King Of Lux

King Of Lux
Chapter 89 Peperangan 1


__ADS_3

Setelah melihat kondisi tubuhnya dengan puas Lux kemudian memanggil AI untuk memeriksa Satusnya.


"AI, status."


[Mulai Memproses....]


[Status


Nama : Lux Fos


Umur : 19 Tahun


Kelas : Light Monarch (EX)


Sub Kelas : Smith Level 6, Runemaster Level 6, Alkemis Level 6.


Garis Darah : Golden Crow (EX) 100%


Kekuatan : 3206


Kelincahan : 3200


Fisik : 3252


Mana : ~


Tahap Meditasi Mana : Tahap Saint (Puncak).


Element : Cahaya, Api, Tanah, Logam, Ruang dan Waktu.


Artefak : Heaven Slayer Sword (Abadi)


Kemampuan :


1.The Eye of Space and Time (??)--Lotus berdaun Sembilan.



Golden Fire (SSR)


Ledakan Cahaya (SR)


Dimensional World (SSR)


Devour (SSR)


Heavens Wings (SSR)


Time Break (SSR)


Raining Heaven Fethers (SSR)


Sun (SSR)


Golden Crow Claws (SSR)

__ADS_1


Light Armor (SSR)


Regenerasi Tubuh (SSR)


Recovery (SSR)


Gate (SSR)


Time Area (SSR).


Heaven Chain (SSR)


Beast Army (SSR)


Angel Army (SSR)


Golden Crow Transformation (SSR)]



Lux melihat peningkatan status dengan puas.


"Walaupun aku tidak mendapatkan kemampuan baru dari penerobosanku. Kemampuanku yang lain telah menerobos dan menjadi lebih kuat."


"Juga perubahan kemampuan mataku telah berubah. Selain aku bisa mengontrol ruang dan waktu dengan lebih mudah. Aku juga dapat memberikan ilusi ruang dan waktu kepada target. Ini sama seperti membawa target kedalam dunia ilusi yang persepsi waktunya tidak menentu." Ucap Lux dengan puas.


Lux sangat senang dengan perubahan kemampuan matanya. Saat ini Lux mulai mengetes kemampuannya satu-persatu dan sangat puas Melihat hasilnya.


Tiba-tiba suara dibalik pintu terdengar yang membuat Lux berbalik dan melihat dibalik pintu.


Lux yang mendengar ucapan dibalik pintu segera berkata. "Ada apa?, Silahkan masuk."


Law yang mendengar jawaban Lux menghela nafas lega dan segera masuk. Saat Law masuk didalam ruangan dia tertegun melihat aura Lux yang semakin kuat.


"Tuan Lux, apakah kamu berhasil menerobos?" Tanya Law.


"Iya, kesampingkan hal itu terlebih dahulu. Aku melihat kamu terburu-buru dan sedikit panik. Sebenernya ada masalah apa?"


Law yang mendengar ucapan Lux segera sadar dan berkata. "Tuan Lux, ada sesuatu yang salah dengan kerajaan Chaos. Mereka seperti bertindak diluar rencana mereka dengan kerajaan Matahari. Akhir-akhir ini mereka seperti low profile dan tidak menunjukkan diri. Mereka sekarang bahkan melepaskan kerjasama dengan pangeran pertama."


"Berbeda dengan yang lalu, selalu aktif untuk menjajah kerajaan Mesh bersama kerajaan Matahari. Apakah rencana kita masih berjalan seperti biasanya?."


Lux yang mendengar penjelasan Law mengerutkan keningnya. "Kenapa mereka melakukan perubahan rencana secepat itu?. Belum sehari aku meninggalkan ruangan ini tetapi mereka sudah bergerak mencurigakan."


Law yang mendengar ucapan Lux memandangnya dengan aneh.


Lux yang melihat pandangan Law segera berkata. "Ada apa, jangan memberitahukan informasi sebagian seperti itu. Segera katakan semua informasi yang masih belum kamu beritahu."


"Tuan Lux, kamu telah berada didalam ruangan selam seminggu dan semua rencana yang anda ucapkan berjalan sesuai dengan apa yang anda katakan. Hanya saja hari ini aku mendengar kabar dari mata-mata yang kita pasang."


"Kerajaan Chaos telah menarik segala macam utusan yang dia tinggalkan di kerajaan Mesh dan hanya menyisahkan utusan dari kerajaan Matahari saja. Jadi aku segera datang kemari memberitahukan informasi ini."


Lux yang mendengar ucapan Law tertegun ditempat. 'Aku berada diruang ini sudah seminggu. Sungguh persepsiku akan waktu tidak terasa saat aku menerobos ketahap Saint. Syukurlah tidak terjadi sesuatu yang terlalu serius selama ini kecuali tindakan mencurigakan kerajaan Chaos.'


