
Hutan terlarang, di dunia Core saat ini, terlihat sekelompok orang yang sedang berdiri dengan ekspresi marah. Mereka semua memiliki karakteristik yang sama yaitu memiliki tanduk di kepalanya.
"Sialan. Alam tersembunyi telah berhasil di ambil alih." Umpat salah satu orang.
"Ugh. Apakah yang menguasai alam tersembunyi ini adalah kerajaan Matahari?. Aku curiga mereka mungkin yang membunuh saudara Asmodeus di sana." Ucap yang lainnya.
Para iblis yang mendengar ucapan teman mereka mengangguk dengan persetujuan.
"Sekarang kita harus bagaimana Srk?." Ucap Seven.
Seorang pria tua yang saat ini berdiri didepan mereka segera berkata. "Untuk sekarang sebaiknya kita kembali ke kerajaan Chaos dan melaporkan hal ini kepada sang Raja."
Seven yang mendengar hal ini segera mengangguk dan berbalik menghadap para temannya yang lain.
"Apakah kalian mendengar hal itu?. Kita akan kembali sekarang." Ucap Seven dengan keras.
"Baik tuan Seven." Balas mereka semua.
Segera mereka semua kemudian berbalik dan terbang meninggalkan lokasi mereka saat ini.
......
Di perbatasan kerajaan Matahari dan iblis saat ini terdapat gerbang alam tersembunyi yang menghilang juga. Terdapat sekelompok prajurit dari kerajaan Matahari yang berdiri diam dengan frustasi.
Selain para prajurit kerajaan Chaos yang saat ini kembali dengan kemarahan. Para prajurit dari kerajaan Matahari juga merasakan hal yang sama.
"Bagaimana sekarang tuan Sor?. Apakah kita akan kembali dan melaporkan kejadian sekarang kepada sang Raja?. Aku curiga kerajaan Chaos yang telah mendapatkan alam tersembunyi ini." Ucap salah satu prajurit kerajaan Matahari.
Sor yang saat ini terdiam dalam pikirannya segera berkata. "Ayo kembali dulu. Untuk saat ini kita sampaikan saja apa yang terjadi sekarang ini kepada Raja dan untuk kerajaan Chaos, biar Raja sendiri yang mengambil keputusan setelahnya."
Mereka yang mendengar hal ini mengangguk dan kemudian bergerak Kembali kerajaan mereka.
....
Dihutan yang gelap wilayah perbatasan kerajaan bulan dan iblis terdapat sekelompok Elf yang memiliki simbol bulan sabit di jidat mereka.
Saat ini mereka semua menatap gerbang alam tersembunyi yang menghilang dengan ekspresi frustasi dan marah.
__ADS_1
"Sekarang bagaimana Kun?. Apakah kita akan kembali ke kerajaan Bulan. Kalau kita kembali seperti ini tanpa mengetahui sebab kematian dari Rid, Bar dan utusan kita yang lainnya, Ratu Elis pasti akan marah."
Kun yang mendengar pertanyaan dari teman disampingnya memiliki ekspresi murung di wajahnya. Mereka di perintahkan segera ke alam tersembunyi untuk menangkap pembunuh dari Rid, Bar dan yang lainnya oleh Ratu. Tetapi saat mereka akan sampai digerbang alam tersembunyi tidak mereka sangka gerbang itu tiba-tiba menutup dan menghilang di tempatnya.
Kejadian ini menandakan bahwa alam tersembunyi telah berhasil dikuasai.
"Sialan. Kematian Rid, Bur dan yang lainnya, pasti tidak lepas dari Kerajaan Chaos dan Matahari. Segera kembali dan laporkan hal ini kepada Ratu, semoga sang Ratu tidak menghukum kita dengan kejadian hal ini." Perintah Kun dengan frustasi dan marah.
Para prajurit yang mendengar ucapan Kun mengangguk dengan frustasi dan segera melesat kembali ke kerajaan Bulan.
.....
Kembali ke kerajaan Elf saat ini, Lux dan yang lainnya bersiap untuk kembali ke kerajaan Green.
"Apakah kalian semua akan benar benar pergi secepat ini?." Tanya Ratu Elf dengan ekspresi sedih.
"Yang dikatakan ibumu benar Melinda. Tidak bisakah kalian menginap beberapa hari lagi?." Tanya Raja Elf dengan lembut.
"Maafkan aku Ayah. Saat ini Lux memiliki sesuatu yang penting untuk dilakukan, jadi kami harus dengan cepat kembali ke kerajaan Green."
