
"Semua orang mohon tenang. Aku sebenarnya sudah memutuskan tentang masalah ini." Ucap Raja Elf sambil melihat para penatua yang menatapnya dengan sedikit bingung.
"Apa maksud dari yang mulia?." Tanya Penatua kedua dengan sedikit serius.
Sementara para penatua yang lainnya menatap Raja mereka dengan sedikit rumit. Diskusi mereka tentang masalah ini seakan tidak di anggap oleh Raja mereka.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Sebenarnya aku sudah memutuskan tentang masalah ini. Setelah berpikir lama aku memutuskan untuk membiarkan tuan Lux memasuki tanah suci kami dengan imbalan perlindungan dari para utusan di dunia luar."
"Seperti yang kalian semua ketahui bagaimana kelakuan para utusan dari luar itu. Selama mereka tinggal di kerajaan ini seharusnya orang yang paling banyak menderita adalah kami dan juga terutama penatua pertama." Raja Elf menjelaskannya kepada para penatua dengan panjang lebar.
Para penatua yang mendengar kata utusan dari mulut Raja membuat mereka sangat frustasi dan tidak berdaya. Terutama panatua pertama yang meneteskan air mata saat mengingat para utusan itu mempermainkan istri dan putrinya.
"Ugh, yang mulia. Aku akan mendukung keputusanmu tetapi aku memiliki syarat." Ucap penatua pertama.
"Mohon disebutkan penatua pertama."
"Aku ingin para utusan yang melakukan tindakan keji terhadap istri dan anakku dibawa dihadapanku. Biar aku yang membunuhnya secara langsung."
"Penatua pertama kamu tidak boleh melakukan hal itu. Jika..." Penatua kedua berusaha membujuk penatua pertama tetapi tiba-tiba dia di intrupsi oleh Raja Elf.
"Cukup penatua kedua. Aku menyetujui permintaan dari penatua pertama." Ucap Raja Elf dengan tegas.
Penatua pertama yang mendengar hal ini sangat senang dan kemudian segera menunduk dan berterimakasih kepada Raja Elf.
"Terimakasih kepada yang mulia kerena menyetujui permintaan egois pria ini."
Penatua kedua yang melihat hal ini menghela nafas pasrah. Sementara para penatua yang lain tetap diam dengan masalah ini.
"Baiklah, bagaimana dengan yang lainnya?."
"Kami setuju yang mulia." Jawab para penatua dengan pasrah.
Raja dan Ratu Elf yang melihat ini semua menghela nafas lega karena diskusi berakhir seperti yang mereka harapkan.
"Kalau begitu pertemuan hari ini kita sudahi sampai disini. Untuk penatua pertama jika ingin melihat para utusan itu, mereka sekarang sedang di rawat di ruangan penyembuh."
Semua penatua yang mendengar ucapan Raja mereka menunduk secara bersamaan. "Terimakasih atas berkahnya yang mulia. Kami semua mohon undur diri."
Raja Elf segera mengangkat tangannya untuk mempersilahkan mereka semua pergi.
__ADS_1
Para penatua langsung beranjak pergi dari istana dan mulai mengurusi kesibukan masing-masing.
......
Keesokan paginya Lux mulai datang ke istana kerajaan lagi untuk mendengar hasil dari pertemuan kerajaan Elf.
Di istana saat ini hanya terdapat Raja Elf, Ratu Elf dan para pengawalnya. Sementara Melinda bersama dengan Sasaki berjalan-jalan berkeliling kota kerajaan Elf.
Lux menyuruh Sasaki dan Risaki untuk berjalan-jalan bersama Melinda agar mereka tidak terlalu tegang dan bosan menjaganya.
Lux mulai membuka percakapan kepada Raja Elf.
"Bagaimana yang mulia?, apakah aku boleh memasuki tempat suci kerajaan ini?." Tanya Lux dengan tenang.
Raja Elf yang mendengar pertanyaan Lux segera membalasnya dengan sopan. "Tuan Lux, kami semua sepakat memperboleh anda memasuki tempat suci kami. Tetapi kami memiliki beberapa syarat apakah tidak apa-apa?."
Lux yang mendengar ini mengangkat alisnya sedikit. "Yang mulia bisa menyebutkan syaratnya."
"Kami semua sepakat membolehkanmu masuk dengan syarat tuan Lux akan melindungi kerajaan kami dari para utusan dunia luar. Bagaimana?." Tanya Raja Elf sedikit gugub.
