
*Kota Liber, Kerajaan Mesh.
Saat Lux terbang dengan mengendarai Pegasus dia tiba-tiba melihat kota tidak jauh jaraknya dan kemudian mendarat ditanah untuk mengembalikan Pegasus ke surga.
"Ok, sobat kamu bisa kembali sekarang." Perintah Lux.
*Teriak
Pegasus itu berteriak di langit dan kemudian bercahaya dan menghilang didepan Lux.
Lux yang melihat Pegasus telah kembali segera memanggil Moon.
"Moon keluarlah."
Bayangan Lux mulai sedikit mengepul dan seekor kucing hitam kecil keluar dari bayangan Lux dan berdiri didepannya.
"Apa perintahmu tuan?" Tanya Moon yang telah berhasil berbicara.
Lux yang mendengar hal ini tersenyum. Dia sebenarnya telah mengetahui Moon telah lama bisa berbicara. Dia terkejut pada saat itu, tetapi saat dia mendengar penjelasan Moon bahwa dia bisa berbicara sekarang karena telah menembus ke tahap Mana core putih.
"Temanku, dapatkah kamu pergi ke kota terdekat dan mencari informasi disana?."
Moon yang mendengar perintah Lux mengangguk paham dan kemudian berkata dengan gembira. "Tenang saja tua, aku akan pergi sekarang dan mendapatkan semua informasi yang kamu mau."
Moon kemudian menjadi bayangan dan menghilang menunju ke arah kota tersebut. Lux yang melihat kepergian Moon tersenyum puas. Dia saat ini ingin bertindak lebih berhati-hati sekarang. Akibat dari kasus dikerajaan Beast saat itu, membuat dia harus lebih waspada dan penuh perhitungan yang matang sebelum bertindak.
Maka dari pada itu Lux saat ini ingin mencari informasi terlebih dahulu tentang situasi kerajaan Mesh. Sebelum mengambil keputusan selanjutnya.
Saat Lux sedang melamun dan berpikir, dia tiba-tiba terkejut saat mendengar suara jeritan pertempuran tidak jauh dari lokasinya.
"Suara ini?. Apakah sedang ada pertempuran?." Lux mengerutkan keningnya dan kemudian segera menghilang dan terbang menuju lokasi tersebut.
Tidak berselang lama lux yang sedang berdiri diatas ranting pohon melihat pertempuran antara manusia yang mengenakan setelan prajurit dan binatang buas.
Terlihat para prajurit itu sedang berusaha melindungi sebuah gerbong kuda yang mewah.
"Kapten mereka terlalu banyak. Kita tidak bisa menghalaunya." Ucap salah satu prajurit.
"Sialan. Padahal tinggal sedikit lagi tiba di kota Liber. Kenapa kita malah bertemu binatang buas?." Ucap sang kapten dengan sedikit frustasi.
Para prajurit yang mendengar ucapan kapten mereka tertekan juga. "Jadi kita harus bagaimana sekarang kapten?."
__ADS_1
"Setengah dari kalian segera pergi duluan dan antarkan tuan putri ke kota Liber dengan aman. Biar aku dan beberapa prajurit yang menahan gerombolan binatang buas ini sendiri."
"Tapi kapten?." Ucap salah satu prajurit dengan khawatir.
"Tidak usah banyak berpikir cepat pergi." Teriak sangat Kapten.
Para prajurit yang mendengar teriakan kapten mereka sedikit tidak mau meninggalkannya.
Saat mereka ingin segera menuruti kemauan kapten mereka dan meninggalkannya tiba-tiba datang sebuah hujan cahaya yang mengarah ke para binatang buas.
Cahaya itu berbentuk pedang dan pedang cahaya itu langsung menembus anggota tubuh para binatang buas dan langsung membunuhnya ditempat.
Kapten dan para prajurit yang melihat hal ini sedikit terkejut.
"Maafkan aku karena membunuh mangsa kalian semua." Ucap Lux dengan ramah dan yang muncul dari arah hutan.
Para prajurit yang melihat kemunculan Lux segera waspada dan langsung mengarahkan pedangnya ke arah Lux.
"Siapa kamu, kenapa kamu berada disini?." Tanya para prajurit.
"Mohon tenang aku tidak bermakna jahat. Kalau aku ingin bermaksud jahat aku pasti sudah membiarkan kalian semua menjadi bangkai sekarang." Ucap Lux dengan sedikit senyuman yang membuat merinding para prajurit itu.
Para prajurit yang mendengar ucapan Lux ingin marah tetapi segera diinterupsi oleh kapten mereka.
