King Of Lux

King Of Lux
Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos


__ADS_3

Keesokan harinya Lux dan yang lainnya mulai berkumpul diluar gerbang suku rubah. Mereka semua akan bersiap untuk berangkat ke istana kerajaan Beast.


"Apakah semua hal yang perlu disiapkan sudah ada?." Tanya Yasaka kepada Kasumi yang bertanggung jawab untuk perlengkapan mereka semua.


"Tenang saja Yasaka-sama, Semuanya sudah siap." Ucap Kasumi dengan percaya diri.


"Baiklah kalau begitu kita akan segera berangkat." Ucap Yasaka yang kemudian naik ke gerbong kereta, diikuti oleh Lux disampingnya.


Sementara itu Saki, Kasumi, Karoka dan Kasuki mulai menaiki kuda mereka, di ikuti oleh pengawal di belakang gerbong kereta.


..


Selang beberapa jam perjalanan mereka telah sampai di hutan belantara.


Hutan ini merupakan perbatasan antara kerajaan Beast, Bulan dan Matahari.


Lux dan kawan-kawan melewati jalan ini karena merupakan jalan tercepat untuk sampai ke istana kerajaan Beast. Letak suku rubah yang berada didekat perbatasan wilayah kerajaan Beast. Membuat mereka harus melewati wilayah perbatasan kerajaan dan resiko dari ini semua adalah mereka pasti akan menemukan bandit atau penjelajah dari kerajaan lain dihutan ini.


Sementara itu saat mereka akan terus melangkah melewati hutan, tiba-tiba ada sekelompok bandit yang menghalangi jalan mereka.


"Bos, sepertinya kita beruntung hari ini, kita menemukan sekelompok manusia hewan dan kualitas wanitanya semua luar biasa. Mereka akan sangat mahal di jual nanti." Ucap Salah satu bandit sambil menjilat pisau yang dipegangnya Menggunakan lidahnya.


"Hahahaha. Ini memang hari keberuntungan kita. Cepat kepung mereka jangan biarkan mereka kabur." Ucap Bos bandit.


"Baik bos." Balas sekawanan bandit.


Setelah itu mereka mulai mengepung kelompok Lux.


Lux yang melihat sekawanan bandit ini mengerutkan keningnya. Dia mengerutkan kening karena dia tidak mampu mengukur kekuatan bos bandit menggunakan visinya, ini berarti hanya satu hal, bos bandit itu berada diatas tahap meditasi Lux.


'AI, analisis bos bandit itu.' Gumam Lux didalam pikirannya.


[Mulai Menganalisis....]


[Status


Nama : ??


Kelas : Fighter.


Elemen : Tanah.


Garis darah : Tidak Ada.


Kekuatan : 80


Kecepatan : 70


Fisik : 60


Mana : 100.000


Tahap Meditasi : Mana Core Tahap Putih


Karakteristik : Kejam, Brutal, dan Suka melihat orang lain menderita.


Kelemahan : Kaki bagian kiri tidak dapat berfungsi dengan baik.]


'hoo. Apakah ini perubahan yang dimiliki AI ku, setelah aku menerobos. Sekarang dia tidak hanya dapat melihat statistik lawan dengan lebih teliti. Dia juga menambahkan menu bar baru yaitu kelemahannya.' Pikir Lux dengan puas, tetapi tidak berlangsung lama dia mengerutkan keningnya saat melihat tahap Meditasi dari bos bandit itu.


'Mana Core Tahap Putih?. Ini?, apakah tahap putih sebegitu mudahnya dijumpai sampai membuat banyak dari mereka di jumpai dijalan. Bahkan seorang bandit dapat berada di alam putih. Sepertinya aku benar harus banyak berlatih agar aku bisa cepat dapat beradaptasi dengan dunia ini.' Gumam Lux frustasi.


Saat Lux masih dalam lamunannya tiba saki yang berada di luar gerbong berbicara. "Karoka, kuserahkan kepadamu untuk mengatasi mereka."


