King Of Lux

King Of Lux
Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.


__ADS_3

Setelah Konte menyadari bahwa ini adalah jebakan di buru-buru mengintruksikan para bawahannya untuk keluar dari penghalang ruang.


"Semuanya, segera kembali dan keluar dari penghalang ruang ini."


Para prajurit yang mendengar hal ini terkejut dengan teriakan komandan mereka yang tiba-tiba. Tetapi mereka tetap mengikuti instruksinya.


Segera mereka bergegas ingin keluar, tetapi saat mereka sampai di tempat mereka masuk, penghalang itu sudah tertutup kembali dan Lux bersama yang lainnya sudah berdiri di luar penghalang, memandang Konte dan yang lainnya dengan seringai mengejek.


Konte yang melihat hal ini sangat marah. "Sasaki dan Risaki, Apa maksudnya dengan ini?."


"Apa maksudnya?. Tentu saja kalian semua harus mati di sini." Ucap Sasaki dengan tenang.


Saat Konte dan yang lainnya mendengar hal ini, mereka sangat marah.


"B*ch, sialan. Berani-beraninya kamu mengkhianati kerjaan Beast. Sasaki apakah kamu tidak mengingat Orang tua dan adik kecilmu itu?." Tanya Otar dengan marah.


Risaki yang mendengar ucapan Otar sangat marah.


"Cui. Otar, Jangan berbicara omong kosong. Apakah kamu pikir orang asing yang kalian tawan adalah orang tua kita?, Aku dan kakakku sudah mengetahui semuanya, orang tua kami sudah lama di bunuh oleh kalian Bajingan. Untuk kutukanku, bersyukur pada tuan baruku itu sudah hilang." Risaki berkata dengan seringai mengejek.


Saat Lux menghilangkan kutukan Risaki, dia tidak hanya menghilangkan kutukan Medusa tetapi dia juga telah membuka segel ingatannya.


Sementara itu Otar yang mendengar ucapan Risaki terkejut.


"Itu tidak mungkin, kunci kutukan itu ada pada Ayahku. Bagaimana bisa itu di hilangkan?, kamu pasti berbohong. Juga kutukan itu adalah kutukan dari bangsawan iblis, Asmodeus. Hasil dari kerjasama kami dengan mereka..." Teriak Lion dengan keras tetapi dia segera sadar bahwa yang dia ucapkan sangat tabu. Dia berbalik dan melihat komandan Konte dan para prajurit yang lainnya, memiliki ekspresi muram diwajah mereka.


"Fufufu. Sudah kuduga Raja Lion itu ternyata diam-diam bekerjasama dengan kerajaan Chaos." Ucap Yasaka dengan marah.


Sementara Fuji yang mendengar ucapan Otar, mengernyit. "Dari dulu suku kami tidak pernah menyetujui Lion sebagai seorang Raja, karena karakternya yang licik dan suka memanfaatkan orang demi keuntungannya. Tetapi siapa sangka dia bahkan berani bekerja dengan kerajaan Chaos yang sama saja mengkhianati Leluhurnya sendiri."


Lux yang mendengar ucapan Yasaka dan Fuji mengangguk paham dengan situasinya.

__ADS_1


"Komandan Konte, Bagaimana kalau kamu menyerah saja dan menyerahkan pangeran Otar kepada kami. Aku akan membiarkan kamu dan prajuritmu pergi." Ucap Lux dengan tenang.


Pangeran Otar yang mendengar ucapan Lux, berkeringat dingin dan menatap Konte dengan rumit.


"Komandan, yang aku ucapkan tadi sedikit tidak benar. Yang aku maksud adalah Kutukan itu bukan dari bangsa iblis tetapi dari Ayahku sendiri." Pangeran Otar berkata, berusaha membujuk Komandan Konte.


Risaki yang mendengar ucapan Otar memiliki ekspresi jijik di wajahnya.


Sementara Konte yang selama ini diam, terguncang atas Wahyu yang di sebutkan oleh pangeran Otar. Dia segera tersadar kembali dan menatap Lux dengan dingin.


"Hum. Walaupun kerajaan Beast saat ini di pimpin oleh seorang pengkhianat. Aku Komandan Konte akan terus memihak kerajaan Beast dan untuk kejahatan Raja Lion dan pangeran Otar. Biar pengadilan kerajaan yang menghukumnya. Kamu manusia rendahan, tidak bisa ikut campur dengan hal ini." Komandan Konte berkata dengan tegas dan para jendral bersama prajuritnya, mengangguk.


Sementara pangeran Otar yang mendengar ucapan Komandan Konte, sedikit menghela nafas lega.


Berbeda dengan Lux yang mendengar ucapan Konte menghela nafas kasihan. "Sayang sekali. Kamu mungkin bisa menjadi komandan yang hebat nanti, tetapi karena kita bermusuhan terpaksa aku harus membunuhmu."


