
"Untuk kamu Sei, segera kumpulkan pasukan bayangan untuk menemukan pelakunya." Ucap pangeran kedua.
Sei yang mendengar perintah tuannya mengerutkan keningnya. Dia ingin membantah tetapi saat melihat wajah tuannya dia langsung menuruti kemauannya.
"Baik tuan." Ucap Sei dan langsung pergi meninggalkan ruangan.
Pangeran kedua melihat kepergian Sei dengan dingin. Sementara Pev yang masih belum berangkat berkata kepada pangeran kedua.
"Tuanku, aku yakin bajingan itu adalah seorang mata-mata. Apakah tidak apa-apa membiarkan dia terus berada disisi kami?."
"Tenanglah. Aku sengaja membuat dia memimpin pasukan bayangan untuk mengetes kesetiaannya. Kalau sampai terbukti dia adalah seorang mata-mata, aku akan membuat dia menyesali perbuatannya itu." Ucap Pangeran kedua dengan dingin.
Marquez Pev yang mendengar hal ini bernafas lega dan kemudian berkata. "Kalau begitu aku mohon pamit untuk berangkat ke tempat pangeran ketiga yang mulia."
Pangeran kedua mengangguk dan mempersilahkan dia untuk pergi. Marquez Pev yang dipersilahkan segera meninggalkan ruangan dan mempersiapkan keberangkatannya menemui pangeran kedua.
.....
Sementara pangeran kedua dan Marquez Pev sibuk mengurus hal yang terjadi.
Sei saat ini berada di luar mansion, saat ini hari sudah malam dan gelap. Dia melihat burung gagak yang membawakan surat kepadanya.
Sei mulai mengambil isi surat di bawah cakar gagak itu dan melepaskan gagaknya. Setelah mengambilnya, dia membukanya dan melihat isi didalam surat itu. Tiba-tiba mengerutkan keningnya dengan serius.
"Marquez Kones menghilang?!." Ucap Sei dengan serius. Dia kemudian mengangkat tangan dan membentuk simbol.
Segera seorang dengan pakaian yang tertutup serba hitam muncul.
"Perintah anda tuan?."
"Segera periksa mension tuan kota dan penjaranya. Temukan Marquez Kones. Apakah dia masih hidup atau tidak?." Ucap Sei yang mulai mencurigai pangeran kedua.
"Baik tuan" pria itu menghilang.
Setelah pria itu menghilang, Sei saat ini memiliki pandangan dingin diwajahnya. "Hmm, sepertinya pangeran kedua sudah mencurigaiku sebagai seorang mata-mata. Kalau sudah sampai disini tepaksa aku akan melakukan rencana B sesuai perintah dari tuanku pangeran pertama."
__ADS_1
Sei mulai menunggu penyelidikan pria berjubah hitam sebelum melaksanakan rencana terakhirnya.
Tidak berlangsung beberapa menit pria hitam yang disuruh oleh Sei segera kembali. Dia kemudian melangkah dan membisikan sesuatu ditelinga Sei.
Sei yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya dengan marah.
"Pangeran kedua, sepertinya kamu benar-benar memaksaku untuk membunuhmu." Ucap Sei dengan marah.
"Sekarang apa perintahmu tuan?." Tanya pria itu.
"Segera sampai kepada pangeran pertama apa yang kamu lihat. Aku akan segera kembali ke ibukota setelah melakukan sesuatu." Ucap Sei dengan dingin.
"Baik tuan" balas pria itu dan pergi meninggalkan Sei sendiri.
Sei yang melihat kepergian pria itu segera bergerak untuk mempersiapkan rencana B, nya.
.......
Sementara itu Marquez Pev yang telah tiba di kota Lost saat ini setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam langsung bertemu dengan pangeran ketiga.
Didalam ruangan terlihat Marquez Pev dan pangeran ketiga dan bawahannya sedang mendiskusikan sesuatu.
Pangeran ketiga dan Marquez kota Lost yang mendengar ucapan Marquez Pev segera saliang memandang.
"Bagaimana menurutmu tuan Marquez." Tanya pangeran ketiga.
"Tuanku yang dikatakan oleh Marquez Pev benar. Kita terlebih dahulu harus mengenyampingkan perebutan tahta dan fokus pada pengusiran para penjajah dari kerajaan lain. Dengan bekerjasama persentase kemenangan kita akan lebih besar." Ucap Marquez kota Lost dengan jelas.
