King Of Lux

King Of Lux
Chapter 77 Hanya bisa menonton.


__ADS_3

"Lux, jagalah Mavos. Biar aku berbicara dengan nona Malinda sebentar." Ucap Rose.


Yasaka dan yang lainnya mengangguk setuju. Sementara Lux yang melihat hal ini segera menghampiri mereka berempat dan langsung memeluknya.


"Kalian berempat tenanglah. Melinda orang yang dapat di percaya." Ucap Lux berusaha menenangkan mereka berempat.


Rose yang mendengar hal ini segera menghela nafasnya dan berkata. "Tenanglah Lux. Kami berempat sangat percaya dengan penilaianmu. Tetapi yang kami mau bahas bukan hal itu."


Lux yang mendengar ucapan Rose menghela nafas lega. "Baiklah kalian berlima silahkan berdiskusi. Untuk sementara biar aku yang menjaga Mavos. Aku sudah lama tidak melihat bocah nakal itu. Hahahah."


Lux melangkah pergi dan pergi ke ruangan sebelah untuk bertemu dengan anaknya Mavos.


Setelah Lux pergi, Rose kemudian menatap Melinda dengan serius dan berkata. "Nona Melinda, sekarang kamu pasti mengerti kenapa kita tidak menerimamu selama ini?"


Melinda yang mendengar ucapan Rose menghela nafasnya kemudian menatap mereka berempat dengan serius.


"Untuk pertama aku mohon maaf dengan tingkah lakuku yang selama ini mengganggu dan tidak tulus. Tetapi sekarang berbeda, saat ini aku mencintai Lux dengan tulus, mohon dimengerti." Ucap Melinda dengan nada tulus.


Rose dan yang lainnya tersenyum saat mendengar jawaban dari Melinda.


"Fufufu. Akhirnya nona Melinda paham juga kenapa kami tidak menerimamu saat itu. Saat itu nona memandang Lux seakan bukan karena cinta, tetapi karena keuntungan semata. Kalau sampai j**lang seperti itu muncul dihadapan kami, tentu saja kami berempat akan membuatnya menyesal."


Yasaka mengeluarkan kukunya yang sangat tajam dihadapan mereka semua.


Rose yang melihat hal ini tertawa dengan canggung. "Hahaha."


Sementara Benedeta dan Fifian berkeringat dengan ekspresi canggung. Berbeda dengan Melinda yang tersenyum saat mendengar hal itu.


"Ara ara. Tenang saja saudari Yasaka. Aku paham dengan hal itu dan kupastikan itu tidak akan terjadi, saat aku bersamanya sekarang ini."


Yasaka yang mendengar ucapan Melinda tersenyum puas. Sementara Rose dan yang lainnya menggelengkan kepalanya dengan lelah.


......


Saat mereka berlima berdiskusi, Sasaki dan Risaki yang saat ini sudah keluar bersama Lux.


Mereka berdua saling menatap dan kemudian mengangguk seakan memutuskan sesuatu.


Sebelum mereka bertiga masuk dikamar Mavos. Risaki tiba-tiba maju dan segera memeluk Lux dari belakang. Sementara Sasaki segera maju dan melangkah di depan Lux dan langsung menciumnya.


Lux yang diserang oleh mereka berdua tertegun ditempat. Dia kemudian memegang bahu Sasaki dan berkata.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Sasaki?, dan kamu juga Risaki kenapa kamu memelukku?."


"Ini tidak adil." Ucap Risaki, masih terus memeluk Lux.


Lux yang mendengar hal ini mengangkat alisnya bingung. "Apa maksudmu dengan tidak adil Risaki?."


Risaki yang mendengar pertanyaan Lux terdiam. Tetapi Sasaki yang berada di depannya berbicara dengan senyum sedih.


"Itu tidak adil karena kamu hanya menyentuh Malinda sementara kami berdua pelayan setiamu tidak pernah kamu sentuh." Ucap Sasaki.


Lux yang mendengar ucapan Sasaki tercengang. Kemudian berkata kepada Sasaki dan Risaki dengan tidak berdaya.


"Bukannya aku tidak mau menyentuh kalian berdua Sasaki, Risaki. Tetapi aku melakukan itu karena masih menghormati kalian berdua."


"Kalian berdua itu pengawalku bukan istriku, tentu saja aku masih tahu akan batas-batas antara pengawal dan istri."


Lux berusaha menjelaskan hal ini kepada mereka berdua, tetapi hal yang dia tidak sangka adalah Sasaki tiba-tiba memeluk dan menciumnya langsung. Sementara Risaki dibelakangnya mengusap dada Lux dengan lembut.


Setelah ciuman Lux dan Sasaki berlangsung lama, mereka berdua kemudian memisahkan diri dan saling menatap.


"Kalau seperti itu, tolong jadikan kami berdua istrimu tuan." Ucap Sasaki.