Lux segera melakukan segel tangan dan mengalirkan tangannya ke tanah. Sontak lingkaran sihir yang sangat besar muncul di dalam kota.


Para prajurit yang mendengar ucapan Konte segera bergerak ke arahnya termasuk pangeran Otar.


Lux yang melihat hal ini menyeringai dan berkata. "Apakah kamu tahu pribahasa, bahwa Seni adalah l*dakan."


Konte yang mendengar ucapan Lux tahu maksudnya, dia mulai pucat. Saat dia ingin berkata kepada Lux, itu sudah terlambat.


Didalam ruang penghalang ledakan yang sangat kuat, terjadi. Seluruh kota habis terkena ledakan lingkaran sihir ini. Semua pasukan kerajaan Beast tenggelam didalam ledakan itu, tidak diketahui apakah mereka semua masih hidup.


Sementara itu Yasaka, Fuji, Risaki dan Sasaki yang melihat ledakan lingkaran sihir yang diciptakan Lux tercengang dan membuka mulutnya lebar-lebar.


"Lux, sihir apa yang kamu lakukan ini kenapa serangan itu tidak kalah dengan gabungan serangan 10 orang tahap Saint Puncak." Tanya Yasaka dengan takjub.


"Ini adalah salah satu teknik sihir Rune yang aku ciptakan. Semua ini berkat perpustakaanmu." Balas Lux sambil menepuk kepala Yasaka, sambil sedikit meraba telinga rubahnya yang bergoyang.

__ADS_1


Yasaka yang mendengar ucapan Lux sangat senang dan segera memeluknya. "Hehehehe. Aku senang kalau kamu bahagia."


Fuji, Risaki dan Sasaki yang melihat kemesraan mereka sangat iri.


Sementara itu saat ledakan berhenti, mereka semua akhirnya fokus kembali dan melihat awan debu yang mulai surut dan disana terlihat tinggal sepuluh orang yang masih berdiri, salah satunya adalah pangeran Otar yang memiliki kalung artefak untuk melindunginya. Tetapi kalung itu langsung retak setelah digunakan.


Berbeda dengan Konte dan para prajuritnya yang dalam kondisi yang sangat buruk. Armor Konte rusak parah dan dia kehilangan salah satu lengannya, sementara para prajuritnya ada yang kehilangan kaki, tangan dan bahkan kehilangan keduanya.


"Hee. Tidak aku sangka pangeran Otar ini memiliki artefak yang sangat kuat untuk melindunginya. Seharusnya itu adalah artefak terakhir, Risaki sekarang ku serahkan kepadamu." Lux berkata dan segera masuk kedalam penghalang bersama yang lainnya.


Risaki yang mendengar ucapan Lux mengangguk dan segera berjalan mendekati Pangeran Otar.


Otar yang melihat kedatangan Risaki berkeringat dingin. Saat ini dia telah kehabisan energi mana untuk mengaktifkan artefaknya. Dia sekarang tidak berdaya dan tidak bisa bertarung.


"Hum. Pangeran Otar, ini saatnya kepalamu di jadikan tumbal persembahan sebagai hadiah kepada Ayahmu, bajingan sialan itu." Ucap Risaki dengan dingin.


"Risaki, apa yang ingin kamu lakukan?. Apakah kamu pikir kamu bisa lolos setelah membunuhku." Teriak pangeran Otar dengan panik. Dia segera berusaha berlari menjauh dari Risaki tetapi sayang, Risaki yang melihat ini segera menghilang dan muncul di depannya, kemudian dia menebaskan belatinya keleher Otar.


Kepala Otar jatuh ke tanah dan tak bernyawa. Risaki yang melihat kematian Otar, tampa ekspresi. Dia segera mengambil kepalanya dan meletakkan kedepan komandan Konte.


"Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup. Kamu sebaiknya menyerahkan hadiah kami itu, kepada Rajamu." Ucap Lux dengan tenang dan dingin.


Konte dan para prajuritnya yang terluka, mendengar ucapan Lux sangat marah. Tetapi mereka tetap diam dan tidak menjawab.


Lux yang melihat hal ini menyeringai. "Semuanya, ayo kita pergi. Jangan membuang waktu terlalu banyak di sini."


Yasaka, Fuji, Risaki dan Sasaki yang mendengar ucapan Lux mengangguk. Meraka semua akhirnya pergi meninggalkan para prajurit kerajaan Beast yang terluka.


Sementara Komandan Konte yang melihat kepergian Lux, muram dan segera mengeluarkan beberapa potion penyembuhannya dan menyerahkan kepada bawahannya.


"Segera minum potion itu, setelahnya kita akan bersiap dan kembali ke kerajaan Beast." Ucap Konte dengan suram saat melihat sisa prajuritnya yang masih hidup.

__ADS_1


Para prajurit yang mendengar ucapan Konte mengangguk suram.


__ADS_2