
*Hutan Terlarang
Dihutan berantara yang tidak jauh lokasinya dari ibu kota kerajaan Green. Terlihat dua orang sedang mengobrol. Yang satu mengenakan pakaian hitam dan memakai topeng, yang satunya lagi memakai tudung untuk menutupi dirinya.
"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi tentang situasi kerajaan Green sekarang?." Ucap pria yang mengenakan tudung.
"Ya. Ada sesuatu yang tidak terduga." Balas pria yang mengenakan topeng.
Pria yang mengenakan tudung sempat berhenti berbicara sebentar. Sepertinya sedang berpikir.
"Apa itu?." Ucap pria jubah itu setelah berpikir lama.
"Anak ketiga dari Ron Fos ternyata adalah seorang jenius. Dia telah mengalahkan saudaranya Ray dan bahkan dia telah membunuh Roden." Ucap pria bertopeng.
Pria yang mengenakan tudung mengerutkan keningnya dan berkata lagi. "Dia Teleh membunuh roden, yaa. Ini semakin rumit kita membutuhkan Roden sebagai delegasi, tetapi itu tidak akan berpengaruh pada rencana kita. Bagaimana dengan persiapannya?."
"Persiapannya telah telah selesai, tetapi sepertinya situasi disana kurang bagus bagi kita. Pangeran pertama Leo dan dua Duke yang mengikutinya baru-baru ini telah menghubungi pihak kerajaan Ness. Sepertinya mereka akan bergerak juga."
"Cih, para bajingan itu hanya datang saat situasi mulai menguntungkan. Terus mengawasi perubahan situasi apa saja yang terjadi dan laporkan kepadaku. Untuk lebih memudahkanmu ambil ini." Pria berjubah itu melemparkan sebuah potion berwarna merah.
Pria yang mengenakan topeng melihat potion ditangannya terkejut.
"Darah dari Demon Duke. Ini?, Terimakasih banyak tuan. Aku akan melaksanakan tugas ini dengan baik." Dia kemudian menunduk dan berterimakasih.
"Sekarang pergilah..." Ucap pria berjubah itu.
Pria bertopeng itu mulai menghilang dan kembali menuju ibukota kerajaan.
Sedangkan pria yang mengenakan jubah mulai tertawa sendiri. ""Hahahaha. Tidak lama lagi kerajaan Green akan berada dibawah kekuasaan kerajaan Demon."
........
Sementara itu di ibu kota kerajaan Green, tepatnya di toko Smith. Lux sedang memalu sebuah besi. Tetapi ada sesuatu yang berbeda dengan Lux hari ini, setiap kali dia menggerakkan bokongnya pasti dia akan mengernyit kesakitan.
'Ugh. Mereka benar- tidak menahannya.' Gumam Lux didalam pikirannya.
Pada saat setelah acara selesai. Lux kemudian dibawa oleh Rose, Fifian dan Benedeta dikamar. Kemudian Lux disuruh berjongkok dan dicambuk oleh mereka bertiga dibagian bokong secara bergantian.
Saat Lux sedang mengingat situasi tadi malam, tiba-tiba Brayen Horn berkata.
"Hmm, sepertinya kamu cepat paham dengan ajaranku." Ucap Brayen Horn dengan puas.
"Tentu, ini semua berkat guru." Ucap Lux sambil tersenyum.
Brayen Horn balas tersenyum.
Lux sebenarnya cepat menguasai Smith karena AI yang telah membantunya. AI Lux mampu menganalisis kekuatan yang harus dilakukan untuk membentuk suatu logam dan dia juga mampu menganalisis panas api yang dibutuhkan untuk logam.
Tiba-tiba Lux mengingat sesuatu dan bertanya kepada Brayen Horn. "Guru apakah kamu tahu dimana aku bisa menemukan potion. Aku ingin ke hutan terlarang, tetapi aku membutuhkan potion untuk berjaga-jaga."
Brayen Horn mendengar ucapan Lux mulai berpikir sedikit kemudian berkata. "Kamu bisa menemukan potion di Toko perdagangan Melinda. Disana mereka menjual berbagai macam perlengkapan untuk seorang petualang."
Lux yang mendengar ucapan Brayen Horn, sedikit berpikir.
'Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf. Hmm, sepertinya akan ada sesuatu yang menarik saat aku kesana.' Pikir Lux.
Setelah berpikir sedikit Lux kemudian melanjutkan pekerjaannya dan selang beberapa menit itu telah selesai.
Lux mengangguk puas dengan pedang yang dia buat, kemudian dia bergumam. "AI, analisis statusku sekarang."
__ADS_1
[Mulai Menganalisis....]
[Status
Nama : Lux Fos
Umur : 18 Tahun
Kelas : Light Monarch (EX)
Sub Kelas : Smith Level 4
Garis Darah : Golden Crow (EX) 20%
Kekuatan : 16
Kelincahan : 20
Fisik : 16
Mana : 1020
Tahap Meditasi Mana : Mana Core Tahap Biru.
Element : Cahaya, Api, Tanah, Logam, Ruang dan Waktu.
Kemampuan :
1.The Eye of Space and Time (??)--Lotus berdaun tiga.
Api Emas (S)
Dimensional World (S)
Devour (SS)
Sayap Malaikat (S)
Time Break (S)
]
Melihat statusnya, Lux sangat puas. Level Smithnya telah bertambah satu lagi.
