King Of Lux

King Of Lux
Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.


__ADS_3

Sementara itu para tamu yang melihat Lux mengalahkan Ray dengan mudah, tercengang tanpa bisa berkata-kata.


"Ray yang merupakan jenius dari Akademi Kerajaan telah dikalahkan oleh Lux dengan mudahnya." Ucap salah satu bangsawan.


"Ini luar biasa. Seluruh ibu kota kerajaan pasti akan terkejut dengan berita ini." Balas bangsawan lainnya.


Berbeda dengan para bangsawan, ada salah satu orang yang tidak mau mengakui kekalahan Ray, dia adalah Jack. Dia terus bergumam dalam pikirannya dan berkata. 'ini tidak mungkin. Pasti saya hanyalah mimpi. Iya, itu benar. Pasti ini hanyalah mimpi.'


Sementara itu Semiramis yang melihat kekuatan Lux memiliki reaksi mesum diwajahnya. "Ahh, tidak aku sangka kamu akan berubah sebanyak ini, Lux."


Kembali kepada Lux yang menghela nafas dan mulai menyambut para tamu lagi karena selalu tertunda dengan beberapa masalah klise yang selalu datang secara mendadak.


"Baiklah semuanya mohon perhatiannya. Aku ingin meminta maaf dulu kepada para tamu yang datang hari ini karena memperlihatkan hal yang seharusnya tidak ada di acara ini. Jadi untuk melupakan semua permasalahan ini marilah kita memulai acara pertunangan ini dengan bahagia." Ucap Lux dengan anggun.


Para tamu yang mendengar Lux bertepuk tangan.


"Hahahaha. Tuan Lux tenang saja, kami sangat menikmati acara ini. Jadi tidak usah dipikirkan." Ucap salah satu bangsawan berusaha menjilat Lux.


"Iya benar." Balas lainnya dengan senyum dan diikuti semua bangsawan lain yang tersenyum berusaha menyanjung Lux.


Mungkin hal ini diakibatkan oleh Lux yang berhasil mengalahkan Ray, jenius akademi kerajaan.


Saat acara semakin meriah ada suatu hal yang membuat Lux kembali memiliki ekspresi mata lelah dan malas. Itu adalah suara teriakan lagi untuk kesekian kalinya.


"Memulai acar ini dengan bahagia?. Apakah kamu pikir kamu pantas mendapatkan hal itu?. Matalih kamu bajingan Lux..." Ucap seorang wanita cantik berambut emas yang menangis sambil menatap Lux.


"Ugh, kali ini apalagi?." Lux Lelah dengan sesuatu yang klise seperti ini.


Semua tamu menatap wanita itu dengan terkejut, terutama Rose dan Fifian.


"Benedeta.." Ucap Rose dan Fifian secara bersamaan.


"Bukankah itu Benedeta, salah satu wanita tercantik di akademi kerajaan." Ucap salah satu bangsawan.


"Iya memang benar." Balas yang lainnya.


Sementara itu Lux yang melihat Benedeta menghela nafas. Akademi Kerajaan desas-desusnya memiliki empat wanita tercantik yaitu Rose, Anggelina, Fifian dan Benedeta.


Sementara Rose, Anggelina dan Fifian memiliki keluarga dan pendukung yang kuat. Berbeda dengan Benedeta yang hanya anak seorang Baron kecil di pedesaan.

__ADS_1


Keluarga Benedeta saat itu sedang menghadapi Krisis yang disebabkan oleh keluarga Viscount. Benedeta saat itu ditawarkan oleh kepala keluarga Viscount untuk menjadi istrinya.


Benedeta sebenarnya sudah siap akan hal itu, tetapi melihat bahwa orang yang akan dinikahi adalah seorang kakek tua yang sudah berumur, membuatnya frustasi.


Lux yang pada saat itu tidak sengaja mendapatkan informasi itu dari salah satu dokumen ayahnya yang disimpan, memanfaatkan hal itu.


Lux mulai merayu Benedeta dengan iming-iming bahwa saat dia menjadi kekasihnya dan melakukan hubungan intim dengannya, keluarganya akan menjadi bagian dari keluarga Fos.


Benedeta yang saat itu frustasi dan tidak dapat menemukan jalan keluar, akhirnya setuju. Tetapi dengan syarat bahwa Lux tidak akan meninggalkannya. Lux yang pada saat itu sudah diambang batas nafsunya, menyetujui persyaratan Benedeta tanpa pikir panjang dan akhirnya keperjakaan dan keperawanan mereka pecah, hanya dengan satu malam.


"Lux bajingan, Bukan hanya melanggar janjimu kepadaku dan telah melakukan tindakan itu. Kamu malah mencari wanita lain sebagai penggantiku. Matilah Lux..." Teriak Benedeta sambil berlari, mengangkat pisaunya dan mengarahkannya kepada Lux.


