
Lux kemudian berdiri dan meluruskan badannya. "Siapa kamu?, Aku datang ke sini atas perintah dari Raja Elf. Berani-beraninya kamu menghalangi jalanku."
Mendengar ucapan Lux makhluk itu malah tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha. Manusia apakah kamu pikir kerajaan Elf kecil ini adalah pemilik dari tempat ini?. Kalau kamu berpikir seperti itu kamu sangat naif. Dari zaman alam ini terbentuk. Aku dan pohon ini sudah lama hidup bersama hingga sekarang dan kamu seorang manusia kecil ingin mengambil benih kehidupannkami. Hum, bermimpilah manusia."
Lux yang mendengar penjelasan dari mahluk itu mengerutkan keningnya. 'AI, analisis makhluk ini.'
[Mulai Menganalisis...]
[Analisis Selesai.]
[Mahluk yang tercipta dari benih alam. Bersamaan dengan pohon dunia, dia telah mampu menumbuhkan kecerdasan layaknya manusia.]
Lux yang melihat penjelasan ini mengerutkan keningnya dan menatap mahluk itu dan pohon dunia dalam-dalam.
"Sepertinya dalam penerobosanku kali ini tidak akan mudah. Tetapi tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk mengambil benih dunia." Ucap Lux dengan dingin.
Mendengar ucapan Lux mahluk itu sangat marah dan segera menerjang ke arah Lux. "Sombong. Matilah manusia."
Mahluk itu melakukan serangan pukulan lagi tetapi kali ini dengan tangan yang membuku dan dingin.
Lux yang melihat serangan ini segera memadatkan pukulannya juga dengan elemen Logam dan api.
Tangan Lux mulai berubah menjadi bentuk emas yang mengeluarkan api emas disekitar tangannya. Dia kemudia mengarahkan pukulannya kearah pukulan mahluk itu.
*Baam
Tangan mahluk itu retak dan dia mundur kebelakang sedikit. Sementara Lux hanya dengan santai berdiri menatap mahluk itu.
Mahluk air itu terkejut, dia tidak menyangka manusia yang hanya berada di tahap mana core putih dapat menahan serangannya.
Saat mahluk itu bingung Lux langsung menghilang dari tempatnya dan kemudian muncul di sisi kiri wajah mahluk air itu dan melayangkan pukulan logam yang dilapisi api emas.
Kepala mahluk itu sebagian hancur dan dia terlempar kebelakang dengan kuat.
"Sialan, itu menyakitkan." Ucap mahluk air itu yang mulai berdiri, setelah menerima serangan dari Lux. Sementara sebagian wajahnya melepuh seperti air panas yang berjatuhan.
Lux yang melihat hal ini meremehkannya dan berkata. "Sungguh lemah."
Mahluk air yang mendengar hal ini semakin marah dan kemudian berteriak dengan keras. "Berani-beraninya manusia kecil meremehkanku."
__ADS_1
Mahluk air itu mulai membentuk tombak es yang sangat besar dari kehampaan dan mengarahkannya langsung ke Lux.
"Mati manusia." Teriak mahluk itu dan serangannya melesat kearah Lux dengan cepat.
Lux yang melihat hal ini segera mengeluarkan pedangnya dan mengalirkan elemen Ruang di dalamnya. Langsung menebaskan dengan cepat kearah serangan itu.
Tombak es yang semula melesat dengan cepat, hancur di potong menjadi berkeping-keping dengan cepat.
Mahluk air yang melihat serangannya dihancurkan dengan cepat terkejut di tempat. Sebelum dia bisa sadar dari kesurupannya, Lux langsung menghilang lagi dari tempatnya dan muncul dihadapan mahluk itu.
"DEVOUR." Teriak Lux.
Sontak daya hisap yang kuat muncul ditangan Lux dan menghisap tubuh mahluk itu dengan cepat.
Mahluk air yang merasakan energi kehidupan dan mananya mulai diserap, sedikit panik dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman daya hisap dari teknik Lux. Tetapi setelah lama berusaha dia tidak berhasil melepaskan diri hingga tubuhnya dihisap sepenuhnya dengan ekspresi ketakutan.
Sementara itu Lux yang telah selesai menyerap mahluk itu merasakan energi yang mengalir ditubuhnya.
"Fyuh, lumayan. Walaupun tidak terlalu besar itu masih sedikit bermanfaat untuk tubuhku." Gumam Lux dengan tenang.
