
Cesar melihat orang yang menyerangnya, dia adalah seorang pemuda yang memiliki perawakan sedikit mirip dengan Lux. Dia adalah Ray Fos saudara pertama Lux.
Dia datang tidak hanya sendirian, dia bersama Lissa, Lily, Jack dan Kapten Pengawal yang di perintahkan Leluhur Fos tadi.
"Leluhur. Apakah kamu tidak apa-apa?" Teriak Ray
"Apa yang kalian lakukan di sini?. Segera pergi dan menjauh."
Ray yang mendengar ucapan Leluhur Fos membalasnya dengan percaya diri. "Leluhur, kita mungkin bisa mengalahkannya bersama-sama."
"Berhenti bicara omong kosong. Ayahmu saat ini sedang tidak ada di sini dan aku sudah terluka. Apakah kamu tahu bahwa dia seorang Mana Core tahap Perak?. Cepat pergi jangan menghambatku." Teriak Leluhur Fos marah.
"Tenang sa..." Sebelum Ray menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dia bingung saat pandangannya mulai miring dan kepalanya mulai jatuh ke tanah.
"Bocah, sepertinya kamu salah memilih lawan." Cesar berkata dengan dingin saat dia muncul secara tiba-tiba di depan Ray dan membunuhnya.
Lissa yang melihat anaknya di bunuh didepan matanya, berteriak dengan sedih. "Ray anakku..."
"Kakak Ray." Teriak Jack dan Lily dengan sedih.
Sementara Kapten Pengawal yang melihat hal ini sangat marah. "Bajingan, beraninya kamu."
Kapten pengawal berlari dan akan menyerang Cesar.
Cesar yang melihat serangan Kapten Pengawal mendengus dingin. Dia langsung menebaskan serangan petir yang kuat dan langsung menewaskannya di tempat.
"Sekarang giliran kalian." Cesar mendekat kearah Lissa dan yang lainnya.
Jack yang melihat ini segera maju kedepan untuk melindungi ibunya Lissa dan adiknya Lily.
"Bajingan." Geram Jack dengan marah dan segera menggunakan mode tubuh Api.
Cesar yang melihat tindakan Jack menyeringai dan mendekat secara perlahan. Tetapi yang tak terduga di tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
"ROOM LOCK." Teriak Leluhur Fos mengeluarkan salah satu teknik terkuatnya dan mengunci tubuh Cesar di tempat.
"Sialan, bajingan tua. Tidak aku sangka kamu masih bisa menyerang."
Cesar mengumpat dengan marah. Sementara Leluhur Fos segera berteriak kepada Jack dan yang lainnya. "Jack, bawa ibu dan adikmu keluar dari sini."
"Ini?."
Jack ragu sejenak, tetapi segera menuruti perintah Leluhurnya. "Ibu, Lily. ayo pergi p."
__ADS_1
Lissa dan Lily mengangguk pasrah dan segera pergi meninggalkan Leluhur Fos dan keluar dari kediaman keluarga.
Cesar yang melihat hal ini sangat marah, dia segera berteriak dan memerintahkan pemanah yang menyerang Leluhur Fos tadi untuk mengejar Lissa dan yang lainnya.
"Duem, segera kejar Meraka."
"Baik tuan." Duem segera berlari mengejar meraka.
Leluhur Fos yang melihat hal ini sangat marah, dia segera mengeluarkan teknik ruangnya juga kepada Duem dan menyebabkan Duem ikut berhenti di jalan, tidak bergerak.
"Ugh, sialan. Ini telah menguras banyak Manaku."
Cesar yang merasakan kurungan ruang Leluhur Fos mulai longgar, menyeringai. Dia segera melesatkan Mananya dalam mode tubuh petir dan langsung melepaskan kurungan ruang Leluhur Fos.
Leluhur Fos langsung menerima serangan balasan akibat penghancuran tekniknya secara paksa oleh Cesar. Dia mulai batuk darah dan berlutut.
Sementara Duem yang telah berhasil lolos dari penjara ruang segera kembali mengejar Lissa dan yang lainnya.
"Hahahaha. Pak tua sepertinya ini akan menjadi hari terakhirmu dan keluarga Fos." Ujar Cesar dengan sangat senang dan langsung melesatkan pedangnya kearah jantung Leluhur Fos.
Leluhur Fos yang sudah sangat lemah tidak bisa menghindarinya dan akhirnya pedang Cesar berhasil menembus jantungnya.
"Ughu ughu ughu." Leluhur Fos kembali batuk darah.
Cesar ingin memcabut pedangnya dari tubuh Leluhur Fos. Tetapi dia terkejut pedangnya tidak bisa keluar dari tubuhnya.
"Hehehehe. Walaupun aku akan mati, setidaknya harus ada yang menemaniku."
