King Of Lux

King Of Lux
Chapter 55 Perang 4


__ADS_3

Saat Rose dan yang lainnya masih di dalam istana kerajaan dan telah berhasil menghilangkan penghalang ruangnya. Gregor dan yang lainnya sudah berkumpul di kediaman bangsawan Lance untuk membahas penyerangan di setiap keluarga bangsawan.


Terlihat di dalam ruangan terdapat enam orang yang sedang duduk saling berhadap-hadapan.


"Kenapa kita tidak langsung saja menyerang kediaman para bangsawan itu, toh semua kepala keluarganya berkumpul di dalam istana kerajaan." Seorang pria dengan perawakan liar berbicara dengan sombong.


"Tuan Cesar tidak boleh meremehkan setiap keluarga bangsawan di kerajaan Green. Setiap kediaman mereka pasti memiliki pembangkit tenaga listrik, terutama keluarga Red yang memiliki monster tua di dalamnya." Balas Gordon dengan tenang.


Cesar yang mendengar ucapan Gordon mendengus dan tidak membalas. Sementara Gregor yang mendengar ucapan Cesar berkata.


"Cesar, apakah pihak kerajaan Ness hanya mengirimmu seorang?."


"Tentu saja. Aku sendiri sudah cukup menangani masalah ini."


Cesar berkata didepan semua orang dengan sombong. Gregor yang mendengar ini mengerutkan keningnya.


"Cesar, jangan menganggap enteng masalah ini. Kamu pikir para monster tua yang akan kita hadapi ini, dapat di bunuh dengan mudah?. Rata-rata kemampuan mereka semua berada di tahap kuning dan perak, belum lagi monster tua di keluarga Red. Dia memiliki seorang tahap putih di dalamnya. Bersyukurlah Foban, Semiramis dan Linlin masih di kurung didalam ruangan, kalau tidak ini mungkin tidak akan berjalan dengan baik."


Cesar mendengar ini mengabaikannya dan malah berkata dengan acuh tak acuh. "Baiklah-baiklah, jadi bagaimana kita menghadapi mereka semua ini?."


Gregor mengerutkan keningnya dengan prilaku Cesar tetapi masih berkata. "Cesar, kamu akan menangani sendiri keluarga Fos, aku dan Phil akan menyerang keluarga Red. Sementara untuk Leo, Gordon dan Pon akan menyerang keluarga yang tersisa. Bagaimana?." Gregor menjelaskan dengan tenang.


Phil yang merupakan rekan Gregor dari kerajaan Demon mengangguk setuju. Leo, Gordon dan Pon menyetujuinya juga.


Sementara Cesar memiliki seringai ganas di wajahnya.


"Keluarga Fos ya. Aku menyukai itu. Hahahaha." Cesar tertawa dengan gila.


"Baiklah, karena semua orang sudah setuju ayo bergerak." Ucap Gregor dan kemudian keluar ruangan. Yang lainnya mengikuti di belakangnya.


.....


Saat ini di kediaman keluarga Fos terdapat seorang pria tua yang melihat bulan di langit malam dengan tenang.


"Hah, kenapa suasana kerajaan terasa sangat dingin. Apakah akan terjadi sesuatu?." Leluhur Fos berkata dengan serius.


Saat Leluhur Fos masih dalam pikirannya, tiba-tiba terjadi ledakan di depan kediaman.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?."


Leluhur Fos bergumam dengan serius dan kemudian segera pergi kedapan kediaman keluarga Fos. Saat dia sampai di sana tiba-tiba dia melihat seorang pria dengan perawakan ganas menyerang dengan ekspresi gila.


"Hahahaha. Saudaruku, segera bantai semua keluarga ini." Perintah Cesar.


"Baik tuan." Para prajurit Cesar segera menyebar dan melakukan penyerangan dengan gila-gilaan.


Beberapa prajurit Cesar melesat dan menyerang para pengawal keluarga Fos.


"Bajingan, siapa kalian?. Berani-beraninya kalian menyerang keluarga Fos." Teriak kapten Pengawal dan menahan serangan prajurit Cesar.


"Cih, bajingan sampah. Berani-beraninya kamu bersikap sombong seperti itu." Cesar berkata dan melesatkan pedang besarnya kepada kapten pengawal keluarga Fos.


Kapten pengawal yang melihat serang ini terkejut dan ingin menghindar, tetapi serangnya terlalu cepat.


'Sialan, apakah aku akan mati?.' Pikir kapten pengawal dengan pasrah, tetapi sesuatu yang tidak dia sangka adalah pedang itu berhenti dan dihalau oleh Leluhur Fos.


