
Sementara itu setelah mereka melakukan beberapa perkenalaan. Mereka akhirnya kembali ke kerajaan Green.
Selepas tiba disana Lux memberikan intruksi kepada para pengawal keluarga Fos untuk menyiapkan tempat tinggal, agar suku manusia binatang bisa tinggal.
"Lux, Fifian ingin berbicara denganmu." Rose menghampiri Lux yang sedang duduk di sofa.
Lux yang mendengar ucapan Rose mengangkat alisnya, bingung. "Fifian?. Ada apa?, Kenapa tiba-tiba dia ingin berbicara kepadaku?"
Rose yang mendengar ucapan Lux tidak memberi tahunya, malah tersenyum main-main. "Nanti kamu akan tahu sendiri. Fifian saat ini berada di kamar sebelah. Jadi cepatlah..."
Rose langsung menarik Lux untuk membawanya di kamar sebelah. Lux yang melihat hal ini semakin bingung dan curiga, tetapi dia tetap mengikutinya.
Sesampainya di sana Lux didorong masuk oleh Rose dan dia langsung mengunci pintu kamar itu.
Didalam kamar Lux melihat Fifian yang mengenakan pakaian tidur yang sangat panas. Lux yang melihat hal ini tidak bisa tidak sedikit memerah dan jonynya mulai berdiri.
Sementara Fifian hanya melihat Lux dengan malu.
"Fifian, Kenapa kamu mengenakan pakaian seperti itu?." Tanya Lux dengan sedikit bingung.
"Ugh, ini tidak adil." Jawab Fifian sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak adil?." Lux tambah bingung dengan ucapan Fifian.
"Iya. Kenapa kamu hanya menyentuh Rose, Benedeta dan yang lebih parahnya kamu tiba-tiba langsung membawa pulang Yasaka yang langsung mendahuluiku." Teriak Yasaka dengan memerah malu.
"Ini ..." Lux sangat terkejut dengan ucapan Fifian. Dia kemudian menghela nafas dan menghampirinya.
"Bukannya aku tidak ingin menyentuhmu. Tetapi aku berpikir kamu tidak menyukaiku dan bertunangan denganku hanya karena agar kamu memutuskan pertunanganmu dengan pangeran Kevin." Lux duduk sambil memeluk Fifian dan berusaha menenangkannya.
Fifian yang mendengar ucapan Lux kemudian berkata. "Aku sebenarnya sudah lama menyukaimu. Saat kamu dulu masih di Akademi aku sudah menyukaimu. Saat itu aku melihatmu tidak berbakat sama sepertiku, tidak seperti sekarang ini. Aku berpikir ketidak berbakatnya kamu, membuat kamu sama denganku, itulah yang menyebabkan aku langsung berpikir kita memiliki kemistri yang sama. Tetapi saat aku mendengar kamu bertunangan dengan Rose, aku frustasi dan menyalahkan diriku sendiri karena tidak berbicara dari awal denganmu.. hiks, hiks hiks."
Fifian menjelaskan kepada Lux sambil berlinang air mata. Lux yang mendengar ucapan Fifian terkejut. 'Apa?. Di dalam ingatan yang aku terima, Lux tidak terlalu dekat dengan Fifian. Bahkan dia bertemu dengannya hanya beberapa kali saja. Tidak aku sangka dia sangat menyukaiku.'
"Hah, seharusnya aku yang meminta maaf Fifian karena tidak mengetahui hal itu." Lux berkata sambil memandang wajah Fifian dengan serius dan mendekatkan bibirnya kepada Fifian.
Fifian yang melihat hal ini terkejut dan langsung sedikit memerah. "Lux,,, aku mencintaimu."
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu Fifian." Balas Lux kemudian langsung mencium Fifian
Setelah menciumnya, Lux perlahan melepas pakaiannya dan mereka berdua mulai berbaring ditempat tidur dengan posisi Fifian dibawah sementara Lux di atasnya.
Hubungan panas mulai terjadi hingga larut malam.
*Enam bulan kemudian.
Setelah perang, enam bulan telah berlalu, selama enam bulan ini Lux berfokus memperbaiki ibukota yang telah rusak dan mencari keberadaan benih alam tersembunyi.
Setelah mencari selama enam bulan akhirnya dia menemukan lokasi benih itu. Sesuai yang dikatakan oleh Brayen. Lokasi benih itu berada di kerajaan Elf dan Lux juga sudah mengkonfirmasi hal itu melalui Melinda.
