Ketulusan Cinta Freya

Ketulusan Cinta Freya
Awal Kehancuran


__ADS_3

Dunia Freya hancur begitu saja, kekecewaan yang ia dapatkan dari suaminya. Lagi! suaminya menghianati nya lagi, sudah hilang rasa sabar itu ia sudah tidak tahan dengan pernikahan ini.


Tega! suaminya tega menghianati dia saat ia tengah mengandung anaknya lantas bagaimana dengan kondisi bayi didalam kandungannya.


"Nggak papa ya sayang kamu Masih punya mama kita hidup berdua aja. Nggak usah pedulikan papa kamu, mama sayang sama kamu, sehat selalu untuk mama sayang." saat ini Freya tengah berada didalam taksi ia pergi membawa luka yang ditorehkan suaminya.


Freya turun ia pulang ke rumahnya lantas segera masuk ke dalam kamar, ia segera mengemasi semua barang-barang nya.


Ia tatap foto pernikahan itu bukan lagi tatapan hangat yang ia berikan melainkan tatapan benci dan kecewa.


Freya segera menggeret koper berisi baju-baju nya itu, ia melihat bibi yang tengah kebingungan menatapnya.


"Non Freya teh mau kemana? kenapa bawa-bawa koper segala?" tanya bibi cemas.


Freya memeluk erat pembantunya itu ia menangis lantas melepas pelukannya ia memberikan uang dalam jumlah banyak pada bibi.


"Pesangon dari saya bi, makasih udah baik sama saya selama ini. Freya pergi dulu, tolong jagain tuan!" setelah mengucap itu Freya lantas melenggang pergi tanpa menolehkan pandangan kebelakang.


Begitu banyak kenangan nya dirumah ini, hatinya teramat sakit luka yang kemarin belum sepenuhnya sembuh dan sekarang suaminya kembali menorehkan luka yang sama luka yang sangat dalam.


"Sayang..." Andra datang dengan penampilan yang berantakan, bahkan kancing baju lelaki itu belum terpasang.


Freya tersenyum getir menatap hal itu semakin membuat hatinya sakit, Andra datang dan menggenggam tangan Freya ia berlutut dihadapan Freya.


"Maafin aku, aku bisa jelasin semuanya kita selesaikan baik-baik. Jangan kayak gini, aku sayang sama kamu. Itu semua nggak seperti apa yang kamu lihat sayang."


Freya melengos ia mengusap air matanya tatapan nya menajam kearah suaminya, Freya menyentak tangan Andra yang berada digenggaman nya.


"Nggak ada lagi yang perlu dijelasin. Aku udah lihat semaunya dan aku udah tahu semuanya! aku kecewa sama kamu mas! aku bodoh. Seharusnya dari awal aku nggak pernah maafin perselingkuhan kamu. Seharusnya aku tahu kalau kamu bakal berulah lagi dan seharusnya udah dari awal kita pisah!" sentak Freya.

__ADS_1


Andra menggeleng lantas menggenggam kembali tangan istrinya. "Nggak aku nggak mau pisah sama kamu. Aku sayang sama kamu! aku mohon jangan tinggalin aku Frey!" ucap Andra yang sudah berlinang air mata.


"Kamu sayang sama aku? kalau kamu sayang sama aku seharusnya kamu nggak akan pernah ngecewain aku, kamu nggak akan pernah berbuat hal brengsek seperti itu. Aku udah terlanjur benci sama kamu! dan aku muak lihat wajah penuh kepalsuan kamu. Udahlah mas! lagian kalau kita pisah kamu akan lebih bebas main sama jalang-jalang kamu tanpa takut ketahuan aku." Freya berucap dengan sinis ia menahan agar air matanya tidak mengalir.


"Nggak sayang aku nggak mau pisah sama kamu, itu semua nggak seperti yang kamu lihat Frey. Dia yang goda aku, please kamu percaya sama aku. Aku sayang kamu aku sayang anak kita."


Mendengar kata anak membuat air mata Freya menetes ia segera menepisnya dengan kasar.


"Anak ini akan aku asuh sendiri aku nggak butuh kamu! oh ya kamu digoda? lantas kenapa kamu hanya diam bahkan sangat menikmatinya. Kamu tuh sama nggak berubah. Cowok brengsek! aku bodoh karena terlalu percaya sama lelaki brengsek seperti kamu! DAN AKU SANGAT MENYESAL KARENA TELAH MENCINTAI KAMU BEGITU TULUS MAS!" bentak Freya.


