King Of Lux

King Of Lux
Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?


__ADS_3

Lux yang selesai mengintruksikan para penduduk suku Burung. Mulai melangkah kembali kepada Fuji dan Yasaka.


"Kamu sangat hebat Lux" Ucap Yasaka yang langsung memeluknya, senang. Sedangkan Fuji tersenyum senang dengan ucapan Lux tadi.


"Ngomong-ngomong apakah aku dapat melihat perpustakaan Suku Burung. Aku ingin melihat buku apa saja yang ada di suku Burung." Ucap Lux.


"Tentu saja tuan. Anda adalah Raja kami, jadi semua hal yang ada di suku kami adalah milik tuan. Biar Sakamoto yang mengantar tuan di perpustakaan." Balas Fuji sambil tersenyum dan mengintruksikan Sakamoto untuk menemani Lux.


"Maaf merepotkan anda tuan Sakamoto." Ucap Lux, sopan.


"Tidak perlu terlalu sopan tuan. Anda sekarang adalah Raja kami, jadi wajar kami melayani anda." Balas Sakamoto, canggung. Berusaha menyakinkan Lux.


Lux yang mendengar ucapan Sakamoto hanya tersenyum. Kemudian dia berkata kepada Yasaka.


"Yasaka, apakah kamu ingin mengikutiku?"


"Tentu saja."


Yasaka berkata dengan senang. Dia juga penasaran mengenai wilayah suku Burung. Saat Lux dan Yasaka akan segera berangkat ke perpustakaan suku Burung, tiba-tiba Fuji menahan mereka.


"Ah, tuan Lux. Bisakah anda mengeluarkan para bawahanku. Aku ingin mengintruksikan mereka untuk mengumpulkan beberapa barang berharga suku kami." Ucap Fuji dengan canggung.


Lux yang mendengar ucapan Fuji mengangguk dan segera mengeluarkan para bawahan Fuji.


Para prajurit terkejut saat mereka sudah tiba di suku Burung hanya dengan beberapa menit. Tetapi sebelum mereka bisa menenangkan diri mereka yang terkejut, mereka di intruksi oleh Fuji.


"Apa yang kalian hayalkan, segera pergi ke aula leluhur dan kumpulkan beberapa peninggalan dari leluhur suku Burung kita." Ucap Fuji.


Para pengawal yang mendengar ucapan Fuji segera sadar dan kemudian mulai menuju ke aula Leluhur suku Burung. Sementara itu Lux, Sakamoto dan Yasaka mulai berangkat pergi ke perpustakaan suku Burung.


Sesampainya mereka di perpustakaan, Sakamoto yang berada di sampingnya segera berbicara.


"Tuan, ini adalah perpustakaan kami. Di lantai satu terdapat beberapa informasi dasar mengenai Mana dan pertempuran, di lantai dua terdapat beberapa buku penjelasan tentang Kemampuan, teknik Alkemis, Smith dan Runemaster. Sedangkan untuk lantai terakhir memiliki beberapa buku-buku kuno." Ucap Sakamoto dengan fasih.


Lux yang mendengarnya segera berkata. "Tuan Sakamoto bisa segera pergi untuk mengumpulkan barang-barangnya. Biar aku dan Yasaka saja yang masuk ke dalam."


"Baik tuan." Balas Sakamoto sambil menunduk. Setelah itu dia langsung menuju kediamannya untuk mengumpulkan barang-barangnya.


"Ayo kita masuk Yasaka." Ucap Lux.


"Baik." Balas Yasaka masih merangkul tangan Lux.


Mereka berdua akhirnya masuk kedalam, Lux mulai melihat beberapa buku di lantai satu dan dia kecewa saat melihat bahwa semuanya sama dengan buku di perpustakaan Yasaka. Dia dan Yasakapun naik ke lantai dua.


Lux yang melihat-lihat buku di sana menghela nafas lagi karena kualitas buku sama lagi dengan di perpustakaan Yasaka.


Sampai dia naik ke lantai tiga dia terkejut saat melihat beberapa buku kuno yang menyangkut teknik Alkemis, Smith dan Runemaster. Ada beberapa buku juga yang tidak bisa di baca bahkan di indentifikasi oleh AInya.


'Hmm, sepertinya perjalanan ini tidak sia-sia.', Pikir Lux kegirangan.


Yasaka yang melihat ekspresi Lux bingung dan segera bertanya. "Lux. Apakah ada sesuatu yang membuatmu bahagia?."

__ADS_1


"Buku kuno di sini sangat menarik dan ada juga beberapa buku yang tidak bisa kubaca. Ini membuatku semakin bersemangat untuk mempelajarinya." Balas Lux.


Yasaka yang mendengar ucapan Lux, paham. Dia melihat buku yang dipegang Lux dan mengerutkan keningnya saat melihat tulisannya.


"Eh, bukankah ini bahasa Ras kuno Malaikat." Ucap Yasaka dengan sedikit kejutan.


"Apakah kamu mengetahui bahasa ini Yasaka?." Tanya Lux antusias.


"Tidak. Tetapi aku mengetahui siapa yang mampu membaca buku ini." Balas Yasaka canggung.


"Hmm, dapatkah kamu menyebutkan siapa itu?."


"Kamu mengetahui orang itu. Dia adalah Suzuki Fenrir. Kepala bangsawan Fenrir."