Tubuh Leluhur Fos mulai bercahaya dan akan meledak.
Cesar yang melihat hal ini berkeringat dingin dan ingin menjauh. "Tidak baik."
"Sudah terlambat." Teriak Leluhur Fos kemudian tubuhnya mulai meledak dengan kuat hingga menghancurkan sebagian kediaman keluarga Fos.
Setelah beberapa menit dampak ledakan mulai meredah dan memperlihatkan tubuh Cesar yang tak bernyawa.
Para prajurit Cesar yang melihat ini tertegun dan tidak tahu harus berbuat apa selanjutnya.
Tetapi segera Kapten prajurit kerajaan Ness yang melihat situasi tidak baik ini, langsung mengambil alih kepemimpinan. "Semua prajurit mundur. Kita akan kembali kepangkalan awal."
Para prajurit kerajaan Ness yang mendengar ini segera mengikuti instruksi dan mundur.
Sementara para prajurit keluarga Fos yang melihat kepergian prajurit kerajaan Ness, membiarkan mereka mundur.
__ADS_1
Para prajurit keluarga Fos mulai melihat Leluhur mereka yang telah mati dengan sedih.
....
Lissa dan yang lainnya mulai berlari di malam hari. Mereka mulai bergerak ke arah istana kerajaan Green.
"Kenapa sangat sepi sekali di jalan ibukota?." Tanya Lily gugub sambil berlari mengikuti kakaknya.
Jack yang mendengar pertanyaan Lily tidak menanggapi dan menyuruh mereka bergerak cepat. Tetapi hal yang mereka tidak sangka adalah sebelum mereka bisa sampai di istana kerajaan, tiba-tiba beberapa prajurit berpakaian serba hitam sambil mengenakan penutup di wajahnya, mengepung mereka.
"Ugh, sialan. Ibu, adik segera berlindung di belakangku." Jack berkata dengan sedikit gugub melihat pengepungan ini.
Mereka sekarang dalam situasi putus asa dan tidak bisa tidak ketakutan.
Tetapi tiba-tiba cahaya penyelamat mereka langsung muncul. Seorang lelaki tua agak pendek berjalan mendekat dan berkata.
"Astaga. Tidak aku sangka, aku akan menemukan sekelompok pria mengelilingi seorang bocah dan dua wanita. Apakah kalian tidak malu?." Tanya Lelaki tua itu yang rupanya Brayen Horn, guru dari Lux.
Para prajurit yang sedang mengepung Jack dan yang lainnya terkejut dan segera berbalik dan melihat orang yang berbicara. Tetapi hal yang tak terduga, sebelum mereka bisa berbalik, tiba-tiba tubuh mereka mulai remuk seakan di pegang oleh tangan raksasa yang transparan.
Setelah beberapa saat teriakan putus asa mulai terdengar dan berhenti setelah beberapa saat.
Tubuh para prajurit itu mulai jatuh ke tanah dengan tubuh yang remuk dan sudah mulai tidak bernyawa.
Jack yang melihat ini terkejut dan bertanya dengan waspada. "Siapa kamu?."
"Hohoho. Tenang saja tuan muda aku bukanlah musuh. Aku adalah guru dari saudara anda Lux."
Brayen Horn berkata dan memperkenalkan dirinya pada mereka bertiga.
Jack yang mendengar nama Lux dari kakek tua itu, sedikit bernafas lega dan menghilangkan kewaspadaannya. Sementara Lissa dan Lily yang mendengar nama Lux di sebutkan sangat senang.
"Apakah kamu guru Lux?. Terimakasih tuan telah menyelamatkan kita." Sapa Lissa dengan sopan diikuti Lily di belakangnya.
"Hohoho. Santai saja Nyonya." Balas Brayen Horn dengan senyuman.
"Cih, Lux sialan itu akhirnya sedikit berguna untuk keluarga ini. Di saat kita sedang di serang oleh kerajaan Ness dan Demon, dia malah berkeliaran di luar sana dengan santainya." Ujar Jack dengan sedikit tidak senang.
Lissa yang mendengar ucapan Jack segera berkata. "Jack, jaga ucapanmu. Seharusnya kamu berdoa agar dia pulang dengan selamat."
Jack memutar matanya mendengar ucapan ibunya. "Baiklah-baiklah. Jadi bagaimana dengan sekarang ini.?"
"Hohoho. Untuk sekarang sebaiknya kita menuju ke istana kerajaan. Aku berpikir situasi ibu kota sekarang ini kurang baik." Brayen Horn berkata dengan sedikit serius.
__ADS_1
Jack, Lissa dan Lily yang mendengarnya mengangguk dan kemudian bergi bersama Brayen Horn ke istana kerajaan.