
Saat ini pasukan kerajaan Green sedang berdiri di depan gerbang ibukota untuk menghadapi pasukan aliansi dari kerajaan Ness dan Demon.
"Rose, sebaiknya kamu mundur kebelakang sekarang." Ucap Linlin.
"Tapi ibu.."
"Tidak ada tapi-tapian Rose. Kamu sedang hamil sekarang. Setidaknya biarkan aku menjadi ibu yang baik bagimu untuk terakhir kalinya."
Linlin tersenyum kepada Rose, Alisa yang melihat hal ini menghela nafas.
"Yang di katakan Linlin memang benar. Serahkan ini kepada kami yang sudah berumur."
Kevin yang melihat ibunya ikut maju bersama Linlin, tidak bisa tidak khawatir.
Dia saat itu berada di kurungan rumah karena telah melanggar aturan keluarga kerajaan. Tetapi saat itu tiba-tiba pelayan istana membebaskannya dan berkata bahwa ibukota sekarang sedang dalam kekacauan. Dia diarahkan agar segera berkumpul di gerbang ibukota untuk ikut bertarung.
Tetapi melihat hal ini, apalagi ibunya akan berperang di garis depan, dia tidak bisa tidak khawatir.
"Ibu, tidak bisakah..."
Ratu Alisa langsung menghentikan ucapan Kevin sebelum dia bisa menyelesaikannya. "Kevin, tidak usah berkata lagi. Walaupun aku tidak bisa berharap banyak darimu. Tetapi aku tetap menyayangimu, walaupun kelakuanmu itu yang penuh nafsu."
"Ugh,.. Ibu bagaimana dengan Saudara Leo?. Kenapa dia bisa mengkhianati kerajaan Green?."
"Berhenti membicarakan dia Kevin, dia bukanlah anak kandunku. Anakku satu-satunya cuma kamu seorang."
Semua orang tercengang saat mendengar Wahyu ini, termasuk Ron.
'Ugh, sebenarnya ada apa dengan drama ini?. Pertama Pangeran Alex yang ternyata bukan anak dari Ratu Linlin, sekarang Pangeran Leo, bukan juga anak dari Ratu Alisa, ini semakin rumit.'
Sementara itu Kevin terdiam saat mendengar ucapan ibunya. "Apa maksud ibu?."
"Nanti aku akan menjelaskannya."
Segera Linlin dan Alisa mulai bergerak kedepan para prajurit. Sementara Foban yang melihat ini tidak bisa tidak kegirangan.
"Yang mulia Ratu jangan Lupakan aku. Walaupun tulang tua ini sedikit mengendur itu masih bisa bertarung di keadaan puncaknya."
"Dan aku juga." Sebastian ikut menghampiri mereka.
"Fufufu. Walaupun kita masih kekurangan Raja Grey sekarang. Sepertinya kita akan reuni lagi seperti saat masa jayanya kita." Semiramis tiba-tiba ikut berada bersama mereka.
Linlin dan yang lainnya tersenyum saat mendengar ucapan Semiramis.
Tetapi hal yang mereka tidak sangka adalah seseorang pria tiba-tiba muncul di depan mereka.
__ADS_1
"Apa seperti itu?. Jadi dengan adanya aku sekarang, bagaimana?."
Semua orang yang berada di sana termasuk pasukan musuh terkejut.
"Raja Grey."
Ternyata yang datang adalah Raja dari kerajaan Green yaitu Grey.
Alisa dan Linlin yang melihat kedatangan Grey yang tiba-tiba, tidak bisa menahan tangisnya. "Grey..."
"Alisa, Linlin. Kalian pasti sangat kesulitan selama ini."
"Apa yang kamu katakan Grey, kami adalah satu tubuh dan satu cinta. Tentu saja kami akan berkorban untukmu, walaupun itu nyawa kami sekalipun. " Alisa dan Linlin berkata secara bersamaan.
"Hah. Aku memang beruntung memiliki kalian bertiga. Walaupun Lucy tidak bersama kita kali ini. Apakah kalian berdua mau bertarung denganku sekali lagi?."
"Tentu saja." Balas Alisa dan Linlin, sambil tersenyum.
"Hahahaha. Dengan adanya kamu di sini Yang Mulia, darahku kembali mendidih lagi." Foban berkata dengan kegirangan.
Raja Grey yang mendengar ucapan Foban, tersenyum. Segera dia melihat semua prajurit, sampai pandangannya jatuh pada Rose, Kevin, Arthur dan Nana.
"Ayah." Ucap mereka berempat dengan sedih.
Raja Grey hanya tersenyum membalas sapaan mereka. Dia kemudian dia menfokuskan kembali dirinya pada pasukan.
