
Sementara Lux yang mendengar hal ini malah tersenyum dingin. "Berdasarkan apa yang kamu katakan tentang Raja Elf kepadaku Melinda. Dia memiliki karakter yang tidak egois dan mementingkan kerajaan Elf di setiap keputusannya. Jadi dapat aku simpulkan bahwa semua yang terjadi saat ini pasti ada hubungannya dengan gangguan eksternal."
"Kamu?.... Bagaimana kamu.....?." Jet terkejut dengan ucapan Lux.
Lux yang mendengar ucapan Jet malah tersenyum dan membalasnya. "Sepertinya apa yang aku sebutkan memang benar."
Melinda dan Lit yang melihat situasi ini mengerutkan keningnya. Sementara Jet menatap Lux dengan serius.
"Jet, beritahu kepada Ayahku. Mereka semua adalah tamuku. Kalau dia berani menyentuh tamuku sedikitpun. Aku tidak akan lagi menganggapnya sebagai Ayahku."
Jet yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya dan ingin membantahnya. Tetapi Melinda tiba-tiba menyambungnya lagi. "Juga, kalau kamu berani-berani bergerak. Bukan hanya Lux yang menjadi lawanmu nanti, tetapi aku juga."
Melinda kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.
Sementara Jet memiliki pandangan yang rumit setelah melihat situasi yang tidak menguntungkan ini. 'Ugh, sialan. Kalau aku sampai menyakiti yang mulia putri, Raja pasti tidak akan membiarkanku begitu saja, hah. Sepertinya jalan satu-satunya hanya ini.'
Jet mengangkat tangan kirinya, tiba-tiba salah satu dari prajurit berjubah hitam muncul di sampingnya dan berbicara. "Perintah anda tuan?."
"Segera pergi ke ibukota dan sampaikan apa yang didiskusikan tadi pada Yang Mulia."
"Baik tuan"
Prajurit berjubah putih itu tiba-tiba langsung menghilang dan segera menuju ibukota.
"Apakah tuan putri puas dengan hasil ini?."
Melinda mendengus dan kemudian mengembalikan pedangnya didalam cincinnya.
Sementara Lux yang melihat hal menyeringai dan berkata. "Tuan Jet, bagaimana kalau kita berkenalan dulu secara damai. Sambil menunggu kedatangan prajuritmu itu."
Jet yang mendengar ucapan Lux, sangat marah. Tetapi dia tetap menenangkan pikirannya kembali.
__ADS_1
"Hah manusia, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini. Kenapa kamu membunuh utusan dari dunia luar saat itu?."
Lux dan yang lainnya mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Jet.
"Jadi seperti itu. Semuanya jelas sekarang, kamu di kirim di sini untuk menangkapku dan akan di serahkan pada utusan yang kamu sebutkan itu, kan?."
"Iya." Ucap Jet dengan dingin.
Lux yang mendengar hal ini malah tertawa. "Apakah kalian semua idiot?."
"Apa katamu?. Beraninya kamu...." Ucap Jet dengan marah dan menatap Lux dengan niat membunuh.
"Hehehehe. Sebegitu takutnya kalian pada utusan itu?. Tetapi kalian tidak takut padaku orang yang telah membunuh mereka?. Juga apa kalian pikir kerajaan kalian akan selamat hanya karena kalian akan menyerahkanku kepada mereka, omong kosong. Sebaiknya kamu tanyakan kepada tuan putrimu di sampingku agar kamu dapat mengerti maksudku."
Jet yang mendengar ucapan Lux tercengang dan kemudian mulai berpikir. 'Ini?, sepertinya apa yang dia katakan ada benarnya. Kenapa aku berpikir ceroboh seperti ini?, tidak seperti diriku biasanya. Apakah karena aku memang terlalu takut pada mereka?.'
Jet saat ini tidak bisa tidak berpikir dengan rumit. Kemudian dia menatap putri Melinda untuk meminta penjelasan.
Melinda yang melihat ini segera berkata dengan senyum main-main."Fufufu. Tidak aku sangka. Seorang Jet yang di kenal karena kejeniusannya akan berpikir ceroboh seperti ini."
"Tetapi tidak apa-apa, karena Lux menyuruhku untuk menjelaskannya, maka akan aku lakukan. Seperti yang dikatakan oleh Lux tadi bahwa walaupun nanti kerajaan Elf takluk oleh utusan itu, tidak menjadikan kerajaan kita bebas. Buktinya seperti kerajaan Ness, Demon dan Green. Perang yang terjadi enam bulan lalu tuan jet pasti mengetahuinya, kan?."
