King Of Lux

King Of Lux
Chapter 82 Putri Lolita.


__ADS_3

Putri kerajaan Mesh kemudian memanggil pelayannya Phil. "Kakek Phil apakah kamu ada di luar?."


Phil yang saat ini sedang dalam keadaan menikmati bau makanan yang dibuat Lux, tiba-tiba sadar kembali karena mendengar suara dari tuan putrinya.


"Ah nona, ini aku sekarang berada di depan gerbong kereta menunggu perintahmu?."


"Apakah kamu sedang memasak makanan?. Baunya sangat enak membuatku sedikit lapar. Bolehkah aku memintanya?."


"Maafkan aku tuan putri, yang memasak makanan sekarang adalah tuan Lux. Tetapi tenang saja tuan putri, tuan Lux memasak makanan ini untuk dicicipi oleh semua orang. Aku akan meminta sedikit untuk diberikan kepada anda?."


"Eh?, Tuan Lux yang memasaknya?." Ucap tuan putri dengan sedikit terkejut.


"Benar tuan putri dia bilang dia seorang koki yang handal. Pertama aku sedikit ragu, tetapi saat melihat makanan yang dibuatnya ini, aku sekarang percaya bahwa dia adalah seorang koki profesional. Apakah tuan putri ingin aku bawakan makanan?."


"Ugh. Tidak usah kakek Phil, biar aku memintanya sendiri. Aku juga cukup penasaran dengan tuan Lux ini."


"Baik putri." Kemudian Phil membuka gerbong kereta dan membantu tuan putri untuk keluar dari gerbong.


Putri kerajaan Mesh keluar dan melihat tempat berkumpulnya para prajurit yang sedang melihat Lux menyajikan makanan.


Putri kerajaan Mesh yang semula sedikit ragu. Langsung tercengang saat melihat rupa Lux yang luar biasa. Dia kemudian sedikit memerah dan terus menatap Lux dengan pandangan terpesona.


Sementara itu Lux yang saat ini masih menyajikan makanan untuk para prajurit mengerutkan keningnya saat dia merasa ada yang memperhatikannya.


Lux kemudian membalik badannya dan melihat seorang wanita cantik dengan perawakan mungil dan imut mendekat kearahnya. Disamping gadis itu ada Phil yang menemaninya.


"Salam tuan Lux. Perkenalkan dia adalah tuan putri dari kerajaan Mesh." Ucap Phil yang memperkenalkannya.


"Salam tuan Lux. Namaku adalah Lolita Bradley." Ucap gadis itu sambil mengangkat sedikit roknya. Sebagai kesopanan bangsawan.


Lux yang melihat gadis mungil ini sedikit tersenyum atas pekernalannya. "Salam putri Lolita. Kamu tidak perlu terlalu sopan kepadaku. Apakah tuan putri ingin bergabung dengan kami? untuk menikmati masakan yang aku buat."


Putri Lolita yang mendengar ucapan Lux sedikit memerah. "Terimakasih atas ajakannya tuan Lux."


Lux yang melihat ekspresi malu putri Lolita tersenyum dan kemudian menghampirinya dan mengusap kepalanya dengan lembut. "Putri Lolita tidak perlu terlalu malu. Anggap saja aku sebagai kakak Laki-lakimu"

__ADS_1


Entah kenapa Lux yang melihat Lolita seperti melihat adik perempuannya sendiri. Dia merasa Lolita sangat polos dan labil. Jadi dia menduga bahwa gadis ini mungkin seumuran atau mungkin lebih muda dari adik perempuannya, tetapi hal yang dia tidak sangka adalah ekspresi para prajurit dan Phil disekitarnya.


Ekspresi mereka seperti sedang melihat sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang.


Phil dan para prajurit yang melihat tindakan Lux tercengang. Sementara putri Lolita yang sedikit menundukan kepalanya dengan malu, terkejut juga dengan tindakan Lux yang tiba-tiba.


Dia kemudian mengembungkan pipinya dengan sedikit marah. "Apakah kamu juga berpikir aku seorang anak kecil, kan?."


Lux yang melihat ekspresi marah yang lucu dari Lolita, tersenyum. "Eh, tidak usah terlalu tegang. Tidak ada yang memalukan dari masa kanak-kanak. Aku juga pernah melalui masa itu. Jadi jangan terlalu berprilaku seperti orang dewasa, kamu juga perlu bertindak sebagai mana mestinya untuk tidak mempengaruhi pertumbuhanmu nanti."


Phil dan Bray yang mendengar ucapan Lux menutup mukanya menggunakan tangan mereka, seakan sudah menebak apa yang akan dikatakan oleh Lux. "Umm, tuan Lux. Sebenarnya...."


