King Of Lux

King Of Lux
Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.


__ADS_3

*Kota Liber.


Enam bulan telah berlalu saat pembicaraan kerjasama antara Lux dan Law. Setelah mereka saling menyetujui kesepakatan yang mereka buat. Lux dan Law langsung memberitahukan hal ini kepada Lolita dan anak buahnya.


Lolita sangat terkejut dengan pengangkatannya sebagai Ratu secara tiba-tiba. Dia semula ingin menolaknya, karena dia merasa tidak pantas mengambil gelar tersebut. Tetapi setelah mendengar bujukan Kakeknya dan Lux akhirnya dia menyetujuinya.


Lolita yang telah setuju untuk menjadi seorang Ratu, membuat Law yang merupakan Kakek dari Lolita berpamitan untuk kembali kewilayah kerajaan Matahari untuk mengumpulkan semua prajuritnya ke kota Liber.


Setelah enam bulan inilah akhirnya prajurit Law yang tersisa sedang berkumpul dikota Liber sekarang, sedang menunggu pidato Law diatas balkon.


'Prajurit yang dikumpulkan Law cukup banyak untuk sekelas Marquez, tidak dia sangka Law masih memiliki beberapa tahap saint dibawahnya sendiri, ini akan lebih mempermudah rencana dari penaklukan nanti.' Pikir Lux.


Lux yang melihat para prajurit yang sedang mengobrol sesama mereka akhirnya berteriak untuk mengambil perhatian mereka semua.


" Semuanya, Mohon diam." Teriak Lux dengan keras.


Para prajurit yang semula berbicara akhirnya diam dan melihat Lux yang berbicara dengan ekspresi bingung. Mereka pikir pemimpin mereka Law yang akan mengambil alih. Tidak disangka seorang anak muda yang tidak terlalu jauh dengan umur mereka berani memerintahkan kita.


Lux yang melihat ekspresi mereka tersenyum dan kemudian mengeluarkan auranya yang dapat menekan garis keturunan.


Sontak para prajurit yang merasakan hal ini berkeringat dingin dan terkejut ditempat. Mereka tidak menyangka Lux yang berada di tahap peleburan Mana dapat menekan seseorang yang berada ditahap yang sama dan juga tahap saint.


Sementara itu Law yang melihat hal ini mengerutkan keningnya. 'Sudah kuduga, orang ini memang tidak sederhana. Aku yakin dia pasti memiliki garis darah suci sama seperti Lolita kecil.'


Law kemudian melirik Lolita yang tersenyum bahagia melihat Lux yang kuat. Law yang melihat tingkah Lolita mengangkat alisnya dan kemudian menatap Lux lagi. Setelah menatap Lux, dia tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang licik.


Lux yang sementara masih berdiri dan menghadap para prajurit tidak terlalu memperhatikan Law dan Lolita.


Lux mulai melepaskan tekanannya dan berbicara lagi. "Kalian semua pasti bingung dan sedikit tidak menyetujuinya karena aku mengambil komando dari Marquez Law."


Para prajurit yang mendengar ucapan Lux segera menunduk dan tidak berbicara. Lux yang melihat hal ini segera melanjutkan lagi.


"Tetapi satu hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian. Apakah kalian rela menjadi budak dari kerajaan Matahari terus menerus yang tidak pernah di hargai oleh mereka?."

__ADS_1


Para prajurit yang mendengar hal murung dan mulai sedikit marah.


"Apakah kalian rela membiarkan anak dan istri kalian selalu berada dibelas kasihan dari kerajaan Matahari yang bahkan kalian semua diperlukan seperti seorang budak."


Para prajurit yang mendengar ucapan selanjutnya Lux langsung menangis ditempat dengan sedih. Mereka semua mengingat penderita mereka, saat berada di kerajaan Matahari.


Lux yang melihat hal ini akhirnya langsung menyalakan lampu harapan buat mereka. "Kalau kalian yang tidak rela segera berjuang dan mengikuti Ratu Lolita. Tidak menuntut kemungkinan kalian semua akan memiliki kesejahteraan dan mungkin bahkan bisa menjadi bangsawan nantinya."


Para prajurit yang semula tertekan akhirnya menatap Ratu mereka dengan penuh semangat.


"Hidup, Ratu Lolita." Teriak salah satu prajurit


Yang di ikuti oleh prajurit yang lainnya.


Gema para prajurit terdengar, Lolita yang mendengar hal ini sangat malu dan berdiri ditempatnya dengan gugub.


