
*POV sebelum kedatangan pasukan kerajaan Beast.
Saat Sasaki berhasil menenangkan Risaki, mereka berdua kemudian menghampiri Lux.
"Kami berdua telah memutuskan untuk mengikuti anda, tetapi kamu harus bisa menghilangkan kutukan Risaki terlebih dahulu." Sasaki berkata kepada Lux dengan tegas.
"Baiklah. Risaki, ulurkan salah satu tanganmu." Ucap Lux dan menghadap kepada Risaki.
Risaki yang mendengar ucapan Lux segera mengikuti ucapannya dan mengulurkan tangan kanannya.
Lux kemudian menyentuh tangan kanannya dan mulai Menganalisis cara agar melepaskan kutukan Medusa. 'AI, segera analisis kutukan Medusa dan sebutkan solusi untuk memecahkannya.'
[Mulai Menganalisis.....]
[Proses Analisis Selesai.]
[Mulai menyalurkan ke otak.]
Segala macam ingatan tentang cara menghilangkan kutukan Medusa muncul di pikiran Lux. Bahkan cara membuat kutukan Medusapun di sebutkan.
Saat Lux masih dalam pikirannya untuk mencerna segala macam informasi di otaknya. Risaki yang saat ini melihat Lux memegang tangannya, dia sedikit memerah.
'Selama ini aku belum pernah begitu dekat dengan pria, apalagi saling bersentuhan.' Pikir Risaki dengan malu.
Lux yang telah sadar dalam pikirannya menatap Risaki yang sedikit gelisah.
"Apakah masih belum selesai?." Tanya Risaki sambil menunduk malu.
Lux yang mendengar pertanyaan dan tingkah Risaki, menyeringai. Dia sudah mengetahui bahwa Risaki ini pasti sangat polos. Walaupun dia saat ini memakai topeng, tingkah lakunya saat ini menyiratkan bahwa dia tidak pernah bersentuhan dengan pria.
"Tentu saja. Aku telah telah selesai mengetahui cara bagaimana menghilangkan kutukanmu."
Sasaki dan Risaki yang mendengar hal ini sangat senang dan bertanya. "Benarkah itu?."
Lux mengangguk atas pertanyaan mereka berdua.
Sasaki yang melihat anggukan Lux sangat senang dan kemudian berkata kepada Lux. "Kalau begitu lakukan sekarang."
__ADS_1
"Baiklah. Untuk sekarang aku akan membuat lingkaran kode Rune sihir di lantai. Setelah itu Risaki akan duduk diatasnya dalam posisi meditasi." Lux berkata kepada mereka berdua.
Sasaki dan Risaki yang mendengar ucapan Lux mengangguk. Lux yang melihat anggukan mereka segera mengeluarkan darah binatang buas dari cincin penyimpanannya dan mulai membuat kode Rune Sihir di Lantai.
Yasaka yang melihat tindakan Lux bingung. "Lux, bukannya kita memerlukan kulit binatang buas untuk media tulisnya?."
Lux yang mendengar pertanyaan Yasaka tersenyum dan berkata. "Pembuatan Rune sebenarnya tidak harus menggunakan kulit binatang buas sebagai media tulisnya. Itu di sebabkan karena penggunaan kulit binatang buas sebagai media, untuk mencegah agar kode Rune tidak menyatuh dan tidak terjadi kesalahan. Jadi selama kamu menulis kode Rune dengan logika yang benar, itu dapat ditulis dan diaktifkan, bahkan ditubuh seseorang."
Mereka yang mendengar ucapan Lux tercengang dan memiliki ekspresi kagum di wajahnya. Terutama Yasaka dia segera memeluk Lux dengan mesra dan berkata. "Seperti yang di harapkan dari suamiku."
Penulisan Rune memiliki syarat harus menggunakan darah dan kulit binatang buas sebagai media untuk membuatnya. Tetapi Lux hanya menggunakan darahnya saja dan untuk kulit binatang buas sebagai media penulisan Rune, dia tidak melakukannya. Karena dia telah mengetahui bahwa pembuatan Rune tidak harus memerlukan kulit binatang buas sebagai medianya. Selama kita menulis Rune dengan kode yang benar dan sistematis, itu akan dapat diaktifkan bahkan saat menulis di media manapun. Penggunaan kulit binatang buas hanya untuk pencegah agar kode Rune menyatuh dan tidak terjadi bug di dalamnya.
Setelah proses yang begitu lama untuk menulis kode Rune di tanah. Akhirnya Lux berhasil membuatnya. Dia segera mengarahkan Risaki untuk duduk ke posisi tengah. "Risaki segera duduk di posisi tengah Rune."
Risaki yang mendengar intruksi Lux mengangguk dan segera duduk diatas kode Rune.
Lux mulai menyalurkan mananya ke Rune, sontak seluruh Rune bercahaya dan mulai merayap di tubuh Risaki dan masuk di dalam kulitnya. Setelah Rune itu masuk dan menyatu dengan Rune kutukan Medusa. Itu mulai perlahan menghilangkan kutukannya, sampai akhirnya menghilang seutuhnya.
Risaki yang dalam posisi meditasi segera membuka matanya dan dia mulai merasakan tubuh dan mananya menjadi semakin ringan.
"Risaki bagaimana?" Tanya Sasaki dengan penuh harap.