Lux yang mendengar hal ini mulai berpikir dengan tenang, sebelum menyetujui syarat dari Raja Elf. "Baiklah yang mulia, aku setuju."
Lux mengangguk dan Jet mulai mengarahkannya ke lokasi tempat pohon dunia berada.
.....
Beberapa menit kemudian Lux diarahkan disebuah gua yang terdapat diluar kota Kerajaan Elf. Di gua itu dijaga ketat oleh prajurit dengan kekuatan tahap mana core putih.
'hmm. Tidak aku sangaka kerajaan Elf akan memiliki seorang tahap mana core putih yang begitu banyak. Sepertinya dalam segi kekuatan kerajaan Elf masih di atas kerajaan Green.' Gumam Lux didalam pikirannya saat melihat hal ini.
"Tuan Lux, ayo segera masuk." Ajak Jet kepada Lux.
Lux yang mendengar hal ini mengangguk dan melewati para penjaga dengan menyodorkan sebuah emblem berwarna emas kepada para penjaga.
Mereka berdua mulai menyusuri lorong gua hingga beberapa menit mereka melihat sebuah cahaya dan melewatinya.
Saat Lux melewati sinar cahaya dari gua. Dia terkejut saat melihat pemandangan yang begitu indah, terdapat Pohon yang sangat tinggi hingga menembus sebuah awan dan dibawah pohon itu terdapat sebuah danau warna-warni.
"Sungguh indah." Ucap Lux dengan kagum.
__ADS_1
Jet yang mendengar ucapan Lux tersenyum dan kemudian menjelaskannya. "Tuan Lux, Pohon yang menjulang tinggi itu adalah pohon dunia yang kami maksud dan danau yang dibawahnya adalah sumber air kehidupan."
Lux yang mendengar hal ini mengangguk paham. Sementara setelah Jet menjelaskan tentang tempat ini dia berpamitan kepada Lux.
"Tuan Lux, kalau begitu aku akan menunggu tuan di luar gua."
Lux yang mendengar ucapan Jet mengangguk dan mempersilahkannya. "Ok tuan Jet. Terimakasih telah mengantarkanku kemari."
Jet mengangguk dan mulai keluar dari tempat ini.
Setelah Jet keluar Lux mulai memindai pohon dunia tersebut. "AI, analisis Pohon dunia ini apakah ada benih alam di dalamnya?."
[Mulai Menganalisis....]
[Analisis Selesai.]
[Terdapat Benih alam asal di dalam pohon. Memiliki energi yang cocok dengan tubuh tuan rumah. Disarankan menggunakan Devour pada pohon dunia untuk mempermudah penerobosan ketahap Peleburan Mana.]
Lux yang mendengar hal ini tersenyum senang. "Akhirnya. Setelah sekian lama aku bisa menerobos ketahap Peleburan Mana. Dengan Benih Alam sebagai Fondasi penerobosan itu pasti akan membuat Fondasiku kokoh dan juga memperkuat kekuatanku berkali-kali lipat lebih banyak dari pada peleburan Mana yang normal."
Lux mulai melangkah dan mendekati pohon dunia. Saat dia ingin terbang dan melewati danau untuk menuju langsung ke pohon dunia, tiba-tiba danau itu bergetar dan mulai membentuk seperti raksasa manusia.
"Manusia berani-beraninya kamu mendekati pohon suci kami." Teriak mahluk air itu dan melayangkan pukulan terhadap Lux.
Lux yang melihat serangan mahluk ini mulai menggunakan teknik Light Bom.
"LIGHT BOM."
Bola Cahaya muncul ditangan kanan Lux dan dia melancarkannya ke arah pukulan Makhluk itu.
*Boomm
Ledakan yang kuat terdengar dan tangan kanan Makhluk itu hancur oleh teknik Lux.
Setelah menggunakan tekniknya Lux mundur kebelakang sedikit dan melihat makhluk itu.
Makhluk itu yang melihat tangannya hancur segera mengembalikannya lagi. Air mulai berkumpul di lengan yang terputus hingga tersambung kembali.
"Sepertinya aku sedikit meremehkanmu manusia. Tidak aku sangka kamu akan menghancurkan tanganku, tetapi hal itu percuma didepanku manusia. Hahahaha."
__ADS_1
Lux yang melihat hal ini mengerutkan keningnya.