
Saat ini di wilayah perbatasan ibukota kerajaan Mesh terdapat banyak prajurit yang berkumpul.
Masing-masing prajurit memiliki dua kubu. Satu kubu dari aliansi pangeran pertama dan satunya lagi kubu dari aliansi pangeran kedua dan ketiga.
Dikubu pangeran pertama didukung oleh kerajaan Chaos dan Matahari. Sedangkan dikubu pangeran kedua dan ketiga saat ini belum mengeluarkan kartu truf mereka yang didukung oleh kerajaan Beast dan Bulan.
Pasukan kerajaan Beast dan Bulan saat ini berada di lokasi yang berbeda. Kedua kerajaan ini mengawasi perang antar kubu dari jarak jauh, seakan menunggu peluang untuk menyerang.
"Adik Jun, Luxy. menyerahlah. Aku mungkin akan mengampuni kalian berdua kalau kalian menyerah." Ucap pangeran pertama berusaha membujuk dengan senyum main-main.
"Hahahaha. Kakak pertama, bagaimana bisa kita menyerah pada seorang pengkhianat yang menjual kerajaan kita untuk kerajaan Luar. Yang seharusnya menyerah disini adalah kamu kakak pertama. Segera serahkan dirimu untuk diadali oleh hukum kerajaan." Teriak balik Jun dengan keras diarah yang berlawanan.
"Itu benar. Dasar pengkhianat, berani-beraninya kamu berbicara seakan yang paling benar." Tambah Luxy.
Levy yang mendengar hal ini langsung muram dan segera berkata dengan marah. "Hum, jangan salahkan aku karena tidak memperingatkanmu. Pasukan kecil kalian ingin melawan aliansi pasukanku dan ingin menang. Cui, dalam mimpi kalian."
"Prajurit segera bersiap."
"Ya." Balas semu prajurit.
"Tuan Balor, Tuan Kelp. Mohon kerjasamanya." Ucap Levy sopan.
"Hahahaha. Levy kecil, tenang saja. Kamu tidak perlu takut. Pasukan mereka hanya memiliki tahap saint menengah didalamnya. Sedangkan kami memiliki kekuatan yang berada diatas mereka. Sebaiknya kamu menunggu kami berdua menyerang saja dan akan segera menyerahkan kemenangan ini kepadamu dengan mudah." Ucap Raja Kelp.
"Kuharap seperti itu." Ucap Levy dengan tenang. Tetapi didalam hatinya saat ini dia sangat marah saat dipanggil kecil oleh Kelp.
Sementara itu Balor yang juga berada disampingnya hanya diam dan tidak menjawab ucapan Levy.
"Balor, kenapa kamu hanya diam disana?. Apakah kamu ketakutan?" Tanya Kelp tiba-tiba.
"Diamlah Kelp. Fokuslah bertarung di depanmu." Ucap Balor dengan dingin.
Kelp yang mendengar hal ini mendengus. Dia segera kembali fokus menghadap ke depan.
Sementara itu Jun dan Lussy yang mendengar perintah penyerangan Levy, tersenyum sinis.
__ADS_1
"Saudaraku apakah kamu pikir kami datang ke sini untuk berperang tanpa persiapan apapun untuk menyerang aliansimu itu. Biar aku perkenalkan kepadamu kekuatan tambahan kami. Tuan Marquez Pev silahkan keluarkan." Teriak Jun dengan senyum kejam.
Marquez Pev yang mendengar Ini segera mengintruksikan para penyihir untuk memanggil monster tahap setengah abadi.
Keempat Penyihir itu segera melakukan teknik sihir dan langsung memanggil monster dunia bawah tahap setengah abadi.
Seekor anjing neraka dengan kepala tiga keluar dan menggeram kearah Levy dan yang lainnya.
Levy yang melihat hal ini terkejut dan segera panik. "Sialan bagaimana bisa mereka memiliki hewan kontrak tahap setengah abadi."
Balor dan Kelp juga melihat hal ini dengan serius.
"Sepertinya ini akan sangat sulit." Ucap Balor, sementara Kelp yang melihat kemunculan monster setengah abadi juga sedikit terkejut, tetapi dia kemudian tenang kembali setelah menginat artefak yang di berikan oleh tuan Telor.
"Hum, hanya mahluk setengah abadi, serahkan dia kepadaku." Ucap Kelp dengan percaya diri.
Balor dan Levy yang mendengar ucapan Kelp mengangkat alisnya dengan heran.