Pangeran ketiga yang mendengar hal ini mulai berpikir dan kemudian berkata. "Baiklah, sampaikan kepada Saudaraku bahwa aku akan ke kota Retus untuk membahas kerjasama penaklukan saudara pertama."
Marquez Pev yang mendengar ucapan pangeran ketiga sangat senang. Sementara Marquez kota Lost yang melihat ini semua menyeringai.
'Hum, bukan hanya pangeran pertama yang akan kami musnahkan. Termasuk kamu dan pangeran kedua juga. Dengan bantuan dari kerajaan Beast, kerajaan Mesh sudah berada di dalam genggaman kami. Kukukuku.' pikir Marquez Lost dengan senyum menyeramkan.
Sementara itu Marquez Pev yang tidak mengetahui hal ini segera berdiri untuk pamit pergi kepada pangeran ketiga dan Marquez kota Lost.
__ADS_1
"Pangeran, tuan Lost. Kalau seperti itu aku mohon pamit dulu untuk menyampaikan kabar ini ke tuanku." Ucap Marquez Pev dengan rendah hati.
Pangeran ketiga dan Marquez kota Lost segera mengangguk dan mempersilahkannya. Pev yang telah dipersilahkan, segera pergi dari ruangan dan kembali ke kota Retus.
Saat Marquez Pev pergi, terlihat pangeran ketiga dan Marquez kota Lost tertawa senang.
"Tuan Marquez, tidak aku sangka rencana untuk memancing kerjasama dengan saudara keduaku berjalan semulus dan semudah ini. Hahahaha. Aku tinggal menunggu pertarungan antara saudara keduaku dan pertama bertarung. Setelah itu aku akan memanen semua hasilnya." Ucap pangeran ketiga dengan bahagia.
Marquez kota Lost yang mendengar ucapan tuannya tersenyum juga. "Tuanku, sekarang kita tinggal menghubungi pihak kerajaan Beast saja untuk menahan kerajaan Matahari dan Chaos."
"Benar. Segera kirim orang untuk menemui Raja Beast untuk bersiap melakukan rencana yang telah disusun." Perintah pangeran ketiga.
"Baik tuan." Balas Marquez kota Lost.
Kembali kepada Lux dan Sev yang saat ini berada di hutan dekat perbatasan Antara Kerajaan Bulan dan Mesh.
"Tuan Lux. Kenapa kita menuju ke arah kerajaan Bulan?." Tanya Sev dengan bingung.
"Sekarang kita akan menyulut peperangan antara kerajaan Beast, Matahari, Chaos dan Bulan, agar penaklukan kerajaan kita berjalan dengan mulus." Ucap Lux dengan tenang.
Sev yang mendengar hal ini semula terkejut, tetapi dia tetap diam dan mengikuti instruksi Lux. Setelah melihat pekerjaan Lux selama ini dia sudah lama menaruh kepercayaan kepadanya.
Sev sudah banyak melihat tindakan dan rencana yang dibuat oleh Lux, semuanya sempurna dan tampa cela, dia bahkan bingung dari mana dia mendapatkan informasi yang bahkan tidak dapat diketahui dengan mudah. Sev memandang Lux dengan pandangan kagum.
"Kita akan sampai, segera menyamar dan minum potion ini." Ucap Lux sambil melemparkan sebuah potion yang dia buat. Potion itu berwarna kuning dan berguna untuk transformasi dan membuat bau aura mana dapat meniru orang lain.
"Segera bayangkan suku beast yang kamu pikirkan dan minum." Ucap Lux.
Sev segera melakukan apa yang dikatakan oleh Lux dan mulai meminum potion. Sontak dia langsung berubah menjadi salah satu suku beast singa.
Lux yang melihat hal ini mengangguk dan meminumnya juga. Dia juga mulai berubah menjadi suku singa.
Lux kemudian mengeluarkan dua peti yang didalamnya terdapat mayat dari utusan kerajaan Moon yang dikirim ke kerajaan Elf dulu. Lux mengambil mayat dan menyimpannya. Tidak dia sangka akan sangat berguna sekarang.
Sev yang melihat peti yang berisikan mayat anggota kerajaan Bulan, sangat terkejut. Dia akhirnya paham kenapa mereka datang ke kerajaan Bulan sekarang. Sev melihat Lux dengan pandangan kagum.
__ADS_1
Lux yang melihat pandangan Sev, tersenyum jijik. "Ada apa dengan pandangan menjijikkanmu itu?."
Sev sadar dan segera meminta maaf dengan malu. "Ah, maafkan aku tuan."