
"Cie yang habis liburan, senyum terus dari tadi," ledek Syafa. Freya hanya menatap sebal pada sahabatnya yang sedari tadi tak ada hentinya mengusili dirinya.
"Udah kali Fa, kesel gue!" sebal Freya.
"Cie ngambek, ngapain aja kemarin. Pasti dikamar terus ya," bisik Syafa diakhir membuat wajah Freya bersemu.
"Syafa ih!" pukul Freya lengan sahabatnya. Syafa tertawa terbahak karena berhasil mengusili sahabatnya.
"Gue seneng deh, kalau rumah tangga Lo sama Andra udah baik-baik aja!" ujar Syafa, Freya mengganguk ya memang benar ia bersyukur karena rumah tangga nya baik-baik saja.
"Eh Frey gue mau nanya?" desak Syafa.
"Apa?"
"Lo kenal Rendi? yang berantem ama suami Lo waktu itu." Freya terdiam ada gerangan apa Syafa menanyakan soal Rendi.
"Kenal emang kenapa?"
"Gpp sih, gue heran aja dia waktu harap Lo hari itu kayak ada yang beda gitu loh, Lo ngerasa gak sih?"
"Beda? beda gimana ya emang Rendi gitu diakan temen kecil gue dan dia juga yang bikin gue kenal sama mas Andra."
"What? teman kecil Lo? Rendi?" beo Syafa.
Freya mengernyit binggung ada apa emang, kenapa Syafa heboh seperti itu. "kenapa sih, biasa aja kali gak usah lebay!"
"Serius Rendi temen kecil Lo?"
"Iyalah ngapain juga gue boong, untung juga enggak!"
.
"Tuan hari ini kita ada pertemuan dengan perusahaan Parker," ucap Ervin sekertaris Arga.
"Parker? bukankah itu perusahaan milik Andra Stevano?" tanya Arga, ia seperti pernah dengar namun ia lupa.
"Benar tuan perusahaan Parker adalah perusahaan milik Tuan Andra Stevano!" jelas Ervin.
Senyum miring tercetak dibibir Arga, ia akan bertemu Andra seseorang yang telah mengambil miliknya.
"Jam berapa?"
"Nanti dijam makan siang, tuan Andra meminta pertemuan diadakan di Resto sekalian makan siang katanya."
"Baiklah, siapkan semuanya!"
.
Freya tersenyum saat mendapat pesan dari suaminya, jam kelas telah selesai ia berniat ingin berkunjung ke kantor Andra sekaligus makan siang bersama disana.
Kesayangan Andra/ emot cium
__ADS_1
Mas aku main ke kantor kamu ya!
^^^My husband/ emot love^^^
^^^Udah pulang kampus?^^^
Udah baru aja, boleh ya. Bosen dirumah/ emot
sedih
^^^Yaudah tapi aku bentar lagi rapat sayang, kamu gpp ditinggal sendiri?^^^
Kalau gitu mah sama aja aku dirumah:(
^^^Udah makan belum?^^^
Maunya makan sama kamu! huhu
^^^Sekarang dimana?^^^
Masih di kampus
^^^ Tunggu situ, aku jemput! ^^^
Katanya mau rapat?
^^^Rapat nya diluar, entar kamu ikut aja sekalian makan. Tungguin aku on the way!^^^
Oke see you suamiku/ emot cium
Seorang modeling cantik ditemukan telah tewas di apartemen nya dengan keadaan yang mengenaskan, disangka ia telah bunuh diri dengan meminum obat dengan dosis tinggi.
Freya membaca kabar terbaru dari sana, ia yang penasaran mulai membuka berita itu yang menunjukkan beberapa foto dan penjelasan perihal kasus itu.
Farah Anandita, model cantik yang tengah naik daun ini diketahui oleh sang sekertaris telah terbujur kaku dikamar apartemen nya dengan mulut yang berbusa, menurut hasil pernyataan dokter ia telah mengonsumsi obat dengan dosis tinggi. Mungkin dikarenakan dengan karir nya yang tengah hancur kenyataan pahit yang baru ia terima jika selama ini ia telah menipu kita semua jika wajah cantik itu ialah wajah hasil operasi plastik.
