
*Kerajaan Green.
Saat kepergian Lux di kerajaan Beast, beberapa hari ini kerajaan Green dialam tersembunyi, sedang terjadi kekacauan yang sangat luar biasa.
"Apakah yang kamu katakan itu benar?."
Rose yang sedang duduk bersama para saudarinya, dikejutkan oleh perkataan Sisil.
"Benar putri. Saat ini kerajaan Ness dan Demon sedang menuju ke sini untuk menyerang kerajaan kita."
Sisil berkata dengan berkeringat dingin, sementara Fifian dan Benedeta yang mendengar kabar tersebut terkejut.
"Ini?, Kenapa bisa mereka menyerang kita?. Bukannya kita saat ini beraliansi dengan mereka?." Tanya Fifian bingung.
"Ini tidak sesederhana itu, saudari. Dari pengamatanku selama ini sepertinya kedua kerajaan itu diam-diam beraliansi dengan kita untuk mengumpulkan informasi kerajaan Green sebelum menyerang." Balas Benedeta.
"Ugh, ini membuatku pusing. Bagaimana dengan Lux. Apakah dia akan baik-baik saja?. Bukankah pasukan meraka saat ini sudah berada di hutan terlarang."
"Ini?..." Benedeta terdiam tidak tahu ingin berkata apa kepada Fifian. Dia juga khawatir dengan keadaan Lux saat ini.
"Kalian semua tenang. Percayalah pada Lux, dia adalah orang yang pintar dan kuat, pasti dia akan baik-baik saja. Untuk sekarang kita harus segera ke istana untuk membahas masalah penyerangan ini. Kita harus meyakinkan meraka Semua, bahwa kita harus mengesampikan perebutan kekuasaan terlebih dahulu."
Rose berusaha menenangkan mereka dan juga segera mengajak mereka bersiap untuk pergi ke istana kerajaan.
....
Sementara saat ini didalam istana terjadi banyak perdebatan antara para Bangsawan pendukung salah satu pangeran.
"Sebaiknya kita menghilangkan dulu persaingan kami dan fokus melawan invasi dari kerajaan Ness dan Demon." Ucap Semiramis dengan tenang.
"Saya setuju. Bagaimana menurutmu Alisa?"
Linlin berkata dan melihat Alisa dengan serius.
Alisa yang mendengar ucapan Linlin, mencibir dan berkata."Cih, baiklah."
__ADS_1
Tetapi hal yang tak terduga terjadi, pangeran Leo dan Alex mengintrupsi mereka. "Aku menolak."
Semiramis, Linlin dan Alisa mengerutkan keningnya.
"Berhenti main-main Leo, apakah kamu ingin melawan perintahku?."
Alisa sangat marah saat mendengar ucapan pangeran Leo. Dia menatapnya dengan dingin.
Sementara Linlin yang mendengar ucapan pangeran Alex, mengerutkan keningnya. "Alex kemari. Berhentilah berbicara omong kosong."
Pangeran Leo dan Alex menyeringai saat mendengar kedua ibu mereka dan tidak membalasnya. Malah perkataan mereka di balas oleh Duke Gordon yang berada di samping Leo dan berkata kepada Ratu Alisa.
"Yang mulia Ratu. Aku setuju dengan pangeran Leo. Menurutku kita harus berdialog dulu dengan mereka berdua, demi kebaikan bersama."
Alisa yang mendengar ucapan Gordon, mengerutkan keningnya. "Ayah, apa maksudmu itu?. Apakah kamu menyuruh kerajaan Green kami menyerah kepada dua kerajaan itu."
"Astaga. Sepertinya aku tadi bilang berdialog, bukan menyerah." Ucap Gordon dengan tenang.
Sementara Duke Pon yang berada di pihak Gordon segera menambahkan. "Itu benar Ratu. Sebaiknya kita berdialog terlebih dahulu. Mungkin saja meraka hanya menginginkan beberapa wilayah kerajaan kita, itu dapat dipikirkan."
Pon yang mendengar ucapan Foban sangat marah, saat dia ingin membantah. Tiba-tiba Gordon yang berada di sampingnya berkata. "Astaga. Tuan Foban, anda tidak memiliki suara di sini. Ini adalah keputusan yang bisa di ambil oleh kami para Duke dan pihak kerajaan."
"Yang di ucapkan tuan Gordon memang benar." Alex berkata dengan bangga dan di ikuti oleh Pon yang memasang wajah seringai profokatif.
