King Of Lux

King Of Lux
Chapter 34 Keluarga Fenrir


__ADS_3

"Uwahh. Akhirnya kita sampai juga, aku sudah sangat lelah." Ucap Karoka dengan senang.


Saki yang mendengar ucapan Karoka segera berkata. "Karoka jaga ucapan, kita sekarang sedang berada di istana kerajaan."


Karoka yang mendengar ucapan Saki segera menutup mulutnya dan meminta maaf kepada Yasaka.


Sementara Yasaka yang mendengar ucapan Karoka tidak terlalu ambil pusing.


"Tidak apa-apa, kalian semua pasti sangat lelah. Segeralah mengambil kamar dan istirahat. Sedangkan untuk kamu Saki segera arahkan pengawal untuk menjaga di depan dan jangan biarkan siapapun masuk, bahkan raja." Ucap Yasaka tegas.


Saki yang mendengar ucapan Yasaka segera menunduk dan melaksanakan perintahnya.


Sementara itu Yasaka dan Lux pergi kekamar yang sama. Setelah mereka berdua masuk didalam kamar, tiba-tiba Yasaka menarik Lux di tempat tidur.


"Lux, aku sangat bergairah sekarang." Ucap Yasaka sambil perlahan melepaskan pakaiannya.


Lux yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum canggung dan segera ikut melepaskan pakaiannya. Skidipapap merekapun terjadi hingga malam tiba, akhirnya mereka berhenti karena Yasaka yang sudah kelelahan.


Saat mereka berdua sedang berpelukan mesra tanpa mengenakan pakaian. Tiba-tiba Lux berkata kepada Yasaka dengan serius.


"Yasaka, sepertinya Raja Lion itu sangat berbahaya. Biarkan aku mengikutimu didalam istana nanti. Aku curiga Raja pasti merencanakan sesuatu yang berbahaya nanti untukmu." Ucap Lux dengan mata menyipit.


Lux mengetahui Raja Lion berbahaya karena saat dia mengamati Raja Lion, tiba-tiba dia merasakan seseorang siap membunuhnya kapan saja melalui celah ruang.


Lux dapat merasakan seseorang bersembunyi didalam celah ruang karena berkat kenaikan mananya, sehingga persepsinya akan ruang semakin tebal, dia bahkan tidak perlu menggunakan matanya untuk melihat pihak musuh disekitarnya.


"Fufufu. Tenang saja Lux, aku mengetahui hal itu. Inilah yang menyebabkan Raja Lion dibenci oleh bangsawan dan kepala suku lainnya dan untuk kamu mengikutku ke aula istana, aku tidak masalah dengan itu." Ucap Yasaka percaya diri.


"Syukurlah kalau kamu mengetahuinya." Balas Lux.


"Kalau begitu kita harus segera istirahat, agar kami tidak terlalu kelelahan nanti saat pergi ke aula istana kerajaan." Ucap Lux kepada Yasaka yang memeluknya tanpa mengenakan pakaian.


"Hoam. Baiklah aku juga sudah cukup lelah. Kalau begitu selamat tidur Lux." Ucap Yasaka kemudian tertidur didada Lux.


Sementara itu Lux melihat kesisi kanan ruangan dan segera menggunakan mata terlarangnya. Setelah menggunakan mata terlarangnya segera sebuah kekuatan Ruang yang kuat menutupi Ruangan Lux dan Yasaka.


"Hmm, sepertinya persepsiku memang tidak salah. Aku harus lebih hati-hati nanti saat berada diaula istana." Ucap Lux dengan dingin, kemudian dia segera menutup matanya dan beristirahat bersama Yasaka dipelukannya.


...


Dikediaman Pangeran Otar saat ini tiba-tiba terdengar teriakan yang keras dan banyak sekali barang didalam ruang hancur lebur akibat serangan dari pangeran Otar.

__ADS_1


"Yasaka, kamu ****** sialan. Berani-beraninya kamu memberikan tubuhmu kepada manusia rendahan itu." Raungan marah Otar.


Pangeran Otar saat ini sangat marah karena saat dia mencoba mengintip Kediaman Yasaka dengan artefak Suci tiba-tiba dia melihat Lux dan Yasaka telanjang hanya beralaskan kain tidur bersama.


"Pangeran Otar tolong tenang. Kami masih punya pengadilan di aula istana, untuk Yasaka besok. Pangeran dapat melampiaskan kekesalannya saat itu, juga pangeran harap berhati-hati, bocah manusia itu sepertinya tidak sederhana. Dia bahkan mampu menghilangkan pengamatan dari artefak Suci yang kami gunakan." Ucap Yamada sambil mengerutkan keningnya.


"Yamada, kamu terlalu menganggap tinggi manusia itu. Tunggu saja saat dia tiba di aula nanti, pasti akan kucabik-cabik tubuhnya." Ucap Otar dengan marah.


Yamada yang mendengar ucapan pangeran Otar hanya bisa menghela nafas pasrah dan menunggu keputusan pengadilan besok.


