
Setelah mereka tenang, Lux kemudian bertanya kepada mereka berdua. "Ngomong-ngomong, dimana nona Linlin?"
Saat Rose mendengar pertanyaan Lux, dia tidak bisa menahan air matanya yang berjatuhan.
"Hiks, hiks. Ibuku telah mati. Dia dan Ayahku telah mengorbankan dirinya untuk mengalahkan dua orang asing, salah satunya adalah yang kamu bunuh tadi."
Lux yang mendengar ucapan Rose sangat terkejut dan kemudian segera memeluk Rose dengan erat dan menghiburnya.
"Tidak apa-apa. Aku akan selalu ada untukmu..."
Rose yang mendengar ucapan Lux, menangis sedih dan balas memeluknya dengan erat.
Setelah beberapa saat Rose akhirnya tenang dan kemudian menatap Lux lagi. "Bagaimana keadaanmu selama ini di hutan terlarang?. Kenapa kamu tiba-tiba menjadi kuat, hanya dengan beberapa hari?."
Fifian dan Bendeta yang berada di sampingnya ikut mengangguk dengan bingung.
Lux yang mendengar ini tersenyum canggung dan berbicara. "Nanti baru aku jelaskan. Untuk sekarang mari kita kembali dulu untuk mengatur semua kekacauan ini."
Mereka mengangguk dan akhirnya mengikuti Lux kembali ke sisi prajurit kerajaan Green.
Sesampainya di sana Ron Fos segera menghampiri Lux dan berkata dengan bahagia.
"Hahahaha. Lux kamu menjadi semakin kuat. Aku sangat bangga...." Ucap Lux sampai memukul pundaknya.
Lux hanya tersenyum mendengar ucapan Ayahnya dan kemudian berkata. "Ayah, apakah selama aku pergi semuanya baik-baik saja?."
Ayah Lux yang semulanya tersenyum kemudian memasang ekspresi muram. "Hah, keluarga sangat kacau sekarang. Leluhur Fos dan Saudaramu Ray telah mati."
Lux yang mendengar ucapan Ron terkejut dan kemudian bertanya lagi. "Bagaimana dengan ibu dan saudari, ayah?"
Ron yang melihat ekspresi khawatir putranya, tersenyum. "Tenang saja. Ibumu dan Lily baik-baik saja. Mereka saat ini berada di kediaman sedang beristirahat."
Lux yang mendengar ini menghela nafas lega dan kemudian menatap Melinda dan Lit dengan bingung. "Eh, apa yang di lakukan nona Melinda dan tuan Lit disini?."
Melinda yang mendengar ucapan Lux, tersenyum. "Fufufu. Tentu saja aku di sini untuk membantu kerajaan Green dari invasi dari kerajaan lain. Aku berharap tuan Lux mengingat pertolonganku ini."
Lux yang mendengar ucapan Melinda, segera paham.
__ADS_1
"Hah, nona Melinda sangat mampu melihat situasi. Walaupun begitu aku akan tetap berterimakasih kepada anda." Jawab Lux dengan senyuman.
Melinda yang mendengar ucapan Lux tersenyum dan berkata. "Ara ara."
Sementara itu Rose yang melihat interaksi mereka, mengerutkan keningnya dan segera berdiri di depan Lux.
"Nona Melinda. Kalau kamu ingin imbalan dengan apa yang kamu lakukan. Kerajaan Green nanti akan memberikan kompensasi, tidak usah meminta kepada suamiku." Ucap Rose diikuti Fifian dan Bendeta di belakangnya.
Melinda yang melihat hal ini hanya tersenyum dan tidak membalas. Sementara itu Semiramis yang berada di samping Foban dan yang lainnya, ikut menambahkan bumbu kedalam konflik.
"Fufufu. Nak Lux sangat populer. Moga nak Lux tidak melupakan perjanjian kita." Ucap Semiramis sambil menjilat bibirnya.
Lux yang mendengar hal ini memiliki ekspresi canggung diwajahnya yang basah dengan keringat dingin. "Ugh, tentu. Aku tidak akan menarik ucapanku sendiri."
Rose, Melinda, Fifian dan Bendeta mengerutkan keningnya saat mendengar diskusi Semiramis dan Lux. Sementara Fifian yang merupakan anak dari Semiramis tidak bisa tidak menahan rasa penasarannya.
"Ibu. Apa janji yang kamu buat dengan Lux?."
Semiramis yang mendengar Fifian tersenyum dan kemudian berkata. "Astaga. Sepertinya putriku sangat penasaran. Tenang saja, aku akan mengajakmu juga saat perjanjian itu dilakukan. Kami akan melakukannya berdua. Aku yakin nak Lux tidak mungkin bisa menolak kecantikan ibu dan anak."
"Fufufu. Nanti kamu akan tahu.."
