King Of Lux

King Of Lux
Chapter 83 Pengepungan


__ADS_3

Saat Lux dan yang lainnya telah selesai menyantap makanan. Mereka kemudian mulai bersiap melanjutkan perjalanan kekota Liber.


"Lux, bagaimana kalau kamu naik ke gerbong bersamaku." Ucap Lolita dengan malu.


Lux yang melihat ajakan Lolita tersenyum dan Lolita yang melihat senyum Lux semakin malu, kemudian berteriak dengan panik.


"Jangan salah sangka. Aku hanya tidak tega membiarkan penolongku berjalan kaki." Ucap Lolita sambil melambai-lambaikan tangannya dengan panik.


Lux yang mendengar ucapan Lolita tersenyum canggung dan kemudian berkata. "Baiklah-baiklah. Jika itu yang di inginkan oleh tuan putri, bagaimana aku bisa menolaknya."


"Hum." Dengus Lolita dan kemudian memasuki gerbong kereta yang diikuti Lux dibelakangnya.


Sementara Phil dan Bray yang melihat hal ini hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lelah.


"Baiklah, karena semua orang sudah pulih dan penuh energi ayo kita segera melanjutkan perjalanan kami." Teriak Bray.


"Ooo." Balas para prajurit dengan semangat.


Merekapun segera melanjutkan perjalanan ke kota Liber. Tetapi hal yang mereka tidak sadari adalah sebuah bayangan hitam terlihat masuk didalam gerbong. Bayangan hitam itu mulai menyatu dengan bayangan Lux.


"Bagaimana Moon?, Apakah kamu sudah menemukan semua informasi tentang kerajaan ini?." Tanya Lux kepada Moon yang saat ini menyatu dengan bayangannya.


"Tuan, Situasi kerajaan ini berada di ambang kehancuran. Berdasarkan informasi yang saya dapat, Raja kerajaan Mesh telah mati belum lama ini dan para pangeran kerajaan mulai berperang satu sama lain, hingga pemenang perang dimenangkan oleh pangeran pertama yang berhasil menguasai kerajaan."


"Berdasarkan informasi yang kudapat pangeran pertama menang karena dia bekerjasama dengan kerajaan Chaos dan Matahari untuk membantu dia naik tahta dengan imbalan tambang batu mana sebagi gantinya."


"Para pangeran yang masih memiliki kekuatan disetiap sudut wilayah kerajaan Mesh, sangat tidak puas atas tindakan pangeran pertama dan menyatakan pangeran pertama sebagai pengkhianat kerajaan."


"Atas dasar ini peperangan terjadi terus-menerus yang menyebapkan ekonomi Kerajaan jatuh dan berbagai wilayah kerajaan banyak ditempati oleh para bandit."


"Hmm. Sepertinya itu tidak sederhana. Dari perkataanmu itu dapat disimpulkan bahwa kerajaan Chaos dan Matahari yang pasti merencanakan hal ini untuk mengambil alih wilayah kerajaan Mesh. Ini sangat tidak bagus untuk situasiku sekarang." Ucap Lux kemudian bertanya lagi kepada Moon.


"Moon. Apakah ada lagi?"


"Sebenarnya ada lagi tuan, tapi itu berhubungan dengan gadis yang berada didepan tuan." Ucap Moon dengan tenang.


Lux yang mendengar ucapan Moon segera melihat Lolita yang tertidur di tempat duduknya. "Apa itu Moon?."


"Wanita yang berada di depan tuan adalah putri Lolita dari kerajaan Mesh dan sekarang sedang diburu oleh pangeran pertama Alan. Tuan kota yang merupakan paman dari putri ini adalah seorang pengikut dari pangeran pertama. Aku takut mungkin putri ini akan mengalami nasib yang buruk nanti saat dia tiba di kota Liber."

__ADS_1


Lux yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya dan kemudian bertanya lagi kepada Moon. "Apakah kamu tahu kenapa pangeran pertama mencari gadis kecil ini?."


"Maafkan aku tuan. Aku tidak mengetahuinya."


Lux yang mendengar ucapan Moon mulai kembali berpikir. 'Seperyinya ada yang salah. Kenapa pangeran pertama ini mencari Lolita seperti ini?. Dia seharusnya tidak punya waktu untuk mengurusi putri Lolita yang tidak memiliki dukungan, tetapi dia malah mencari keberadaan Lolita sampai sejauh ini.'


Lux kemudian melihat Lolita lagi dengan serius dan mencoba menganalisis Lolita menggunakan AI.


"AI, analisis status Lolita."


[Mulai Menganalisis..]


[Status


Nama : Lolita Mesh


Kelas : Suci


Elemen : Cahaya.


Garis darah : Pahlawan.