...


Sementara itu di kediaman Raja Lion. Terlihat Raja Lion yang sedang duduk sambil melihat bola putih didepannya.


Dia mengerutkan keningnya saat melihat artefak pengamatannya terhalang oleh kekuatan Ruang.


"Seperti yang kuduga bocah itu tidak sederhana. Bagaimana menurutmu Sasaki?." Tanya Raja Lion.


Sasaki yang bersembunyi di celah ruang, segera menampakkan dirinya.


"Tuan, sepertinya manusia itu memiliki afinitas elemen Ruang yang sangat tinggi." Balas Sasaki serius.


"Jadi bagaimana rencana kita nanti besok?. Apakah masih bisa di jalankan?." Tanya Raja Lion sambil mengerutkan keningnya.


"Hmm, kuharap seperti itu. Aku serahkan semua kepada kamu besok." Ucap Raja Lion.


"Baik yang mulia. Kalau begitu saya mohon pamit." Ucap Sasaki dan kemudian menghilang lagi.


Saat Sasaki menghilang, Raja Lion menghela nafas lelah.


"Sepertinya aku memang sudah tua." Ucap Raja Lion dengan nostalgia.


.....


Keesokan harinya Yasaka, Lux dan yang lainnya mulai bersiap ke aula istana kerajaan.


"Apakah semua sudah siap?." Tanya Yasaka.


"Siap Yasaka-sama." Balas mereka semua.


Yasaka yang mendengar ucapan mereka mengangguk puas dan kemudian berkata kembali. "Ingat jangan pernah lengah dan selalu waspada."

__ADS_1


"Baik Nona Yasaka." Ucap mereka dengan sigap.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita berangkat." Ucap Yasaka.


Merekapun segera berangkat, sementara itu Lux yang berada bersama meraka. Berpikir serius tentang situasi yang akan terjadi disana.


Yasaka yang melihat ekspresi Lux segera bertanya kepadanya. "Ada apa Lux, kenapa kamu memiliki ekspresi seperti itu?"


Lux yang mendengar pertanyaan Yasaka segera sadar dan membalasnya. "Aku sedang berpikir tentang situasi yang akan terjadi nanti."


Yasaka yang mendengar ucapan Lux tersenyum dan segera membalasnya.


"Tenang saja Lux, bukankah aku sudah memberitahumu tadi bahwa kami memiliki rencana cadangan." Ucap Yasaka dengan percaya diri.


"Aku tahu itu tetapi kita harus tetap waspada. Ngomong-ngomong Yasaka aku ingin bertanya siapa bangsawan yang paling membenci Raja Lion?." Tanya Lux.


Yasaka yang mendengar ucapan Lux mulai berpikir.


"Kalau tidak salah, Keluarga Singa Putih dan keluarga Fenrir sangat membenci kekuasaan yang dipegang oleh Raja Lion." Ucap Yasaka.


Lux yang mendengar ucapan Yasaka berpikir dan kemudian bertanya lagi. "Dari kedua keluarga itu. Keluarga mana yang paling kuat?"


Yasaka yang mendengar pertanyaan Lux segera berpikir. "Seharusnya keluarga yang paling kuat adalah Keluarga Fenrir. Di kabarkan bahwa Raja Lion sendiri tidak berani untuk menyinggung Keluarga Fenrir."


Lux yang mendengar ucapan Yasaka segera bergumam dalam pikirannya. 'Sepertinya rencana itu mungkin akan berhasil.'


"Yasaka, apakah suku rubahmu berteman baik dengan Keluarga Fenrir?." Tanya Lux.


Yasaka yang mendengar ucapan Lux tersenyum. "Fufufu. Kalau soal kedekatan, aku sangat mengenal nyonya Suzuki, kepala keluarga Fenrir."


Lux yang mendengar ini tersenyum dan berkata kepada Yasaka. "Yasaka, kalau kita tiba di istana nanti segera ke sisi keluarga Fenrir."


"Eh, kenapa?" Tanya Yasaka bingung.


Lux yang mendengar pertanyaan Yasaka hanya menepuk kepalanya dengan senyuman. "Nanti, kamu akan mengetahuinya juga, saat disana."


Yasaka cemberut dan hanya bisa menerima saran Lux dengan patuh.


Saat beberapa menit perjalanan mereka akhirnya tiba di depan aula istana dan sepertinya semua keluarga dan kepala suku sudah berkumpul semua.


Yasaka, Lux dan yang lainnya masuk kedalam. Saat mereka masuk, banyak pandangan tertuju kepada mereka.

__ADS_1


Lux mulai mengamati sekelilingnya dan melihat banyak sekali suku Beast dan beberapa bangsawan berkumpul. Saat pandangan Lux tertuju pada seorang wanita dewasa dengan wajah dan tubuh yang sangat menggoda dengan telinga serigala berwarna putih. Dia menyipitkan matanya saat melihat wanita itu.


__ADS_2