Lux yang melihat tingkah Lolita, menghela nafas kecewa. 'Sepertinya, aku harus mendidik karakternya terlebih dahulu untuk menjadi Ratu yang baik nantinya.'


Sementara Law yang dari tadi melihat tindakan Lux, terkejut dan kemudian bergumam. 'Anak ini memang terlahir untuk menjadi seorang Raja.'


Dia tidak menyangka Lux memanfaatkan hal ini untuk menyulut semangat para prajurit. Law sangat kagum dengan tindakan Lux.


...


Setelah Lux mengembalikan semangat para prajurit. Lux, Law dan yang lainnya akhirnya berkumpul dan mulai mendiskusikan rencana mereka.


"Ayah, Bagaimana kita akan menyerang kerejaan Mesh nanti?." Tanya anak dari Law.


Law yang mendengar pertanyaan dari Sev anaknya segera melihat kearah Lux. Sev yang melihat pandangan Law kemudian menatap Lux.


Lolita yang berada di ruang itu juga menatap Lux dengan gugub.


Lux yang ditatap oleh mereka semua segera tersenyum dan kemudian berkata. "Sebelum aku menyebutkan rencanaku. Terlebih dahulu aku ingin menyampaikan kepada kalian semua untuk menunduk kepada Ratu kalian terlebih dahulu."

__ADS_1


Law, Sev dan pengikut law yang berada di tahap saint mengerutkan keningnya dan menatap Lux dengan dingin.


Lolita yang melihat situasi ini segera berkata dengan panik. "Tidak usah Lux, mereka semua disini adalah keluarga jadi tidak perlu terlalu formal."


"Tidak. Kamu sekarang sudah resmi menjadi seorang Ratu yang merupakan aliansiku dan sudah menjadi kewajiban untuk bawahan Anda untuk tunduk kepadamu terlebih dahulu sebelum kita memulai hal ini. Lolita kamu harus sadar sekarang. Banyak nyawa berada didalam genggamanmu, kalau kamu tidak bisa bersikap tegas dan menjadi sesosok Ratu yang kuat itu mungkin membuat orang yang mengikutimu menderita atau bahkan mungkin kehilangan nyawa mereka." Lux berkata dengan serius.


Lolita yang mendengar hal ini menundukan kepalanya dengan rumit. Dia sebenarnya tidak mau menjadi seorang Ratu, tapi karena harapan dari kakeknya dan para bawahanya dia akhirnya menyetujui hal itu.


Law yang melihat hal ini menghela nafas dan kemudian berkata. "Tuan Lux, mari kita membahas tentang pertempuran terlebih dahulu. Kita masih jauh dengan hal formalitas ini."


Lux yang mendengar ucapan Law, menggelengkan kepalanya dan kemudian menatap Lolita.


Lux mulai menyeringai mengejek. "Astaga. Tidak aku sangka putri yang selama ini aku kenal pemberani, ternyata sangat kecil dan pendek seperti bayi."


Lolita yang semula menunduk dan tidak berbicara, langsung marah setelah mendengar ucapan Lux. Dia berdiri dan berteriak kepada Lux dan yang lainnya.


"Siapa yang kamu panggil anak kecil. Aku sudah dewasa, aku seorang calon Ratu dari kerajaan Mesh. Sebaiknya kamu menjaga ucapanmu itu atau aku akan menghukummu."


"Heeee, menghukum yah?." Tanya Lux dengan nada mengejek.


Lolita yang melihat hal ini memerah malu. Sev yang melihat tingkah keponakannya segera menengahi. "Lolita sudah cukup. Ini bukan tempat permainan..."


Saat Sev ingin melanjutkan ucapannya dia tercengang saat melihat Lolita yang menginterupsinya. "Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu kepada ratumu. Segera menunduk dan meminta maaf."


Tampa sadar aura emas Lolita keluar dan menekan Sev, Law dan yang lainnya ditempat.


Sev sangat terkejut dengan hal ini.


'Aura penindasan ini sama dengan aura tuan Lux.' Pikir Sev dengan tidak percaya.


Sementara itu Law sangat senang dengan aura yang telah dikeluarkan oleh Lolita. Dia kemudian menunduk kepada Lolita dan berkata. "Maafkan hambamu ini yang mulia, atas kekasaran kami."


Sev dan yang lainnya semula terdiam segera mengikuti Law dan menunduk minta maaf.

__ADS_1


Lux yang melihat hal ini tersenyum dan bergumam. 'Akhirnya Garis keturunannya mulai bangkit.'


__ADS_2