
Rid yang mendengar Sasaki memanggil Lux dengan sebutan tuan, sangat terkejut. 'Tuan?. Kenapa dia memanggilnya dengan sebutan tuan?. Bukannya tuan dari Sasaki adalah Raja Lion?. Sepertinya ada sesuatu.'
Rid berpikir dengan serius, sebelum kemudian bertanya kepada Sasaki. "Nona Sasaki, tidak aku sangka anda akan mengkhianati Raja Lion dan memihak kepada manusia ini."
Sasaki yang mendengar ini membalasnya dengan dingin. "Rid, sebaiknya kamu jaga ucapanmu itu. Kalau tidak, aku akan membunuhmu sekarang juga."
Rid yang mendengar ucapan Sasaki sedikit berkeringat dingin tetapi tetap tenang dan membalas. "Hee. Sasaki apakah kamu pikir aku datang kesini tanpa persiapan apapun?. Juga kalau kamu membunuhku disini, bukan hanya manusia ini yang akan di buru oleh kerajaan kami, tetapi kerajaan ini juga akan ikut terlibat."
Sasaki yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya. Sementara Rid yang melihat ekspresi Sasaki tersenyum puas. Tetapi hal yang tak terduga terjadi, sebuah tawa yang sedikit keras terdengar yang membuatnya melihat Lux.
Rid mengerutkan keningnya saat melihat reaksi Lux. "Apa yang kamu tertawaan manusia?. Jangan berpikir hanya karena kamu di lindungi oleh nona Sasaki aku tidak akan berani bertindak kepadamu?."
"Oh, apakah seperti itu?." Lux berkata dengan senyum dingin dan kemudian menghilang secara tiba-tiba dari tempatnya dan muncul didepan Rid.
Rid yang melihat kemunculan Lux didepannya, terkejut. Sebelum dia bisa mundur untuk menjaga jarak, Lux mencekik leher Rid dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Rid yang dicekik berusaha melepaskan diri dengan mengalirkan mananya tetapi tidak bisa. Dia mulai kesulitan bernafas dan mulai meronta-ronta dicengkeram oleh Lux.
Bar yang melihat hal ini terkejut pada awalnya, tetapi dia kembali sadar dan berusaha membantu Rid.
"Manusia, beraninya kamu. Terimalah ini, Moon Punch." Bar berlari dan memukul perut Lux yang tidak siap.
*Bang.
Melinda yang melihat hal ini sedikit khawatir dan berteriak. "Lux."
Sementara Bar yang melihat pukulannya tepat terkena di bagian perut Lux, tersenyum ganas. Tetapi tiba-tiba ekspresi Bar menegang saat dia melihat tubuh Lux tidak terluka dan bahkan tidak merusak pakaiannya sama sekali.
"Apakah itu sebuah pukulan?. Itu menggelitik perutku." Ucap Lux dengan tenang.
Bar yang melihat hal ini tercengang dan berkeringat ketakutan. Dia ingin melarikan diri tetapi Lux tiba-tiba mengambil lehernya juga dan mencekiknya bersama Rid.
Para pengawal Bar dan Rid yang melihat hal ini, mulai mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya ke Lux.
__ADS_1
"Manusia lepaskan tuan Rid dan Bar." Teriak salah satu pengawal.
Lux yang melihat hal ini tetap tenang dan berkata kepada Sasaki dan Risaki. "Sasaki, Risaki. Aku serahkan kepada kalian untuk mengurusnya."
"Baik tuan." Ucap Sasaki dan Risaki secara bersamaan. Mereka berdua mulai menyerang para pengawal utusan kerajaan Moon dengan ganas.
Tidak berlangsung lama semua pengawal telah berhasil dikalahkan.
Raja Elf, Ratu Elf dan Jet tercengang melihat hal ini.
"Luar biasa" Ucap Ratu Elf sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
Sementara Melinda yang melihat hal ini tersenyum senang. "Ara ara. Seperti yang di harapkan dari suamiku."
Lux yang melihat dua utusan yang mulai kehabisan mana. Mulai melemparkannya di tanah, hingga menyebabkan mereka berdua jatuh dan pingsan.
"Raja Elf, sebenarnya aku datang ke kerajaan Elf ini dengan maksud baik dan membahas permasalahan tentang sesuatu yang penting. Jadi mohon maaf atas tindakan kasarku ini." Ucap Lux dengan tenang.
Lux yang mendengar ucapan Raja Elf, mendengus dingin. 'Dasar Rubah licik sialan.'
