King Of Lux

King Of Lux
Chapter 37 Tunggu dulu....


__ADS_3

Setelah beberapa saat Raja Lion akhirnya menenangkan dirinya dan segera berkata.


"Sasaki kembali." Ucap Raja Lion.


Sasaki yang mendengarnya, segera menghilang kembali di celah ruang.


Sementara itu Kojiro yang sudah babak belur di hajar oleh Yasaka. Sangat marah dan ingin segera menyerang Yasaka balik. Tetapi tiba-tiba Raja Lion menahannya dan menyuruhnya kembali di tempatnya.


"Baiklah, karena semua orang tidak mempermasalahkannya. Aku akan memberikan kelonggaran dan untuk ketidak persetujuan pihak dari suku Rubah aku akan melakukan voting suara kepada semua orang disini." Ucap Raja Lion.


Semua orang mengangguk setuju termasuk Lux. Setelah melihat bahwa semua orang telah setuju. Raja Lion kemudian memulai voting suara secara langsung.


"Untuk yang mendukung Pangeran kedua Tetsu sebagai pimpinan sidang di persilahkan mengangkat tangannya." Ucap Raja Lion.


Hanya terdapat empat kepala suku yang mengangkat tangannya.


Raja Lion yang melihat hal ini muram dan segera berkata lagi. "Yang mendukung Kepala suku singa putih segera angkat tangan?."


Selain empat kepala suku tadi yang mengangkat tangan. Semua Bangsawan dan kepala suku mengangkat tangannya.


Raja Lion dan Tetsu yang melihat hal ini muram. Sementara Kojiro yang sudah babak belur menatap Lux dan Yasaka dengan marah.


"Baiklah, karena suara terbanyak dimenangkan oleh Bahal. Jadi aku akan mempersilahkannya untuk segera memulai sidang." Ucap Raja Lion dengan dingin kepada Bahal.


Bahal yang mendengar nada suara Lion menyeringai senang.


"Hahahaha. Karena yang mulia sudah rendah hati mempersilahkanku untuk mimpin sidang. Aku Bahal tentu saja menyetujuinya." Ucap Bahal kemudian menatap Lux dengan senyuman sambil mengangguk kepadanya.


Lux yang melihat ini balas mengangguk kepada Bahal dengan sopan. Tetapi dalam pikirannya Lux sangat waspada kepada Bahal.


'Bajingan Bahal ini mulai bertindak setelah situasi mulai berpihak kepadanya. AI, analisis status Bahal.' Gumam Lux didalam pikirannya.


[Mulai Menganalisis....]


[Status


Nama : Bahal


Kelas : Magic Fighter.


Elemen : Api dan Angin.


Garis darah : Singa Putih.


Kekuatan : 900

__ADS_1


Kecepatan : 900


Fisik : 1000


Mana : 5.500.000


Tahap Meditasi : Saint (Menengah)


Karakteristik : Licik, Tenang, dan Suka memanfaatkan Orang .


Kelemahan : Mengalami luka dalam di mana core, sehingga menyebabkan konsumsi mana yang berlebihan saat menggunakan teknik.]


Lux yang melihat status dari Bahal, menyeringai senang. 'Kena kamu bajingan sialan. Untuk sekarang aku tidak perlu terlalu khawatir dengan Bahal ini.'


Saat Lux masih didalam pikirannya. Bahal langsung memulai sidang dengan nyaman.


"Untuk sekarang kami persilahkan kepada Suku Serigala untuk menyebutkan keluhannya Kepada suku Rubah." Ucap Bahal dan mempersilahkan Yamada.


Yamada yang di panggil namanya segera melangkah maju dan berkata.


"Kalian semua disini pasti sudah mengetahuinya. Bahwa menyerang anggota suku lain tanpa perintah kaisar adalah pelanggaran berat. Jadi disini aku ingin memberitahu bahwa salah satu anggota suku kami di bunuh dengan kejam oleh suku Rubah. Untuk itu aku ingin meminta persetujuan dari yang mulia agar membubarkan suku Rubah dan di mutasi ke suku lainnya untuk di jadikan budak." Ucap Yamada dengan seringai ganas.


Yasaka dan para bawahannya sangat marah dengan ucapan Yamada, tetapi segera di tenangkan oleh Lux.


"Apakah kamu punya bukti akan itu?." Tanya Bahal.


"Tentu saja. Ini adalah transmisi suara Baki saat di kejar oleh Yasaka di alam tersembunyi." Balas Yamada sambil tersenyum.


Bahal segera mengambil batu suara dan memutar ulang suara Baki sebelum kematiannya.


Dia mulai mengalirkan mana ke dalam batu dan sebuah suara mulai terdengar. Itu adalah suara Baki yang meminta tolong kepada Yamada karena tiba-tiba di serang oleh suku Rubah tanpa alasan di alam tersembunyi.


Bahal yang mendengar suara itu segera mengembalikannya kepada Raja Lion. "Bagaimana menurut Anda Yang mulia?."