Sebelum Lux bisa membalas ucapan Sasaki, tiba-tiba Risaki yang berada dibelakang, langsung menciumnya lagi.


.....


Sementara itu Rose, Melinda dan yang lainnya telah menjadi akrab. Mereka kemudian bersama sama-sama pergi kekamar Mavos.


Saat mereka masuk dikamar, mereka bingung karena tidak melihat Lux. Tetapi mereka tidak terlalu curiga karena mereka pikir Lux mungkin lagi melakukan urusan mendesak yang lainnya.


Tetapi mereka berempat berhenti secara bersamaan. Sebelum mereka masuk didalam kamar Mavos. Mereka berempat tiba-tiba mendengar suara yang sangat mereka ketahui.


Mereka berlima saling menatap dan kemudian berbalik melihat kamar yang berada didepan kamar Mavos.


Mereka berlima kemudian datang didepan kamar dan mengkonfirmasi ulang apa yang mereka mendengar, tetapi saat mereka mendengar ulang mereka terkejut dan kemudian sedikit memerah.


Melinda yang sudah tidak tahan lagi langsung masuk tanpa mengetuk dan akhirnya dia tercengang saat melihat Sasaki, Lux dan Risaki yang sedang melakukan tindakan tidak senonoh ditempat tidur.


"..." Lux


"..." Sasaki.

__ADS_1


"..." Risaki.


.....


Diruang saat ini terlihat Lux, Sasaki dan Risaki yang sedang duduk di kursi. Di awasi oleh Rose dan yang lainnya.


"Lux, bisakah kamu menjelaskan hal ini?." Tanya Rose.


Lux yang mendengar pertanyaan ini tertawa canggung. Saat dia ingin menjawab pertanyaan Rose, tiba-tiba Sasaki dan Risaki yang berada disampingnya, berbicara.


"Maafkan aku nona Rose, ini semua salahku. Tolong jangan menyalahkan Lux." Ucap Sasaki.


Risaki yang berada di sampingnya ikut berbicara. "Nona Rose ini semua salahku, bukan salah Sasaki dan Lux."


Sasaki yang mendengar ucapan Risaki ingin membantahnya, tetapi tiba-tiba Lux yang saat ini diam akhirnya berbicara.


"Hah, Rose. Kamu seharusnya sudah tahu dengan ini semua, kan?." Tanya Lux curiga, karena dia tidak melihat ekspresi marah di wajah Rose.


Rose, Yasaka, Benedeta dan Fifian tersenyum mendengar pertanyaan Lux. Sementara Sasaki dan Risaki terkejut dengan ucapan Lux.


"Eh, apa maksud dari tuan Lux, nona Rose?."


"Hah, sebenernya dari dulu aku ingin mengikat kalian berdua menjadi salah satu dari kami. Tetapi karena kalian berdua yang terlalu serius ingin melayani Lux. Jadi aku sedikit ragu ingin melakukannya. Tidak aku sangka ternyata kalian memiliki perasaan itu terhadap Lux. Itu mempermudah semunya, jadi sekarang selamat datang bersama kami saudari Sasaki dan Risaki."


Sasaki dan Risaki yang mendengar ucapan Rose, tersentuh dan kemudian langsung memeluk Rose dengan bahagia.


Lux yang melihat hal ini memasang ekspresi ikan mati. Tetapi tidak berlangsung lama dia tiba-tiba memiliki ekspresi menyeramkan diwajahnya. 'hehehe. Berani-beraninya kalian mempermainkan suami kalian..."


Lux tiba-tiba menghilang dan muncul didepan pintu kamar dan langsung menguncinya.


Saat Rose dan yang lainnya masih bahagia dengan bergabungnya Sasaki dan Risaki. Mereka semua terkejut dan kemudian melihat Lux yang tiba-tiba mengunci pintu.


Mereka berkeringat dingin saat melihat ekspresi Lux yang tersenyum penuh arti.


"Lux kenapa kamu mengunci pintu?." Tanya Rose ragu.


"Hehehe. Tentu saja untuk menghukum kalian semua, Karena telah mempermainkanku." Ucap Lux yang kemudian tiba-tiba melepaskan bajunya.


Mereka semua yang mendengar ucapan dan tindakan Lux memerah malu. Tetapi tiba-tiba Yasaka, Benedeta dan Fifian berkata kepada Lux.


"Lux, kami masih dalam kandungan. Itu tidak baik untuk kami bertiga." Ucap Yasaka.

__ADS_1


Lux yang mendengar ucapan Yasaka masih tersenyum. "Tentu saja khusus untuk kalian bertiga. Hanya bisa menonton sebagai hukumannya, tetapi untuk sisanya, hehehe."


Mereka yang mendengar hal ini semakin memerah. Sedangkan Yasaka, Bendeta dan Fifian hanya bisa cemberut. Tetapi Lux tidak memperdulikannya dan langsung membawa mereka semua di tempat tidur, untuk melakukan tugas terakhir.


__ADS_2