
Selain merasa frustasi Raja Lion jelas merasakan banyaknya tekanan di sekelilingnya sekarang.
"Apakah kalian benar-benar percaya dengan ucapan bocah ini, hanya dengan menunjukkan kalung rantai dan cambuk saja?. Walaupun anakku bertindak gila setelah melihat apa yang dipegang bocah itu, tetapi bagaimana kalau itu sebuah jebakan?." Teriak Raja Lion dengan frustasi.
Saat Lux mendengar ucapan Raja Lion dia tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya.
"Yang mulia. Bukti yang lebih kuat sudah ada di depan mata anda." Ucap Orochi dingin.
'Hah, Ayah yang terlalu memanjakan anaknya.' Gumam Lux di dalam pikirannya.
Sementara itu saat Bahal melihat hal ini dia segera berkata kepada Raja Lion agar segera menyerahkan Tetsu untuk di adili keluarga monyet putih.
"Saudara Lion. Sebaiknya anda menyerahkan pangeran Tetsu kepada Sun Go sekarang. Ini tidak baik bagi anda sebagai Raja kalau bertindak sewenang-wenang seperti ini." Ucap Bahal menambahkan ucapan Orochi.
Raja Lion yang mendengar ucapan keduanya akhirnya menghela nafas pasrah dan berkata. "Kojiro, berikan dia kepada Go."
Kojiro yang mendengar ucapan Raja Lion, memiliki ekspresi rumit. Tetapi dia tetap menyerahkan Tetsu kepada Sun Go.
Sun Go yang melihat hal ini segera berkata kepada pengawalnya. "Ikat dia dan bawa ke gunung putih untuk di adili."
"Baik tuan." Balas pengawal
Sementara itu Lux yang melihat situasi sudah mulai tidak menentu, dia menggunakan AInya untuk segera mencari Bangsawan dan kepala suku lain yang bisa perpihak kepadanya. Pandangannya akhirnya jatuh kepada Orochi.
[Status
Nama : Orochi
Kelas : Magic Fighter.
Elemen : Racun dan Logam.
Garis darah : Komiya.
Kekuatan : 1100
Kecepatan : 1000
__ADS_1
Fisik : 1000
Mana : 9.500.000
Tahap Meditasi : Saint (Puncak)
Karakteristik : Licik, Tenang, dan Selalu berpikir rasional.
Kelemahan : Terlalu menyukai Artefak kuno, sehingga dapat di manfaatkan.]
Lux mulai berjalan mendekat kearah Orochi. Yasaka yang melihat Lux berjalan kearah Orochi, bingung. Tetapi dia tetap mengikutinya.
Orochi yang melihat kedatangan Lux mengerutkan keningnya. Sementara Raja Lion dan Bahal yang melihat ini semakin tidak nyaman.
"Salam Tuan Orochi." Ucap Lux sambil tersenyum.
Orochi yang mendengar sapaan Lux, membalas dengan tenang. "Salam. Ada Urusan apa tuan Lux denganku?."
Lux yang mendengar pertanyaan Orochi yang tidak semangat dan dingin, tidak tersinggung. Tetapi dia malah membalasnya dengan senyuman.
Orochi yang mendengar ucapan Lux memiliki mata yang berkilat dengan semangat. Dia tiba-tiba memegang tangan Lux.
"Astaga ternyata hal itu. Tuan Lux tidak perlu sungkan, aku sangat pandai dengan hal itu." Ucap Orochi dengan senyum yang menjijikkan.
Saat Lux melihat senyum Orochi dia tidak bisa berkeringat dingin, tetapi dia tetap tersenyum dan membalasnya.
"Hah, tapi sayang sepertinya ini tidak bisa terjadi. Aku mungkin akan segera di penjara tanpa bisa melawan dan membela diri. Jadi aku mungkin tidak bisa mendiskusikan artefak kuno ini dengan tuan." Ucap Lux sambil melihat Raja Lion dan Bahal.
Orochi yang melihat ini paham dengan maksud Lux, dia kemudian berdehem dan berkata. "Ehem, Bagaimana kalau kita melanjutkan sidang suku Rubah sekarang. Tetapi kita harus memberikan kesempatan kepada suku rubah untuk membela diri. Aku rasa tidak adil kalau kita hanya mendengar penjelasan dari suku Serigala. Bagaimana menurut kalian semua?."
"Sangat setuju." Ucap Sun Go dengan seringai cemerlang.
"Fufufu. Aku sangat setuju dengan hal itu." Balas Suzuki juga, sambil memegang pipinya.
Sementara para bangsawan yang tersisa dan kepala suku ikut mengangguk setuju.
Raja Lion, Bahal dan Yamada yang melihat ini memiliki ekspresi jelek di wajahnya. Sementara Kojiro yang saat ini melihat pangeran kedua Tetsu yang telah di bawah oleh bangsawan monyet putih, menatap Lux dengan penuh dendam.
__ADS_1
"Hah, Baiklah karena banyak para saudara kita dari Bangsawan dan kepala suku menyetujui saran Orochi. Bagaimana kalau kita membiarkan mereka, membela diri." Ucap Bahal dengan senyum tenang.