Jet yang mendengar ucapan Melinda mulai memegang dagunya dan berpikir dengan rumit. "Jadi bagaimana kita bisa lepas dari situasi ini?. Apakah kamu tidak tahu utusan itu seorang monster yang luar biasa kuat."
Melinda yang mendengar balasan dari Jet, tersenyum dan kemudian berkata. "Apa yang kalian takut, kan?. Bukannya aku sudah membawa solusi untuk kalian, tetapi kalian malah menahan kami seperti ini."
Jet yang mendengar ini segera sadar, kemudian menatap Lux dengan penuh perhatian. "Ugh, apakah anak ini benar-benar mampu mengalahkan Utusan itu nanti?."
"Jet, jaga omonganmu. Bahkan saat aku dan kamu bertarung dengannya itu hanya sejentik jari baginya untuk mengalahkan kita." Lit segera membalas ucapan Jet dengan serius.
Sementara Jet saat dia mendengar ucapan Lit, dia sangat terkejut. 'Eh, apakah aku salah. Padahal aku tidak merasakan fluktuasi mana yang kuat di dalam tubuhnya atau aku saja yang terlalu lemah untuk melihatnya?. Untuk mengetahui hal itu sebaiknya aku mengetesnya dulu.'
__ADS_1
"Baiklah karena saudara Lit mengatakan hal itu, aku tidak bisa tidak percaya. Tetapi aku harus mengujimu terlebih dahulu untuk mengetesnya apakah yang kamu katakan itu benar atau tidak?."
Jet mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya dan mengarahkannya ke Lux.
Lit yang melihat hal ini menggelengkan kepalanya. Berbeda dengan Melinda yang segera berkata kepada Lux. "Tuan Lux, walaupun kadang Jet selalu melakukan hal di luar batas, dia adalah orang yang baik. Mohon keringanan.."
Lux tersenyum mendengar ucapan Melinda dan berkata. "Tenang saja nona Melinda. Aku orangnya rasional. Kalau mereka bukan musuhku, tentu saja aku tidak menganggapnya dengan serius."
Jet yang mendengar ucapan profokatif Lux, sangat marah. Kemudian dia berkata dengan marah.
"Hum, tidak usah banyak berbicara. Segera keluarkan pedangmu"
"Hehehehe. Untuk mengalahkanmu tidak perlu melakukan hal itu. Kamu bisa maju sekarang. Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu."
Jet tidak bisa menahannya lagi dan segera melesatkan serangan pedang ke arah Lux.
Lux hanya berdiri diam di tempatnya. Melihat hal ini membuat Jet menyeringai ganas dan terus melesatkan pedangnya.
"Sepertinya kamu hanya bisa berbicara saja." Ucap Jet yang pedangnya saat ini hampir mengenainya.
Tetapi hal yang tak terduga terjadi pedang jet tiba-tiba berhenti satu inci di leher Lux. Jet sangat terkejut dengan hal ini dan dia mulai panik.
"Tidak baik." Saat dia ingin menjauh dari Lux, tiba-tiba sebuah tangan langsung menggenggam lehernya dengan kuat.
"Aaargh." Teriak Jet dengan susah payah. Dia mulai bernafas dengan lambat dan berusaha melepaskan cengkraman Lux di lehernya tetapi tidak bisa.
'Urggg. Kenapa tubuhku melemah?, aku bahkan tidak bisa mengeluarkan Manaku sendiri.' Gumam Jet dengan lemah.
Sementara Lux yang melihat kondisi Jet yang mulai akan pingsan segera melepaskan cengkramannya. Jet segera jatuh terkulai ditanah dan berusaha menarik udara dengan gila-gilaan, setelah beberapa menit napasnya mulai kembali normal dan kemudian melirik Lux dengan pandangan takut dan ngeri.
"Hah, Jet aku sudah memperingkatkanmu tetapi kamu tidak mendengarkan. Syukurlah Lux masih berbelas kasihan kepadamu kalau tidak, kamu mungkin sudah di akhirat sekarang."
__ADS_1
"Ugh." Ucap Jet dan kemudian berusaha untuk bangkit.
Sementara itu para prajuritnya yang dari tadi mengawasi, segera ingin bergerak membantu tuan mereka. Tetapi tiba-tiba Sasaki dan Risaki menghalau mereka dengan auranya. Membuat para prajurit tersebut mulai di tekan dan tidak bisa bergerak dari tempat mereka.