Lux yang mendengar ucapan Yasaka, tercengang. 'Ugh, untuk sekarang sepertinya aku harus mengesampikan hal ini.'


"Yasaka, ayo kita segera keluar. Aku mungkin akan menyimpan perpustakaan ini."


Lux berkata, mengintruksikan Yasaka ikut bersamanya. Yasaka yang mendengar ucapan Lux mengangguk dan mulai mengikutinya keluar.


Setelah tiba di luar Lux mulai menyimpan perpustakaan itu di dalam dimensinya.


"Ok. Sekarang kita bisa segera kembali ke kediaman kepala suku Burung. Mereka semua mungkin sudah berkumpul di sana." Ucap Lux.


Yasaka yang mendengar ucapan Lux, mengangguk dan mulai mengikuti Lux. Sementara itu Lux tiba-tiba merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.


'Ugh, perasaan ini lagi. Sebenarnya apa yang terjadi?. Dari sejak kemunculanku di suku Burung ini, aku mulai merasakan semacam sinyal bahaya tetapi aku tidak bisa merasakannya.' Pikir Lux yang melamun dan segera sadar, saat dia telah sampai ditempat berkumpul.


"Tuan. Semua orang sudah berkumpul." Ucap Fuji kepada Lux.


Lux yang mendengar ucapan Fuji mengangguk dan segera menggunakan mata terlarangnya. Dia mulai menghisap semua penduduk suku Burung dan sekarang hanya meninggalkan Yasaka, Fuji dan aku seorang.


"Baiklah. Dengan ini urusan kami di kerajaan Beast ini selesai. Jadi kita akan...." Saat Lux ingin menyelesaikan perkataannya. Tiba-tiba melihat fluktuasi ruang yang sangat kuat mengelilingi suku Burung.


Ternyata itu adalah penghalang ruang yang mengelilingi wilayah suku Burung.


"Tidak baik kita telah di jebak." Teriak Lux dengan muram. Bukannya dia tidak bisa keluar dari penghalang ruang ini. Tetapi dia telah menggunakan terlalu banyak mana hari ini dan Mananya sekarang sangat terbatas.


Saat Lux masih dalam pikirannya, tiba-tiba dia merasakan fluktuasi ruang disamping Yasaka. Dia segera bergerak cepat dan mengeluarkan pedangnya dan menebas fluktuasi ruang di samping Yasaka.


*Tinggg


Benturan senjata terdengar, segera sesosok gadis muncul di hadapan mereka. Dia mengenakan topeng putih polos.


"Orang ini?, Sasaki." Ucap Yasaka dengan serius. Fuji yang berada di sampingnya juga segera membentuk posisi bertarung.


"Apakah para prajurit kerajaan Beast sudah datang?." Tanya Fuji melihat sekelilingnya.


Lux yang mendengar pertanyaan Fuji, segera menenangkan mereka. "Tenang saja, Dia sepertinya hanya sendiri. Walaupun aku tidak tahu bagaimana dia datang ke tempat ini dengan cepat. Tetapi dia mungkin ingin mengulur waktu untuk membuat para prajurit datang ke sini dengan cepat untuk mengepung kita."


Sasaki yang mendengar ucapan Lux terkejut dan membalas ucapannya. "Sepertinya kamu memang bukan orang yang bisa di anggap enteng."

__ADS_1


"Hahaha. Apakah itu sebuah pujian?. Terimakasih untuk itu." Balas Lux dengan seringai.


Sasaki yang melihat seringai Lux sedikit marah dan segera meningkatkan kekuatannya. Sontak Lux terlempar dengan kuat.


"Lux." Teriak Yasaka.


"Tuan." Teriak Fuji.


Yasaka dan Fuji segera menghampiri Lux di sampingnya.


"Apakah kamu tidak apa-apa Lux?." Tanya Yasaka khawatir.


"Aku tidak apa-apa, segera fokus terhadap lawan." Ucap Lux.


Yasaka yang mendengar ucapan Lux mengangguk dan segera menatap Sasaki dengan marah.


Semetara itu Lux mulai mengamati Sasaki lagi dengan tatapan serius. "AI, analisis status Sasaki."


[Mulai Menganalisis.....]


[Status


Nama : Sasaki.


Kelas : Magic Fighter.


Elemen : Ruang.


Garis darah : Manusia Tertinggi.


Kekuatan : 1000


Kecepatan : 1000


Fisik : 1200


Mana : 9.300.000


Tahap Meditasi : Saint (Puncak)


Karakteristik : Tenang, Selalu berhati-hati dan Baik kepada teman.


Kelemahan : Mengalami luka dalam. Tidak bisa mengeluarkan kemampuan dengan kondisi puncak.]


Lux yang melihat status Sasaki saat ini sangat tenang dan tersenyum ringan.


"Lux, lebih baik kamu istirahat dulu. Biar aku dan Fuji yang menghadapinya." Ucap Yasaka masih khawatir dengan kondisi Lux.


Lux yang mendengar ucapan Yasaka ingin menolak, tetapi saat melihat ekspresi Yasaka yang memohon dia akhirnya menghela nafas.


"Baiklah. Tetapi hati-hati. Dia memiliki kemampuan yang sama dengan Raja Lion." Ucap Lux mengingatkan.

__ADS_1


Yasaka dan Fuji mengangguk dan mulai menatap Sasaki dengan serius.


__ADS_2