King Of Lux

King Of Lux
Chapter 59 Puncak Perang 1


__ADS_3

Setelah Ratu Alisa datang, Linlin segera bertanya kepadanya.


"Bagaimana situasinya Alisa?"


Alisa yang mendengar pertanyaan Linlin, menghela nafas. "Hah, Beberapa keluarga telah banyak hancur. Hanya menyisahkan tiga keluarga Viscount."


"Ini?..." Linlin tidak bisa tidak terkejut setelah mendengar kabar itu. Sementara Ron yang mendengar hal itu sangat marah. "Bagaimana dengan bajingan Gordon dan yang lainnya?."


"Untuk itu, aku tidak melihat mereka. Tetapi aku melihat sisa-sisa pertempuran dari prajurit keluarga Lance dan Wolf di sana."


Ron yang mendengar ucapan Ratu Alisa, muram. Sementara Foban yang mendengar ucapan Alisa segera mengatakan spekulasi yang dia pikirkan.


"Hmm, sepertinya Gordon dan yang lainnya telah mengetahui kita telah bebas dan langsung meninggalkan ibukota, setelah beberapa pertempuran dari keluarga bangsawan."


"Bajingan pengkhianat itu..." Rose sangat marah setelah mendengar kabar bahwa Gordon dan yang lainnya telah keluar dengan aman dari ibukota.


Bukan hanya Rose yang marah, Ron juga sangat marah setelah mendengar kabar itu.


"Ngomong-ngomong sebenarnya ada yang membuatku sangat bingung sekarang. Saat aku menyusuri ibukota, aku tidak melihat warga sekalipun. Apakah ada yang tahu tentang ini?." Ratu Alisa bertanya kepada semua orang dengan serius.


"Kami juga tidak melihatnya, ini sangat mencurigakan." Gordon membalas perkataan Ratu Alisa dengan serius.


"Jangan bilang, bajingan Gordon itu, menyandra warga dan di bawa ke pasukan musuh."


"Sepertinya itu tidak mungkin karena berdasarkan penjelasan Ratu Alisa. Gordon dan yang lainnya menyerang beberapa keluarga bangsawan sebelum meninggal ibukota, jadi dia tidak mungkin menyandra warga dengan waktu yang begitu cepat seperti itu."


"Jadi di penduduk kota Sekarang?." Tanya Ron.


Semua orang merenung dan berpikir, tetapi yang mereka tidak sangka adalah Melinda yang datang bersama rombongannya Ron, mulai berbicara.


"Ara ara ara. Maafkan aku soal itu. Sebenarnya aku yang mengevakuasi warga, saat itu aku melihat situasi ibukota sedang tidak baik. Jadi aku mengevakuasi mereka di tokohku. Tenang saja ada penghalang kuat yang melindungi mereka di sana."


Semua orang yang mendengar ucapan Melinda menatapnya dengan heran, terutama Ratu Alisa.


"Nona Melinda. Apa yang kamu lakukan di sini?."


"Fufufu. Tentu saja aku di sini untuk membantu kalian."


Semua orang yang mendengarnya tambah bingung. Rose yang melihat ini segera menjelaskan kepada mereka semua.

__ADS_1


Saat semua orang yang mendengar penjelasan Rose, semua orang tercengang, terutama Semiramis yang langsung cekikan saat mendengar itu.


"Fufufu. Nak Lux memang sangat menarik. Aku memang tidak salah menilainya. Ngomong-ngomong dimana Lux sekarang. Kenapa aku tidak melihatnya?."


"Ah, soal itu dia pergi ke hutan terlarang empat hari yang lalu dan mungkin besok baru dia akan kembali." Ujar Rose.


Saat semua orang sedang berdiskusi dengan riang tentang Lux, tiba-tiba datang seorang prajurit yang menjaga gerbang ibukota kepada mereka.


"Yang mulia Ratu, ini tidak baik. Pasukan kerajaan Ness dan Demon telah datang." Prajurit itu berkata dengan keringat dingin.


Semua orang mengerutkan keningnya saat mendengar hal itu.


"Berapa banyak prajurit yang mereka bawa." Foban bertanya kepada prajurit itu dengan serius.


"Me..me..mereka datang membawa pasukan sekitar 200.000 pasukan, tuan."


"Apa?." Semua orang sangat terkejut mendengar hal ini.


"Ini?. Apakah kerajaan kami akan benar-benar berakhir?." Tanya salah satu Bangsawan.


Para bangsawan yang lainya juga mulai panik setelah mendengar jumlah pasukan musuh.