Sebelum Phil ingin meluruskan kesalahpahaman Lux, Lolita yang berada disampingnya segera berteriak dengan ekspresi marah, tetapi lucu dimata Lux.


"Aku bukan anak kecil. Aku sudah berumur 20 tahun." Ucap Lolita menggembungkan pipinya yang memerah malu.


Lux yang mendengar ucapan dari Lolita tercengang dan membuka mulutnya dengan terkejut.


'Loli legal?. Dia bukan seorang anak kecil tetapi seorang loli. Ugh...' Pikir Lux dengan rumit.


Lux segera mengoreksi kesalahannya dan meminta maaf. "Maafkan kekasaranku putri Lolita. Aku tidak bermaksud melakukan hal itu."


Lux yang melihat hal ini tersenyum tidak berdaya dan kemudian mengeluarkan sesuatu yang pasti membuat gadis manapun akan menyukainya.


"Tuan putri Lolita. Bagaimana sebagai permintaan maafku. Aku akan memberikanmu sesuatu yang spesial?."


Lolita yang semula marah segera berbalik dan melihat Lux dengan ekspresi bintang dimatanya, tetapi dia kemudian kembali normal dan berkata. "Hum, baguslah kalau kamu mengerti. Mana dia?."


Lux yang melihat tingkahnya, tersenyum dan kemudian mengeluarkan coklat batangan dan menyerahkannya kepada Lolita.


Lolita yang melihat sesuatu yang kotak dengan warna kecoklatan mengangkat alisnya dengan bingung. "Barang apa ini?"


Lux yang melihat kebingungan putri Lolita, segera menjelaskannya. "Ini adalah manisan yang aku buat. Cobalah, kamu pasti akan menyukainya."


Lolita yang mendengar kata manisan segera mencicipinya. Tidak berselang lama setelah dia mencicipi coklat itu. Dia memasang ekspresi senang. "Sangat enak. Perpaduan antara gurih, manis dan asin yang sangat cocok dilidah. Luar biasa."

__ADS_1


Lolita yang semula tidak menyadari bahwa coklat yang ditanganinya telah habis. Segera sadar kembali saat dia melihat bahwa coklat batangan yang ada ditangannya sudah kosong. Dia tercengang melihat hal ini, dia kemudian sedikit malu dan menatap Lux dengan penuh harap.


Sementara Lux yang melihat bibir Lolita yang berantakan karena coklat, tersenyum dengan ekspresi lucu. Dia kemudian mendekati dan membersihkan bibir Lolita menggunakan sapu tangannya.


Lolita yang melihat tindakan mesrah Lux, memerah malu dan menggerak-gerakan jarinya dengan lucu.


Sementara itu Phil, Brayen dan para prajurit yang melihat tindakan Lux dan Lolita yang sudah sangat akrab, padahal baru saja bertemu, memiliki ekspresi bingung sekaligus terkejut.


Tidak mereka sangaka tuan putri mereka yang selama ini tidak tersenyum kecuali bersama ibunya. Saat ini tersenyum kepada Lux yang baru saja dia kenal.


.......


Saat Lux dan yang lainnya masih dihutan dan tinggal beberapa jam lagi untuk sampai di kota Liber.


Moon, hewan kontrak Lux sudah berada di kota Liber dan saat ini sedang mengumpulkan informasi.


Digang gelap kota Liber saat ini terdapat dua orang yang sedang mengobrol.


"Apakah kamu sudah mengetahui kapan Lolita dan sekawan pengawalnya tiba di kota ini?."


"Menurut apa yang kami dengar. Mereka akan segera sampai tuan. Apakah kita perlu melaporkan hal ini kepada pangeran Alan?."


"Tidak usah. Kita akan menangkapnya sendiri terlebih dahulu, sebelum kita serahkan kepada pangeran Alan. Kamu boleh pergi sekarang."


"Baik tuan." Dia segera menghilang dari tempatnya.


"Hehehe. Adikku, karena kamu aku hampir kehilangan jabatanku. Jadi maafkan aku kalau nanti memperlakukan putrimu dengan kasar." Ucap pria itu yang ternyata merupakan paman dari putri Lolita.


Dia kemudian ingin pergi meninggalkan gang yang gelap. Tetapi dia sedikit merasakan sesuatu dan berbalik untuk melihat.


"Siapa disana?." Ucap paman Lolita sambil mengerutkan keningnya dan melihat diatas atap.


Tetapi dia kemudian legah saat mendengar suara kucing yang mengeong.


"Miaw."

__ADS_1


"Hah, rupanya hanya seekor kucing." Ucap pria itu kemudian meninggalkan tempat itu.


Tetapi sesuatu yang dia tidak sadar adalah kucing hitam yang dia lihat itu ternyata tiba-tiba berubah menjadi bayangan dan menghilang.


__ADS_2