"Kelp jangan bercanda. Apakah kamu pikir tahap setengah abadi bisa dikalahkan oleh mahluk saint seperti kita." Ucap Balor dengan dingin.
"Kelp jangan mencoba batas kesabaranku. Kalau bukan karena kita sedang berperang sekarang. Aku pasti sudah akan membunuhmu."
"Hehehe, membunuh yah. Sudahlah, sudah aku bilang serahkan tahap setengah abadi itu kepadaku, aku memiliki artefak khusus yang diberikan oleh tuan telor kepadaku."
Balor yang mendengar hal ini terdiam dan tidak membalasnya lagi. Sementara Levy yang mendengar ucapan Kelp sangat senang.
"Bagus kalau tuan Kelp memiliki kartu truf juga. Agar lebih amannya tolong pergi bersama Balor saat bertarung. Sementara untuk sisanya kalian dapat memberikan kepadaku, dipihakku juga memiliki beberapa tahap saint menengah yang dapat dengan mudah melawan pasukan mereka." Ucap Levy menjelaskan kepada mereka berdua.
"Baiklah, aku tidak masalah dengan itu. Bagaimana denganmu Balor?." Tanya Kelp dengan ekspresi mengejek.
Balor yang sudah tidak tahan lagi ingin segera menyerang Kelp tetapi tiba-tiba dia mendengar suara dibenaknya.
Di berkeringat dingin dan segera berhenti berkata dan menyetujui ucapan Levy. Kelp yang melihat ekspresi perubahan Balor mengangkat alisnya dengan bingung.
'Ada apa dengan Balor saat ini. Seorang yang biasanya gampang untuk dipancing tiba-tiba menjadi sangat penurut seperti ini?. Sungguh aneh.' Pikir Kelp yang kemudian fokus kembali ke Medan perang.
__ADS_1
"Semuanya Serang." Teriak Pangeran Levy.
Segera pasukan mulai menyerang ke arah Jun dan Lussy.
Mereka berdua yang melihat serangan Levy mendengus dingin. "Saudaraku Lussy bagaimana kalau kita melakukan serangan pembuka."
"Tentu saja, ayo lakukan." Ucap Lussy tersenyum membalas ucapan Jun.
Jun yang mendengar persetujuan Lussy segera memerintahkan Marquez Pev lagi untuk mengeluarkan artefak Legendaris sekali pakai.
Saat pasukan pangeran pertama mendekati pasukannya. Dia segera mengaktifkan artefak itu. Sontak burung rajawali emas muncul dan melesat kearah prajurit dengan cepat.
Setelah sampai burung itu berubah menjadi hujan api yang sangat banyak dan langsung mengenai pasukan pangeran pertama.
Terdengar rintihan dari pasukan pangeran pertama. Sementara pangeran pertama, Balor dan Kelp yang melihat hal ini mengerutkan keningnya.
"Cih, sepertinya pasukanmu sangat lemah Levy. Sampai-sampai mereka sudah mati sebelum puncak perang terjadi." Ucap Kelp dengan nada mengejek.
Levy yang mendengar hal ini segera sangat marah, tetapi dia tidak membalasnya dan malah meminta bantuan kepada mereka berdua.
"Tuan Kelp, tuan Balor mohon segera bergerak dan membantu." Ucap Levy frustasi.
"Hahahaha. Tidak usah terlalu sopan pangeran. Sekarang kamu dapat melihat keganasan dari pasukan kerajaanku. Semuanya segera menyerang."
Segera pasukan kedua aliansi pangeran pertama ikut membatu pasukan yang saat ini sedang dibakar oleh api emas yang sangat ganas.
Pasukan Kelp mulai bergerak dengan cepat. Mereka mengendarai singa yang membuat kekuatan serangan mereka juga semakin kuat.
Sementara itu Balor yang melihat yang lainnya sudah melancarkan serangan ikut menyerang bersama mereka.
"Serang." Teriak Balor.
Semua pasukan Balor segera mengikuti instruksinya dan ikut menyerang juga.
Pangeran Jun dan Lussy yang melihat ini segera memerintahkan para Marquez bawahannya untuk menyerang sekarang. Para Marquez segera mengikuti instruksi dan langsung menyerang.
__ADS_1
Segera kedua pasukan bentrok dan anjing neraka berkepala tiga saat ini di tahan oleh Balor dan Kelp yang memiliki artefak khusus yang dapat menghilangkan efek sihir. Yang membuat serangan dari anjing neraka dapat diimbangi oleh mereka berdua.