"Itu benar. Musnahkan mereka." Para prajurit mulai berteriak dengan semangat.


Linlin dan Alisa sangat terkejut dengan perkembangan yang tiba ini.


'Tidak aku sangka dia memiliki bakat seperti ini, hah.' Pikir Linlin dan Alisa.


Sementara Foban yang melihat aura kepemimpin di diri Rose, tersenyum sambil mengangguk kepalanya dengan puas.


"Luar biasa. Tidak aku sangka saudari Rose memiliki bakat seorang jendral." Fifian berkata dengan takjub, sementara Benedeta mengangguk setuju atas ucapan Fifian.


Ron dan Semiramis juga tersenyum mendengar ucapan Rose.


Kembali kepada Rose yang telah berhasil menenangkan prajurit mulai berteriak lagi. "Ayo bergerak dan hancurkan musuh."


"Yaa." Balas para prajurit dan mengikuti Rose menunju gebang keluar ibukota.


"Ara ara. Aku semakin bersemangat sekarang." Melinda juga mulai mengikuti mereka untuk bertempur.

__ADS_1


....


Sementara itu di hutan dekat ibukota kerajaan Green, terdapat banyak pasukan yang telah siap menyerang ibukota kerajaan Green.


"Bagaimana situasi ibukota, tuan Gordon." Tanya Raja Ness yang berbaris di depan para prajurit bersama Raja iblis.


"Yang mulia Raja Ness. Situasi ibukota sekarang sangat rentan sangat bagus untuk melancarkan serangan."


"Humm. Sepertinya ini akan semakin mudah." Ucap Raja Ness cekikan saat mendengar ucapan Gordon.


Sementara Raja Iblis yang mendengar ucapan mereka segera berkata dengan dingin. "Ness, jangan terlalu percaya diri. Kita harus tetap berhati-hati. Kerajaan Green adalah kerajaan tertua dari kerajaan kami. Jadi mungkin wajar mereka pasti masih memiliki akar yang kuat."


"Hum, Asmodeus. Kalau kamu takut biar aku saja dan prajuritku yang menyerang." Ucap Raja Ness arogan.


"Ness, jaga ucapnmu. Walaupun kita saat ini sedang aliansi aku tidak akan menerima penghinaan ini." Raja Iblis Asmodeus mulai mengeluarkan aura mana tahap putih.


Raja Ness yang melihat ini, mendengus dan mengeluarkan aura mananya juga yang tahap putih.


Saat bentrokan aura mana mereka semakin intens. Tiba mereka di intrupsi oleh dua orang yang mengenakan jubah dengan petup kepala.


"Ness, tenanglah. Kita sedang berperang sekarang." Ucap salah satu orang yang berjubah.


Ness yang mendengar suara ini segera meminta maaf kepada sosok berjubah itu dengan keringat dingin. "Maafkan aku tuan."


"Kamu juga Rik, Jangan mempermalukan garis keturunan Asmodeus dengan kalakuanmu itu yang kekana-kanakan." Ucap orang yang mengenakan jubah lainnya.


"Maafkan kekasaranku tuan." Raja iblis Asmodeus juga ikut meminta maaf kepada sesosok itu dengan takut.


Gordon, Pon yang melihat tingkah kedua Raja kerajaan itu kepada dua orang berjubah, sangat terkejut. Tetapi mereka tetap dia dan hanya mengikuti instruksi mereka saja.


"Baiklah untuk sekarang sebaiknya kita langsung menyerang saja. Walaupun mereka masih memiliki kartu truf, kalian tidak perlu takut masih ada kami berdua yang akan mendukungmu." Ucap salah satu orang yang berjubah.


"Baik tuan." Ucap kedua Raja itu.


Mereka berdua kemudian mulai bergerak mendekati ibukota. Sesampainya mereka di sana mereka melihat pasukan kerajaan Green yang di pimpin oleh Rose. Saat Raja Ness melihat pasukan yang di miliki kerajaan Green, dia tidak bisa menahan tawanya.


"Hahahaha. Sepertinya yang kuduga mereka hanya putus asa sekarang. Pasukan mereka bahkan tidak mencukupi 50.000. Apakah mereka dapat melawan pasukan kita yang memiliki total 200.000?, hum." Raja Ness berkata sambil melihat Raja iblis Asmodeus dengan seringai mengejek.


Asmodeus yang mendengar ucapan Raja Ness tidak menghiraukannya dan malah mendengus balik.

__ADS_1


__ADS_2