Raja Lion yang mendengar ucapan Bahal segera berkata. "Hmm. Sepertinya suku Rubah telah melanggar hukum Kerajaan Beast, jadi kita harus membubarkan suku mereka dan di mutasi ke suku lainnya."


Semua Bangsawan dan kepala suku yang mendengar hal itu mulai saling membisik sesama mereka.


Lux yang melihat ini mengerutkan keningnya.


'Bajingan sialan ini. Bukannya seharusnya mengembalikan dulu kepada kami, malah dilempar langsung kepada Raja Lion.' Gumam Lux didalam pikirannya dengan serius, kumudian menatap Nona Suzuki untuk meminta tolong.


Suzuki yang merasakan tatapan Lux, tersenyum. Segera mengirimkan transmisi suara didalam pikiran Lux.


'Kamu berhutang kepadaku kali ini tuan Lux dan harus membalasnya setelah kasus ini selesai.' Ucap Suzuki kedalam pikiran Lux.

__ADS_1


Sementara itu Lux yang mendengar ucapan Suzuki sedikit terkejut, sebelum berkeringat dingin dengan rumit. Tetapi kemudian dia mengangguk kepada Suzuki.


Suzuki yang melihat hal ini tersenyum, kemudian membantu Lux dan memotong perkataan Raja Lion.


"Yang mulia, seharusnya pemimpin pengadilan mengembalikan dulu kepada Suku Rubah untuk meminta penjelasan mengenai hal ini." Ucap Suzuki dan kemudian menatap kepala suku burung, Fuji.


Fuji yang paham akan hal ini ikut membantu. "Memang seharusnya seperti itu. Tuan Bahal seharusnya mengembalikan dulu Kepada Suku Rubah untuk di mintai penjelasan."


"Astaga. Aku mohon maaf akan hal itu. Soalnya aku pikir bukti ini sudah sangat jelas." Ucap Bahal dengan tenang.


Lux yang mendengar ucapan Bahal mengerutkan keningnya. 'Sepertinya, aku memang salah menunjuk orang. Bahal sialan ini berusaha mengambil keuntungan dari kasus ini.'


Lux kemudian ikut berbicara untuk memenangkan situasi. "Yang mulia. Kalau suku Rubah tidak di izinkan untuk berbicara. Sebaiknya kita undur diri dari ruangan ini."


"Astaga. Itu tidak bisa, suku rubah kalian akan di hukum atas kasus ini. Jadi kalian tidak boleh meninggalkan ruangan ini." Ucap Bahal dan disetujui oleh Raja Lion.


Lux yang mendengar ini mengerutkan keningnya. 'Sepertinya, situasi makin tidak baik di sini. Aku harus menemukan jalan.'


Lux kemudian berpikir dan tiba-tiba pandangannya jatuh kepada Kepala Bangsawan Monyet Putih dan tersenyum senang saat melihatnya.


"Hahahaha. Yang mulia dan tuan Bahal bercanda. Kalian bahkan tidak mengizinkan kami berbicara dan langsung menghukum kami. Tetapi kalian bahkan melepaskan pembunuh malam tanpa menghukumnya." Ucap Lux dengan tawa yang keras.


Suzuki yang mendengar ucapan Lux mengerutkan keningnya bingung. 'Apa yang dia rencanakannya?.'


Sementara Raja Lion dan Bahal terkejut dengan omongan Lux yang tiba-tiba.


"Apa maksud dari ucapanmu itu manusia. Jangan macam-macam dengan ruang sidang ini?." Tanya Yang mulia dengan dingin.


Saat Suku Burung mendengar ucapan Raja Lion, mengerutkan keningnya dengan marah.


"Tuan Lion di harapkan berbicara dengan sopan kepada Raja kami. Raja kami bukan hanya manusia dia juga memiliki darah Golden Crow di tubuhnya." Ucap Fuji dengan dingin tidak menyebut nama yang mulia lagi.


Semua orang didalam ruang terkejut dengan omongan Suku burung yang blak-blakan, Terutama Lux.


'ugh, untuk sekarang aku harus fokus dulu tentang kasus suku Rubah ini dan untuk suku burung bisa belakang di pikirkan.' Gumam Lux di dalam pikirannya.Lux berkeringat dingin dengan fanatisme suku burung kepadanya.


Sementara itu Raja Lion langsung mengeluarkan auranya dan berusaha menekan kepala suku burung.


"Nona Fuji sepertinya perlu di hukum." Ucap Raja Lion.


Fuji yang merasakan tekanan Raja Lion balas mengeluarkan auranya yang ternyata tidak kalah kuatnya dengan aura Yasaka. Lux sangat terkejut dengan ini, tetapi yang membuatnya senang dan kembali fokus pada kasusnya adalah reaksi Kepala bangsawan monyet putih.


"TUNGGU DULUU..." Teriak kepala bangsawan Monyet Putih, sambil mengeluarkan auranya yang sama kuatnya dengan Raja Lion.


Semua orang tercengang dengan teriakan Kepala Bangsawan monyet putih yang tiba-tiba. Terutama Raja Lion yang mengerutkan keningnya saat mendengar teriakkan itu.

__ADS_1


__ADS_2