"Dari informasi yang kamu ucapkan, sepertinya ada orang ketiga yang ikut campur dengan urusan peperangan ini."

__ADS_1


Law yang mendengar balasan dari Lux, mengerutkan keningnya dengan serius. "Jadi bagaimana sekarang tuan apakah kita masih akan melaksanakan rencananya?."


Lux berpikir dan kemudian berkata. "Bagaimana dengan peperangan antara pangeran pertama, kedua dan ketiga?."


"Peperangan berlangsung seperti yang anda katakan tuan dan mereka semua akan segera saling berperang dua hari lagi."


Lux yang mendengar hal ini mulai berpikir lagi dan kemudian berkata. "Untuk sekarang jalankan sesuai rencana. Tunggu sampai ketiga pangeran itu selesai berperang baru kita akan melihat siapa orang ketiga yang ikut campur dengan peperangan ini."


Law yang mendengar ucapan Lux mengangguk paham. "Kalau begitu aku mohon pamit dulu tuan Lux. Ah, ngomong-ngomong tuan Lux, cucuku Lolita sangat mengkhawatirkanmu. Kalau boleh bisakah tuan mengunjunginya untuk menenangkannya."


Lux yang mendengar ucapan Law tersenyum dan kemudian berkata. "Tenang saja tuan Law, serahkan saja padaku."


Law menghela nafas lega atas ucapan Lux. "Kalau begitu aku pamit dulu tuan."


Law segera meninggalkan ruangan dan tersisa Lux yang termenung ditempat dengan serius. "Sepertinya aku memang terlalu meremehkan mereka. Moon...."


Sontak bayangan Lux berubah bentuk dan Moon muncul didepan Lux.


"Apa perintah anda tuan?."


"Moon, segera pergi ke kerajaan Chaos dan cari sesuatu yang mencurigakan dari mereka."


"Baik tuan." Balas Moon dan kemudian menghilang ditempat.


Sementara itu Lux yang melihat kepergian Moon segera beranjak pergi dari ruangan untuk menemui Lolita.


.....


Di kota Retus saat ini terlihat dua pangeran yang sedang mengobrol dengan riang.


"Hahahaha. Adikku Jun, kerajaan Chaos telah melepas bantuannya kepada kakak Levy, jadi seharusnya akan mudah mengalahkannya nanti."


"Hahahaha, benar kak Luxy. Walaupun dia masih memiliki kerajaan Matahari sebagai pendukungnya, itu tidak akan menghalangi pasukan gabungan dari kami." Ucap Jun pengeran kedua.


Luxy tersenyum kepada adiknya dan kemudian mengangkat gelas minuman dan menyerahkannya kepada Jun untuk bersulang.


Jun yang melihat tindakan kakaknya tidak menolak dan mengangkat gelasnya juga. Mereka berdua tersenyum penuh arti dan kemudian meminum minuman mereka.


'Hehehe. Tidak lama lagi aku akan menjadi seorang Raja. Luxy, Levy kalian berdua akan tamat di bawah tanganku.' Pikir Jun dengan sadis.


Saat Jun dalam pikirannya, Luxy juga saat ini menatap Jun dan menyeringai kejam. 'Hehehe. Kamu pikir aku tidak tahu kerjasamamu dengan kerajaan Beast. Bersyukur karenamu aku juga mendapatkan dukungan dari kerajaan Bulan yang memusuhi kerajaan Best saat ini. Disaat aku telah berhasil menyingkirkan saudara Levy, selanjutnya adalah giliranmu Jun.'


Mereka berdua kemudian saling menatap dengan senyum, yang hanya mereka sendiri tahu apa maksud dari senyum itu.


.....


Sementara itu di istana kerajaan Mesh terdapat suara kegaduhan.


"Apa katamu, kerajaan Chaos melepaskan kerjasama dengan kita?."


"Iya yang mulia. Utusan dari kerajaan Chaos berkata bahwa mereka tidak akan ikut campur atas urusan kerajaan Mesh."


"Apa?, berani-beraninya mereka menjilati ludahnya sendiri. Padahal aku sudah memberikan sebagian dari harta kerajaan. Utusan Matahari bagaimana dengan semua ini yang tiba-tiba?. Apakah kamu mengetahui sesuatu?."


Utusan kerajaan Matahari yang berdiri disamping Raja Levy, memiliki pandangan yang sangat rumit diwajahnya.

__ADS_1


Dia juga sebenarnya terkejut saat mendengar kabar bahwa kerajaan Chaos telah menarik pasukannya kembali.


__ADS_2