King Of Lux

King Of Lux
Chapter 41 Gate.


__ADS_3

"Elemen Waktu?" Ucap Leluhur Bur dengan terkejut. Dia tidak lagi membeku di udara dan sekarang berdiri dengan ekspresi tertegun, sambil melihat lokasi kehilangan Lux.


Sementara itu Raja Lion dan Yamada yang mendengar ucapan Bur, sama terkejutnya.


"Manusia itu harus di tangkap yang mulia. Dia sangat berbahaya." Ucap Yamada dengan serius.


Raja Lion yang mendengar ucapan Yamada sangat paham. "Pengawal, segera instruksikan para Jenderal untuk mengepung Suku Rubah dan Suku Burung."


"Baik yang mulia." Ucap para pengawal.


"Ayah, biarkan aku ikut juga. Aku ingin mencabik-cabik tubuh Manusia itu." Ucap pangeran Otar dengan marah.


"Baiklah." Balas Raja Lion.


"Terimakasih Ayah." Ucap pangeran Otar dan kemudian keluar bersama pengawal untuk meninggalkan ruangan.


Sementara Suzuki, Sun Go dan Orochi saat ini yang melihat kepergian Lux dan Yasaka dengan selamat, menghela nafas lega.


Sedangkan untuk Bahal yang melihat apa yang dilakukan Lux tadi, sempat terkejut. Tetapi kemudian tenang kembali.


"Hmm. Sepertinya Teknik Waktu yang dia gunakan tadi berasal dari matanya." Ucap Bahal dengan serius.


Raja Lion, Bur dan yang lainnya mendengar ucapan Bahal, melihatnya.


"Apa maksudmu Bahal?" Tanya Leluhur Bur.


"Berdasarkan dari pengamatanku, elemen waktu yang di keluarkan oleh anak itu, aktif saat matanya berubah membentuk pola seperti lotus." Balas Bahal.


Bur yang mendengar itu mengerti, tetapi dia masih sedikit bingung.


"Apakah itu adalah kemampuan garis keturunannya?." Tanya Bur.


Bahal yang mendengar ucapan Leluhur Bur diam dan tidak membalas. Tetapi Raja Lion yang berada di singgasana berkata.


"Bukankah garis keturunan anak itu adalah Golden Crow. Kalau aku tidak salah Golden Crow tidak ada yang memiliki kemampuan pengendalian waktu seperti itu." Ucap Raja Lion dengan serius.


"Apa?. Anak itu memiliki garis keturunan Golden Crow?. Kalau seperti itu kita harus memang mendapatkannya Lion. Kamu tahu maksudku, kan?" Ucap Leluhur Bur.

__ADS_1


Raja Lion yang mendengar ucapan Bur menghela nafas dan membalas. "Itulah kenapa aku mengumpulkan para jenderal untuk menangkap Meraka, Leluhur."


"Itu belum cukup. Segera kirim Sasaki dan adiknya ke sana juga." Ucap Leluhur Bur.


Sasaki yang mendengar ucapan Leluhur Bur untuk membawa adiknya untuk menangkap Lux, mengerutkan keningnya.


Sementara Raja Lion yang mendengar ucapan Bur, menatap Sasaki dan berkata.


"Bagaimana Sasaki?. Apakah kamu mau mengikuti para jendralku untuk menangkapnya." Tanya Raja Lion.


"Ini.. Tuan Bolehkah aku saja yang pergi ke sana?."


Sasaki berkata masih ragu. Dia tidak ingin adiknya yang sedang sakit di ikutkan dalam ekspedisi ini.


"Tidak boleh. Sasaki kamu harus mengingat statusmu sekarang. Kamu tahu sendiri kalau kamu tidak mengikuti perintah ini, orang tua dan adik kecilmu pasti akan di makamkan bersamamu." Ucap Leluhur Bur dengan Nada mengancam.


Sasaki yang mendengar itu frustasi dan akhirnya mengangguk dan mengikuti perintah dari Leluhur Bur.


Saat Sasaki telah pergi dari ruangan, tiba-tiba Suzuki berkata kepada Raja Lion.


"Yang mulia karena sidang ini telah berakhir, aku mohon pamit. Walaupun sidangnya sendiri dilaksanakan dengan otoriter."


Raja Lion dan Leluhur Bur yang melihat situasi ini, menatap Suzuki dengan marah.


"Nak Suzuki sebaiknya menahan sedikit ucapannya." Ucap Leluhur Bur dengan nada mengancam.


