
Bahal yang mendengar Ucapan Lux segera membalasnya dengan tenang. "Kalau apa yang kamu ucapkan itu memang benar. Bisakah kamu menyerahkan buktinya kepadaku?"
Lux yang menunggu ucapan itu dari Bahal, segera tersenyum dan membalas.
"Ini adalah bukti dari suku Rubah kami." Ucap Lux sambil mengeluarkan surat dari cincin penyimpanannya.
Bahal segera membaca isi surat itu dengan keras. Isi surat itu berisi tentang rencana konspirasi Suku Serigala dan pangeran Otar untuk menjebak suku rubah seakan-akan mereka telah menyerang suku serigala.
Para bangsawan dan kepala suku yang mendengar apa yang di baca oleh Bahal, tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya.
"Hah, tuan Yamada apakah anda masih ingin mengelak?." Ucap Bahal.
Yamada yang mendengar ucapan Bahal masih muram dan tidak bergerak di tempat.
'Bajiang Baki sialan. Padahal sudah tertulis di surat itu untuk membakarnya setelah di baca. Dia malah menyimpannya di cincin penyimpanannya.' Gumam Yamada di dalam pikirannya dengan rumit.
"Tuan Yamada apakah kamu tidak mendengar ucapanku?." Tanya Bahal dengan keras.
Kali ini Yamada yang melamun segera tersadar. Tetapi dia tidak bisa berbicara apapun dan berkeringat dingin. Diapun menatap yang mulia untuk meminta tolong karena dalam rencana ini ada pangeran Otar termasuk di dalamnya.
Raja Lion yang melihat pandangan Yamada paham. Tetapi yang membuat Yamada tercengang adalah pandangan Raja Lion sangat dingin saat ini.
'Sialan. Pertama Tetsu dan sekarang Otar. Kenapa Meraka tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan benar.' Pikir Raja Lion dengan Frustasi.
"Karena tuan Yamada tidak mengucapkan apapun berarti apa yang di katakan oleh tuan Lux semua benar. Pengawal segera panggil pangeran Otar untuk di berikan hukuman di sidang ini bersama Yamada."
Bahal mengintruksikan pengawal untuk segera memanggil pangeran Otar. Para pengawal yang mendengar ucapan Bahal segera mengangguk dan tidak berlangsung lama pangeran Otar di bawah oleh pengawal ke aula.
Pangeran Otar yang memasuki ruangan bingung dengan situasi ini. Diapun menoleh ke Yamada untuk di mintai penjelasan. Tetapi Yamada hanya termenung di tempat dengan frustasi. Pangeran Otar yang melihat ini mengetahui bahwa situasi tidak berpihak kepadanya. Diapun melihat Lux yang tersenyum mengejek kepadanya.
Pangeran Otar yang mudah terprovokasi sangat marah dan segera menerkamnya. "Manusia, Mati." Teriak Otar berlari menuju Lux.
Tetapi hal yang tidak di sangka oleh Otar adalah dia tiba-tiba terikat Oleh sebuah dahan pohon yang muncul dari lantai.
"Pangeran Otar mohon, tenang. Kamu di sini adalah orang yang akan di adili."
Fuji berkata sambil mengeluarkan sihir alamnya.
__ADS_1
"Lepaskan aku brengsek." Ucap Otar berusaha melawan, tetapi tidak bisa menggerakkan badannya.
"Otar sudah cukup. Segera kembali ke hadapan Raja untuk di adili. Kalau tidak hukumanmu mungkin akan lebih berat." Kali ini Bahal berusaha menenangkannya juga.
Lion yang mendengar ucapan Bahal segera tenang kembali dan melangkah menuju tempat di samping Yamada, tetapi dia masih frustasi dengan kekalahannya ini.
"Kalau begitu Yang mulia aku akan kembalikan kepada anda untuk memberikan hukum yang akan di berikan." Bahal berkata dengan tenang sambil melihat ekspresi Lion yang saat ini tetap tenang.
Bahal yang melihat ini mengerutkan keningnya. 'Apakah dia masih memiliki kartu truf yang lain?'
"Baiklah karena keputusan akhir di berikan kepadaku. Aku kali ini mengumumkan bahwa suku Serigala dan pangeran Otar tidak bersalah. Mereka di jebak oleh manusia Licik Lux dan Suku Rubah. Jadi yang akan di hukum adalah Suku Rubah, Sasaki segera tangkap meraka." Teriak Raja Lion.
Sasaki yang mendengar ucapa Raja Lion segera keluar dari celah ruang dan mengaktifkan empat artefak ruang di tangannya. Keempat Artefak itu memancarkan cahaya dan naik keatas Lux dan Suku Rubah, membentuk kubus ruang yang sangat kuat dan mengurung mereka.
Semua Orang di dalam ruangan terkejut, terutama Lux dan Yasaka.
"Raja Lion, apa maksudnya dengan ini?." Tanya Yasaka dengan marah, aura sudah mulai meluap dan akan segera berubah menjadi Rubah Ekor sembilan. Saki dan yang lainnya juga sudah mulai siap bertarung.