"Sebaiknya kalian berdua segera memiliki anak lagi untuk mewariskan posisi Ayah, karena aku mungkin tidak bisa melakukannya."Ucap Melinda yang merangkul tangan Lux dengan senyum menggoda.
Melinda yang melihat hal ini tersenyum menyeringai. "Ayo Lux. Kita segera berangkat."
Lux yang mendengar diskusi Melinda dan orang tuanya tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya.
Sementara itu Sasaki dan Risaki yang melihat Melinda telah berhasil meresmikan hubungannya dengan Lux. Menatapnya dengan ekspresi iri diwajahnya.
Melinda yang melihat hal ini tersenyum puas dan semakin menggoda mereka berdua. Melinda secara tiba-tiba mencium pipi Lux dihadapan mereka.
Sasaki dan Risaki yang melihat hal ini mengerutkan keningnya dengan marah. Sedangkan Lux yang melihat hal ini tidak berdaya dengan kejahilan Melinda.
"Baiklah Yang Mulia. Kalau begitu aku mohon pamit terlebih dahulu?."
"Hah, baiklah. Tolong jaga anak kami dengan baik tuan Lux." Ucap Raja Elf.
"Tenang saja yang mulia. Dia istriku sekarang tentu saja aku akan memperlakukannya dengan baik sekarang." Ucap Lux dengan senyuman.
__ADS_1
Raja dan Ratu Elf yang mendengar hal ini ikut tersenyum puas, mendengar ucapan dari Lux.
"Apakah kalian benar-benar tidak perlu diantar oleh Lit menggunakan gerbong kuda?." Tanya Ratu Elf.
Lux yang mendengar pertanyaan ini tersenyum dan kemudian berkata. "Tidak apa-apa yang mulia kami memiliki cara yang lebih cepat."
Lux kemudian mengarahkan tangannya kedepan dan berkata. "GATE."
Segera gerbang luar angkasa muncul dihadapan mereka semua.
Ratu Elf sangat terkejut melihat hal ini. Sementara Raja Elf yang melihat hal ini mengerutkan keningnya dan kemudian tersenyum melihat Melinda dan Lux.
"Tuan Lux. Bukankah Anda bisa datang kemari dengan cepat menggunakan kemampuan ini. Mungkin kalian berdua bisa sering-sering datang berkunjung ke kerajaan kami." Ucap Raja Elf.
Lux yang mendengar hal ini tersenyum dan kemudian menatap ke arah Melinda. "Aku sebenarnya tidak masalah dengan itu, selama Melinda menginginkannya."
Raja dan Ratu Elf yang mendengar ucapan Lux segera menatap Melinda yang sedang memegang dagunya berpikir. "Mungkin aku akan datang kemari nanti. Tetapi saat Ayah dan ibu membuatkan adik untukku. Maka dari pada itu, Ayah dan Ibu segera berusaha keras untuk memiliki seorang penerus."
Melinda berkata dengan senyum menggoda sebelum berbalik dan menarik Lux kedalam gerbang Gate.
Sasaki dan Risaki yang melihat hal ini saling memandang, sedikit membungkuk kearah Raja dan Ratu Elf, sebelum memasuki gerbang Gate.
Sementara itu Raja dan Ratu Elf yang melihat kepergian mereka dan mendengar ucapan Melinda saliang menatap.
Kemudian ekspresi kemerahan muncul pipi mereka berdua.
"Ehem. Bagaimana kalau kita kembali ke istana sekarang Ratuku." Ucap Raja Elf sambil menyodorkan tangan kanannya kearah Ratu Elf.
Ratu Elf yang melihat hal ini segera mengambil tangan Rajanya dengan ekspresi manis di wajahnya. Mereka berdua kemudian masuk kedalam istana sambil merangkul lengan.
......
Sementara itu Lux dan yang lainnya muncul didalam kediaman keluarga Fos. Tetapi saat mereka muncul didalam kediaman keluarga, Rose, Yasaka dan istri Lux yang lainnya berdiri dihadapan gerbang Gate Lux.
Lux terlihat canggung melihat mereka semua saat ini karena Melinda yang telah merangkul tangan Lux sambil tersenyum kepada mereka.
Berbeda dengan Melinda yang tersenyum penuh kemenangan dihadapan mereka semua.
__ADS_1
Rose, Yasaka, Fifian dan Bendeta yang melihat hal ini mengerutkan kening mereka dengan marah.