Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Hari Kedua


__ADS_3

Ini hari kedua Freya dan Andra berada di Maldevis, Freya terbangun ia menatap kearah luar jendela yang nampak menampilkan pemandangan lautan biru.


Udara segar ia hirup dalam-dalam ini sangat beda dengan dirinya di jakarta. Di Jakarta sangat panas dan disini sangat sejuk bahkan ia sangat betah jika harus berlibur dua Minggu.


Freya menoleh kearah samping, suaminya masih terlelap ia mengusap wajah tampan itu lalu memberi kecupan di seluruh wajahnya.


"Good morning sayang," ucap Freya yang tidak mendapat balasan dari Andra ya karena Andra belum bangun.


Freya melilitkan selimut ditubuh polosnya, ya kemarin suaminya meminta bayaran kepadanya. Hehe bukan bayaran sih apa ya namanya ya gitulah kalian pasti paham!


Baru dua langkah Freya melangkah ia tersentak saat tiba-tiba tubuhnya ada yang memeluk dari belakang. Ya ulah siapa lagi jika bukan suaminya, Freya menoleh menatap wajah suaminya yang masih terpejam.


"Ngigau mas?" tanya Freya, pertanyaan bodoh sih, memang tidak mungkin jika Andra ngigau.


"Mau kemana?" tanya Andra dengan suara seraknya. Freya mengusap wajah suaminya dari samping ia menunjukkan jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Mau mandi, udah siang ini kan liburan masa dikamar terus!" ucap Freya.


Andra mengganguk lalu tanpa aba-aba dia menggendong tubuh Freya ala bridal style membuat Freya terlonjak refleks tangannya melingkar di leher Andra.


"Kebiasaan ih, untung nggak jatuh!" omel Freya.


.


"Gue dulu yang mandi!"


"Gak! Gue duluan yang punya kamar siapa? yang bayar siapa? yang numpang ngalah! gak tau diri apa gak tau malu Lo!"


"Ungkit terus! yang ngajak gue kesini siapa? yang maksa gue buat ikut siapa! yang mesen  siapa. Kalau Lo gak punya malu seenggak nya Lo tau diri!"


"Tapi sayangnya gue gak tau diri! makanya biarin gue mandi dulu!" Arga yang hendak masuk kedalam terus dihalangi oleh Rendi mereka berdua tengah berebut kamar mandi saat ini.


"Gantian elah! badan gue pegel semua nih!" protes Rendi.


"Yang seharusnya ngomong gitu itu gue. Lo emang gak punya malu, udah numpang kasur! dikuasai sendiri. Lo tau gak karena ulah Lo gue jadi tidur di sofa!" semprot Arga, ia masih kesal dengan kejadian kemarin.


"Elah gue tidur dimana sat!" ucap Rendi wajahnya nampak lelah karena mereka berdua baru saja mengelilingi pantai Maldives setelah makan tadi tentunya mengikuti seseorang siapa lagi jika bukan si ehem! kalian tahu tanpa aku menyebut.


"Sofa noh!" Arga memejamkan mata dengan kedua tangan dan kaki yang melebar menguasai kasur king size itu.

__ADS_1


"Males lah Lo aja sonoh!"  Rendi menarik kaki Arga agar beranjak dari sana karena kekuatan mereka yang lumayan sebanding Rendi dapat menarik tubuh Arga sampai melorot dari kasur bahkan tubuh Arga yang berada dikasur hanya setengah.


Arga menatap Rendi tajam namun Rendi sama sekali tidak takut ia langsung meloncat dan tidur memenuhi kasur itu.


Baru saja matanya terpejam dan baru saja mimpi menghampiri nya namun semua terasa membagongkan saat Arga dengan gilanya menarik kaki Rendi dengan cepat dan keras sampai membuat tubuh Rendi terjatuh dari kasur dan membuat pantatnya menghantam cukup keras kearah lantai.


"ARGA!" teriak Rendi kesal, ia berdiri mengusap pantatnya yang terasa sakit.


Setelah cek cok dan ribut yang tidak ada hentinya mereka berdua memilih tidur seranjang dengan guling batasannya, namun ini hanya untung di Rendi saja namunin tidak di Arga.


Baru sebentar ia memejamkan matanya ia harus terusik karena dengkuran Rendi yang sangat keras membuat ia menggeram kesal itu bisa ia atasi dengan menyumpal telinganya dengan earphone dan saat ia akan terjun kealam mimpi Arga harus tersentak kaget saat tiba-tiba tubuhnya ada dilantai bawah dengan hantaman yang cukup membuat tubuhnya sakit.


"Rendi gila!" umpat Arga.


