
Semua orang tercengang dengan kemunculan Lux yang tiba-tiba. Bahkan pasukan dari kerajaan Ness dan Demon tidak bisa menahan nafas dingin, saat melihat utusan mereka di terbangkan oleh tendangan Lux.
Sementara Brayen Horn yang melihat kemunculan Lux kembali bersemangat. "Hahahaha. Bocah, akhirnya kamu muncul juga."
Lux yang saat itu mendengar teriakkan Rose, Fifian dan Benedeta, menatap mereka dengan senyuman hangat dan kemudian menatap gurunya Brayen yang terluka. Tatapannya diangin saat dia melihat gurunya yang saat ini terluka.
"Guru. Ambilah ini." Lux tiba-tiba menyerahkan ramuan penyembuh kelas tinggi.
Brayen tanpa basa basi segera meminumnya dan menyebabkan vitalitasnya kembali pulih.
Sementara itu Rose yang melihat Lux kembali, sangat senang. Tetapi dia terkejut, tiba-tiba dia melihat utusan itu tiba-tiba muncul di belakang Lux dan ingin menyerangnya.
"Lux, awas." Teriak Rose.
Utusan itu pada awalnya sangat terkejut dengan serangan tiba-tiba Lux.
Dia terluka parah oleh serangannya itu. Tetapi berkat dia menelan ramuan penyembuhan kelas puncak yang di berikan oleh tuannya. Dia akhirnya pulih kembali.
Dia kemudian berdiri dan melihat orang yang menyerangnya dan saat dia melihatnya, dia tidak bisa tidak menahan amarah di tubuhnya. 'Silan. Aku di pukul oleh seorang Mana tahap putih.'
Utusan itu kemudian bergerak dengan cepat dan muncul di belakang Lux. Saat dia ingin melayangkan pukulan, tiba-tiba dia ditahan dengan mudah oleh tangan Lux.
"Sepertinya kamu memang ingin mati dengan cepat."
Utusan itu tercengang saat Lux menahan pukulannya dengan mudah. Lux kemudian mengeluarkan pedangnya dan langsung menebas utusan itu dengan tebasan horizontal.
Sebelum utusan itu sempat untuk menghindar, tebasan Lux mengenai tubuhnya dan langsung membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
Tidak sampai di situ saja, tebasan itu terus bergerak dan kemudian membelah sebuah gunung kecil, di kejauhan.
Semua orang terdiam di tempat melihat serangan Lux. Sementara utusan itu tewas dengan ekspresi terkejut di wajahnya.
Gordon, Leo dan Pon langsung terduduk ditanah dengan ekspresi takut.
"Ini, bagaimana bisa bajingan Lux ini menjadi begitu kuat?." Tanya Gordon dengan keringat dingin.
Sementara itu Raja Iblis dan Raja Ness juga sedikit muram dengan perkembangan situasi ini.
Lux kemudian menatap pasukan kerajaan Ness dan Demon. "Apakah ada lagi yang ingin bertarung?."
"Hii.." Ucap para prajurit dengan ketakutan.
Raja Ness yang melihat ini berkeringat dingin, sebelum kemudian menenangkan dirinya.
"Jangan takut. Dia hanya sendirian dan pasukan mereka sudah melemah. Jika kita berhasil mengalahkannya kita akan menang. SEranggg..." Teriak Raja Ness, sementara Raja Iblis disampingnya tetap diam.
__ADS_1
Para prajurit yang mendengar ucapan Raja Ness segera kembali pulih dan kemudian berteriak. "Serang."
Lux yang melihat hal ini menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia kemudian mengeluarkan salah satu tekniknya.
"BEAST ARMY."
*Koaaaak
Teriakkan burung gagak terdengar dengan keras melalui mulut Lux, yang membuat semua orang membatu ditempat. Saat suasana menjadi sunyi, tiba-tiba bunyi suara berlari terdengar di sekitar mereka.
"Apa yang sedang terjadi?." Tanya salah satu prajurit.
Prajurit yang lain menggelengkan kepalanya dengan tidak tahu juga.
Sementara Raja Ness dan Raja Iblis mulai waspada saat Lux mengeluarkan suara gagak dari mulutnya.
Segera keraguan semua orang terjawab. Banyak binatang buas mana mulai berlari menuju mereka, membuat suasana menjadi hening.
"Apa-apaan dengan ini?." Tanya Raja Iblis dengan ketakutan. Prajurit musuh juga mulai ketakutan dengan hal ini.