Dia juga telah membantu Arthur Pandragon sebagai Raja kerajaan Green yang berikutnya. Sebenarnya Arthur enggan menjadi Raja, tetapi karena desakan dari Rose yang membuat dia menerimanya.
Rose juga tidak serta merta menobatkan Arthur sebagai Raja, tetapi dia menunjukkan Sebastian sebagai ajudannya untuk mengajar, sekaligus mengurus segala keperluan dan administratif kerajaan.
Selain itu Lux juga fokus menemani Rose yang akan segera melahirkan dan kabar baiknya setelah tiga bulan yang lalu bukan hanya Rose saja yang telah hamil. Yasaka, Benedeta dan Fifian juga sudah mulai hamil dalam tiga bulan terakhir.
Saat ini mereka sedang berdiri di luar pintu kamar menunggu proses kelahiran anak Rose.
Setelah menjelang beberapa saat bunyi teriakan bayi terdengar. Tetapi hal selanjutnya yang tak terduga adalah terdapat teriakan seorang tabib perempuan juga.
Lux yang melihat hal ini segera menghentikannya. "Berhenti, apa yang terjadi?, Apakah terjadi sesuatu pada Rose?."
Tabib perempuan itu yang mendengar pertanyaan Lux segera berkata dengan ketakutan. "Tuan, tidak terjadi apa-apa dengan nona Rose. Hanya bayinya berubah menjadi monster."
Lux yang mendengar hal ini segera mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?"
Yasaka, Fifian dan Bendeta juga mengerutkan keningnya.
Sementara tabib itu yang mendengar pertanyaan Lux, tidak membalas tetapi melihat kearah di dalam ruangan.
Lux yang melihat ini segera masuk kedalam, bersama Yasaka, Fifian dan Bendeta. Sesampainya di sana Lux melihat Rose memegang seorang bayi laki-laki yang memiliki tampang seperti naga berwarna hitam.
"Naga.." Gumam Lux dan yang lainnya.
Bayi naga tersebut mengeluarkan aura hitam yang mematikan, tetapi aura itu tidak melukai Rose malah membantu Rose menambahkan Vitalitasnya.
__ADS_1
"Rose, apa yang terjadi?." Tanya Lux.
Rose yang mendengar pertanyaan Lux segera berkata dengan rumit. "Lux, anak kita.."
Rose memperlihatkannya kepada Lux. Berbeda dengan yang di harapkan yang lainnya, Lux malah mengambil bayi itu dengan senyum senang.
"Hahahaha. Kamu memang bayi yang kuat. Baru lahir saja kamu sudah bisa menakuti orang." Lux berkata dengan senang sambil menggendong bayi naga itu dengan kasih sayang.
Bayi naga itu tersenyum dan cekikan saat digendong oleh Lux. Kemudian hal yang tak terduga terjadi. Bayi Naga itu tiba-tiba bercahaya dan sedikit demi sedikit, dia mulai berubah menjadi bayi normal.
"Guuu..guuu." Bayi itu mulai berbicara dengan senang sambil menjulurkan tangannya ke arah Lux.
Semua terkejut melihat hal ini, terutama Lux.
"Hahahaha. Kamu memang bayi yang nakal...." Ucap Lux kemudian menghampiri Rose dan kembali menyerahkan kepadanya.
Rose tersenyum saat mengambilnya, kemudian mencium pipi bayi itu. Bayi itu mulai terlihat lelah dan kemudian tertidur.
Rose yang melihat ini tersenyum dan kemudian memeluknya. "Lux, beri nama anak kita."
Lux yang mendengar hal ini tersenyum dan segera berkata. "Mavos Fos. Bagaimana sayang?."
"Mavos, ya. Nama yang bagus." Ucap Rose.
Yasaka yang melihat hal ini segera maju dan menghampiri Mavos. "Mavos, kamu sangat Lucu."
Fifian dan Benedeta juga ikut mendekat dan melihat Mavos dengan bahagia.
"Rose, bolehkah aku menggendongnya?." Tanya Fifian.
Rose yang mendengar ini mengangguk. Fifian kemudian mengambil Mavos dari pelukan Rose. Sementara Bendeta dan Yasaka mulai berkumpul di sekitar Fifian dan mulai bermain dengan Mavos.
Lux dan Rose yang melihat ini tersenyum.
"Lux, apakah kehangatan ini akan bertahan selamanya?." Tanya Rose sambil memeluk Lux.
Lux yang mendengar pertanyaan Rose berkata. "Tenang saja sayang. Akan kubuat kehangatan ini akan bertahan selamanya."
__ADS_1
Rose tersenyum mendengar ucapan Lux.