"Yang mulia, apakah kamu mau bertindak tidak masuk akal seperti ini?." Tanya Kepala Suku burung Fuji yang mulai mengeluarkan tombaknya, diikuti dengan bawahannya di belakang.
Sementara itu Suzuki dan Orochi yang melihat tindakan Raja Lion yang tidak masuk akal mengerutkan kening.
Beberbeda dengan Orochi yang langsung berbicara di depan Raja Lion. "Yang mulia ini tindakan yang sangat memalukan."
Sun Go juga yang saat ini berada di pihak Lux ikut membelanya.
"Raja Lion dari dulu sebenarnya aku sangat tidak menyetujuimu menjadi seorang Raja, karena aku berpikir pasti kamu akan menjadi arogan seperti ini." Teriak Sun Go kemudian mengeluarkan tongkat emasnya.
Berbeda dengan Yamada dan pangeran Otar yang pertama merasa frustasi. Kemudian tiba-tiba menjadi tercengang dengan situasi yang berbalik ini.
'Ini?. Apakah Raja Lion memang sudah berniat membela kami di pengadilan ini?' Pikir Yamada bingung, sekaligus bersemangat.
Saat pikiran Yamada menjadi liar sekarang, Raja Lion yang melihat situasi didalam ruangan bukannya tertekan malah balas mencibir.
"Hum, Apakah kalian pikir aku tidak bisa mengalahkan kalian?. Penatua sepertinya anda harus keluar sekarang." Ucap Raja Lion tiba-tiba.
Setelah Raja Lion berkata. Tiba-tiba muncul sesosok orang tua berwatak seperti singa sama dengan Raja Lion. Orochi yang melihat kemunculan Orang tua itu berkeringat dingin dan segera kembali di tempatnya.
__ADS_1
"Hahahaha. Sepertinya para bangsawan dan kepala suku terlalu bertindak arogan sekarang, bukannya begitu Orochi?." Tanya Orang tua itu.
"Hah, tuan Bur bukannya ini terlalu berlebihan untuk ditangani oleh anda. Mengenai persoalan kecil ini?." Ucap Orochi berusaha menenangkan dirinya.
"Hmm, apakah seperti itu?." Tiba-tiba Bur mengeluarkan tekanannya dan Sontak Semua Orang di dalam ruangan kecuali Raja Lion ditekan oleh aura yang menyesakkan.
Orochi, Fuji, Suzuki dan Sun Go berkeringat dingin saat merasakan aura ini.
Sementara itu Yasaka, Lux dan yang lainnya semakin tertekan dengan situasi yang mengancam ini.
'Sialan. Auranya bahkan lebih kuat dari Raja Lion. Sepertinya situasi memang sudah sangat tidak baik untuk kita.' Pikir Lux berkeringat dingin.
Lux melihat Raja Lion, Sasaki dan Bur yang masih fokus terhadap Orochi dan Sun Go. Kemudian dia berbalik kearah Yasaka dan yang lainnya.
"Kalian semua segera mendekat ke sini." Teriak Lux
Yasaka dan yang lainnya mendengar ucapan Lux, tanpa pikir panjang segera mendekat. Lux yang melihat mereka telah berada di sampingnya segera mengeluarkan mata terlarangnya. Mata kanannya kemudian berputar dan kekuatan penghisap yang kuat muncul di mata kanan Lux dan langsung menghisap Yasaka dan yang lainnya di ruangan Dimensional World, Lux.
Lux menghela nafas lega setelah menyimpan Yasaka dan yang lainnya di Dimensional World. Dia kemudian menatap Kubus ruang yang mengurungnya.
'Penghalang ruangan ini memang sangat kuat. Tetapi itu tidak akan berguna untuk mata ini.' Pikir Lux kemudian berteleportasi di depan Fuji dan sekawanan suku burung lainnya.
Fuji yang melihat kemunculan Lux secara tiba-tiba terkejut. Tetapi saat dia ingin berkata, tiba-tiba dia dan sekawanan suku Burung lainnya terhisap di mata kanannya dan menghilang.
Saat Lux ingin pergi ke Dimensional World juga, tiba-tiba dia di kejutkan oleh Suara Raja Lion.
"Tidak baik, manusia dan Suku Rubah itu ingin kabur." Ucap Raja Lion, yang kemudian membuat Bur berbalik dan melihat ke arah Lux.
Bur langsung menghilang dan muncul di depan Lux, mengeluarkan serangan yang sangat dahsyat.
"Sialan. TIME BREAK." Ucap Lux, mata kirinya mulai berputar.
Bur mulai sedikit melambat. Tetapi hal yang tak terduga adalah itu tidak cukup untuk menghentikannya.
Lux yang melihat ini menggunakan hampir semua mananya. Mata kirinya mulai berputar dengan cepat dan darah mulai keluar dari mata kirinya.
Hal itu mulai membuahkan hasil dan menghentikan Bur di udara.
__ADS_1
"Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini" Ucap Lux dengan pandangan yang sangat dingin. Sebelum mata kanannya mulai berputar lagi dan menghisap tubuhnya hingga menghilang.