King Of Lux

King Of Lux
Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.


__ADS_3

Setelah Lux dan gadis kucing itu menyantap makanan yang telah disiapkan. Lux langsung bertanya kepada gadis kucing itu.


"Ngomong-ngomong siapa namamu nona?." Tanya Lux.


Gadis kucing itu yang sedang bahagia sambil memegang perutnya yang buncit terkejut dan segera berdiri.


"Ah, maafkan aku tuan. Aku telah menghabiskan makanan tuan?. Sedangkan untuk namaku adalah Karoka tuan." Balas gadis itu dengan memerah malu.


Lux yang mendengarnya, melambaikan tangan dan berkata. "Tidak masalah, santai saja nona Karoka. Aku hanya ingin bertanya kita berada di wilayah mana sekarang? Apakah berjauhan dengan hutan terlarang?"


Karoka yang mendengar pertanyaan Lux memegang dagunya dan berpikir.


"Hmm, kalau kamu bertanya tentang wilayah ini, kami sekarang berada di wilayah suku rubah kerajaan Beast. Untuk hutan terlarang yang kamu sebutkan bukankah itu berada di alam tersembunyi?" Ucap Karoka kepada Lux.


Lux yang mendengar ucapan Karoka mengerutkan kening.


"Eh, hutan terlarang berada dialam tersembunyi? dan juga, aku sepertinya belum pernah dengar tentang kerajaan Beast. Ngomong-ngomong apakah kamu mengetahui tentang Kerajaan Green?." Lux bertanya lagi kepada kuroka.


"Kerajaan Green?. Aku belum pernah mendengar hal itu, setahu saya di benua timur ini hanya ada kerajaan Beast, Kerajaan Matahari, Kerajaan Bulan, Kerajaan Chaos dan Kerajaan Mesh." Ucap Karoka bingung.


Lux yang mendengar ucapan Karoka berkeringat dingin. "Tunggu dulu. Bukankah ini Benua tersembunyi apa maksudmu dengan benua timur?"


"Eh, Apa maksudmu?. Di dunia Core ini terdapa 5 benua yaitu benua timur, benua utara, benua selatan, benua barat dan benua tengah. Aku tidak pernah mendengar yang namanya benua tersembunyi. Ah, kecuali yang kamu maksud itu alam kecil tersembunyi, kalau tidak salah disana ada kota kecil yang namanya Green, Demon, Tree dan ...umm?"


"Ness." Ucap Lux muram.


"Iya itu. Alam tersembunyi sekarang diperebutkan kepemilikannya oleh kerajaan Matahari dan Chaos. Sementara kerajaan lain seperti kami kerajaan Beast tidak terlalu menaruh minat pada alam kecil itu." Ucap Karoka blak-blakan.


Sementara Lux yang dari tadi mendengarkan berkeringat dingin. "Apa-apaan dengan perkembangan semua ini? Kenapa semakin rumit saja?"

__ADS_1


"Eh, tuan Lux apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Karoka khawatir, sementara Lux masih menunduk dan berpikir dengan rumit.


Tiba-tiba ada suara yang datang disamping pintu masuk kamar.


"Karoka apa yang kamu lakukan disini?"


Karoka yang mendengar suara didepan pintu segera berbalik dan terkejut saat melihat Yasaka yang berdiri menatapnya.


"Ah, maafkan aku nona Yasaka." Ucap Karoka segera menunduk didepan Yasaka.


Yasaka yang melihat hal ini hanya menghela nafas dan segera berkata. "Segera tinggalkan ruangan ini dan bantu kasuki didapur."


Kuroka yang mendengar ucapan Yasaka segera membalas dengan sopan. "Baik Nona Yasaka."


Karokapun meninggalkan kamar Lux. Sekarang tinggal Lux dan Yasaka berada dikamar.


"Ugh, apakah yang dikatakan gadis kucing itu benar semua?" Tanya Lux kepada Yasaka.


"Iya. Tempat kamu tinggal memang hanya sebuah alam kecil yang sedang diperebutkan kepemilikannya." Ucap Yasaka kemudian mengakat wajah Lux untuk menghadap kepadanya.


"Ugh, Apa yang kamu inginkan?. Dalam hidupku aku selalu percaya tidak ada yang gratis didunia ini. Jadi aku berpikir tidak mungkin kamu menolongku kalau kamu tidak menginginkan sesuatu dariku." Ucap Lux sambil menatap mata Yasaka.


"Fufufu. Kamu sangat cerdas. Sebenarnya keinginanku tidak terlalu sulit. Itu adalah benihmu" Tiba-tiba Yasaka langsung mencium Lux dan mengikat tubuh Lux dengan sembilan ekornya.