Lux yang melihat hal ini, bukannya panik, malah mendekat. Benedeta yang melihat Lux mendekat sedikit terkejut, tetapi dia tidak menghentikan tindakannya.


Saat mata pisau akan mengenai Lux. Dia memegang pisau itu dengan mudah, kemudian dia mengambil pinggang Benedeta dan memeluknya.


Benedeta yang merasakan pelukan Lux memerah malu dan berusaha melepaskannya. " Bajingan, lepaskan aku. Lepaskan..."


Saat Benedeta yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Lux.


Lux malah langsung menciumnya dengan kuat.


Semua orang yang melihat hal ini membeku ditempat. Sementara Benedeta terkejut dengan hal ini.


"Apakah kamu sudah tenang sekarang?" Tanya Lux.


"Umm." Balas Benedeta dengan malu.


"Baiklah sekarang ikut denganku." Ucap Lux.


Benedeta hanya mengangguk dan mengikuti Lux. Mereka berdua kemudian berjalan mendekati Rose dan Fifian. Kemudian Lux berkata kepada mereka.


"Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga." Ucap Lux dengan malu.


Rose yang mendengar ucapan Lux menggembungkan pipinya dengan marah dan berkata. "Lux, sebaiknya kamu siap setelah acara ini. Aku akan menghukummu."


Fifian mengerutkan keningnya dan ikut mengangguk.


Lux yang melihat hal ini hanya bernafas pasrah dan kemudian berbalik kepada tamu.

__ADS_1


"Hhh. Sepertinya acara pertunangannya akan bertambah satu orang." Ucap Lux, tertawa canggung.


Sementara itu para pria yang mendengar ucapan Lux sangat marah dan iri.


"Apa-apaan bajingan Lux ini?. Bukan hanya dia memiliki Putri Rose dan Nona Fifian. Dia bahkan mengambil Benedeta juga. Apakah dia ingin mengambil semua Dewi kami?." Ucap salah satu bangsawan sambil mengeluarkan air mata.


"Apa yang kamu katakan itu benar. Tetapi tenang saja masih ada Nona Anggelina." Balas bangsawan lainnya.


"Itu benar masih ada Nona Anggelina. Kuharap dia akan selalu menjadi Dewi kami."


Saat semua orang saling berdiskusi dengan iri dan marah. Foban dan Sebastian malah menatap Anggelina yang berada disamping mereka.


Anggelina yang menerima tatapan dari kakek dan ayahnya, memerah. " Kenapa kamu menatapku seperti itu Kakek, Ayah?."


Foban tersenyum dan membalas. "Akan lebih baik jika kamu berada disana juga."


Anggelina yang mendengar ucapan tiba-tiba kakeknya, memerah dan dengan panik membalas.


"A,a,apa yang kamu katakan Kakek?. Aku tidak mungkin melakukan hal i i itu.." Ucap Anggelina terbata-bata, sambil menatap Lux.


Sementara itu Foban yang melihat tingkah laku cucunya malah menghela nafas dan bergumam. 'hah, sepertinya itu tidak akan lama juga.'


Sementara Ayah, ibu, saudara dan saudari Lux tercengang melihat hal ini. Terutama Jack, dia berlutut ditanah dan menangis.


"Sialan. Sihir apa sebenarnya yang dilakukan bajingan Lux ini, hingga membuat tiga Dewi sekaligus jatuh cinta padanya?." Ucap Jack dengan marah.


Sementara Ibu Lux yang melihat hal sangat senang dan segera menghampiri Lux.


"Astaga Lux, sepertinya aku akan punya banyak cucu nanti. Aku tidak sabar menunggunya." Ucap Lissa dengan riang.


Rose, Fifian dan Benedeta yang mendengar ucapan ibu Lux, memerah malu.


Sementara Lux yang mendengar ucapan ibunya menghela nafas dan berkata. "Ibu, ini hanyalah pertunangan dari mana kamu mengharapkan aku akan segera memiliki anak hanya dengan bertunangan saja?."


Lissa yang mendengar ucapan Lux tersenyum dan menunjuk perut Rose. "Itu buktinya."


Lux yang paham maksud ibunya berdehem malu. "Eghem."


Acara pertunangan akhirnya berlanjut dan menjadi lebih meriah. Semua bangsawan pria melampiaskan rasa frustasinya dengan meminum anggur.

__ADS_1


Sementara para bangsawan wanita berusaha mendekati Lux untuk merayunya, tetapi dihadang oleh Rose, Fifian dan Benedeta.


Sampai acara pertunangan selesai tidak ada hal klise yang terjadi lagi.


__ADS_2