"Fufufu. Itu adalah kenyataan Leluhur dan jangan coba-coba mengancam kami seperti tadi. Bukan hanya leluhur saja yang berada di tahap setengah Abadi, kami juga memilikinya." Balas Suzuki dengan nada tenang.


"Itu benar. Raja Lion, tindakanmu kali ini sangat memalukan. Kami Bangsawan monyet putih tidak akan pernah menyetujui keputusan sidang ini. Ayo saudaraku, mari kita kembali ke gunung putih."


Sun Go berkata dengan dingin dan membawa pasukannya ke luar dari ruangan. Sementara Suzuki yang mendengar ucapan Sun Go tersenyum dan ikut keluar dari ruangan sidang bersama pengawalnya.


"Aku juga mohon pamit yang mulia." Ucap Orochi dan yang ikut meninggalkan ruangan juga. Tidak sampai di situ saja, semua Bangsawan dan kepala suku kecuali Yamada ikut keluar ruangan sidang dengan tidak puas.


Raja Lion dan Leluhur Bur yang melihat hal ini sangat marah.


'Bajingan-bajingan ini bertindak terlalu sombong. Tunggu saja setelah aku mendapatkan Yasaka dan bocah manusia itu untuk di ekstrak garis keturunannya. Aku pasti aku menundukkan kalian semua di bawah kakiku.' Gumam Raja Lion di dalam Pikirannya.

__ADS_1


....


Sementara itu Lux dan yang lainnya saat ini berada di ruangan Dimensional World Lux. Didalam ruangan itu hanya terdapat ruang kosong berwarna biru.


Di sana terdapat Yasaka, Fuji dan para bawahannya. Mereka semua bingung dengan situasinya dan melihat sekeliling hanya terdapat ruang kosong.


Tiba-tiba Lux yang kelelahan muncul di depan mereka sambil menekuk lututnya. Yasaka yang melihat kemunculan Lux segera menghampirinya.


"Lux apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya Yasaka khawatir, sementara yang lainnya ikut mendekati Lux juga dengan khawatir.


"Tidak apa-apa. Aku hanya kehabisan mana." Ucap Lux dengan lelah. Diapun mengeluarkan ramuan penambah mana melalui cincin penyimpanannya.


"Kamu harus istirahat dulu Lux." Ucap Yasaka mencoba menenangkan Lux.


"Tidak, ini bukan saatnya untuk itu. kita harus cepat-cepat memindah suku kalian dari wilayah kerajaan Beast ini." Ucap Lux dengan cepat.


"Kalau kita ingin pergi?. Kita harus kemana?" Tanya Karoka bingung.


Yasaka, Fuji dan yang lainnya ikut merenung dengan pertanyaan Karoka. Sementara Lux yang mendengar ucapan Karoka segera membalasnya.


"Untuk sementara kita akan bermigrasi ke alam tersembunyi." Ucap Lux


"Ini. Kalau aku tidak salah alam tersembunyi di bawah kendali dua kerajaan. Itu adalah kerajaan Matahari dan Chaos. Kalau kita ikut campur di dalamnya mungkin itu bisa membuat dua kerajaan ini menjadi musuh kami." Ucap Saki dengan tidak yakin.


Lux yang mendengar ucapan Fuji segera berkata. "Jangan takut, aku adalah penduduk alam tersembunyi, aku juga bisa menyembunyikan suku kalian semua kedalam Dimensi ini untuk sementara, setelah aku sampai di sana, baru aku akan mengeluarkan kalian."


Setelah penjelasan Lux, semua orang yang mendengar ucapannya, segera mengangguk mengerti.


"Baiklah untuk sekarang kita akan pergi ke suku Rubah dulu untuk mengumpulkan orang-orang. Setelah itu kita akan ke suku burung."


Lux berkata sambil menatap mereka yang sedikit bingung.


"Tuan bagaimana kita akan pergi ke suku rubah dan suku Burung?. Suku Rubah dan Suku Burung memiliki jarak yang sangat jauh. Suku Rubah berada di timur wilayah kerajaan sedangkan kami berada di barat?." Tanya Fuji.


Lux yang mendengar pertanyaan Fuji tersenyum dan membalasnya. "Tenang saja, aku memiliki cara untuk itu. GATE." Ucap Lux, kemudian gerbang luar angkasa muncul di depan mereka.


Semua orang yang melihat hal ini terkejut. Tetapi Lux segera menyuruh mereka masuk.

__ADS_1


"Ayo segera masuk. Kita harus cepat bergerak, agar prajurit Raja Lion tidak menyusul kita." Lux berkata kepada mereka semua.


Yasaka, Fuji dan yang lainnya yang mendengar Lux segera masuk kedalam.


__ADS_2