Raja Lion yang mendengar ucapan Bahal memiliki ekspresi marah di wajahnya. Sebenarnya Raja Lion sebelum persidangan ini telah melakukan beberapa diskusi agar dia berpihak kepada Raja Lion saat sidang nanti. Tetapi siapa sangka Bahal yang licik akan berbelok arah dan melawannya.
Sementara itu Lux yang melihat tindakan Bahal, tidak bisa tidak bergumam didalam pikirannya dengan jijik. 'Bajingan Licik sialan.'
Berbeda dengan Raja Lion saat ini yang sudah sangat marah. Bukan hanya putranya yang akan mati nanti, tetapi juga bahkan apa yang ingin dia rencanakan bisa gagal saat ini. Hal inilah yang membuat dia sangat marah sekarang.
"Baiklah kalau itu mau kalian semua. Sekarang kita dengar bagaimana penjelasan dari pihak suku rubah." Ucap Raja Lion dengan marah.
"Terimakasih atas kesempatannya yang mulia." Ucap Lux dengan senyum lembut.
Raja Lion yang melihat ekspresi Lux tidak bisa menahan amarah dan ingin sekali mencabik-cabik tubuh Lux sekarang.
'Semua masalah ini berasalan dari bocah brengsek ini.' Gumam Raja Lion di dalam pikirannya.
Sementara Lux kali ini hanya mulai menjelaskan pembelaannya untuk suku Rubah. "Tuan Yamada tadi sudah menjelaskan bahwa Baki dikepung oleh suku Rubah di alam tersembunyi dan dia menyebutkan bahwa baki di kepung tanpa alasan apa benar?."
"Itu benar." Ucap Yamada dengan nada mengejek.
Lux yang mendengar ucapan Yamada tidak tersinggung dan malah melanjutkan penjelasannya. "Sebenarnya apa yang di katakan oleh Yamada ini semua adalah omong kosong dan takhayul yang di ciptakan oleh tuan Yamada. Bukti sebenarnya adalah Suku Serigala mengirim baki dan anak buahnya untuk menyerang suku Rubah, yang pada saat itu Yasaka, para jenderal dan kaptennya sedang keluar dari suku rubah untuk pergi ke kerajaan Mesh atas perintah dari Raja Lion. Saat Yasaka yang telah menyelesaikan ekspedisinya ke kerajaan Mesh dan kembali ke suku Rubah. Dia terkejut melihat beberapa sukunya sedang di serang oleh suku serigala yang di pimpin oleh baki. Jadi atas nama keadilan dan hukum kerajaan Beast yang tidak boleh menyerang suku dan bangsawan lain tanpa alasan. Yasaka dan anak buahnya segera menyerang balik baki hingga mereka mundur dan hanya menyisahkan baki saat itu."
"Itu semua bohong. Pihak suku rubahlah yang melanggar hukum dan menyerang anggota dari suku serigala." Ucap Yamada dengan dingin.
Bahal yang mendengar teriakan Yamada tidak membetulkannya dan malah bertanya kepada Lux lagi. "Hmm, kalau yang kamu katakan itu benar seharusnya Baki sekarang masih hidup. Tetapi dia sekarang sudah mati dan tidak meninggalkan mayatnya sekalipun. Jadi kata-katamu itu belum bisa memiliki bukti yang kuat." Ucap Bahal dengan tenang.
Lux yang mendengar ucapan Bahal membalasnya dengan senyuman tenang. "Seharusnya memang seperti itu. Baki tidak seharusnya mati. Itu karena Yamada dan pangeran Otar akan menjemputnya di alam tersembunyi dan membawanya kembali sebagai bukti kuat lainnya untuk menjebak suku Rubah. Tetapi sayang, apa yang mereka ingin rencanakan gagal karena pada saat itu baki telah mati dengan tanganku sendiri."
Semua orang yang mendengar hal itu tercengang, terutama Yamada.
Yamada tidak menyangka Lux akan mengetahui rencana mereka. Tetapi hal yang membuat Yamada lebih terkejut adalah ternyata Baki mati di tangannya.
'Ugh, pantas saja aku telah mencari Baki dengan pangeran Otar saat itu di alam tersembunyi tetapi tidak menemukannya, seakan kordinatnya terputus. Ternyata penyebabnya adalah bocah Lux sialan ini.' Gumam Yamada sambil menatap Lux dengan penuh kebencian. Tetapi saat Yamada melihat ekspresi kemenangan Lux dia sedikit bingung.
'Kenapa dia memasang ekspresi seperti itu?. Seakan-akan dia sudah memenangkan sidang ini. Apakah dia berpikir hanya dengan ucapannya itu semua orang akan mempercayainya tanpa bukti?. Tunggu.....?, Bukti?.' Saat itu Yamada tiba-tiba terguncang dan mengingat sesuatu yang membuatnya membeku di tempat. Dia kemudian menatap Lux lagi yang menyeringai kepadanya.
'Hum, kena kau bajingan.' Gumam Lux di dalam pikirannya.
__ADS_1