"Segera pergi kedalam dan lindungi garis keturunan utama."


Kapten pengawal yang mendengar ini terkejut, tetapi segera kembali menjernihkan pikirannya dan segera membalas ucapan Leluhur Fos.


"Kekeke, akhirnya bos utamanya telah keluar."


Cesar mudur dan mengatur jarak dengan Leluhur Fos.


"Dari seragam yang kamu kenakan dapat dilihat bahwa kamu berasal dari kerajaan Ness. Tetapi bagaimana bisa kamu menyusup dan masuk kedalam ibukota dengan prajurit sebanyak itu dan seharusnya pihak istana menyadarinya juga, kecuali kalian telah menguasai istana kerajaan." Leluhur Fos berkata dengan dingin.


"Hahahaha. Kamu cepat paham pak tua. Jadi serahkan kepalamu." Teriak Cesar mengayunkan pedangnya yang dilapisi dengan petir yang sangat kuat.


"Sepertinya kerajaan ini sedang dalam keadaan krisis." Leluhur Fos membalas serangan Cesar dan mengeluarkan pedangnya yang dilapisi api berwarna biru.


*Bungg


Bunyi tabrakan yang sangat kuat terdengar, menyebabkan gelombang yang sangat kuat.


"Hahahaha, Lumayan. Tetapi itu belum cukup untuk menghadapi ku pak tua. Haaaaa."

__ADS_1


Cesar menyalurkan mananya di dalam pedangnya dengan ganas. Arus Listrik keperekan terlihat dan menerbangkan Leluhur Fos ke belakang.


Leluhu Fos segera menstabilkan dirinya dan melihat petir keperakan Cesar dengan terkejut. "Keluarga Lam."


"Hahahaha. Itu benar, kamu sudah tahukan dendam apa yang kami miliki terhadap keluarga anda."


Cesar kemudian menghilang dan muncul didepan Leluhur Fos dan menebaskan pedangnya kedepan lagi.


Leluhur Fos yang melihat ini segera menghilang dan muncul dibelakang Cesar.


"Sepertinya aku memang mempunyai alasan untuk membunuhmu." Ucap Leluhur Fos dan menikamkan pedangnya kearah belakang Cesar.


Cesar yang melihat serang intens Leluhur Fos terkejut dan menggunakan Artefak pelindungnya dan melindungi serangan Leluhur Fos. Cesar terlempar dengan cepat dan menabrak salah satu bangunan rumah.


"Hum, artefak ya." Ucap Leluhur Fos dengan serius kemudian mendekati Cesar dengan tenang.


Cesar segera bangun dan memindahkan tumpukan bangunan yang menimpanya.


"Sialan." Cesar menopang tubuhnya menggunakan tumitnya dan membersihkan sedikit darah di mulutnya.


"Kamu sangat beruntung anak muda. Tetapi serang berikutnya akan langsung membunuhmu."


Leluhur Fos memasang kuda-kuda pedang dan siap melayangkan serangan terkuatnya. Tetapi hal yang tidak dia sangka adalah sebuah anak panah datang dari belakangan dan mengenai bahunya.


Leluhur terkejut dan serangannya kepada Cesar melenceng dan tidak mengenainya.


"Ugh, siapa?." Leluhur Fos berbaliki dan melihat seseorang di atas tembok memegang anak panah dengan menggunakan kerudung diwajahnya.


Cesar yang melihat ini memiliki kesempatan dan segera menyerang balik Leluhur Fos. Dia menghilang seperti kilat dan melesatkan pedangnya ke Leluhur Fos.


Leluhur Fos yang masih dalam posisi menghadap kebelakang terkejut dengan serangan tiba-tiba Cesar.


"Sialan." Leluhur Fos ingin menghindar, tetapi dia sedikit terlambat. Tangan kanannya mengenai tebasan pedang dan terputus. Leluhur Fos mundur kebelakang dan memegang tangan kanannya yang terputus.


"Ugh, sialan. Sepertinya aku sudah sangat tua. Sampai-sampai lengah seperti itu."


"Hahahaha. Pak tua, tamatlah riwayatmu, kamu seharusnya tidak lengah saat menghadapiku." Cesar menyeringai senang. Dia mulai akan menyerang Leluhur Fos lagi. Tetapi sebuah sihir petir yang kuat melesat kearahnya.

__ADS_1


"Ha?.." Cesar melirik petir yang menyerang dirinya. Dia segera mengangkat tangan kirinya dan menghalaunya dengan mudah.


__ADS_2