Sama juga untuk para prajurit kerajaan Green yang mulai ketakutan sekarang, saat melihat binatang buas yang datang. Mereka ingin segera melarikan diri dan kembali ke ibukota, tetapi di tahan oleh teriakan Lux.
"Tenang, mereka semua berada di dalam kendaliku."
Setelah beberapa saat para binatang buas datang disisi Lux dan kemudian bersujud di hadapannya.
Raja Ness dan Raja Iblis yang melihat hal ini mulai takut.
"Tuan bagaimana kalau kita berdamai sekarang. Tenang saja, Kerajaan Ness dan Demon tidak akan pernah lagi menyerang Kerajaan Green." Ucap Raja Iblis dengan sopan.
Diikuti oleh anggukan Raja Ness.
Sementara Lux yang mendengar ucapan Raja Iblis, membalasnya dengan dingin. "Aku sudah memberikan kalian sebuah kesempatan. Tetapi kalian semua malah tidak menghiraukannya. Jadi jalan satu-satunya sekarang adalah kehancuran untuk kalian."
"Serang." Ucap Lux dengan tenang.
Segera para binatang buas kemudian menyerang pasukan musuh dengan ganas.
Raja Ness dan Raja Iblis yang melihat negosiasi tidak berjalan balik segera berteriak.
"Apa yang kalian tunggu, cepat serang." Teriak Raja Ness dengan panik.
Para prajurit yang mendengar ucapan Raja Ness pada awalnya ragu. Tetapi kemudian maju dan mulai menyerang binatang buas.
Pertarungan mulai terjadi dan disana terlihat banyak pasukan musuh yang mulai dicabik-cabik oleh binatang buas.
__ADS_1
Gordon, Leo dan Pon yang pada awalnya bisa bertahan. Segera kehabisan mana dan mulai di serang dengan ganas oleh binatang buas.
"Aaaaaaa. Tolong..." Teriak mereka bertiga dengan sedih dan putus asa.
Tetapi permintaan mereka tidak di hiraukan dan membuat ketiga orang itu tewas di cabik-cabik binatang buas.
Ron, Foban, Semiramis dan yang lainnya terkejut melihat apa yang dilakukan Lux untuk mengendalikan binatang buas.
Sementara itu Melinda dan Lit yang dari tadi tidak muncul di garis depan dan hanya bergerak di jarak aman, ikut terkejut dengan kemampuan Lux yang sangat luar biasa.
"Ara ara. Sepertinya aku memang tidak salah menilaimu, Lux. Begaimana Lit sekarang kamu setuju dia menjadi Rajaku, kan?"
Lit yang mendengar hal ini menghela nafas dan kemudian berkata. "Lebih dari pantas putri."
Berbeda dengan para prajurit yang mulai bersemangat lagi saat melihat pasukan musuh mulai di kalahkan.
Sementara Raja Ness dan Raja Iblis yang melihat bahwa mereka telah kalah dalam perang ini, ingin melarikan diri. Tetapi Lux melihat halnya dan kemudian mengeluarkan teknik pedangnya.
"SUN SWORD INTENT."
Segera sebuah pedang api emas besar mulai muncul di udara kosong dan melesat ke arah Raja Ness dan Raja Iblis yang ingin melarikan diri.
Raja Ness dan Iblis yang melihat serangan yang di lancarkan Lux, berkeringat dingin dan ketakutan. Mereka kemudian menyesali menyerang kerajaan Green saat ini.
Tetapi itu sudah terlambat dan sekarang serangan pedang Lux menghanguskan mereka di tempat dan menyebabkan kawah besar dilokasi serangan.
Semua orang membuka mulut mereka, saat melihat serangan Lux yang keterlaluan.
"Apakah anak ini manusia?." Tanya Sebastian dengan gugub.
Sementara Ron yang melihat kekuatan putranya terkejut dan juga bangga. "Hahahaha. Itu adalah putraku"
Semiramis dan Foban yang mendengar ucapan Ron, tidak bisa tidak membalikan mata mereka. Tetapi mereka juga ikut senang dengan hasilnya sekarang ini.
Salah satu prajurit akhirnya tidak bisa menahan untuk berbicara. "Apakah kita menang?."
"Kita menang." Balas prajurit lainnya dengan senyum sedih. Diikuti oleh teriakan prajurit yang lainnya dengan semangat.
Sementara itu Lux yang melihat suasana yang bahagia, ikut tersenyum.
Rose, Fifian dan Bendeta segera berlari menghampiri Lux dan langsung memeluknya.
"Lux, aku sangat merindukanmu." Ucap mereka dengan sedih.
Lux yang mendengar ucapan mereka, mendesah dan kemudian menenangkan mereka.
__ADS_1