Sementara Lux yang dari tadi terguncang dengan perkembangan yang tiba-tiba hanya bisa pasrah.


Yasaka yang melihat hal ini melepaskan ciumannya dan tersenyum menggoda. "Tenang saja aku masih perawan, ini adalah pengalaman pertamaku, jadi kamu tidak akan rugi. Setelah kamu menjadi suamiku aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik."


Lux yang mendengar ucapan Yasaka bukannya senang malah bertanya balik. "Kenapa aku?. Bukannya kita baru saja bertemu, tidak logis kalau kamu tiba-tiba menginginkanku hanya dengan sekali melihat?"

__ADS_1


Yasaka yang mendengar ucapan Lux tersenyum kemudian membalas. "Mungkin ini terdengar bodoh, tapi aku telah jatuh cinta kepadamu saat aku melihat pertarunganmu dengan Baki dihutan terlarang. Ahh, melihat pertarunganmu saat itu dihutan terlarang membuatku semakin bergairah."


Yasaka kemudian langsung mengikat Lux dengan ekornya dan menciumnya lagi. Kali ini Lux memeluk pinggang Yasaka dan balas menciumnya. Pertarungan lidah antara mereka berduapun terjadi. Sampai akhirnya mereka sama-sama memutuskan ciuman mereka.


"Hah, Apakah Baki yang kamu maksud itu adalah Serigala hitam itu?" Tanya Lux, sambil sedikit mengatur nafasnya.


Sementara Yasaka yang masih memerah mendengar pertanyaan Lux, langsung membalasnya dengan senyum menggoda.


"Iya. Dia berasal dari suku Serigala. Sebenarnya aku pergi kehutan terlarang untuk membunuh baki, bajingan sialan itu berani-beraninya dia membunuh anggota sukuku." Ucap Yasaka yang tadinya tersenyum sekarang memiliki ekspresi marah diwajahnya karena mengingat kejadian pembunuhan dari anggota sukunya.


"Beruntung karena kamu yang berhasil membunuh baki dan membalaskan anggota sukuku." Lanjut Yasaka kemudian memeluk Lux lagi dengan senang.


Sementara itu Lux yang mendengar ucapan Yasaka membalasnya dengan tenang. "Yasaka, sebelum kita meresmikan hubungan ini, ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu. Sebenarnya aku sudah memiliki beberapa kekasih di alam tersembunyi, jadi...." Sebelum Lux menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Yasaka menciumnya lagi.


Setelah beberapa saat Yasaka melepaskan ciumannya dan berkata. "Fufufu. Tidak apa-apa, selama aku bersama kamu Lux aku tidak masalah."


"Eh, dari mana kamu mengetahui namaku?" Tanya Lux.


"Fufufu. Sebenarnya aku sudah mengetahui semua masa lalumu karena aku memiliki kemampuan spesial, aku bisa melihat ingatan seseorang hanya dengan menggunakan mataku ini." Ucap Yasaka sambil menunjuk mata rubahnya.


Sementara itu Lux yang mendengarnya berkeringat panik dan segera bergumam. 'AI, apakah ingtanku dari dunia lain berhasil diakses olehnya'


[Memproses....]


[Tuan rumah tidak perlu khawatir ingatan penting tuan rumah telah disegel dan tidak bisa diakses tanpa izin tuan rumah.]


Lux yang mendengar hal ini bernafas lega. Sementara Yasaka yang melihat ekspresi Lux kemudian tersenyum dan berkata. "Tenang saja Lux, walaupun aku bisa melihat ingatan seseorang itu terbatas hanya ingatan yang umum saja, sementara ingatan yang lebih privasi aku memerlukan izin akses dari pemilik ingatan, kecuali dia telah mati."


Lux yang mendengar ucapan Yasaka tersenyum canggung dan segera berkata. "Maafkan aku Yasaka. Bukannya aku mau merahasiakan sesuatu darimu, tetapi aku belum siap untuk mengatakannya. Nanti setelah aku siap, aku akan memberitahumu dan kekasihku yang lain tentang diriku yang sebenarnya."

__ADS_1


"Fufufu. Kalau begitu aku akan menunggu hal itu."


Lux dan Yasaka saling memandang kemudian mereka melanjutkan ciuman mereka. Lux kemudian mulai meraba-raba Yasaka dan akhirnya melepaskan atasannya. Sementara itu Yasaka mulai melepaskan pakaian Lux juga. Keduanya akhirnya larut dalam kesenangan yang bergairah hingga besok pagi.


__ADS_2