Sasaki yang mendengar bahwa kutukan adiknya telah hilang. Dia ikut senang juga dan balas memeluk adiknya.
Saat mereka berdua masih mengobrol dengan senang, tiba-tiba Lux mengintrupsi mereka.
"Ehem. Mohon maaf mengganggu kesenangan kalian. Bisakah kita sekarang membahas tentang bagaimana keluar dari pengejaran prajurit kerajaan Beast ini?." Tanya Lux, sementara Yasaka dan Fuji ikut mengangguk.
Saat Sasaki dan Risaki yang mendengar ucapan Lux, mereka segera melihatnya dan mulai saling berbisik. Setelah beberapa saat mereka mengangguk bersama-sama dan mulai mendekat kearah Lux.
Lux yang melihat tindakan mereka bingung dan segera bertanya. "Ada apa?. Kenapa tingkah kalian sangat aneh?."
Sasaki dan Risaki yang mendengar ucapan Lux, tersenyum. Mereka kemudian tiba-tiba bersujud di depannya dan berkata. "Salam kepada tuan kami."
Lux yang melihat tindakan mereka sedikit terkejut dan kemudian mengangguk senang. "Baiklah, aku sangat senang dengan komitmen kalian. Tetapi sekarang kami harus membahas permasalahan prajurit kerajaan Beast yang akan datang. Untuk persoalan lainnya, kita bisa bahas nanti."
Sasaki dan Risaki yang mendengar ucapan Lux segera berdiri dan mengangguk. Tetapi Sasaki dan Risaki melakukan hal yang tidak terduga. Mereka berdua membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya Kepada Lux.
__ADS_1
Lux yang melihat wajah mereka berdua tercengang. 'Kembar?. Walaupun mereka memiliki mata yang berbeda, Sasaki memiliki mata berwarna hijau, sedangkan Risaki memiliki mata berwarna biru. Tetapi wajah mereka sangat mirip dan tidak ada perbedaan. Juga di padukan dengan kecantikan mereka yang memukau, itu membuat kaum pria semakin bersemangat.'
"Baiklah. Tetapi tuan, sebelum itu kami akan.." Ucapan Sasaki terputus dan wajahnya memerah.
Dia dan Risaki mulai mendekati Lux. Segera sesuatu yang tak terduga terjadi, mereka berdua mencium Lux secara bergantian. Lux yang masih dalam lamunannya, tersadar. Tetapi sebelum dia sempat berkata Yasaka yang ada disampingnya sangat marah seperti kucing yang di injak ekornya.
"Kalian berdua?. Apa yang telah kalian berdua lakukan?. Kenapa kamu tiba-tiba mencium suamiku?." Teriak Yasaka dengan marah. Sementara Fuji yang melihat adegan itu, memerah dan juga ada perasaan iri.
"Eh. Bukannya proses pengikatan tuan dan pelayan seperti itu?. Di Benua tengah tempat kami berasal. Kami harus melakukan itu untuk membuktikan bahwa kami sudah menjadi milik sang tuan." Ucap Sasaki bingung, sekaligus sedikit memerah.
"Apa-apaan, itu bukan proses pengikatan tuan dan pelayan. Tetapi pengikatan suami dan istri." Balas Yasaka dengan marah.
Sasaki dan Risaki yang mendengar hal ini masih bingung. Sementara Lux hanya memukul wajahnya dengan frustasi.
"Ok. Kita akan mengesampingkan hal itu dulu. Kita harus membahas persoalan penyerangan kerajaan Beast ini dulu."
"Tapi .." Balas Yasaka frustasi, tetapi segera senang kembali, saat Lux tiba-tiba memeluk pinggangnya dan langsung mencium bibirnya dengan dalam.
"Baiklah."
Yasaka segera tenang dan merangkul Lux dengan patuh.
Sementara Fuji yang melihat ini semakin iri, tetapi dia tenang kembali dan mulai berkumpul untuk membahas persoalan ini.
"Apakah kalian tahu cara keluar dari situasi ini?. Aku pikir para prajurit itu mungkin semakin dekat." Tanya Lux dengan serius.
Saat mendengar pertanyaan Lux, mereka semua mulai berpikir dan akhirnya Fuji yang dari tadi diam, segera berkata. "Tuan, bagaimana kalau kita menjebak mereka."
"Menjebak?." Tanya Lux.
"Benar. Kita terlebih dahulu akan mengajak mereka semua masuk ke dalam kota ini dan mengurung mereka di artefak penghalang ini, Kemudian kita akan menyerang mereka sekaligus dengan kekuatan terkuat kita dari luar kota." Jelas Fuji.
Lux yang mendengar hal ini mengangguk mengerti dan berpikir rencana yang disebutkan Fuji, layak. Segera Lux menatap Sasaki dan Risaki.
"Bagaimana dengan kalian berdua?. Apakah kalian bisa mengarahkan para prajurit itu?." Tanya Lux.
"Tenang saja tuan, kami akan melakukannya. Komandan Konte yang memimpin ekspedisi ini pasti tidak akan mengetahui bahwa kami berada di pihak tuan. Jadi saat mereka tiba nanti, Risaki akan menjemput mereka di bawah gunung dan mengarahkannya di penghalang ini." Balas Sasaki dengan percaya diri, diikuti Risaki yang mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah. Ayo kita mulai rencana ini." Ucap Lux.
"Ok." Balas mereka semua dengan yakin.