Itu semua karena Rendi menendangnya sangat keras entah mimpi apa ataukah Rendi mimpi bermain sepak bola? entahlah hanya Rendi dan Tuhan yang tau.


Arga kembali naik keatas ia mulai memejamkan matanya kembali namun---


"Shit!" Arga mengumpat saat juniornya dihantam oleh kaki Rendi ia langsung berdiri menahan ngilu disana, tatapannya tajam seolah ingin membuang Rendi kelautan.


Dan pada akhirnya Arga memilih tidur di sofa yang baginya aman dari hantaman tiba-tiba dari Rendi yang tidurnya tidak bisa tenang.


"Noh Ga,  Freya!" pekik Rendi, mendengar nama Freya disebut ia refleks langsung menoleh mencari dimana keberadaan gadis itu.


"Shit!" ia mengumpat saat Rendi membodohi nya dan berhasil masuk ke kamar mandi terlebih dulu.


.


Freya dan Andra saat ini tengah dipijat, ini merupakan fasilitas dari resort disana. Biyadhoo island resort, mereka sangat menikmati pijatan itu mana pijat dapat dilakukan di seluruh tubuh atau bagian-bagian tubuh tertentu seperti kaki, leher, tangan, punggung atau kepala.


Selesai dengan pijatan itu yang menghabiskan waktu satu jam lebih mereka mulai melanjutkan perjalanan ketempat lain.


Pulau Nika dan Landaa Giraavaru pulau ini memiliki titik spesial Pada pasir putihnya yang lembut dan air lautnya yang jernih dan dangkal, sangat cocok untuk siapapun yang suka berenang dan bersantai dari kehidupan nyata.


"Mas pingin renang!" ucap Freya.


"Emang bawa baju?" Freya menggeleng ia mendesah kecewa kenapa juga tadi ia tidak membawa baju.


"Nggak papa deh kayak mereka aja!" tunjuk Freya pada beberapa orang yang berpakaian bekini.

__ADS_1


Andra melotot lantas menggeleng. "Nggak!" ucapnya tegas.


Freya lantas tertawa dia hanya bercanda mana mungkin ia bekinian ia juga tidak suka. "Bercanda sayang!" kekeh Freya.


"Besok aja berenang, kamu mau lihat ikan nggak?" tanya Andra yang langsung dapat anggukan dari Freya, mereka berdua berjalan dengan tangan saling menggenggam menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka berdua.


Mereka berdua memasuki vila karya Ismail Murad arsitek asal Sri langka yang dekat aksesnya dengan ombak musiman.


Freya menutup mulutnya sangking senangnya dengan pemandangan yang ia lihat, pemandangan ikan unik semacam ikan unicorn buntut putih dan ikan kupu-kupu, ia sangat antusias kamera yang menggelantung dilehernya langsung ia arahkan untuk memotret pemandangan itu.


"Mas fotoin!" pinta Freya, ia memberikan kameranya pada Andra.


"Hm," balas Andra malas dengan ogah-ogahan dia memotret istrinya sungguh ia sangat tidak suka acara Poto seperti ini.


Arga yang berada tidak jauh dari Freya lantas tersenyum ia berjalan lebih dekat dan mengarahkan ponselnya untuk memotret Freya yang tengah tersenyum manis. 


"Ngapain Lo!" sentak Rendi membuyarkan pandangan Arga. Tatapan tajam langsung ia arahkan pada netra hitam milik Rendi.


"Diem Lo! ngomong sekali lagi gue tendang Lo ke Indo!" ancamnya membuat Rendi menelan salivanya susah.


"Cantik!" ucap Arga pada hasil jepretannya,  Rendi bergidik. Penampilan mereka saat ini seperti mata-mata, ah memang mata-mata bukan? memata-matai dua pasutri didepan nya.


Topi, kaca mata, dan masker yang saat ini mereka gunakan. Tapi memang dasarnya mereka tampan memakai apapun tetap saja terlihat tampan.


Kalau kata Rendi gini. "Terlahir tampan dari zigot ya gini!"


Eh gays bantu dong aku mau ganti cover tapi binggung mau pilih yang mana, please jawab ya pilihan kalian jatuh kemana. Aku sih pingin ganti nama 'Ketulusan Cinta Freya' pas banget kan sama ceritanya wkwk. Aku juga buatin Cover dengan judul Freya menurut kalian bagus yang mana.



Ini yang udah aku bikin cover, bagus gak?? kalau nggak entar aku ganti lagi wkwk





Mwehee banyak ya. Bantu jawab and bantu pilih ya-!!

__ADS_1


__ADS_2