Para prajurit yang mendengar ucapan kapten mereka segera tenang. Sedangkan sang kapten segera menghampiri Lux dengan senyum minta maaf.
"Maafkan aku tuan penyelamat atas perilaku tidak sopan para prajuritku. Kami saat ini sangat waspada karena kami memiliki banyak sekali musuh sekarang. Jadi kami selalu waspada terhadap orang asing."
Lux yang mendengar penjelasan kapten prajurit itu membalasnya dengan ramah. "Tidak apa-apa. Aku kebetulan juga lewat dan melihat sepertinya karafan kalian sedang diserang."
"Terimakasih tuan. Apakah tuan dari Kota Liber?."
"Ah tidak. Aku seorang petualang yang sedang mencari kota terdekat untuk ditempati sementara."
"Oh, seperti itu." Saat sang kapten ingin mengajak Lux untuk mengobrol lagi, tetapi tiba-tiba seorang pelayan tua datang kepdanya dan berbisik.
Sang Kapten yang mendengar bisikan pelayan itu mengangguk paham dan kemudian berbicara kepada Lux. "Tuan, kalau boleh. Tuan dapat mengikuti kami menuju ke kota liber. Kebetulan putri kami mengizinkan hal itu."
"Putri?..." Tanya Lux ragu dan kemudian melihat gerbong dibelakang sang kapten.
Sang kapten yang melihat prilaku Lux segera berkata. "Iya tuan. Dia adalah tuan putri dari kerajaan Mesh."
__ADS_1
Lux yang mendengar ucapan Kapten mengangguk. Walaupun dia sedikit bingung dipikirannya. 'Apa yang dilakukan seorang putri di kota perbatasan ini? dan juga bukannya pengawal yang dia bawa juga sangat sedikit....'
'Sudahlah, percuma memikirkan hal ini. Sebaiknya aku menunggu Moon kembali untuk mendapatkan informasi lebih lanjut lagi.'
"Tuan, perkenalkan namaku adalah Bray." Ucap Bray sang kapten dengan sopan.
Lux yang mendengar sapaan Bray segera membalasnya dengan senyum ramah. "Namaku adalah Lux."
"Ok tuan Lux. Kalau boleh tahu tuan berasal dari mana?"
"Aku berasal dari tempat yang jauh." Ucap Lux.
"Ah baik..." Sang kapten tercengang atas balasan dari Lux.
"Kalau begitu tuan silahkan istirahat dulu kita akan berangkat beberapa menit lagi setelah aku mengobati para prajuritku yang terluka."
Lux mengangguk dan kemudian duduk dibawah sebuah pohon terdekat sambil memejamkan matanya.
....
Sementara itu seorang gadis cantik dengan perawakan yang imut, saat ini berada didalam gerbong kuda bertanya kepada pelayan di luar.
"Bagaimana Kakek Phil. Apakah dia orang yang berbahaya?." Tanya gadis itu dengan ekspresi sedikit takut.
"Tenang saja tuan putri, dari pengamatan yang aku lihat dia bukan suruhan dari pangeran pertama Joy. Dia mungkin orang luar yang sedang bepergian ke kerajaan Mesh."
Sang gadis yang mendengar hal ini sedikit bernafas lega. "Kalau begitu kakek Phil tolong bantu tuan Bray untuk merawat para prajurit yang sedang terluka saat ini."
"Baik tuan putri."
Phil segera pergi kebelakang gerbong untuk mengambil beberapa obat-obatan untuk mengobati para prajurit yang terluka.
Sedangkan saat ini sangat putri duduk didalam gerbong dengan wajah sedih. "Ibu aku takut..." Air mata keluar dari mata gadis itu.
Sementara itu Bray yang saat ini mengatur para pasukannya. Melihat keadaan pasukan yang lesuh dan kelaparan.
"Tuan Bray apakah ada sesuatu yang parah sehingga kamu memiliki ekspresi seperti itu?."
Bray yang melihat kedatangan Phil segera berkata dengan lelah. "Tuan Phil. Para prajurit sekarang sedang kelaparan dan lelah. Aku takut mungkin mereka saat ini tidak bisa melanjutkan perjalanan ke kota Liber."
Phil yang mendengar hal ini sedikit muram. "Apakah mereka tidak bisa bertahan lagi?. Kota Liber sudah sangat dekat. Tinggal beberapa jam lagi kita akan tiba ke kota."
__ADS_1
Bray yang mendengar hal ini menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Phil yang melihat hal ini muram.