"Baiklah sekarang kita akan melangkah ke tahap selanjutnya." Ucap Lux kemudian menatap pohon dunia sambil tersenyum.
Lux mulai melangkah kearah pohon dunia dan berdiri didepan pohon. Setelah mengamati pohon dengan cukup lama Lux kemudian mengeluarkan kekuatan Devournya secara maksimal.
"DEVOUR."
Lux terus menggunakan kemampuan Devournya dengan kuat hingga dia merasakan sebuah kristal berwarna emas dikedalam pohon.
Kristal itu mengeluarkan aura yang sangat kuat dan mendominasi. Lux yang merasakan ini tiba-tiba menyeringai senang, dia segera memadatkan kekuatannya dan menyerap kristal itu.
Kristal emas yang merasakan daya hisap yang kuat mulai sedikit bergetar dan mengeluarkan cahaya perlawanan.
Lux yang melihat hal ini sedikit tersenyum dan kemudian menfokuskan kekuatan mananya kearah kristal untuk menekannya.
Kristal emas yang ditekan oleh Lux terus menerus akhirnya tidak melakukan perlawanan lagi. Kristal itu mulai berubah menjadi energi emas dan mulai masuk kedalam tubuh Lux.
Lux mulai mengedarkan energi tersebut kearah mana Corenya dan dia mulai duduk dalam posisi meditasi.
Teknik gagak emas berkepala tiga mulai dilakukan dan seluruh energi alam disekitarnya mulai diserap dengan gila-gilaan didalam tubuh Lux untuk menstabilkan benih dunia.
__ADS_1
Mana Core Lux mulai melebur dan membentuk seperti kristal inti emas, disekitar inti emas itu bola elemen berwarna merah, biru, coklat, ungu dan hitam mengelilinginya.
Tidak hanya sampai disitu inti emas dan bola-bola berwarna itu mulai mengeluarkan auranya masing-masing dan merekonstruksi ulang jiwa dan tubuh Lux.
Tulang, daging dan darahnya mulai tempah ulang. Sementara Jiwanya diperkuat ratusan kali lipat.
Aura tersebut terus mengalir ditubuh Lux dengan intens.
Setelah waktu yang lama Lux prosesnya akhirnya selesai dan Lux mulai membuka matanya secara perlahan.
Mata biru langit Lux mulai mengeluarkan garis aura biru gelap. Sementara tubuhnya mulai mengeluarkan aura penindasan yang sangat kuat.
Lux yang tersadar melihat kondisi dirinya dengan sedikit kepuasan.
"Kekuatan yang sangat kuat." Ucap Lux mengepalkan tangannya sambil tersenyum senang.
Saat Lux dalam keadaan senang tiba-tiba AI Lux yang diam mulai berdering dengan nada peringatan.
[Tahap Evolusi garis darah telah berhasil mencapai 100%. Diharapkan tuan rumah agar bersiap untuk pembaptisan garis darah.]
Lux yang tidak sempat melihat informasi AI. Merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa didalam tubuhnya. Dia mulai berteriak dengan keras.
"Aaaaaaaak." Aura emas keluar dari tubuhnya. Naik keatas langit membentuk gagak emas yang perkasa.
*Coak
Teriakan gagak emas membuat terkejut seluruh alam tersembunyi.
...
Rose yang sedang menggendong putranya dan ditemani oleh Yasaka dan yang lainnya. Tidak bisa tidak melihat keatas langit dengan terkejut.
"Lux." Ucap Rose dengan nada khawatir. Sementara Yasaka yang melihat gagak emas di langit mengerutkan keningnya dengan serius.
....
Kerajaan Elf saat ini terjadi kegemparan yang sangat kuat akibat dari kebangkitan garis darah Lux.
Melinda yang saat ini berada diluar gua tempat Lux berada, terkejut. Dia mulai mengkhawatirkan kondisi Lux.
__ADS_1
"Apakah terjadi sesuatu didalam sana?." Ucap Melinda ragu, kemarin malam Melinda sudah berpikir dalam-dalam tentang ucapan Lux saat itu dan membuat keputusan keesokan harinya. Saat dia ingin menemui Lux dan mengkonfirmasi hubungan mereka, dia terkejut saat mendengar dari ayahnya bahwa Lux saat ini berada didalam tanah suci. Jadi dia bergegas kearah sana.
Tetapi sesuatu yang tidak dia sangka adalah sebuah aura yang sangat kuat muncul ditempat Lux. Dia tidak bisa tidak khawatir dan akhirnya memutuskan untuk memasuki gua tersebut.