Karoka yang mendengar ucapan saki segera berkata dengan gembira. "Hai, hai. Biar aku yang membunuh bandit kecil ini sendirian."


Para bandit yang mendengar ucapan Karoka sangat marah.


"Kucing kecil, sepertinya kamu ingin mati lebih cepat." Ucap salah satu bandit.

__ADS_1


Bandit lain segera mencabut senjatanya juga. Sementara Bos bandit yang mendengar ucapan Karoka sangat marah.


"Kalian semua segera ikat kucing itu dan bawa ke sini, biar aku sendiri yang menghukumnya." Ucap Bos bandit.


"Baik bos." Ucap semua para bandit.


Mereka semua segera datang berlari menuju Karoka untuk menyerangnya.


Sementara Karoka yang melihat hal ini tersenyum, kemudian dia berkata. "Kikiki, sangat bagus, datanglah kemari sekaligus."


Karoka kemudian mengeluarkan senjatanya melalui cincin penyimpanannya. Itu adalah Palu yang sangat besar.


Saat para bandit semakin dekat dengan Karoka. Karoka kemudian mengeluarkan tekniknya kepada para bandit.


"IRON NAILS." Ucap Karoka sambil memukul palunya ketanah. Kemudian sejumlah paku besi yang sangat banyak, melonjak keluar dari tanah dan menembus tubuh sekawanan bandit, sehingga menyebabkan para bandit tewas seketika, hanya meninggalkan bos bandit seorang.


"Hehehehe. Tinggal kamu seorang sekarang bos bandit kecil." Ucap Karoka dengan nada profokatif.


Bos bandit yang melihat kemampuan Karoka, berkeringat dingin.


"Ini?. Kamu berada ditahap Peleburan Mana." Ucap bos bandit ketakutan.


"Sudah terlambat untuk menyadarinya. Sekarang terimalah kematianmu." Ucap Karoka kemudian bergerak dengan cepat dan muncul secara tiba-tiba didepan bos bandit.


Karoka segera melayangkan palunya ke bos bandit dengan kuat. Bos bandit yang tidak bisa mengikuti gerakan Karoka, terlambat menghindarinya. Segera palu itu mengenai tubuhnya dan menyebabkan bos bandit itu terlempar menabrak beberapa pohon sebelum tewas di tempat.


"Ugh, sepertinya aku terlalu berlebihan. Maafkan aku Yasaka-sama." Ucap Karoka canggung kepada Yasaka.


"Tidak apa-apa Karoka. Segera bersihkan sampah itu dari pandanganku." Ucap Yasaka malas dan segera kembali kesamping Lux dan memeluknya dengan mesra.


Sementara itu Lux yang melihat hal ini membuka mulutnya lebar-lebar. "Tidak kusangka, Karoka yang ku anggap selama ini polos. Ternyata sekuat itu. AI, coba analisis status Karoka."


[Mulai Menganalisis...]


[Status


Kelas : Magic Fighter.


Elemen : Logam, Api.


Garis darah : Iron Cat.


Kekuatan : 200


Kecepatan : 180


Fisik : 260


Mana : 500.000


Tahap Meditasi : Peleburan Mana (Awal)


Karakteristik : Ceria, Menyukai makanan dan Baik kepada teman.


Kelemahan : Tidak bisa mengontrol kemampuanya dengan baik.]


Lux yang melihat statusnya mengakat alis bagian kanannya.


'Eh, kenapa Mananya hanya 500.000 padahal dia berada ditahap Peleburan Mana?.' Gumam Lux dipikirannya, ragu.


AI, yang mendengar pertanyaan Lux segera menjawabnya.


[Tuan rumah memiliki mana yang banyak kerana kelas Light Monarch dan garis darah Golden Crow, sehingga menyebabkan tuan rumah memiliki Mana tiga kali lipat lebih banyak dari orang lain.]


Lux yang mendengarnya segera paham, dia kemudian berbalik melihat Yasaka yang berada disampingnya yang sekarang sibuk memeluknya dan mengikatkan ekornya kepadanya.


