu telah duduk disampingnya.


"Lo--- kenapa Lo ada disini!" ucap Freya tak suka, lagi-lagi dia kenapa dia selalu gentayangan disekitarnya seperti setan saja!


"Gue heran kenapa setiap gue ketemu ama Lo, Lo selalu aja nangis. Sampai berapa kali gue harus kasih sarung tangan gue buat Lo!"


"Gue lagi gak pingin debat sama Lo! mending lo pergi sekarang!" ucap Freya tanpa minat.


Freya tersentak saat tubuhnya ditarik paksa oleh seseorang, wajahnya jatuh di dekapan cowok menyebalkan itu.


"Nangis aja! Kalau itu bisa bikin hati Lo lega! gak selamanya Lo bisa pura-pura kalau Lo  baik-baik aja! Gue tau Lo gak sekuat itu!"


"Izinin gue buat ngobatin luka hati Lo itu!"


.


Doubel lagi nih-!! suka aku up doubel apa gak??


Paham Ama ceritanya? Ini cerita emang sedikit rumit ya. Biar yang baca penasaran wkwk, jadi aku gak bisa buat up satu hari dua atau tiga kali karena aku punya kesibukan lain jadi aku cuma bisa up satu hari sekali buat kalian gpp ya yang penting tiap hari up.

__ADS_1


Like jangan lupa belajar buat ngehargai usaha orang lain ya-!! karena nulis itu nggak gampang cari alur itu nggak gampang, yang gampang ya julid in orang canda wkwk.


Like yang gampang itu mah-!! Yuk komen yang banyak mau hujat Andra sok aku biarin deh biar kapok itu jantan, gimana kalau sama Arga? Mau kalian hujat juga? Kalau Farah? Syafa? Atau si manis Freya? Kalau Freya nggak lah ya-)


__ADS_2