Ia langsung menyingkir berlari menjauh dari Andra, dengan tangan menarik kopernya ia tidak perduli dengan Andra yang terus menghalangi jalannya.


"Aku akan segera mengugat perceraian kita!" itu ucapan terakhir Freya sebelum ia pergi meninggalkan rumah besar itu.


"Jalan pak!" Freya memandang lurus tidak perduli dengan suaminya yang terus mengetuk jendela mobil.


Freya mengusap perutnya yang terasa sakit mungkin karena ia lari-larian tadi. "Baik-baik didalam sayang, maafin mama kalau udah nyakitin kamu. Kamu harus sehat mama sangat menyayangi kamu." Freya terus mengusap perutnya sampai rasa sakit itu perlahan menghilang.


Freya nampak tak percaya, sahabatnya sendiri telah mengkhianati dirinya. Orang yang sangat ia percaya telah memberikan kekecewaan yang begitu mendalam untuknya.


Jauhkan sahabatmu dari suamimu atau dia yang akan menjadi kehancuran rumah tanggamu!


Ucapan Michelle hari itu terngiang dikepalanya dan ya dia mengalaminya saat ini ia terlalu percaya pada sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri tanpa mendengarkan ucapan orang lain.


Jaman sekarang nggak ada yang bisa dipercaya selain diri kita sendiri Frey. Jangan mudah percaya sama orang kalau Lo nggak mau kecewa diakhir.


Wajar? karyawan kantor berpenampilan seperti itu, baju ketat dan lihatlah tadi riasan wajahnya seperti lon--- ups maaf!


Nggak ada yang nggak mungkin Freya, hati-hati aja. Sekarang nggak ada yang bisa Lo percaya selain diri Lo sendiri.

__ADS_1


Ucapan Tania saat ini yang muncul dipikirannya betapa bodohnya dia selama ini bahkan semua temannya sudah memperingatkan dirinya tapi Freya menganggap itu semua angin lalu dan saat ini itu semua menjadi boomerang untuknya.


Jangan terlalu percaya sama orang gue takut Lo kecewa!


Suatu saat Lo bakal ngerti maksud gue! jangan pernah ngerasa sendiri Lo punya gue sama Arga sahabat baik Lo sampai kapan pun.


Ucapan Rendi membuatnya sadar apakah ini yang dimaksud Rendi. Tapi semua sudah terlambat! dia terlanjur kecewa dan hancur.


Mengedepankan uang ketimbang anak dan istri? yakin kerja!


Gue akan pergi saat gue pastikan hidup Lo benar-benar bahagia! jangan terlalu percaya sama orang Frey sekalipun itu suami Lo ataupun sahabat Lo sendiri bisa aja mereka yang menghancurkan kehidupan Lo!


Inget gue akan selalu ada buat Lo! kalau Lo butuh gue, gue akan tetap ada disamping Lo! anggap gue sahabat Lo!


Satu persatu ucapan orang terdekatnya menghampiri pikiran Freya, dan dia sangat merasa adalah ucapan Arga bukankah sudah jelas jika Arga hari itu mengatakan jika suaminya---- arghh seharusnya dia sadar seharusnya dia tau bukan malah terus membela suaminya.


Sangat bodoh!


"Nona sudah sampai!" ucap sopir itu. Freya mengganguk setelah memberikan uang ia segera keluar dari taksi itu.


Saat ini Freya tengah berada di rumah orang tuanya mau kemana dia jika bukan rumah orang tuanya yang akan ia tuju.


"Bunda..." ucap Freya dengan suara serak ia lantas masuk dan menemukan keluarganya tengah berkumpul dirumah keluarga.


Semuanya lantas berdiri saat melihat keadaan Freya yang saat ini sangat kacau. Clarita segera menghampiri putrinya begitupun papa dan kakaknya.


"Freya kenapa?" tanya Clarita, saat itu juga Freya langsung memeluk ibu kandungnya dengan tangis yang pecah.


"Sayang kenapa, cerita sama bunda?" ucap Clarita lembut ia mengusap punggung anaknya sayang.

__ADS_1


"Mas Andra selingkuh bun!"


__ADS_2