"Syukurlah kalau seperti itu."
"Jadi masalah penting apa yang ingin didiskusikan nak Lux?"
"Sebenernya kedatanganku disini ingin mencari sebuah benih alam tersembunyi. Apakah Raja Elf mengetahui tentang hal ini?."
"Eh, kamu juga menanyakan hal itu?."
Lux mengangkat alisnya saat mendengar ucapan Raja Elf.
Raja Elf yang melihat hal ini segera berkata. "Para utusan itu menanyakan hal itu juga. Jujur aku sebenarnya tidak mengetahui benih alam yang kamu maksud itu. Tetapi di wilayah kerajaan Elf ini terdapat pohon dunia, mungkin itu maksud dari nak Lux?."
Lux yang mendengar ucapan dari Raja Elf mulai berpikir. 'Pohon dunia?. Setahu yang aku ketahui benih alam berbentuk seperti mutiara. Hmm, AI, apakah ada informasi tentang benih alam berbentuk pohon?.'
__ADS_1
[Mulai Menganalisis....]
[Analisis Selesai.]
[Benih dunia berbentuk seperti mutiara, tetapi tidak menuntut kemungkinan benih menyatu dengan alam, seperti pohon, batu tanah, air, api dan yang lainnya.]
Lux yang melihat penjelasan AInya tersenyum dan kemudian berkata kepada Raja Elf. "Kalau seperti itu dapatkah Raja Elf menunjukkan pohon dunia itu?."
"Soal itu sepertinya akan sulit, sebenarnya kerajaanku dalam keadaan krisis sekarang dan rakyatku pasti tidak akan setuju kalau seorang manusia masuk ketempat suci kami. Tetapi itu bisa dilalui kalau nak Lux bisa menikah dengan anakku dan menjadi seorang Raja dari kerajaan Elf ini."
Lux yang mendengar ucapan Raja Elf berkata dengan tenang. "Sepertinya Raja Elf salah paham disini. Niatku memang datang secara baik-baik di kerajaan Elf ini, tetapi kalau keinginanku tidak tercapai itu beda hal lagi namanya."
Aura ganas Lux mulai keluar dan menekan Raja Elf di atas tahta. Raja Elf yang merasakan tekanan ini bergetar dan berkeringat dingin.
Lux kali ini berbicara dengan dingin kepada Raj Elf. Dia sudah cukup melonggarkan dirinya karena prilaku Raja Elf yang berusaha mengendalikan orang semaunya dan tidak mengetahui lawan dari yang dia ajak bicara.
Prilakunya ini yang membuat Lux tidak berbicara dengan sopan lagi, walaupun dia ayah dari Melinda sekalipun.
Sementara Lux menekan Raja Elf, Melinda yang mendengar apa yang dikatakan oleh Lux membuat hatinya sedikit terguncang.
"Lux, apakah aku semenjijikan itu dimatamu sehingga kamu menolakku seperti itu." Melinda berteriak dengan air mata membasahi pipinya.
Lux yang semula marah, langsung tersadar dan menatap Melinda yang menangis sedih. Saat Lux ingin mengklarifikasinya tiba-tiba Melinda berlari keluar dari istana kerajaan.
"Hah,..Risaki segera tenangkan dia. Aku akan kesana setelah aku menyelesaikan urusan disini." Ucap Lux dengan nafas lelah.
Risaki yang mendengar hal ini sedikit tidak mau, tetapi dia tetap menjalankan perintah Lux.
"Baik yang mulia, sebaiknya kita kembali ke urusan kita tadi." Ucap Lux dengan ekspresi tidak senang.
"Tuan Lux, mohon tenang. Suamiku tidak bermaksud menyinggung anda. Dia hanya mengkhawatirkan putriku. Tuan Lux mungkin tidak mengetahuinya putriku sebenarnya tidak bisa menerobos dari tahap mana core kuning. Itu dikarenakan dia memiliki bakat yang sangat rendah. Jadi suamiku berusaha mencarikan pasangan yang kuat untuknya, karena tuan Lux kuat dan melinda juga menyukaimu jadi hal ini terjadi. Mohon tuan Lux dimaklumi."
Lux yang mendengar hal ini sedikit tenang dan kemudian berbicara. "Yang mulia Ratu, sebenarnya bukannya aku tidak menerima pernikahan ini, tetapi hal yang berhubungan dengan pernikahan sebaiknya tidak hanya sebatas pengaturan yang anda telah lakukan. Itu butuh proses dan juga aku perlu berbicara kepada istriku yang lainnya."
__ADS_1