"Ugh" Gumam Fifian memerah malu.
Rose dan yang lainnya semakin penasaran dengan perjanjian mereka. Sementara Lux yang dari tadi mendengar diskusi mereka tidak bisa tidak tersenyum canggung.
'Ugh, hal yang ini saja sudah sangat merepotkan. Bagaimana aku menjelaskannya nanti kepada mereka, saat kemunculan Yasaka dan yang lainnya. Aaaah, sudahlah, lakukan saja sekarang sekaligus, agar nantinya tidak memusingkan.'
Lux segera menghadap mereka dan berbicara. "Ehem. Bisakah aku meminta perhatian kalian semua."
Semua orang yang sedang mengobrol tiba-tiba berhenti dan menatap Lux lagi.
"Ada apa Lux?." Tanya Rose bingung.
Lux yang melihat semua perhatian telah tertuju kepadanya, langsung berkata. "Sebenarnya saat aku pergi ke hutan terlarang. Aku tidak sengaja bertemu dengan ras di luar dari benua hidden ini. Setelah aku melakukan pertarungan yang sengit dengannya dan tidak sadarkan diri. Tiba-tiba aku di bawah kedunia luar yang sangat luas."
Semua orang terkejut dengan ucapan Lux dan kemudian mereka merenung tentang kejadian baru-baru ini dan omong dari Raja Grey. Akhirnya teka-teki yang ada dalam pikiran mereka sekarang telah terjawab.
__ADS_1
Sementara itu Rose yang mendengar ucapan Lux segera berkata dengan anggukan paham. "Jadi seperti itu."
"Hohoho. Walaupun aku ingin merahasiakan hal ini dan juga semua orang sudah melihat dua orang menyerang kita tadi bukan berasal dari benua ini. Jadi aku ingin menyampaikan bahwa sebenarnya aku juga berasal dari dunia Luar dan benua yang kalian tempati ini. Kami sebut sebagai alam tersembunyi di sana." Brayen tiba-tiba menambahkan ucapan Lux.
Semua orang terkejut dengan ucapan Brayen dan Lux yang mendengar ucapan Brayen segera membalasnya. "Hah, sudah kuduga. Ternyata guru memang berasal dari dunia Core juga."
"Hohoho. Jadi apa inti dari yang ingin kamu sampaikan Lux. Jangan bilang kamu hanya memberitahukan hal ini?. Dari sejak kamu tidak sadar dan dibawah oleh orang lain ke dunia luar kamu pasti ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting, kan?."
Lux yang mendengar hal ini menghela nafas pasrah dan kemudian melanjutkan ceritanya. "Sebenarnya aku ingin menyampaikan bahwa, karena beberapa hal di dunia luar, aku telah membawa beberapa orang dari dunia luar untuk datang ke sini."
"Eh, orang lain?. Diamana mereka?, Kenapa aku tidak melihat siapapun." Ucap Rose sambil melihat sekitarnya.
Semua orang juga ikut bingung dengan ucapan Lux.
Lux yang melihat mereka bingung segera berkata. "Mohon tidak terkejut nanti saat kemunculan mereka semua."
Kemudian Lux mengaktifkan mata terlarangnya dan sontak mata kanannya mulai berputar dan membuka gerbang Dimensional World.
Setelah terbuka kemudian semua orang yang berada dalam Dimensional World keluar dan melihat sekitarnya dan akhirnya tatapan mereka jatuh pada Lux dan yang lainnya.
Sementara itu saat Yasaka telah keluar dari Dimensional World dan melihat kehadiran Lux.
Dia langsung berlari menghampirinya, sesampainya di sana, sesuatu yang membuat semua orang tercengang adalah tindakan Yasaka yang langsung mencium Lux di depan umum.
Setelah beberapa saat berciuman. Mereka akhirnya berpisah dan Yasaka segera berkata dengan penuh semangat. "Aku sangat merindukanmu Lux."
Lux yang melihat apa yang dilakukan Yasaka secara tiba-tiba, mendesah dan kemudian menepuk kepalanya.
Sementara itu Rose dan yang lainnya, saat melihat hal ini, menatap ke arah Lux.
"Lux, siapa dia?." Tanya Rose dengan pandangan tidak puas.
Lux yang mendengar ucapan Rose, berbalik dan ingin menjelaskannya. Tetapi tiba-tiba saat Yasaka melihat keberadaan Rose yang berbicara. Mata Yasaka kemudian langsung berbinar dan segera berlari ke arah Rose dan memeluknya juga.
"Kamu pasti saudari Rose. Aku sangat ingin sekali bertemu denganmu dan membahas hal-hal mengenai Lux."
Rose yang melihat tindakan mesra Yasaka, tertegun di tempat dengan bingung.
__ADS_1