Para prajurit yang melihat ini tidak bisa tidak bersemangat. Darah mereka mulai mendidih, sudah lama terakhir kali mereka bertarung bersama Raja mereka. Kali ini mereka bisa mewujudkannya lagi.
"Ooo." Teriak para prajurit dengan semangat yang membara.
Sementara itu Raja Ness dan Raja iblis yang melihat kedatangan Grey, sangat bersemangat.
"Hahahaha. Grey, akhirnya kamu muncul. Ini tidak akan menarik kalau aku tidak membunuhmu dengan tanganku sendiri." Teriak Raja Ness dan Iblis.
Grey yang mendengar teriakan mereka berdua mengerutkan keningnya dengan dingin. "Ness, Asmodeus. Kalian semua bajingan yang tidak tahu berterima kasih. Kali ini akan kubunuh kalian dengan tanganku sendiri."
"Hahahaha. Membunuh kami, apakah kamu mengigau Grey. Lihatlah pasukan yang kami punya, itu bahkan empat kali lipat Lebih banyak dari pada pasukanmu." Ness membalas dengan seringai ganas.
"Hoo, sepertinya memang begitu. Jadi aku akan mengurangi sebagian pasukanmu." Grey kemudian segera mengeluarkan sebuah artefak berbentuk bola berwarna ungu.
Pria berjubah yang berada di samping Raja Ness dan Iblis terkejut saat melihat artefak itu. "Tidak baik. Ness, Asmodeus. Segera mundur."
Raja Ness dan Iblis yang mendengar ucapan utusan itu terkejut. Tetapi sebelum mereka bisa menyadarinya. Grey segera mengaktifkan artefak itu.
"Sekarang hancurlah kalian semua."
__ADS_1
Artefak Grey langsung bercahaya dan terbang di atas awan. Sontak Bandai petir yang sangat besar muncul dan membentuk sebuah kepala naga yang sangat besar.
Semua orang tercengang melihat hal ini. Terutama pasukan dari kerajaan Ness dan Demon.
"Sialan. Tidak di sangka alam tersembunyi ini akan memiliki sebuah Artefak Legendaris."
Kedua pria berjubah saling memandang dan kemudian mengeluarkan tiga artefak Suci mereka dan mengaktifkannya. Segera tiga lapisan pelindung muncul dan melindungi sebagian pasukan, tetapi masih ada pasukan yang tidak masuk didalam lapisan pelindung.
"Sial, kita tidak bisa menjangkau sebagian prajurit."
Kedua pria berjubah itu mengumpat dengan marah.
Sementara petir yang berbentuk kepala naga segera melesat ke arah pasukan kerajaan Ness dan Demon.
*Boom
Lapisan pelindung bertabrakan dengan petir, tetapi pelindung itu tidak mampu menahan petir yang sangat kuat dan menyebabkan terjadinya retakan pada pelindung.
Kedua pria berjubah yang melihat ini frustasi dan kemudian mengeluarkan tiga artefak Suci lagi untuk menahan serangan petir.
Usaha mereka tidak sia-sia, petir berhasil di tahan tetapi sebagai pasukan masih mengenai dambak dari serang itu, terutama yang tidak berada didalam lapisan pelindung.
"Hiss. Bagaimana bajingan Grey memiliki artefak seperti itu?."
Raja Iblis berkeringat dingin setelah melihat serangan petir ini. Kalau saja pelindung itu tidak ada, mereka mukin sudah hangus menjadi debu.
"Ugh, juga pasukan kita sudah berkurang setengahnya." Ucap Raja Ness dengan muram.
"Tenanglah kalian berdua, untuk sekarang yang penting kita masih jauh lebih unggul. Juga artefak yang dia gunakan itu adalah artefak sekali pakai." Ucap Salah satu pria berjubah.
Raja Ness dan Raja Iblis menghela nafas lega. Sementara itu Gordon yang bersama Pon dan Leo tercengang dengan serangan yang tiba-tiba itu, mereka ketakutan dan jatuh di tanah.
Berbeda dengan pihak Raja Grey yang sangat tercengang melihat serangan pertama yang di Lesatkan oleh Raja mereka.
"Artefak Legendaris, ya. Sungguh serangan yang luar biasa." Brayen berkata dengan tenang.
"Artefak Legendaris?, Bukannya Artefak hanya sampai di tahap suci tuan" Rose bertanya dengan bingung, diikuti dengan yang lainnya.
Raja Grey yang mendengar ucapan Brayen melihatnya dan berkata dengan senyuman. "Hoo. Tidak aku sangka aku melihat orang dari dunia luar di sini dan juga kekuatanmu sangat kuat pak tua."
"Hohoho. Yang mulia terlalu rendah hati,
Aku tidak sehebat itu."
Semua orang yang mendengar percakapan Raja Grey dan Brayen tambah bingung.
__ADS_1
"Dunia Luar?"