"Ngomong-ngomong guru, untuk mencapai Level kelima kamu bilang ada persyaratan khusus yang harus kulakukan. Kalau boleh tahu apa itu?." Ucap Lux
"Hmm, sebenarnya aku tidak ingin memberitahumu dulu tentang persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai Level ke 5. Tetapi karena kamu sekarang sudah mencapai Level ke 4 aku akan memberitahumu. Kalau kamu ingin mencapai level kelima kamu harus memiliki sebuah Api Khusus yang mampu melelehkan logam kelas atas.
Lux yang mendengar hal itu berpikir didalam benaknya. 'logam dikategorikan menjadi, logam kelas Rendah, logam kelas Menengah, logam kelas Atas, dan logam kelas Suci. Jadi aku harus memiliki Api khusus yang harus memiliki kemampuan untuk melelehkan logam kelas atas. Tunggu dulu, bukannya aku memilikinya.'
"Bagaimana dengan ini, guru." Lux kemudian menunjukkan Api berbentuk Emasnya kepada Brayen Horn.
Brayen Horn yang melihat Api milik Lux tersentak kaget. "Astaga kamu memiliki Api khusus dan juga itu kelas Suci. Eh, tunggu dulu, ini bukan api khusus, tetapi memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Api kelas Suci yang lainnya. Hmmmm.."
Brayen Horn bingung saat melihat Api milik Lux. Saat dia berpikir lama dia kemudian bertanya kepada Lux.
__ADS_1
"Dari mana kamu mendapatkan Api ini Lux?"
Pendengar pertanyaan Brayen Horn, Lux agak ragu. Apakah dia akan mengatakannya atau tidak?.
Brayen Horn yang melihat Lux ragu, tersenyum. "Kalau kamu tidak ingin mengatakannya tidak apa-apa. Setiap orang memiliki rahasianya masing-masing."
"Terimakasih Tuan." Balas Lux dengan sopan.
Brayen tersenyum kemudian berkata. "Karena kamu telah memiliki Api khusus. Aku akan mulai mengajarimu."
"Baik tuan." Lux berkata dengan semangat.
Brayen Horn mulai menjelaskan secara rinci tentang Smith Level 5. Lux yang mendengar penjelasan Brayen Horn kemudian mulai membuat senjata lagi.
Setelah sekian lama Akhirnya Lux selesai membuat senjata Level 5.
Brayen Horn yang melihat ini kagum. Dia belum pernah melihat anak yang berbakat seperti ini.
"Hohoho. Sepertinya kamu memang memiliki bakat di bidang Smith. Kamu bahkan mencapai Level 5 dalam satu hari. Baiklah untuk sekarang sampai disini dulu. Kamu harus membiasakan dulu Levelmu sebelum kamu melangkah ke tahap 6." Ucap Brayen Horn.
"Terimakasih tuan. Mungkin aku akan agak lama datang kembali kesini karena aku harus menuju ke hutan terlarang." Balas Lux.
"Tidak apa-apa. Kamu memang memerlukan pengalaman tempur untuk lebih meningkatkan kekuatanmu, tetapi ingat jangan pernah menuju ke pedalaman hutan terlarang. Ada suku yang berbahaya disana." Ucap Brayen serius.
Lux yang mendengar ucapan Brayen sedikit terkejut, kemudian mengangguk serius.
Setelah berbincang dengan Brayen sebentar, kemudian Lux berangkat pergi ke toko perdagangan Melinda.
Sesampainya Lux didepan toko kemudian Lux masuk kedalam dan melihat-lihat.
"Eh, bukankah ini bar. Kenapa didepan tertulis Toko." Ucap Lux bingung.
Selang beberapa saat kemudian ada seorang pria paruh baya bertelinga panjang menghampiri Lux, itu adalah seorang Elf.
"Apakah ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya pria paruh baya itu.
Lux yang mendengarnya membalas. "Aku sebenarnya ingin mencari beberapa potion, tetapi sepertinya saya salah tempat?."
Pria paruh baya itu tersenyum dan membalas. " Tenang saja tuan, tuan sudah datang ketempat yang tepat. Kami memang menjual beberapa potion."
"Eh, baiklah. Bisakah kamu tunjukkan dimana potionnya?" Tanya Lux
"Silahkan ikuti saya tuan." Balas pria paruh baya itu.
Kemudian pria paruh baya itu melangkah kearah tangga lantai dua.
Sementara Lux yang mendengar ucapan pria paruh baya itu mulai mengikutinya.
"Ngomong-ngomong tuan, maafkan atas ketidak sopanan saya. Saya lupa memperkenalkan diri. Namaku adalah Lit. Biasa dipanggil pak tua Lit." Ucap pria paruh baya itu.
Lux yang mendengarnya membalas dengan sopan. "Tidak apa-apa. Namaku adalah Lu..."
Lux yang ingin melanjutkan perkataannya tiba-tiba dipotong oleh Lit. "Aku sudah mengetahuinya. Nama tuan adalah Lux Fos, kan?."
Lux yang mendengar ucapan Lit, mengangkat alisnya.
Lit yang sadar dengan ucapannya segera membalas. "Tuan Lux mungkin tidak menyadarinya, tetapi anda sangat terkenal sekarang di kerajaan."
Lux yang mendengar ucapan Lit kemudian mengetahuinya dan diberpikir. 'Mungkin karena kejadian acara semalam.'
__ADS_1
Setelah mengobrol singkat merekapun tiba dilantai dua dan disana Lux melihat bukan hanya potion, tetapi juga perlengkapan-perlengkapan yang biasa dikenakan seorang petualang.
Saat Lux ingin melihat-lihat, tiba-tiba dia mendengar suara yang menggoda. "Ara ara. Bukannya kita kedatangan tamu yang sangat populer disini."