Kecepatan : 200


Fisik : 200


Mana : 500.000


Tahap Meditasi : Mana Core Tahap kuning


Karakteristik : Pemalu, Baik Hati.


Kelemahan : Terlalu Baik, sehingga mudah dimanfaatkan.]


Lux yang melihat status Lolita sangat terkejut dengan Kelas dan garis darahnya. 'Kelas Suci dan Garis darah pahlawan?. Bukankah ini adalah kelas dan garis darah yang sudah punah. AI, bisakah kamu menjelaskan hal ini.'


[Menganalisis....]


[Asal darah mengandung garis keturunan dari Pahlawan kuno pembunuh naga iblis *Grey Mesh*.]

__ADS_1


Lux yang mendengar penjelasan AInya terkejut. 'Jadi seperti itu. Pantas saja pangeran Alan itu berusaha mendapatkannya, ternyata semua ini untuk mengekstrak garis darah dari Lolita.'


'Hmm. Kalau seperti ini berarti jalan satu-satunya cuman menguasai kerajaan ini. Aku tidak bisa selalu bersembunyi, apalagi kerajaan Chaos dan Matahari mulai melakukan tindakan penjajahan ini. Jadi Putri Lolita ini adalah kunci dari rencanaku.' Lux berpikir dengan serius. Dia mulai menyusun rencananya untuk menaklukkan kerajaan Mesh ini.


.....


Setelah beberapa jam rombongan Lux dan yang lain, akhirnya tiba di kota Liber.


Lux mulai membuka jendela dan melihat tembok kota yang lumayan besar menutupi seluruh kota. Di depan pintu masuk terlihat beberapa prajurit yang menjaga gerbang dan Bray yang sedang berdiskusi dengan penjaga gerbang.


Setelah berdiskusi akhirnya Bray kembali dan berkata kepada putri Lolita. "Tuan putri, tua. Kota sudah menunggu kedatangan anda. Dia mengirim prajuritnya untuk mengantarkan kami kepadanya."


Putri Lolita yang semula bernafas lega karena telah tiba di kota Liber dengan selamat. Kini sangat senang karena mendengar kabar bahwa pamannya telah menyiapkan prajurit khusus untuk mengawal.


Lux yang melihat kejadian ini semula menatap para prajurit yang datang bersama Bray dengan tenang.


'Sepertinya tuan kota ini ingin mati lebih cepat.' Pikir Lux dengan dingin karena telah mengetahui rencana dari tuan kota.


Sementara itu putri Lolita yang senang dan tidak mengetahui rencana pamannya segera berkata kepada Bray. "Kapten Bray silahkan ikuti para prajurit yang di bawa pamanku."


"Baik putri." Jawab Bray dan segera mengikuti instruksi para prajurit tuan kota.


Para prajurit itu mulai mengawal rombongan Lux dan masuk kedalam kota. Tetapi sesuatu yang membingungkan Bray dan Phil adalah para prajurit ini tidak mengarahkan mereka ke arah kediaman tuan kota, tetapi malah mengarahkan mereka ke gang-gang gelap.


Bray yang semula tidak curiga dan terus berjalan akhirnya mengerutkan keningnya saat melihat para prajurit tuan kota mulai mengelilingi mereka dan mengarahkan senjatanya.


"Apa maksudnya ini?, berani-beraninya kamu mengarahkan senjata kalian di hadapan tuan putri?." Teriak Bray dengan marah dan mulai menghunuskan pedangnya, juga diikuti prajurit dibelakangnya.


Sementara Phil dan Lolita sudah tegang dan memiliki ekspresi muram di wajahnya. Lolita yang berada didalam gerbong sudah curiga dengan prilaku para prajurit utusan pamannya dan akhirnya semuanya jelas setelah mendengar ucapan pamannya yang datang.


"Hahahaha. Tuan putri?. Sepertinya kalian semua terlalu banyak berkhayal. Kalian semua adalah buronan kerajaan, jadi sudah tugas kami untuk menangkap penjahat." Ucap tuan kota dengan senyum ganas.


Bray dan Phil yang mendengar ucapan tuan kota langsung muram. Sementara Lolita yang mendengar ucapan pamannya putus asa dan sedih.


"Kenapa Paman melakukan ini?. Padahal ibuku selalu memperlakukan paman dengan baik." Ucap Lolita yang keluar dari gerbong dan berkata kepada pamannya.


Tuan kota yang mendengar ucapan Lolita mendengus dingin. "Lolita, salahkan dirimu sendiri yang berada di pihak yang salah. Jadi segera patuh dan ikut denganku untuk menghadap ke pangeran pertama."


"Oooh?. Apakah kamu sudah meminta izin dariku untuk mengajak putri kecilku yang imut?."

__ADS_1


__ADS_2