
"Fufufu. Tidak usah Lauren. Aku kali ini memaafkan mereka karena mereka juga terjebak rencana Duke Jost." Ucap Georgina dengan tenang.
"Juga sepertinya ada sesuatu yang menarik disini. Fufufu..."
"Apa maksud anda yang mulia?." Tanya Lauren bingung.
Georgina tidak membalas malah mengangkat tangannya. Segera energi gelap yang sangat luar biasa keluar dan dia mengunci suatu lokasi di dekat jendela.
Sontak sebuah kucing hitam dengan tanda bulan sabit dikunci oleh kekuatan gelap Georgina. Kucing itu berusaha meronta-ronta ingin keluar dari genggaman Georgina, tetapi sayangnya dia tidak bisa dan hanya bisa pasrah dan dibawah depan Georgina.
Lauren dan yang lainnya melihat sebuah kucing muncul di depan mereka sangat terkejut.
"Kucing bayangan. Bukankah mereka sudah punah? dan dia juga sudah memiliki seorang kontraktor. Jangan bilang?.." Ucap Lauren dengan muram.
Sementara Georgina yang melihat kucing hitam ini masih tersenyum di tempat. "Fufufu. Siapa tuanmu kucing kecil dan apa tujuanmu memeta-matai kami?."
"Lepaskan aku. Aku tidak akan memberitahumu walaupun aku mati. Jadi percuma saja bertanya padaku."
"Hahahaha. Kamu benar-benar lucu." Ucap Georgina dengan tawa.
"Fufufu. Walaupun kamu tidak memberitahuku. Aku juga akan tahu nanti. Untuk sementara kamu akan aku tahan." Georgina segera mengeluarkan teknik dan memanggil sebuah penjara gelap. Lalu dia langsung memasukan Moon kedalam penjara tersebut.
Moon yang masuk didalam kurungan berusaha keluar menggunakan tekniknya, tetapi percuma, dia mencoba beberapa kali tetapi tidak bisa. Dia akhirnya pasrah dan duduk didalam sangkar dengan tenang.
Sementara itu Lauren sangat rumit. Dia kemudian menatap Georgina dan berkata. "Tuanku bagaimana sekarang?. Sepertinya ada orang yang memata-matai kedatangan kita. Aku curiga Duke Jost dan aliansinya yang melakukan ini."
"Fufufu. Kamu salah Lauren. Jost tidak mungkin ikut campur dalam perebutan kekuasaan kerajaan Mesh yang kecil. Walaupun wakil dekan Menara sihir juga dibalik perebutan ini. Tetapi ini pasti kelakuan dari seseorang di pihak ketiga yang tidak kami ketahui."
Lauren dan Balor sangat terkejut saat mendengar ucapan Georgina.
"Jadi kita harus bagaimana sekarang yang mulia?."
"Tentu saja menonton dan mengamati keseruan ini. Aku sangat ingin melihat siapa dibalik rencana yang rumit ini dia bahkan dapat mengelabui 5 Raja dari kerajaan benua timur ini." Ucap Georgina dengan senyum tertarik.
"Ini..." Lauren sangat canggung saat mendengar ucapan tuannya. Sementara Balor sangat malu saat dia mendengar bahwa ada seseorang yang memanfaatkannya dalam peperangan ini.
"Balor. Segera ikuti rencanamu yang awal dan bantu pangeran pertama kerajaan Mesh itu untuk mendapatkan tahta. Tetapi kamu harus mengirimkan pasukan yang tidak terlalu berpengaruh dalam kekuatan kerajaan Chaosmu." Perintah Georgina dengan tenang.
Balor semula tidak mau, tetapi karena ini adalah perintah dari Raja iblis dia akhirnya setuju dan mengikuti rencana awal. "Yang mulia kalau sampai orang yang membuat rencana itu muncul bolehkah aku membunuhnya dengan tanganku sendiri."
__ADS_1
Georgina mulai berpikir. Sementara Balor berkeringat dingin menunggu jawaban tuannya.
"Um, baiklah. Agar ini semakin menarik untuk ditonton. Aku persilahkan untuk kamu menyerangnya."
"Baik yang mulia." Balas Balor dengan hormat.
"Segera kumpulkan pasukanmu. Kita akan segera berangkat ke kerajaan Mesh bersama dan sembunyikan identitasku saat kita berada di kerajaan nanti." Ucap Georgina.
"Baik tuan." Balor segera keluar.