'ugh, Karoka yang merupakan bawahannya saja sudah sekuat ini, apalagi dia.' Gumam Lux didalam pikirannya.


'AI, segera periksa status Yasaka.'

__ADS_1


[Mulai Menganalisis....]


[Status


Nama : Yasaka Kitsune


Kelas : Magic Fighter.


Elemen : Api, Angin dan Ruang.


Garis darah : Rubah Ekor Sembilan.


Kekuatan : 800


Kecepatan : 900


Fisik : 1200


Mana : 5.000.000


Tahap Meditasi : Saint (Menengah)


Karakteristik : Dingin, Tegas, Baik kepada bawahan dan Budak Cinta .


Kelemahan : Lux Fos.]


'sudah kuduga, Yasaka memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Tetapi yang membuat bingung adalah kelemahannya. Ugh, itu aku. AI, bagaimana kamu bisa menjelaskan ini.' Gumam Lux didalam pikirannya.


[Berdasarkan sifat Yasaka yang sangat mencintai tuan, itu menyebabkan munculnya kelemahan terbesarnya yaitu anda tuan. Kalau tuan terluka, mungkin dia akan menjadi gila dan tak terkendali sehingga menyebabkan kejatuhannya sendiri.]


Lux yang mendengar penjelasan AInya, mengerutkan kening. 'Sepertinya aku memang harus menjadi lebih kuat.'


Saat Lux yang berada dalam pikirannya tiba-tiba Yasaka bertanya kepada Lux. "Ada apa Lux. Kenapa kamu melamun?"


Lux yang mendengar pertanyaan Yasaka, segera sadar dan tersenyum membalasnya. "Tentu saja aku sedang memikirkan tentang beruntungnya diriku memilikimu."


Yasaka yang mendengar ucapan Lux langsung memerah senang.


"Lux, aku juga beruntung memilikimu." Ucap Yasaka yang kemudian tiba-tiba mencium Lux.


Lux yang dicium oleh Yasaka segera membalasnya dan memasukan lidahnya kedalam mulutnya. Adu lidahpun langsung terjadi.


Jelang beberapa saat Lux dan Yasaka melepaskan ciumannya dan Lux segera berkata kepada Yasaka.


"Ngomong-ngomong Yasaka. Aku memiliki sedikit permintaan untukmu." Ucap Lux.


Yasaka yang masih memerah akibat ciuman Lux, segera bertanya kepada Lux dengan senang. "Fufufu. Tidak usah canggung seperti itu. Sebutkan saja permintaanmu, aku pasti akan mengabulkannya."


"Bolehkah aku memiliki semua mayat bandit di luar sana?." Tanya Lux.


"Eh, apakah hanya itu?." Tanya Yasaka ragu.


Lux mengangguk dengan serius.


Yasaka yang melihat hal ini segera paham dan berkata kepada Karoka diluar gerbong.


"Karoka, jangan bakar dulu mayat bandit itu. Lux ingin memilikinya."Ucap Yasaka dengan agak keras.


Karoka yang mendengar ucapan Yasaka terkejut dan segera membalasnya. "Baik Yasaka-sama."


Lux yang melihat hal ini segera turun dari gerbong dan menuju kearah bandit yang telah dikumpulkan oleh Karoka untuk dibakar.


Sementara itu Yasaka, Saki, Kasumi, Karoka, Kasuki dan para pengawal, bingung dengan tindakan Lux yang menginginkan mayat para bandit.


Tetapi kebingungan mereka segera terjawab saat melihat Lux mengeluarkan tekniknya.


"DEVOUR." Ucap Lux, kemudian sebuah zona berwarna biru muncul sepuluh meter disekitar Lux dan kemudian menyebabkan pohon, tanaman dan mayat para bandit sedikit demi sedikit kehilangan vitalitas dan kemudian menjadi debu yang berterbangan.


Semua orang yang melihat hal ini terkejut atas pemandangan yang disebabkan oleh Lux.

__ADS_1


__ADS_2