Itulah yang Freya baca, nama itu seperti tidak asing dan wajah itu... Entah kenapa melihat wajah itu membuat Freya kesal ia marah dan ia benci wajah itu, padahal ia belum pernah bertemu dengannya.
Dikabarkan juga jika dia rela menjual tubuh demi menjadi model terkenal.
Itu kabar terakhir yang Freya baca, ia salai gedek bagaimana mungkin hanya demi karir wanita itu merendahkan martabat nya harga dirinya dan menjual tubuhnya?
Tapi Freya merasa tidak asing dengan wajah itu dan entah kenapa dia membencinya. "Ada apa dengan diriku, pernah liat saja tidak tapi kenapa aku sangat membencinya."
Tin!
Freya menoleh saat mendengar suara klakson mobil, ia tersenyum saat melihat suaminya pemilik mobil itu.
"Masuk!"
Freya mengangguk lalu berlari kecil ke arah mobil suaminya. "Jalan pak!" ucap Freya seolah Andra ialah sopirnya.
__ADS_1
"Siap laksanakan tuan putri," balas Andra yang membuat Freya tertawa.
"Ini mau kemana pak?"
"Tuan menyuruh saya untuk mengantar anda ke restoran karena rapat akan segera dimulai."
"Tuannya siapa pak?" tanya Freya Kembali
"Tuannya ialah sopir ganteng disebelah anda!" ucap Andra dengan tampang songgong nya.
Freya terkekeh menatap wajah suaminya yang datar, melucu nggak sih mukanya datar-datar aja.
Freya menyenderkan kepalanya pada lengan Andra ia tersenyum mendongak menatap suaminya yang juga tengah menatap kearahnya.
Cup
Kecupan singkat ia berikan pada kepala Freya, tangan Andra mengusap lembut kepala Freya.
"Kenapa hm?"
"Nggak papa, pingin aja nempel-nempel sama suami." Andra terkekeh lantas tangannya kembali mengusap kepala Freya.
.
"Selamat siang tuan Andra." Arga menjabat tangan Andra yang baru saja tiba, Freya mengernyit saat melihat ada Arga disana. Jika kalian lupa mereka pernah bertemu, Arga yang memberi sapu tangan pada Freya? Ingat tidak.
"Siang Tuan Arga, maaf kami agak sedikit terlambat." Andra duduk tepat dihadapan Arga sedangkan Freya ia duduk disebelah Andra.
"Tidak papa tuan, kami juga baru tiba." Mata Arga menatap sendu pada wanita disebelah Andra.
Bahkan Freya tidak mengenaliku!
"Siapa wanita cantik yang disebelah Tuan Andra?" tanya Arga basa-basi, Padahal biasanya dia tidak suka basa-basi tapi ini beda.
Freya menatap sebal pada Arga, udah kenal masih aja tanya. Sok banget! dengus Freya
"Oh iya perkenalkan ini istri saya Freya, dan sayang perkenalkan itu rekan bisnis aku namanya tuan Arga." Wajah Freya bersemu saat mendengar suaminya memanggil dirinya sayang dihadapan rekan kerjanya.
Tangan Arga mengepal, sakit tapi tak berdarah itulah yang ia rasakan sekarang. Wanitanya bersemu karena ucapan lelaki lain ya dia salah lelaki itu bukan lelaki lain tapi dia suaminya, dialah yang lelaki lain di hidup Freya.
"Arga." Arga menjulurkan tangannya pada Freya yang dibalas tatapan sinis olehnya, entahlah ia selalu sebal jika menatap wajah cowok itu. Seperti waktu itu baginya Arga hanyalah cowok nakal yang hobi menghabiskan uang orang tua.
"Gak usah, orang udah kenal!" cetus Freya, Arga tersenyum kikuk ia menarik kembali tangannya.
"Sayang!" peringat Andra.
"Kenapa sih mas, orang aku udah kenal sama dia. Dia itu cowok manja yang hobi habisin duit orang tua!" ucap Freya tanpa filter, Andra segera membekap mulut ngawur istinya itu.
Sedangkan Arga bukannya kesal dua malah tersenyum tipis.
Dia tetap sama, dasar gadis konyol! Kekeh Arga.
__ADS_1
.
faham? like sama komen nya Jan lupa favorit? wajib!!