Setelah Balor dan pasukannya yang lain meninggalkan ruangan, Lauren yang berada disampingnya segera bertanya. "Apakah tidak apa-apa melakukan hal ini?. Bukankah kita harus secepatnya kembali ke benua tengah untuk mewaspadai Duke Jost mencegahnya melakukan sesuatu yang buruk nantinya?."
"Fufufu. Tenang saja Lauren, aku sebenarnya sangat ingin tahu tentang orang yang membuat rencana licik ini. Dia mungkin bisa membantu kita dalam masalah yang kita hadapi." Ucap Georgina dengan senyum menawan.
Lauren yang mendengar hal ini tidak membantah dan akhirnya mengangguk mengikuti saran tuannya.
......
Sementara itu Lux yang saat ini bersama Lolita berada di taman saling berbincang dengan riang.
"Lolita apakah kamu sudah siap?. Kita akan segera melakukan serangan dua hari kedepan." Ucap Lux.
Lolita menunduk dengan sedih, seakan tidak setuju dengan rencana pembunuhan nanti. Lux yang melihat hal ini tersenyum dan kemudian berkata kepada Lolita.
"Lolita. Dalam perang pembunuhan pasti akan terjadi. Kalau kamu berbelas kasih nanti. Apakah kamu mau kakek dan keluargamu nanti mati saat perang karena berbelas kasihan." Ucap Lux dengan serius.
Lolita yang mendengar hal ini mengerucutkan bibirnya dan berkata. "Baiklah Lux. Aku tidak ingin rakyat dan keluargaku mati. Jadi aku harus kuat."
Lolita berdiri dan memegang tangan kecilnya dengan semangat.
Lux yang melihat hal ini tersenyum dan kemudian berkata. "Ayo ikut denganku. Aku ingin menunjukkan sesuatu untukmu. Agar kamu lebih rileks nantinya saat perang."
Lolita bingung saat mendengar ucapan Lux. "Kita akan pergi kemana?."
"Kamu akan segera tahu." Ucap Lux dengan senyum misteri.
"Baiklah." Jawab Lolita.
Lux kemudian menggunakan kemampuan matanya dan menghisap Lolita kedalam Dimensional World. Setelah mengisap Lolita dia langsung ikut menghilang.
__ADS_1
Tidak berselang lama dia muncul di kediamannya di alam tersembunyi. Lux melihat Rose dan yang lainnya sedang mengobrol dengan Arthur Pendragon untuk membahas sesuatu.
Lux segera menyapa mereka semua. "Bagaimana kabar kalian semua?."
Rose dan yang lainnya terkejut saat mendengar suara Lux. Mereka semua berbalik dan melihat Lux berdiri didepan mereka sambil tersenyum.
”Lux." Teriak semua istri Lux dengan bahagia. Mereka segera menghampiri dan langsung memeluknya.
"Hahahaha. Ada apa dengan ekspresi kalian. Aku padahal hanya meninggalkan kalian selama beberapa hari."
"Hum. Bagimu itu sangat sedikit, tetapi bagi kami itu sudah sangat lama sekali." Jawab Rose.
"Benar." Di ikuti oleh yang lainnya.
Lux tersenyum canggung saat mendengar ucapan mereka. Sementara itu Nana dan Arthur yang berada dibelakang mereka segera menghampiri Lux dengan senang juga.
"Kakak Lux, lama tidak bertemu aku sangat merindukanmu." Jawab Nana dan memeluk Lux juga.
Arthur yang berada di belakang Nana tersenyum dan menyambut kedatangan Lux juga.
"Selamat datang kembali Kakak Lux. Jadi bagaimana ekspedisimu di dunia luar?." Tanya Arthur.
"Sangat bagus. Mungkin tidak lama lagi aku akan membawa kalian semua keluar untuk jalan-jalan." Jawab Lux.
"Benarkah?, Janji ya, Kakak Lux." Ucap Nana dengan riang.
"Tentu saja." Balas Lux.
"Yee." Teriak Nana bahagia.
Sementara Rose dan yang lainnya tersenyum melihat tingkah Nana yang manja.
"Ngomong-ngomong aku ingin memperkenalkan kalian pada seseorang." Jawab Lux.
Semua Orang yang mendengar ucapannya menatap dengan curiga.
Lux yang melihat hal ini tersenyum canggung dan kemudian berkata. "Ada apa dengan pandangan itu?. Hah, sudahlah. Sebaiknya kamu langsung melihatnya saja."
Lux kemudian mengeluarkan Lolita dihadapan mereka semua.
__ADS_1
Saat mereka melihat Lolita semua orang membeku di tempat.