Foban yang mendengar hal ini, mengerutkan keningnya. Sementara para bangsawan yang mendengar ucapan Gordon ikut tersinggung. 'Lalu apa gunanya kami berada di sini.' Pikir salah satu bangsawan.
"Alex. Kamu bajingan tidak berbakti, sudah kubilang diam dan kemari." Linlin yang dari tadi mendengar perkataan Duke Lance dan Wolf sangat curiga dan berpikir sepertinya ada yang salah. Dia segera mendatangi Alex untuk datang ke sisinya dan menjauh dari pihak pangeran Leo. Tetapi hal yang tak terduga terjadi.
Seseorang tiba-tiba muncul di depan Pangeran Alex dan menghalau Linlin. "Nona Linlin. Sebaiknya anda kembali ke tempat anda."
Linlin yang melihat kedatangan seorang pria di depannya terkejut dan mundur selangkah. Dia melihat wajah orang yang berbicara itu, saat dia melihatnya, wajahnya langsung muram.
"Gregor. Apa yang kamu lakukan di kerajaan ini?."
"Apa maksud perkataan Nona Linlin?. Tentu saja aku datang kemari untuk melindungi pangeran Alex. Memangnya apa lagi?."
__ADS_1
"Gregor, berhentilah bebicara omong kosong. Kerajaan Demon sekarang melayangkan serangan terhadap kerajaan Green. Bagaimana bisa kamu seorang jendral kerajaan Demon bisa berada di sini?."
Linlin kali ini sangat marah terhadap Gregor, terutama Alex yang telah diam-diam merencanakan ini terhadapnya.
Sementara Semiramis yang melihat suasana yang gaduh ini, mengerutkan keningnya. 'Sepertinya ada yang salah dengan situasi ini. Kenapa tiba-tiba jendral kerajaan Demon berada di dalam istana ini?.'
Saat Semiramis masih di dalam pikirannya Foban yang melihat situasi ini, seakan sudah menebak arahnya akan kemana. Jadi dia segera berkata-kata dengan dingin. "Yang di ucapkan Ratu Linlin memang benar. Kenapa seorang jendral kerajaan Demon berada di sini?. Sebas segera bawa pengawal kerajaan dan tahan dia."
"Foban, jangan lancang. Apakah kamu tidak menghormati kami?. Berani-beraninya kamu mengambil keputusan atas nama kerajaan, kedua pangeran sudah memutuskan. Apakah kalian ingin membantah? dan juga bukannya tuan Gregor menjelaskan bahwa dia di sini sebagai pengawal pangeran Alex. Itu wajar saja bagi pangeran Alex yang mengambil pengawal dari kerajaan Demon karena darahnya juga berasal dari kerajaan Demon." Gordon berkata dengan dingin.
"Itu benar." Alex berkata mendukung ucapan Gordon.
Foban, Linlin dan Semiramis mengerutkan keningnya mendengar ucapan Gordon. Mereka saat ini dalam suasana yang tidak menguntungkan.
"Alex, Kamu bajingan. Tidak aku sangka selama ini kamu bermain di belakanku." Ucap Linlin dengan marah.
Sementara Alice yang berada di samping Linlin, memandang Leo juga dengan marah.
Pangeran Leo, pangeran Alex dan Gregor mendengar ucapan mereka menyeringai senang dan memandang Marquez Foban dengan wajah merendahkan.
Tetapi tiba-tiba suara yang kuat datang dari balik pintu ruangan.
"Apa yang di katakan Marquez Foban benar. Walaupun dia sekarang pengawal dari pangeran Alex, tetapi kita tidak bisa melepaskan identitasnya sebagai Jendral kerajaan Demon yang saat ini akan berperang dengan kita. Bukankah begitu tuan Putri?."
Ron Fos berbicara dengan tenang dan memasuki ruangan kerajaan bersama Rose dan yang lainnya. Tetapi hal yang tak terduga Rose membawa Arthur dan Nana bersamanya.
"Itu benar. Pengawal, segera tahan Gregor sementara."
Sebastian yang mendengar perintah Rose kepada para pengawal tersenyum dan segera membawa pengawal untuk mengepung Gregor.
Sementara Linlin, Foban dan Semiramis yang melihat kedatangan Ron, sedikit menghela nafas lega.
Berbeda dengan Gregor yang saat ini memiliki ekspresi muram di wajahnya saat dia di kepung. Dia kemudian segera menatap Gordon dan menunggu instruksinya.
Gordon dan Pon yang melihat situasi ini sangat marah. "Ron, bajingan sialan."
__ADS_1